Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
WYMMT? Eps. 4


__ADS_3

Perempuan sudah berusia dua puluh tiga tahun, sudah lulus kuliah dan sudah mempunyai pekerjaan tetap namun statusnya masih jomblo? Status itu tidak akan menjadi permasalahan Bagi seorang Clarissa Andini atau panggilan akrab nya Risa dan di sekolah biasa di panggil dengan sebutan Bu Risa. Selama lima tahun ia tinggal di Spanyol untuk melanjutkan pendidikan nya, Risa tidak pernah memusingkan statusnya. walaupun sebelumnya ia sempat beberapa kali kencan dengan pria namun baginya tidak ada satupun pria yang serius


Menurut perempuan yang memiliki profesi sebagai guru itu, kehidupan nya saat ini sudah cukup merasa sangat sempurna, memiliki pekerjaan dengan gaji yang lumayan cukup untuk memenuhi belanja kebutuhan hidupnya. Keluarga yang lengkap dan harmonis serta teman-teman nya juga yang mendukungnya, dan lagipula dia cukup cantik bukan nya ia bermaksud sombong tetapi itu sudah kenyataan.


Yang jadi permasalahan nya disini adalah kenapa saat ia kembali ke Indonesia, status lajangnya ini menjadi sebuah perbincangan yang membuat ia terbayang-bayang akan menjadi perawan tua yang tiba-tiba terdengar menakutkan di telinga Risa, apalagi di tambahnya dengan desakan serta dukungan dari ibunya beserta para sahabatnya


tiiittt.. tiitt...


Suara mesin mobil di luar menyadarkan Risa dari lamunan konyolnya yang terus ngelantur, dengan malas, Risa mempercepat gerakan menyisir rambutnya, ia baru saja selesai mandi setelah pulang mengajar dari sekolah guna mendinginkan tubuhnya yang terasa panas di tambah dengan lelah karena mengajar murid-murid yang bandel di sekolahnya apalagi seorang siswa yang bernama Rizal dari kelas IPS-G yang nakalnya tidak ketulungan membuat Risa geleng-geleng kepala


Hari ini ia ada janji temu dengan sahabatnya sedari SD yang bernama Lita, ia mengajak Risa bermain malam ini di sebuah club ternama di Bandung, dengan alasan bahwa Lita sudah menyiapkan kencan buta untuk Risa, siapa tau dia jodoh Risa katanya. Tapi siapa juga yang mau mencari jodoh di club malem seperti ini? Bukankah di club malem kebanyakan adanya para lelaki yang suka main wanita dan tidak setia, dan juga Risa menjamin bahwa disana tidak akan ada lelaki yang akan berkualitas sesuai dengan selera ibunya


"Halo, cantik!" Lita langsung menyapa saat Risa masuk ke dalam mobilnya


"Tambah cantik bener ini bule dari Spanyol, udah pasti bakal dapet pacar disana" kata Lita menggoda


"Mana ada aku butuh pacar" sanggah Risa


"Beneran? Kamu yakin Ris? Engga bakal nyesel?" Tanya Lita heboh sambil menyalakan mobilnya dan melaju menuju tempat tujuan mereka akan pergi


"Beneran, aku cuma butuhnya sekalian aja suami jangan cuma pacar" Risa berbicara dengan nada bercanda


Apa Risa tidak ingat? Bukankah ia sendiri juga sudah tahu bahwa sebuah ucapan adalah do'a, entah apa yang akan terjadi nantinya jika sebuah perkataan yang barusan Risa ucapkan menjadi kenyataan walaupun ia berkata dengan nada bercanda sekalipun, bagaimana jika tiba-tiba saja Tuhan mengabulkan perkataan Risa, apakah ia akan siap?


"Wah parah banget ni, pacaran atau gebetan aja belum punya, udah langsung loncat pengen punya suami aja"


"Lagipula kamu ada-ada aja ta, masa mau ngajak aku kencan buta kok di klub malem sih? Mana ada cowok yang Sholeh? Aku kan mau nya diajak kencan buta ke pesantren gitu di kenalin ke cowok-cowok santri yang tinggalnya selalu di masjid, pasti itu bikin hati adem banget. Kaya mas Fahri di film-film apa itu namanya" protes Risa

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal Fahri? Risa terdiam setelah ia sadar sepenuhnya dengan ucapan yang baru saja ia lontarkan, tiba-tiba ia teringat dengan muridnya di sekolah yang bernama Fakhrizal, namun dengan cepat ia buang fikiran nya itu jauh-jauh


"Cowok-cowok di pesantren mah engga bakal mau diajak ketemuan sama kamu kali. Mereka ngerti bukan muhrim di larang ketemu berduaan" omel Lita


Risa mendengkus, tanpa sadar dirinya setuju dengan perkataan Lisa. Memang benar tidak mungkin akan ada laki-laki di pesantren yang mau ketemuan dengan nya, dan lagipula sebaik apa sih dirinya sampai menginginkan seorang laki-laki yang sempurna iman nya? Risa cukup tau diri akan hal itu, dia tidak mungkin pantas bersanding dengan laki-laki yang se-perfect Fahri dalam film yang ia maksud


...


Sementara itu di lain tempat,


"Woy bro!" Suara Bayu teman satu kelas Rizal memanggil "buruan woy, keburu nanti klub nya tutup"


Dengan langkah santainya Rizal berjalan menghampiri mobil Bayu yang terparkir di depan sebuah gedung besar milik perusahaan ayah Bayu dan juga gedung itu adalah tempat kerja Rizal sebagai seorang fotografer disana


"Elo cupu atau amnesia sih? Yang namanya klub malem, makin malem ya makin rame!" Rizal membuka pintu mobil tersebut kemudian ia duduk di kursi samping tempat penumpang di sebelah pengemudi "cuma berdua doang? Yang lain pada kemana?"


