Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 19 ~After Marriage


__ADS_3

Rizal baru selesai mandi, ia berdiri di ambang pintu kamar dan mendapati istrinya tengah melipat-lipat dokumen yang akan ia bawa besok untuk pekerjaan nya


"Baby.." panggil Rizal dengan suara yang halus


"Hem?" Jawab Risa tanpa menoleh


"Lagi punya waktu engga? Aku mau ngajak kamu diskusi" kata Rizal


"Ini juga udah beres kok, mau diskusi mengenai hal apa?" Tanya Risa sembari memutarkan kursi nya menghadap Rizal


Rizal mendekat ke arah istrinya kemudian ia memegang bahu Risa mengajaknya berdiri dan menyuruh nya duduk di tepi ranjang, Risa yang diperlakukan seperti itu oleh Rizal tentu saja langsung merasa canggung, dan fikiran nya piknik kesana kesini, hal-hal kotor langsung merasuki otaknya


"Duduk disini" ujar Rizal, kemudian ia merogoh saku celana panjang miliknya yang tergantung di dinding kamarnya, ia mengambil sebuah amplop berwarna coklat dari saku nya


"Gini.. ini aku udah dapet gaji tadi dari perusahaan, emang engga terlalu banyak. Aku mau minta pendapat kamu, gimana kalau kita cari rumah kontrakan pakai uang ini, sisa uangnya buat kamu aja. Terserah mau kamu pakai buat apa" kata Rizal sembari menyodorkan amplop coklat itu pada Risa


"Eh?" Risa bingung, memang ia sudah biasa seperti ini yaitu tiba-tiba saja otaknya suka mendadak lemot di saat-saat seperti ini, padahal dia adalah orang yang cerdas dalam bidang apapun


"Iya, gimana pendapat kamu kalau untuk sementara kita ngontrak saja?" Tanya Rizal lagi


"Kenapa kamu pengen ngontrak?" Risa balik bertanya


"Ya aku pengen hidup mandiri aja berdua sama kamu, aku sudah menikah seharusnya engga nyusahkan orang tuaku lagi" jelas Rizal


"Kalau aku sih ya setuju aja, tapi ini kok pakai uang kamu sendiri? Kenapa engga gabungkan aja sama uangku?" Usul Risa


"Eh jangan, ini udah kewajiban aku kan, uang kamu ya uang kamu. Aku engga berhak atas uang milik kamu, dan ini uang aku masih milik kamu" kata Rizal menolak


"Oke, aku setuju kita ngontrak rumah. Jadi mulai kapan kita pindahan lagi?" Tanya Risa


"Mulai besok, lebih cepat lebih bagus. Aku udah Nemu kontrakan nya tadi, lokasi nya juga lumayan bagus, di perumahan"


Secara diam-diam hati Risa merasa tersentuh dengan perlakuan Rizal, ia merasa sudah seperti sedang menjalankan rumah tangga beneran. Eh, tapi ini juga kan memang beneran? Ternyata ia juga bisa menemukan suatu hal yang dulu ia dambakan jika ia sudah berumah tangga yaitu punya seorang suami yang mau mengajak nya berdiskusi masalah rumah tangga mereka, dan tak ia sangka Risa menemukan itu pada diri Rizal. Suami yang sudah ia anggap seperti anak kecil


"Rizal.. maaf sebelumnya aku pengen tanya soal ini, pernikahan ini kamu anggap serius kan? Engga ada niatan suatu hari nanti buat cerai atau nganggap ini sebagai pernikahan kontrak?" Tanya Risa dengan hati-hati dan suara yang pelan

__ADS_1


Mata Rizal membulat sempurna "engga!" Rizal menjawab dengan suara yang meninggi karena panik "walaupun aku masih terlihat kaya bocah dan kekanakan tapi aku engga pernah nganggap pernikahan ini sebagai mainan, prinsip hidupku sejak kecil. Aku ingin menikah satu kali dalam seumur hidup. Aku engga akan pernah mau jadi duda dan engga akan pernah mau ngebiarin kamu jadi janda! Apalagi jadi janda perawan, engga bakal rela aku mah"


