Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
WYMMT? Eps. 7


__ADS_3

Rizal memesan dua porsi pancake untuknya dan Risa akan tetapi bukan nya menikmati pancake yang terlihat menggugah selera itu, mereka malah menjadikan pancake tersebut sebagai bahan tontonan mereka dan tak berniat untuk memakan nya, sepertinya saat ini mereka sama-sama tidak memiliki selera untuk makan


Dengan sesekali Rizal melirik ke arah Risa yang duduk di depannya, sedari tadi Risa hanya menghela nafasnya dengan wajah yang terlihat cemas, saat ini mereka sedang berada di cafe merah menunggui kedatangan orang tua Risa disana


"Rizal, kamu udah bilang kan sama temen-temen kamu buat suruh mereka hapus foto itu sebelum ke sebar ke mana-mana" setelah sekian cukup lama terdiam, akhirnya Risa kembali membuka suaranya


Rizal mengangguk "Tenang aja, aku udah nyuruh mereka sebelum disuruh sama Kakak, dan mereka juga langsung nurut kalau mereka engga akan nyebarin fotonya sampai sejauh itu"


"Apa mereka bisa di percaya dengan semudah ini?"


"Iya kak, kenapa kak Risa takut banget? Padahal mereka juga engga mengenali kalau perempuan di foto itu adalah kak Risa, malahan aku yang paling takut disini karena takut ada gosip aneh nantinya di sekolah"


"Tetep aja aku takut" Risa menundukkan kepalanya "aku juga engga mau kalau sampe gosip itu kesebar, bisa-bisa aku di pecat dari pekerjaanku"


"Di pecat? ngomong-ngomong soal ini, aku malah sebelumnya sempat lupa kalau kak Risa adalah guru aku di sekolah" Rizal mencondongkan wajahnya ke depan "jadi semalam aku tidur sama guruku sendiri nih?"


Risa memasang tampang wajah meringis mendengar perkataan Rizal "nah makanya kamu sekarang harus ngerti gimana bahaya nya kalau sampe foto itu kesebar ke seluruh penjuru sekolah, kalau sampe ke sebar sampe sejauh itu aku yakin diantara banyak nya mereka pasti ada salah satu orang yang bakal menyadari bahwa perempuan itu adalah aku"


Suara pintu kafe di buka menandakan bahwa kafe itu tengah kedatangan tamu baru, membuat pasangan guru dan murid itu menoleh ke arah pintu kafe secara bersamaan, dan detak jantung Risa terasa seperti berhenti sesaat ia melihat kedua orang tua nya yang tengah masuk ke dalam, hidup dan matinya akan di tentukan sekarang fikir Risa, ia sudah bersiap jika ia akan di hukum oleh orang tua nya apapun itu ia akan mencoba menerimanya. Sedangkan Rizal malah bersikap santai saja seolah tidak terjadi apa-apa saat Risa melirik ke arahnya membuat Risa sangat kesal


Saat orang tua Risa sampai di depan nya, Rizal langsung berdiri menyalami tangan kedua orang tua Risa secara bergantian, kemudian ia mempersilahkan mereka duduk, tak lupa Rizal juga memanggil pelayan memesan makanan untuk mereka semua "tenang aja om, Tante. Ini saya yang bayarin alias gratis" sedangkan mamah Risa malah mendelik tajam ke arah Rizal yang membuat nyali laki-laki itu sedikit menciut namun ia tetap memasang tampang setenang mungkin


"Risa! Kenapa semua ini bisa terjadi? Kamu itu sudah dewasa seharusnya kamu sudah bisa mengawasi diri dalam pergaulan, atau memang selama tinggal di Spanyol pergaulan kamu udah seliar ini tanpa mamah ketahui. Gitu?!" Akhirnya persidangan yang tak pernah Rizal dan Risa harapkan pun di mulai


Risa mengerjap saat mendengar suara mamah nya membentak "jadi ini semua terjadi engga seperti yang mamah bayangkan. Ada yang nyimpan obat di minuman Risa ngebikin Risa engga sadar dan Risa juga engga ingat apa-apa, tau-tau pas bangun tidur tiba-tiba Risa ada di tempat yang asing"


Lalu tatapan tajam Mamah Risa beralih ke pada Rizal dan yang di tatap tajam hanya senyum-senyum tidak jelas


"Kenapa kamu engga anterin anak saya pulang kerumahnya?!" Tanya mamah Risa dengan suara meninggi


"Maaf Tante, saya juga semalam sama-sama dalam ke adaan engga sadar juga, jadi saya engga bisa nganterin kak Risa pulang. Saya juga engga tau pas bangun-bangun di tendang sama kak Risa lagi ada di hotel sebelah" jawab Rizal suaranya terdengar tenang

__ADS_1


"Tapi kalian berdua beneran engga melakukan apapun?" Tanya ayah Risa ikut bicara.