"Terus si Zidan?" Tanya Rizal lagi


"engga mungkin ngajak si Zidan anak ustadz? Bisa-bisa di kejar pakek golok dia kalo sampe ketahuan lagi mainnya ke tempat hina kaya gini, mau belajar jadi anak Sholeh kaya bapaknya dia mah" Bayu menjelaskan dengan mata yang sembari masih fokus ke depan menyetir menikmati keramaian kota Bandung di tengah malam Minggu ini


"Ya terus? Lo pikir gue ini orang yang kaya gimana? Orang brengsek gitu? Lo juga yang berani ngajak gue ke tempat begituan, gini-gini juga gue calon imam yang Sholeh" timpal Rizal bangga


"Sholeh darimana? Sholat aja kalau cuma hari Jum'at doang!" Ejek Bayu sembari tertawa


Rizal mendengkus kesal tidak terima, tentu saja ia tidak terima. Walau bagaimanapun tetap saja Rizal tidak pernah lupa dengan kewajiban nya sebagai seorang umat muslim yaitu sholat lima waktu, meskipun memang iya perlu diakui bahwa sholatnya itu masih jarang tepat waktu "sebelum menjudge mending ngaca dulu sana, daripada elu yang engga pernah sholat sama sekali"


"Cowok kok sensitif banget, yang penting kan sekarang tujuan kita ke klub cuma numpang dengerin musik DJ sama minum Pepsi doang, engga bakal ngapa-ngapain kan, jadi engga usah takut lagi dah" Bayu terkikik

__ADS_1


"Ya iya lah cuma pengen itu doang, mau ngapain lagi? *****-***** anak orang? Ogah banget gue bukan muhrim, nambah dosa aja nanti Allah marah" peringat Rizal


"Elo mau enggak kalo kita pergi ke klub malem tapi ada faedahnya?" Tanya Bayu


"Ngaco Lo bay! Mana ada ke klub malem berfaedah? Engga ada sama sekali! Yang pertama, cuma ngabisin duit doang terus yang kedua, hidung gue ternodai sama asap rokok belum lagi bau alkohol yang berasal dari minuman" cerocos Rizal


Bayu berdecak "ada zal! Elo jangan salah dulu deh kita ganti niat ke klub nya bukan buat bersenang-senang melainkan buat cari jodoh, gimana tuh? Seneng engga?"


"Bhahahahha, ngaco Lo bay! Tapi gue Aminin deh" Rizal tertawa terbahak-bahak, dasar memang teman nya ini suka mengada-ada saja


Sesampainya mereka di tempat yang di tuju, kedatangan Rizal dan Bayu di sambut oleh Suara dentuman musik yang terdengar meriah dari dalam klub yang sudah sangat ramai oleh pengunjung


"Woy, bay!" Rizal menepuk-nepuk pundak Bayu yang sudah asik bergoyang mengikuti alunan suara musik dengan segelas minuman di tangan nya


Bayu meringis "lumayan bro mumpung musiknya lagi enak sesuai selera gue, sayang banget kalau gue engga joget. Kapan lagi coba"


Rizal memilih mengabaikan perkataan Bayu dan segera ia mencari tempat duduk karena berjoget di klub itu bukan tujuan nya, sejujurnya ia anti berjoget di klub, selain membuat tubuhnya lelah juga ia malas jika harus berdesakan dengan orang lain atau bahkan kakinya keinjak-injak


Setelah mendapat satu kursi kosong, Rizal pun memanggil pelayan untuk memesan cemilan beserta satu gelas minuman tanpa alkohol, tiba-tiba saja fikiran nya teringat akan perkataan Bayu tadi yang mengatakan soal mencari jodoh. Rizal benar-benar tidak ingin mencari dan mempunyai pacar sekarang, bukan tanpa alasan tetapi karena ia lelah dan juga faktor usia nya yang masih muda. Saat ini Rizal memilih fokus untuk lulus sekolah terlebih dahulu Dan fokus mengumpulkan banyak uang dari hasil gaji fotografer nya tanpa ada pacar yang mengganggu atau bahkan mengekangnya yang membuat ia merasa sulit bergerak


Terlalu lama duduk dengan hanya menonton orang yang tengah berjoget ternyata membuat Rizal akhirnya merasa bosan juga. Ia pun berdiri dan memutuskan untuk mencari Bayu yang sekarang entah berada dimana


Belum terlalu jauh dari tempat duduknya ia berjalan tiba-tiba pandangan nya menangkap sosok perempuan berambut panjang dengan mengenakan blazer berwarna putih dengan celana yang seperti seorang wanita pegawai kantoran, namun Rizal tidak bisa melihat wajah perempuan itu dengan jelas karena keadaan klub yang gelap dan hanya di terangi oleh lampu disko yang menyala kelap kelip saja, perempuan itu nampak berjalan sembari terus menoleh ke arah belakang seperti sedang memastikan bahwa tidak ada orang yang sedang membuntuti dirinya


Tanpa sadar, kaki Rizal berjalan perlahan menuju arah perempuan asing yang tengah berdiri disana yang membuat Rizal penasaran itu. Rizal berniat mengajaknya untuk menjadi teman malam mingguan nya kali ini


"Halo mba? Kelihatan nya lagi ketakutan banget, mba nya ini bukan penculik anak yang lagi di buron sama polisi kan?" Tanya Rizal membuat perempuan asing itu membulatkan matanya lebar seketika

__ADS_1


__ADS_2