Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 27 ~After Marriage


__ADS_3

"cuma beli garam aja kan. ya" gumam Rizal, ia membuka pintu masuk ke dalam toserba dan mencari-cari dimana letak rak garam tersimpan "rak garam dimana sih?" Rizal kebingungan keliling mencari nya dan ternyata letak garam tersimpan di rak paling depan yang sudah ia lewati tadi tepat berada di depan meja kasir "oh ini dia"


"Mba, garam ini lagi promo beli dua gratis satu, ya?" Tanya Rizal pada mba-mba kasir tanpa menoleh


Rizal tidak menyadari bahwasanya sedari ia masuk ke dalam toserba, Mba-mba kasir itu terus memperhatikan nya, bahkan ia terkekeh menertawakan kebingungan Rizal yang tengah mencari barang yang ia butuhkan "iya mas, kebetulan barang yang tersimpan di rak paling depan itu sedang promo beli 2 gratis satu"


Jiwa Gila diskon dari diri Rizal meronta-ronta, ia terlihat membanding-bandingkan apakah ia harus beli satu bungkus atau dua? Seperti nya Risa cuma butuh satu bungkus, kalau beli satu harga nya dua ribu lima ratus sedangkan jika beli dua harga nya lima ribu dan dapet gratis satu bungkus, tapi tadi Risa berpesan supaya kembalian nya harus ada karena sekarang mereka tengah berhemat uang, Rizal merogoh saku celananya. ini Risa juga ngasih uang sepuluh ribu, berati kalau beli dua tetep ada kembalian nya lima ribu, ah udahlah sikat aja lumayan dapet gratisan, biar punya banyak stok garam di rumah


"Ini mba, totalnya berapa?" Tanya Rizal sembari menyimpan tiga bungkus garam di atas meja kasir


Bukan nya langsung menjawab, mba kasir itu malah terbengong menatap wajah Rizal "ja.. jadi bener, ini kamu, Rizal?"


"Iya? Bener nama saya Rizal." Jawab Rizal heran kenapa mba kasirnya ini bisa tahu dengan namanya?


"Ah syukur deh ternyata bener ini kamu" suara perempuan itu terdengar lega dan senang


Namun dengan seketika Rizal bisa merasakan aura kegugupan dari mba kasir di depan nya itu hilang


"Rizal, aku engga nyangka loh kita bisa ketemu disini"


"Lah siapa sih mba kasir sok kenal, ini?" Rizal bertanya-tanya dalam hatinya "maaf, mba ini siapa ya?"


"Masa kamu udah lupa sama wajah aku, Rizal?!" Pekik perempuan itu dengan menggeleng tak percaya "aku Gita!"


"Gita?" Rizal mencoba mengingat-ingat dengan cara menggali tiap isi fikiran nya mencari nama seorang perempuan bernama Gita yang pernah ia kenal. Dan matanya membulat sempurna saat ia berhasil mengingat apa yang ia cari "engga mungkin kan, ini Gita yang itu?" Gumam nya


"Aku sakit hati sama kamu loh, zal. Bisa-bisa nya ya kamu lupa sama wajahku?" Kata gita dengan suara yang di buat-buat ngambek "aku Gita, temen kamu waktu SD kita satu kelas dari kelas satu sampai kelas tiga, tapi kamu engga naik kelas terus jadi waktu aku kelas lima kamu malah masih di kelas tiga, inget?"


Dan ternyata benar saja ini Gita sahabat kecilnya!


"Jangan ngingetin hal itu, aku benci" Jawab Rizal datar


"kamu kok gitu sih. Itu kenangan kita loh, kok kamu malah benci?" Raut wajah Gita terlihat sedih

__ADS_1


"Iya kenangan buat kamu, tapi petaka buat aku, bayangkan waktu itu aku engga naik kelas selama tiga tahun berturut-turut, dan..." Rizal tidak bisa melanjutkan perkataan nya lagi, ia menggelengkan kepala guna membuang ingatan buruknya di masa lalu


"Iya maaf, zal!" Kata gita, ia merasa bersalah karena sudah membuat Rizal sedih mengingat kenangan buruknya


"Aku pulang dulu ya, garamnya mau di pakai masak sekarang. Jadi total nya berapa?" Tanya Rizal mengalihkan pembicaraan


"Oh iya, ini semuanya lima ribu" jawab Gita sembari membungkus semua garam ke dalam kresek putih


Setelah menerima kresek garam beserta kembalian nya, Rizal langsung berpamitan pergi tanpa mau menghiraukan Gita yang terus ingin mengajak ngobrol sebentar


Gita Terus menatap punggung Rizal yang berjalan menjauh keluar dan menaiki motornya


"Git, tadi ada pelanggan ya?" Tanya Dika rekan kerja di toserba nya


Bukan menjawab perkataan Dika teman nya, Gita malah berteriak heboh "aaaa.. Rizal makin ganteng! Dia jadi tambah terlihat dewasa, apalagi dia berani datang ke toserba ini cuma karena beli garam, seperti nya ia baru di suruh oleh ibu nya. Sekarang Rizal udah ada di depan mata, aku engga bakal sia-siakan kesempatan ku kali ini. Emang ya kalau udah jodoh pasti ujung nya ketemu lagi"


Dika yang melihat tingkah aneh teman nya bergidik "dih, nih cewek udah stres?"


