Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 15 ~After Marriage


__ADS_3

"Baby, tungguin mas Rizal datang" teriak Rizal di tepi pantai itu dengan senang ia berlari menghampiri istri nya


Risa tengah berlarian di pantai itu sembari menikmati udara pantai yang terasa menyejukkan, ia tertawa riang "ayo kesini mas"


Berbulan madu ke pantai bersama pasangan yang di cintai memang begitu sangat menyenangkan


"Ayo sini mas, kejar aku kalau bisa" Risa berlari dengan tawa nya


"Wah, kamu nantang mas ya sini" Rizal berlari mengejar Risa


Mereka tertawa riang di tepi pantai itu bermain kejar-kejaran dan bermain air seperti anak kecil


"Jangan baby! Nanti basah semua pakaian mas"


Splash.. splash.. Risa terus menyiprat-nyipratkan air pantai itu ke wajah Rizal dengan tawa riangnya


~


"Lah kok? Basah beneran?" Rizal bergumam dengan mata yang masih tertutup ia memegangi pipi nya yang terasa basah


Risa memegang sebuah gayung yang berisi air dan menyiprat-nyipratkan air itu ke wajah Rizal yang sangat sulit di bangunkan dari tidurnya "ayo bangun zal, udah pagii. Nih udah aku cipratin air sesuai request kamu semalam"


Rizal mengucek matanya yang masih terasa lengket "ini udah jam berapa?" Tanya nya


"Jam setengah lima, tuh"


Ekspresi wajah Rizal datar seketika "mending sekalian guyur aja aku pakek air seember! Ini masih pagi baby, seharusnya setengah jam lagiii"


"Bangun ih, kan ini udah request dari kamu loh aku cuma melaksanakan aja" Risa menarik sarung yang terlilit di tubuh suaminya, memang Rizal sudah terbiasa tidur dengan menggunakan sarung


"Apa? request?"


Risa mengangguk


"Tunggu, apa yang sudah terjadi semalam?" Gumam Rizal


_Flashback On_


"buruan tidur zal, jangan main hp terus. ingat, besok kamu harus sekolah jangan sampai kesiangan" kata Risa yang sudah terbaring di samping Rizal dengan memunggungi nya

__ADS_1


"Aku boleh minta tolong engga?" Rizal menoel punggung Risa


"Minta tolong apa?" Tanya Risa tanpa menoleh


"Kalau nanti pagi aku susah di bangunin, cipratin aja pakai air, ya" pinta Rizal


"..." Hening tidak ada jawaban


"Yaahh malah tidur" Rizal mendengkus


Pengantin baru seharusnya identik dengan hangat-hangatnya pada pasangan, selalu saling berdua dalam bentuk apapun dimulai dari makan sepiring berdua, minum satu gelas berdua, satu selimut berdua bahkan sampai satu bantal berdua, tapi lain lagi hal nya dengan dirinya, dari awal ia menikah dengan Risa tidak ada manis-manisnya sama sekali fikir Rizal sembari mengamati wajah cantik istrinya yang sudah terlelap tidur sejak tadi, padahal tadi Risa tidur dengan posisi memunggungi nya kini sekarang ia berubah posisi dengan sendirinya yaitu menghadap Rizal, tentu saja itu membuat Rizal sangat senang


Rizal berfikir akankah ia bisa berhasil dan mampu mempertahankan rumah tangga nya yang seperti ini? Ia juga berfikir keras apa yang akan terjadi kedepan nya? Apalagi pernikahan nya dengan Risa ini tanpa di landasi dengan cinta, jangankan cinta, suka sama suka saja tidak sedikit pun mereka rasakan, eh bukan! Bukan mereka yang merasakan tetapi Risa sendiri, Rizal tahu bahwa istrinya tidak memiliki perasaan apapun padanya sedangkan Rizal yang notabene nya masih labil dan mudah jatuh cinta, ternyata ia diam-diam sudah mulai menyukai istrinya. Namun di dalam pernikahan ini tidak ada landasan apapun yang menjamin mereka bisa mempertahankan rumah tangganya, mereka menikah hanya dengan sebatas komitmen tanpa rasa sayang dan cinta. Rizal juga sangat ingin di layani oleh Risa sebagai suaminya, akan tetapi semua itu boro-boro bisa terjadi! Ia bisa tidur bareng istrinya dengan posisi memunggungi saja Rizal sudah ingin sujud syukur


Di sela-sela lamunan nya ia tiba-tiba teringat akan PR matematika yang di berikan oleh gurunya yang saat ini tengah tidur di sampingnya yakni Bu Risa istrinya sendiri. Tentu saja Rizal belum mengerjakan PR itu satu soal pun, dengan perlahan Rizal menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang supaya tidak menimbulkan bunyi yang akan mengganggu kenyamanan tidur istrinya dan bergegas membuka buku PR nya. Awalnya Rizal begitu bersemangat untuk mengerjakan PR yang di berikan oleh istrinya namun setelah membaca soal-soal yang tertulis di buku itu fikiran nya mendadak pusing melihat deretan angka yang tidak ia fahami sama sekali, ia merasa bingung dan putus asa