Risa terkekeh mendengar jawaban suaminya, memang di awal terdengar tegas dan serius namun di akhir kata hatinya merasa tergelitik dengan jawaban Rizal


"Aku serius, kenapa kamu ketawa? Jangan-jangan kamu yang kepikiran buat kita cerai?" Tebak Rizal menuduh


"Ih ya engga lah, na'udzubillah! Jangan sampe itu terjadi. Kan aku udah bilang sama kamu Walaupun aku belum cinta sama kamu, aku bakal belajar mencintai kamu, walaupun alasan pernikahan ini juga karena sebuah kesalahpahaman, aku engga pernah mikir sedikitpun buat jadi janda, aku juga tahu kalau nikah itu sekali seumur hidup!" Tegas Risa


"Tenang aja baby, selama aku masih ada di dunia ini aku jamin kamu engga bakal jadi janda, aku juga cowok normal kok sama seperti orang lain suka sama cewek cantik apalagi mandiri kaya kamu. Kalau cewek itu sekarang udah jadi milik aku kenapa harus aku lepas?" Kata Rizal sembari beranjak dari duduknya dan berpindah ke meja belajarnya "aku mau ngerjakan dulu tugas dari si Ardi"


"Heh yang sopan sama guru, walau bagaimana pun dia tetep guru yang ngasih kamu ilmu" omel Risa


"Iya iya, udah mulai lagi di belain" cibir Rizal


Risa acuh tak menanggapi perkataan suaminya, ia sudah lelah mengobrol dan memilih membuka layar laptop nya untuk menonton drama Korea kesukaan nya


Rizal menggaruk-garuk rambutnya beberapa kali, kepalanya juga terasa pusing, ia tidak bisa menemukan jawaban PR yang di berikan oleh pak Ardi, Rizal sangat malas membaca, walaupun soal di tugas itu tentang olahraga favorit laki-laki seperti main basket atau sepak bola tapi tetep saja ia malas mengerjakan nya. Setiap kali ia membaca pertanyaan yang panjang dan berbobot, kepalanya mendadak pusing. Wajahnya tiba-tiba tersenyum, ia kemudian menyobek beberapa lembar kertas dengan kecil-kecil lalu di dalam kertas itu ia tulis abjad A, B, C, D, E dan mengocok kertas itu apabila yang keluar adalah huruf A maka ia akan mencoret pilihan A pada buku penjas nya


Ia tersenyum bangga "aku ternyata jenius juga" ia bersiap mencoret huruf yang di tujukan oleh kocokan nya


"Baby, kok kamu engga peka banget sih" tanya Rizal, ia merengek seperti anak kecil


"Kenapa? Udah dari tadi Masih belum selesai tugasnya?" Risa bertanya balik dengan mata masih fokus pada layar laptop nya "ini bakal aku kecilin kok suaranya, maaf mengganggu"


"Bukan itu, ini masih belum selesai aku engga bisa ngerjakan nya. Apalagi besok terakhir ngumpulkan tugas ini" Rizal menggerutu sebal "bilangin sana ke guru sok kegantengan itu, kalau mau ngasih tugas sama murid jangan banyak-banyak"


"Bener nih? Nyuruh aku bilang sama pak Ardi? Engga akan cemburu liat aku chat pak Ardi?" Risa menaik turunkan alisnya menggoda Rizal yang sudah pasti dia akan cemburu


Laki-laki itu memutar bola mata nya "engga usah repot-repot ke situ bantu aku aja lah baby, ini Carikan kunci jawaban nya. Aku pusing baca tulisan soal kaya gini"