Sementara itu di rumah kontrakan


"Aduh, kok aku jadi kurang hati-hati gini ya." Gumam Risa "ini juga, kenapa tiba-tiba perasaanku engga enak gini, ya"


"Assalamu'alaikum sayang, mas pulang" ucap seseorang di belakang Risa yang tak lain adalah Rizal


Risa menoleh "eh, mas udah pulang"


"Iya. Ini by, barang pesanan nya, dan ini juga kembalian nya" kata Rizal


"Loh kok banyak banget mas?" Tanya Risa, ia membuka kantong kresek yang ia pegang


Rizal tampak menggaruk-garuk belakang kepalanya sembari menyengir "oh itu, kebetulan di toserba lagi ada promo beli dua gratis satu, ya udah aku beli dua aja. Lumayan dapet gratisan satu bungkus"


"Ini yang ada di rak paling depan kan? Bagus mas, kamu cukup cerdas juga dalam hal perdiskonan, aku juga tadi liat pas pulang ngajar lewat di depan toserba ada banyak barang promo diskonan" Risa tersenyum senang

__ADS_1


Rizal menghela nafasnya lega ternyata ia salah sudah berburuk sangka pada istrinya, awalnya Rizal mengira bahwa Risa akan marah karena berani membeli garam sebanyak itu


"Hujan nya di luar makin deras, sebaiknya kamu ganti baju nya dulu, mas" raut wajah Risa tampak khawatir ia mendekat pada suami dan memeluk tubuhnya erat


"Eh, kenapa sayang tiba-tiba meluk gini? Biasanya aku yang suka meluk kamu duluan, nanti baju kamu nya ikutan basah loh" Rizal mengusap-usap punggung istrinya


Risa mendongakan wajahnya ke atas dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Rizal "biar mas Rizal-Ku anget engga kedinginan lagi"


"Jangan bersikap manis berlebihan deh nanti mas Rizal bisa diabetes" kata Rizal, dengan gemas ia mencium bibir istrinya, awalnya hanya ciuman biasa namun ujungnya malah semakin panas


"Bang Ijal, ini ada..." Faris tercekat


"Eh?" pasutri itu menoleh bersamaan, mereka sempet lupa bahwa saat ini mereka tidak sedang berduaan di rumah melainkan ada Faris juga Disana


Spontan ia membalikan tubuhnya "A.. aku engga liat kok bang, lain kali itu nya di kamar jangan lupa pintunya di kunci, maaf mengganggu" teriak Faris


Blush! Pipi Risa langsung terasa panas "ASTAGHFIRULLAH MALU BANGETT!!"


Risa menenggelamkan wajahnya pada meja samping kompor, sungguh ia merasa malu, sangat malu!! Kepergok sama adik ipar sendiri apa jadinya? bagaimana nanti jika ia berhadapan dengan Faris? Bagaimana kalau tidak akan merasa canggung, pasti adik iparnya itu akan berfikir yang tidak-tidak tentang nya karena sudah melakukan hal yang seperti ini tidak pada tempatnya, benar kata Faris tadi, bukan nya di kamar ini malah di dapur! "Aaaa image-Ku jadi jelek di mata Faris!!"


Risa mengacak rambutnya frustasi "argh sudahlah! Lagipula ini sudah terlanjut terjadi engga bisa di putar ulang lagi!"


"Sebaiknya aku susul mas Rizal aja deh, sebenernya ada apa sampe Faris datang manggil dia" baru Risa melangkah keluar dari ambang pintu dapur, suaminya datang menghampiri


"Eh, mas? Kesini lagi? Baru aja aku mau nyusul" kata Risa


"Itu si Faris aja dasar kurang kerjaan, kirain Ada apa ternyata bahas game" Rizal menggerutu, kenapa harus selalu ada saja orang yang mengganggu kemesraan bersama istrinya?!


"Huft!" Risa menundukan kepala sembari membuang nafasnya


Tawa Rizal pecah saat melihat wajah istrinya yang seperti masih malu "udah sayang jangan di fikirin, umur Faris udah 17 plus kok, dia juga udah ngerti jadi maklum aja"


"Aaaa sumpah malu nya engga ketulungan! Aku malu bangett masss" Risa kembali menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik sang suami

__ADS_1


"Udah yuk, makan dulu. Aku udah lapar nih" ajak Rizal dengan tangan yang membelai lembut pada rambut sang istri


Perlahan Risa melepaskan pelukannya, ia mengangguk setuju


__ADS_2