Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 22 ~After Marriage


__ADS_3

WARNING!!!⚠️


episode ini mengandung sedikit unsur 17++ Maka harap bijaklah dalam membaca


Happy Reading❤️


"Rizal! Baju ganti kamu lipat lagi terus masukin ke tas!" Teriak Risa pada suaminya "terus ini juga Tupperware bekas makan kamu, seharusnya cuci dulu terus simpen lagi, untung aja engga sampe lupa apalagi ketinggalan"


Risa terus saja mengomel jengah melihat tingkah suaminya yang masih kekanakan ini. Untung saja tadi Risa menyiapkan bekal yang cukup banyak hingga cukup untuk makan malam tidak perlu repot-repot keliling keluar mencari warung makan dan juga bisa menghemat uang


"Hehehe, maaf baby. Aku lupa" sahut Rizal, ia keluar dari kamar mandi baru saja selesai menyegarkan tubuhnya


Risa menyerahkan setelan baju yang akan suaminya kenakan "nih pakai dulu bajunya"


Sembari menunggu Rizal selesai mengenakan pakaian nya, Risa membuatkan segelas minuman favorit suaminya yakni susu coklat hangat. Kali ini ia membuatkan susu itu hitung-hitung sebagai rasa terima kasihnya pada Rizal, karena ia sudah rela menjadi fotografer gratis dadakan pribadi untuknya dalam seharian ini. Ia cukup merasa bahagia dengan perlakuan manis dari seorang Rizal yang membuat hatinya berbunga-bunga


Akan tetapi di sisi lain, Risa juga merasa bingung mengartikan sikap manis Rizal padanya, apa laki-laki itu benar-benar mengungkapkan perasaan cinta padanya? Ataukah hanya sebatas bermain-main saja? Bukan nya su'udzon, sebagai seorang perempuan. Risa hanya ingin memastikan dan butuh kepastian darinya, kalaupun Rizal memang sudah jodohnya, Risa sudah bisa mengikhlaskan itu kok meskipun Rizal bukan sama sekali type jodoh yang ia dambakan


"Baby, jangan ngelamun gitu dong. Nanti ke sambet sama jin cakep, kan aku yang repot" Risa tidak menyadari bahwa suaminya sudah duduk di depan nya sembari menikmati segelas susu hangat yang baru saja selesai ia buat


Risa mengerjap "Eh, mana ada jin cakep. Aku tidur duluan ya capek soalnya" kata Risa, ia memijat lehernya sendiri yang terasa pegal


"Iya baby, silahkan tidur aja duluan. Aku mau ngerjakan tugas dulu ini baru dikirim sama temen"


"Oh gitu" jawab Risa. Namun ia masih duduk di sana tak kunjung beranjak ke tempat tidur


"Baby.. kata nya mau tidur? Kok masih disitu, nungguin apa?" Tanya Rizal, heran


Risa berdehem kikuk guna menghindari debaran jantungnya yang berdebar tak karuan, dengan gerakan cepat perempuan itu berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke arah Rizal kemudian ia mengecup singkat bibir Rizal dan langsung berlari ke atas kasur menyelimuti seluruh tubuhnya sebelum suaminya itu menyadari atas apa yang sudah ia lakukan padanya


Rizal mematung sejenak, ia terkejut dengan perlakuan Risa padanya "Clarissa!" Ia berdiri dan ikut naik ke atas kasur menghampiri istrinya yang sudah terlilit dengan selimut


"Makasih semuanya buat hari ini" ucap Risa dari dalam selimut


Rizal tak kuat menahan tawanya, ia tertawa dengan terpingkal-pingkal menertawakan tingkah laku istri nya yang terlihat begitu aneh bin ajaib


"hei, mana ada tata cara mengucapkan terima kasih yang baik kaya gitu sih" Rizal menarik selimut istrinya "duduk dong, yang bener ngucapin nya"

__ADS_1


"Engga ih" di dalam selimut pipi Risa terasa panas


"Ya udah, engga aku terima nih makasih nya"


"Bodoh, bodoh kamu Risa bodoh! Kenapa sih kok bisa sampe senekat itu" teriak Risa di dalam hatinya. Namun, dengan perlahan Risa membuka selimut yang menutupi tubuhnya


Rizal tersenyum, ia menoel-noel pipi istri nya yang terlihat menggemaskan di matanya "ciee, pipi nya merah ciee ada yang malu ni" goda Rizal


"Ish, apaan coba" Risa menepis tangan Rizal


"Boleh aku peluk, engga?" Tanya Rizal


Tiba-tiba saja suasana nya menjadi terasa canggung


Risa terkekeh "padahal tadi aja kamu langsung main peluk-peluk aku aja engga pake gugup, tuh"