Rizal celingukan kesana kesini saking bingungnya, tiba-tiba tatapan matanya tertuju pada sebuah buku yang tersimpan di meja tepi ranjang tempat Risa tidur, sampul buku itu bertuliskan "Kunci jawaban Matematika IPS-G"


"Ambil jangan ambil jangan?" Rizal menimbang-nimbang terlebih dahulu "ah sikat ajalah! Yang penting aku ngerjakan"


Rizal berjalan dengan sangat hati-hati supaya tidak menimbulkan bunyi suara langkah kaki di lantai itu dan ia berhasil mengambil buku itu di tangan nya, dengan cepat ia menyalin semua jawaban PR yang sudah Risa tulis semua di buku itu, ia tersenyum penuh kemenangan dengan sesekali ia melirik ke arah istrinya takut barangkali tiba-tiba Risa terbangun dan memergokinya, maka habislah dia!


Rizal melirik ke kanan dan ke kiri, kemudian ia bernafas lega saat ia mendapati buku milik Risa tersimpan di tempat yang semula, ia mengira bahwa buku itu masih tersimpan di meja belajar miliknya karena semalam ia sangat mengantuk dan tidak sadar dengan apa yang ia lakukan


"Lagi nyariin apa sih?" Tanya Risa


"Eh engga, engga nyariin apa-apa" Rizal meringis


Mata Risa memicing "udah ah, cepet bangun terus mandi, sholat sama sarapan. Ingat! Jangan sampai telat masuk ke kelasku"


"Mau mandi bareng, engga?" Rizal menaik turunkan alisnya


Spontan saja Risa langsung menyumpal mulut Rizal menggunakan sarung yang Rizal kenakan "Dasar, Otak mesum!"


Rizal terbengong-bengong, memang nya ada yang salah kah dengan perkataan nya? Apa salahnya? Kan dia bilang gitu juga sama istrinya jadi halal halal aja kan tidak berdosa?, Ia sudah lupa bahwa istrinya itu tidak mencintai nya dan hanya menganggapnya sebagai seorang anak kecil saja. Huh!


Setelah selesai mandi dan sholat Rizal keluar dari kamar dengan hanya menggunakan celana boxer dan kaus putih tanpa lengan ia mendapati istrinya tengah memasak sendirian, rupanya orang tua Rizal masih tidur karena ini masih terlalu pagi


Ia menghampiri istrinya yang tengah memasukkan beras yang sudah di cuci dan sudah berisi air kedalam magic com

__ADS_1


"Kenapa kamu udah bangun sepagi ini sampe repot-repot masak sendirian?" Tanya Rizal sambil meneguk segelas air bening


"Kalau minum tuh sambil duduk" omel Risa


"Hehehe" Rizal menyengir


"Aku udah biasa gini kok waktu tinggal sendirian di spanyol, ya gini harus bangun pagi masak sendiri apa-apa sendiri sebelum berangkat ke kampus" Risa menjelaskan


Rizal mengangguk faham "aku sempet ngira kalau kamu anak manja"


"Heh, aku tuh bukan anak manja" kilah Risa "tapi aku cuma butuh di manjain karena capek mandiri terus" tambah nya. namun, berbicara dalam hati


"Ada yang perlu aku bantu engga?" Kata Rizal mendekati Risa


"Engga perlu, aku cuma masak ayam balado aja, soalnya stok di kulkas cuma ada ayam aja" ujar Risa "Kamu mau aku bikinin kopi?"


Mata Rizal tampak berbinar saat istrinya menawarkan seperti ini, ia merasa sangat bahagia karena merasa istrinya ini peduli padanya namun sayang sekali ia sama sekali tidak suka pada kopi "aku engga suka kopi"


"Oh maaf, mau nya apa?"


"Biasanya kalau pagi aku suka di buatin susu sama mamah, pengen Susu aja" jawab Rizal


"Susu yaa.. oke" Risa membuka-buka pintu lemari atas mencari keberadaan susu yang di maksud oleh Rizal namun ia tidak menemukan satu pun dus susu


"Engga ada susu disini" Risa menggeleng


"Yaahh.." raut wajah Rizal terlihat kecewa


"Kemarin waktu perjalanan kesini kita lupa berhenti di supermarket dulu. Kamu kan engga suka kopi. kalau aku bikin teh, gimana?" Risa merasa sangat bersalah melihat wajah Rizal yang tampak kecewa


"Engga usah deh by, nanti aku beli susu botol aja pas mau berangkat" tolak Rizal


"Kamu harus banget minum susu ya zal?" Tanya Risa dan langsung dibalas anggukan oleh Rizal


"Kalau engga minum susu dulu, pagi ku rasanya kurang bersemangat aja" tambah Rizal


"Oke deh, nanti sepulang ngajar aku bakal nyempetin ke supermarket beliin susu dua dus sekalian buat kamu"


Rizal tersenyum senang

__ADS_1


__ADS_2