Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 18 ~After Marriage


__ADS_3

Takdir itu memang nyata, benar-benar ada tanpa di duga, siapa yang akan tahu tentang takdir manusia? Semua sudah di atur oleh yang maha kuasa. Rizal sangat mencintai takdir, takdir yang membuat ia bisa terus melanjutkan pendidikan nya sampai di kelas ini walaupun itu terdengar mustahil karena kemampuan nya yang sangat buruk, dan juga ini karena takdir ia bisa bertemu lalu menikah dengan Risa gurunya sendiri melalui cara yang tak pernah ia duga selama ini di luar fikiran nya


Ia mengerti hidup ini penuh dengan kejutan dari Allah, jadi ia harus bersiap-siap menerima kejutan itu datang meskipun sampai sekarang Rizal belum bisa memutuskan apakah apakah Risa ini adalah kejutan yang ia tunggu atau bukan? Apakah pernikahan nya ini dengan Risa akan berjalan dengan baik atau tidak? Ia hanya bisa berdo'a semoga kejutan itu datang sesuai dengan apa yang ia harapkan. Rizal akan berusaha memastikan dan membuktikan bahwa Risa ini adalah sesuatu yang akan membawakan nya kebahagian yang bertahan lama.


"Bodo amat dah aku sama si Ardi, aku kan udah jadi suami sah Risa di mata Allah di mata agama dan di mata hukum, jadi aku punya hak yang besar atas dia sebagai suami! Lama kelamaan bakal ku lawan juga tuh guru, bodo amat mau Sampai engga lulus sekolah juga, demi istri!" Kata Rizal berusaha menyemangati dirinya sendiri kemudian ia membasuh wajah dari air kran tersebut dan langsung kembali keluar


Dilain tempat, Risa masih di kantin bersama pak Ardi. Sesekali Risa melirik ke arah guru muda yang tengah melahap makanan nya di depan, ia menghela nafas sedikit lega saat laki-laki di depan nya itu berhenti berulah, maksud kata berulah menurut Risa disini adalah tidak lagi mengajaknya berbicara sedari tadi apalagi sampai ingin menyuapinya bakso, lebih parah lagi sendok yang dipakai untuk menyuapinya itu adalah sendok bekas makan Ardi sendiri, bukankah itu sudah keterlaluan? Untungnya Risa masih bisa menolak dengan beberapa alasan yang membuat laki-laki itu hanya bisa menghela nafas kecewa


Jika Risa perhatikan dari semua yang pak Ardi lakukan pada dirinya ini adalah sebagai bentuk mengungkapkan rasa suka seorang laki-laki terhadap perempuan, bukan nya Risa merasa percaya diri ataupun ke ge'eran tetapi ini sudah nyatanya! Risa sangat khawatir jika sampai Rizal melihat langsung dengan apa yang suka pak Ardi lakukan, bisa-bisa anak itu akan marah. Risa tidak tahu saja bahwa sejak tadi juga suaminya sudah tahu dan sudah melihat semuanya. apa saja yang pak Ardi lakukan kepadanya, Rizal sudah tahu!


"Risa, kenapa makanan mu engga di habiskan?" Tanya pak Ardi


"Oh, ini aku udah kenyang kok." Jawab Bu Risa


Pak Ardi mengangguk-angguk


"Pak Ardi, sudah tau kan kalau saya sudah menikah?" Tanya Risa dengan hati-hati


"Wah, masih sih Bu?"


Risa menunjukan jari manisnya yang mana disana tersemat sebuah cincin yang indah pemberian dari Rizal sebagai mahar nikahnya "nih liat. sekarang kamu percaya, kan?"


"Waktu pertama kali saya aja kamu pulang bareng itu kamu engga pakai cincin, Risa. Tiba-tiba sekarang udah pakai aja? Mana undangan nya?" Tagih pak Ardi

__ADS_1


Risa menghela nafasnya bingung memikirkan bagaimana cara supaya rekan guru yang satu ini percaya bahwa dia ini sudah memiliki suami? Ia memang belum memberitahukan pada semua rekan guru di sekolah itu bahwa ia sudah menikah


"Risa, aku berharap kamu udah ngerti kalau aku suka sama kamu. Lalu ini? Kamu suruh aku percaya sama kamu kalau aku udah nikah? Melalui cincin ini aja?" Tanya pak Ardi "aku engga percaya sama semua ini selama kamu belum ngasih aku sebuah bukti yang kuat, aku engga bakal nyerah" tutur kata pak Ardi serius


"Ardi!" Pekik Risa kesal


"Sstt, jangan ribut-ribut. Nanti kedengeran sama anak-anak. Ayo kita kembali ke kantor" pak Ardi menarik tangan Risa mengajaknya keluar dari ruangan Kantin tersebut


...


Tepat pukul lima sore Rizal pulang ke rumah, ia bekerja terlebih dahulu karena sore itu ia mendapat job pemotretan, sesampainya di rumah ia tidak mendapati siapa-siapa di rumah itu kecuali Risa yang tengah duduk menonton televisi, ia menatap istrinya sejenak kemudian ia memalingkan wajahnya ke arah lain


"Langsung mandi ya, setelah itu kamu makan dulu, udah aku siapin makanan nya di atas meja tuh" Risa mengingat kan


"Iya" jawab Rizal singkat membuat Risa menatap heran ke arah suaminya karena tidak biasanya ia melihat suaminya cuek seperti ini


Risa kebingungan, ia bingung memikirkan apakah ia berbuat kesalahan pada suaminya? Tapi ia tidak tahu dengan kesalahan apa yang sudah ia perbuat sehingga membuat suaminya ini Sampai mendiamkan nya seperti ini? Risa fikir memangnya dengan cara diam-diam begini bisa menyelesaikan masalah? Tidak kan.