"Pe.. Permisi" gumam Rizal


Ia langsung memeluk istrinya dengan jantung yang terasa berdebar-debar, kali ini rasa pelukan itu terasa sangat berbeda dari sebelumnya, tidak ada lagi perasaan takut dan cemas yang Rizal rasakan selama ini atas pernikahan nya. ia merasa begitu tenang, lega tanpa ingat hal apa yang akan ia hadapi kedepan nya, apapun itu yang akan terjadi, harapan Rizal hanya ingin yang terbaik dan istrinya tidak akan pernah pergi kemanapun dari kehidupan nya


"Mas." Ucap Risa, ia ikut memeluk erat tubuh Rizal dan berbagi kehangatan dengan nya


"Mas.." ucap Risa sekali lagi, ia menunduk dengan suara yang terdengar lembut


Mata Rizal langsung berbinar, kemudian ia menangkup kedua pipi istrinya


"Kamu udah siap, kan?" Rizal menatap mata istrinya penuh harap "sekarang kamu akan menjadi istriku sepenuhnya


Risa mengangguk, lalu merekapun saling berciuman walaupun masih dengan terasa kaku, karena bagi Risa maupun Rizal itu adalah ciuman pertama mereka, sebelumnya mereka tidak punya pengalaman sedikitpun tentang ini, Risa juga hanya mengikuti cara berciuman di drama Korea yang sering ia tonton


Perlahan tangan Rizal membuka satu persatu kancing pakaian yang Risa kenakan. begitupun juga dengan Risa, ia juga melakukan yang sama pada pakaian suaminya. Di barengi dengan suara debaran jantung yang terdengar bersahutan dari kedua pasangan suami istri yang tengah memadu kasih itu


Namun, tiba-tiba...


"Kyaaaaa" teriak Risa, ia memalingkan wajahnya ke arah lain tak mau melihat wajah Rizal yang sudah berada di atas wajahnya


"Loh baby, kamu kenapa? Engga apa-apa kan?" Tanya Rizal panik

__ADS_1


"Mu.. muka kamu jadi serem, mas" jawab Risa dengan tergagap


Rizal meringis "eh, iya? Aduh, mungkin gara-gara gugup nih, by"


"Maaf, mas" ucap Risa merasa tidak enakan karena sudah berteriak dan mengatai wajah suaminya terlihat menyeramkan


"Udah engga apa-apa kok sayang, lupakan aja. Nanti juga kita bakal terbiasa kan ya, ayo lanjutin"


Mereka pun melanjutkan acaranya yang sempat tertunda sejenak karena hal konyol yang di lakukan oleh Risa


"Sa.. sakit mas, pelan-pelan dong!" Gumam Risa, ia mengeratkan pelukan nya pada punggung Rizal


"Tahan dulu, sayang" Rizal mengecup kening istrinya dengan lembut


Dan.. hari-hari baru mereka sebagai sepasang suami istri yang sesungguhnya pun baru akan di mulai!


...


"Mas Rizal.. ayo bangun, sudah pagi loh" Risa menoel-noel pipi suaminya yang masih tertidur pulas dengan tanpa pakaian dan tubuh yang terlilit selimut


"Uuggghhh" Rizal hanya bergumam tidak jelas


"Udah jam setengah enam ini, mas. Kamu engga mau sholat shubuh? Kalau emang masih ngantuk nanti abis sholat bisa tidur lagi" peringat Risa sekali lagi


"Yang bener by? Kenapa engga dari tadi bangunin nya?" Rizal langsung bangkit dan merebut handuk yang mengalung di leher Risa "siniin handuknya


Risa hanya bisa mengusap dadanya guna meredam emosi, kali ini ia akan mencoba belajar ekstra sabar dalam menghadapi tingkah laku suaminya "aku udah bangunin dari jam lima"


Selesai mandi keramas, Rizal langsung mengenakan pakaian sholatnya yang sudah di siapkan oleh Risa yakni baju Koko lengkap dengan sarung plus kopiah


"Bentar dulu mas, kerah baju kamu masuk ke dalam" kata Risa saat Rizal sudah bersiap menggelar sajadahnya, ia pun langsung merapikan baju yang di kenakan oleh suaminya dengan hati-hati karena ia takut bersentuhan dengan kulit Rizal yang akan membuat Rizal Batal dari wudhu nya


"Kalau ada apa-apa, jangan ragu minta bantuan aku ya, mas. Mas Rizal juga boleh kok bergantung sama aku, karena aku adalah istri mas Rizal dan mas Rizal adalah suamiku" Risa tersenyum manis membuat Rizal meleleh melihatnya


"Istriku, yang cantik. Emang terbaik deh" Rizal pun memeluk Risa dan mengecup pipinya karena tidak kuat menahan semua itu apalagi di tambah dengan senyuman cantik Risa tak peduli walaupun batal dari wudhu nya


"Eh, eh kok malah cium-cium sih, batal deh wudhu kamu kamu mas"

__ADS_1


Rizal menoel hidung mancung milik Risa "engga apa-apa, gampang kok. Tinggal wudhu lagi kan, hitung-hitung sarapan pertamaku"


Risa tertawa "udah ah, sana wudhu lagi terus langsung sholat. Keburu waktu nya habis"


__ADS_2