"Loh? Kan kamu yang sekolah kok harus aku yang repot-repot ngerjakan?" Risa memindahkan laptop nya dari atas lutut ke atas kasur, kemudian ia menarik selimut ke atas menutup kakinya


"Baby..." Rengek Rizal, ia bangkit dari kursinya dan duduk di atas ranjang di sebelah Risa. Ia akan mencoba merayu sang istri supaya mau mengerjakan tugasnya


"Siapa itu baby? Aku engga kenal" jawabnya sembari memulai lagi melanjutkan nonton drama nya yang sempat terjeda

__ADS_1


"Bu Clarissa" Rizal menoel-noel bahu perempuan itu "ayolah Bu"


"Apa sih Rizal main toel toel aja sih, ngeganggu acara nonton ku aja dari tadi ih" omel Risa yang sudah mulai kesal


"Bantu aku cariin jawaban nya ya? Soal yang Romawi satu sekalian sama yang Romawi dua nya juga ya. Pusing aku dari tadi ngerjakan engga ketemu-ketemu sama jawaban nya. Bu Clarissa kan pinter, jadi mau ya?" Pinta Rizal memaksa


"Eh? Kok maksa? Perasaan yang sekolah bukan aku deh, kok aku yang harus repot-repot?" Ucap Risa ketus


"Ayolah Bu Clarissa!" Pekik Rizal "kalau ibu mau bantu ngerjakan tugas aku, aku janji bakal beliin sepuluh dus pizza kesukaan Bu Risa"


"Udah di upgrade kali, bosen masa di sogok sama pizza terus" tolaknya malas


"Oke deh oke, gimana kalau hari Minggu nanti aku bakal ajak Bu Risa jalan-jalan ke puncak Bogor? Katanya Bu Risa mendambakan pengen pergi ke puncak?" Rizal masih belum menyerah, ia mencoba merayu istri nya walau bagaimanapun yang penting istrinya mau membantu mengerjakan tugasnya


"Engga mempan"


"Bu Risa pengen jalan-jalan dua puluh empat jam keliling kemana aja Bu Risa pengen, bakal aku turutin, Bu!"


"Cuma modus!"


"Oke aku tambahin lagi makan yang enak-enak sesuka Bu Risa aku yang bayarin. Bu Risa tinggal duduk manis perintahin aku mau kemana aja"


Risa mulai tergoda dan tergiur dengan rayuan Rizal, ia melirik ke arah laki-laki yang tengah memohon-mohon pada dirinya dengan tampang yang memelas


"Ayolah bu, engga usah sok jual mahal gitu! Aku juga tau kalau Bu Risa udah mulai tergiur, tuh liat aja wajahnya" Rizal menunjuk-nunjuk pada wajah istrinya


"Itu tadi kata kamu, beneran kan bersedia jadi supir aku keliling kemanapun yang aku mau, satu hari satu malam?" Tanya Bu Risa memastikan


"Iya Bu, aku janji. Demi engga di hukum sama pak Ardi, aku capek kalau harus di hukum terus. Cukup Bu Risa aja yang suka ngehukum aku, guru lain mah jangan." Jawab Rizal serius


"Aku engga mau ngasih kunci jawaban nya sama kamu, tapi aku mau ajarin kamu gimana? Biar kamu juga faham. Oke, deal ya!" Risa menyodorkan tangan nya meminta Rizal bersalaman


"Alhamdulillah ya Allah, Bu Risa emang murah hati" dengan cepat Rizal menerima sodoran tangan Risa yang mengajaknya berjabat tangan, ia hampir mencium tangan istrinya jika tangan itu tidak Risa tarik lagi


"Dasar ih cowok! Ada mau nya mah gitu!" Risa memanyunkan bibirnya kedepan kesal

__ADS_1


"Makasih baby!" Rizal langsung mencium pipi wanita yang sudah berlabel halal untuk nya itu kemudian ia terkikik tanpa memperdulikan mata istrinya yang sudah membulat lebar.


__ADS_2