"Rizal, kamu kenapa sih? Udah kaya anak kecil aja tau engga? Ngambekan kaya gini ih" karena sudah mulai kesal, Risa pun mulai membuka suaranya "kalau emang aku ada salah, ayo bilang. Kesalahan aku apa? Yang mana? Yang dewasa dikit dong. Kalau kamu diem-diem kaya gini mana bisa aku tau"


Rizal berdecak dan menjatuhkan sendok yang ia pegang ke piring "bukan nya aku adanya emang gini kan? Dimata kamu aku emang anak kecil kok, engga kaya pak Ardi-Mu yang lebih mapan dan dewasa sesuai kriteria kamu, itu"


"Ha?" Risa terbengong, ia mengorek telinga nya memastikan apa ia tidak salah dengar bahwa Rizal barusan menyebutkan nama pak Ardi gurunya? Jangan-jangan tadi Rizal melihat semuanya

__ADS_1


"Engga usah kaget gitu, aku udah liat semuanya kok, jadi engga perlu kamu jelaskan lagi" Kata Rizal Seolah sudah tau dengan apa yang ada di fikiran istrinya


"Di sekolah, kamu selalu bareng-bareng sama dia, padahal guru yang ngajar di sekolah itu banyak bukan cuma pak Ardi aja, tapi kenapa kamu selalu barengnya sama dia? Bisa aja pak Ardi itu suka sama kamu, ini kamu nya yang engga peka atau emang sengaja karena kamu juga suka sama pak Ardi?" Tanya Rizal sinis


"Rizal, jangan bilang kalau kamu lagi cemburuan sama si Ardi?" Risa bertanya dengan senyuman jahilnya


"Tuh denger kamu juga udah berani manggil namanya secara langsung engga pake kata 'pak' udah se-akrab apa sih kamu sama dia?"


"Masya Allah, jadi beneran kamu dari tadi ngambek sama aku sampe ngediemin aku itu gara-gara cemburu ke pak Ardi?" Risa tertawa, ia sudah tidak kuat menahan tawanya sedari tadi melihat tingkah konyol suaminya


"Engga ada yang lucu! Ngapain kamu ketawa?!" Sengitnya sebal "aku mau mandi"


Rizal beranjak dari duduknya dan akan pergi ke kamar mandi demi menghindari pipi nya yang terasa panas dan pasti akan terlihat merah karena malu campur kesal, ia kesal karena Risa menanggapi ini seolah dirinya sedang bercanda dan ia juga merasa malu karena kepergok sedang cemburu


"Rizal.." Risa berdiri di ambang pintu kamar mandi saat laki-laki itu hendak membuka celananya


Dengan cepat Rizal menarik kembali celananya ke atas karena terkejut "ngapain kamu di situ, aku mau mandi. Awas minggir" Rizal hendak menutup pintu kamar mandi nya namun langsung Risa tahan


"Jangan menghindar dari masalah, ayo kita bicarain baik-baik" Risa menarik tangan suaminya dari kamar mandi menuju sofa ruang keluarga untungnya dirumah itu sedang sepi dan hanya ada Risa bersama Rizal


"Apalagi yang mau di omongin?" Tanya Rizal datar


"Nih ya dengerin.. aku minta kamu bersikap dewasa itu bukan berati aku ngebandingkan diri kamu sama orang lain dan juga bukan aku nuntut kamu supaya sama seperti orang lain, tadi aku bingung sama kamu, kenapa tiba-tiba kamu ngambek dan ngediemin aku kaya gitu? Aku punya salah apa? Gimana aku bisa tahu sama kesalahan aku kalau kamu engga bilang? Kamu harus tau bahwa komunikasi itu adalah salah satu kunci dari langgengnya sebuah hubungan. Aku mau nya setiap aku berbuat salah sama kamu, kamu itu seharusnya berterus terang biar masalah nya cepet selesai dan juga istri mu ini jadi ngerti, dan akan memperbaiki kesalahan nya"

__ADS_1


Risa semakin mendempetkan posisi duduknya di samping Rizal, ia mengambil dan memegang tangan suaminya lembut "dan untuk masalah pak Ardi, tadi. Kamu engga perlu khawatir, aku selalu inget sama kamu, aku selalu ingat bahwa aku sudah bersuami. Aku selalu inget sama komitmen kita, sebisa mungkin juga aku akan selalu menghargai kamu sebagai suamiku. Sejujurnya, memang aku suka pria dewasa seperti pak Ardi. Tapi aku sudah punya kamu yang jauh lebih baik dari pak Ardi, kamu punya cara tersendiri buat menghargai aku sebagai istri kamu. Aku juga lagi berusaha buat cinta sama kamu Rizal, menumbuhkan rasa cinta itu bukan hal sulit kok. Apalagi kita sudah menikah"


Rizal merasa tersentuh dan terharu dengan penjelasan istri nya, ia tidak menyangka bahwa istri bar bar nya ini akan bersikap demikian, sebelumnya Rizal berfikir bahwa Risa akan marah padanya karena sudah mendiamkan nya tapi siapa sangka perlakuan Risa di luar dugaan


__ADS_2