Rizal dan Risa menggelengkan kepala Dengan cepat secara bersamaan


"Kamu tau tidak Risa? Foto ini bisa saja menghancurkan karir kamu sebagai seorang guru" omel mamah Risa


"Saya yang menjamin itu engga akan terjadi, Tante" tutur Rizal


"Berapa persen kamu yakin? Terus kalau semua murid di sekolah tempat mengajar Risa menyadari bahwa itu adalah foto guru mereka, apa yang akan kamu lakukan? Kamu bisa jamin seratus persen kalau foto itu engga akan bocor?" Cecar mamah Risa


"Iya teman-teman saya di kelas udah bilang kalau mereka engga bakal nyebarin foto itu lebih luas lagi"


"Apa maksud kamu?" Mamah Risa membulatkan matanya "Risa kamu jangan bilang sama mamah kalau dia masih anak murid kamu?"


"I.. iya mah dia masih anak murid aku" jawab Risa dengan suara yang nyaris tak terdengar


"Apaa?!" Mamah Risa terlonjak kaget "kamu ini gimana Risa? Apa kata anak murid kamu nantinya kalau mereka tau apa yang kamu lakukan sebagai guru kaya gini, baru tiga hari mengajar disana image kamu sudah terlihat jelek Dimata mereka!"


"Ya sudah, kalau memang seperti ini kasusnya, ayah punya rencana bagus untuk menyelesaikan nya demi kalian"


Tutur kata ayah Risa terdengar sangat bijak, membuat seluruh pasang mata yang duduk di kursi meja itu melihat ke arah ayah Risa dengan tatapan yang penuh meminta harapan yang terbaik


"Kita nikahkan saja Rizal dengan Risa" tambah ayah Risa


Rizal yang tengah menyeruput minuman nya langsung tersedak batuk-batuk


"Ayah!"


Pekik Risa dan Mamahnya kompak secara bersamaan dengan menampakkan wajah yang terkejut dan menatap tak percaya


"Gimana Rizal? Kamu setuju?"

__ADS_1


Rizal terdiam sejenak tidak menjawab, ia berfikir keras bagaimana bisa dirinya disuruh menikahi gurunya sendiri?


"Maaf om sebelum nya, tapi kan saya sama Bu Risa engga melakukan apapun semalam" jawab Rizal cemas


"Iyaa saya tau dan percaya itu, tapi ini demi menghindari fitnah, apa kamu yakin sepenuhnya kalau mereka bertanya dan kamu menjawab seadanya apakah mereka akan percaya sama kamu?" Ayah Risa menaik turunkan alisnya


"Walaupun kamu cerita jujur sama mereka tentang penjelasan dibalik foto itu mereka tidak akan percaya, mereka pasti lebih memilih percaya dengan apa yang mereka lihat, dan yang pasti yang akan mereka tanyakan adalah apa status kalian? Masa seorang guru sama siswa nya kaya gitu sih, fikir mereka. Gimana hayo?"


Rizal terdiam mati kutu, ia tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Semua yang dikatakan ayah Risa itu benar tidak ada salahnya sedikitpun, ia tidak yakin bisa menjamin bahwa teman nya tidak akan menodongnya dengan berbagai macam pertanyaan mengenai hubungan dia dengan perempuan yang ada di foto yang tak lain adalah Risa, bisa-bisa image Rizal semakin buruk da terlihat seperti laki-laki brengsek di depan teman-temannya karena berani bermain dengan perempuan siapa-siapa nya


Risa juga terlihat sedang memikirkan perkataan ayahnya yang terdengar banyak benarnya. Toh jika Risa menjelaskan apapun nantinya tidak akan berguna juga, tapi masalahnya disini adalah kenapa harus menikah? Masa iya Risa harus menikah dengan bocah yang masih sekolah SMA yang tak lain dia juga adalah muridnya. Jelas itu tidak mungkin terjadi!


"Ayah, emangnya engga cara lain selain ini?" Risa mencoba menawar


"Menurut ayah, ini sudah cara yang terbaik, kalau kamu menikah sama Rizal, nanti orang-orang akan lebih percaya lagi sama kalian, kamu tinggal bilang aja kalau kamu memang punya hubungan spesial sama Rizal yaitu suami istri" jelas ayah Risa


"Ayah! Tapi si Rizal masih kecil, masih anak di bawah umur dan juga dia udah punya apa sih sampe harus di nikahi sama Risa? Pekerjaan aja pasti dia engga punya, mau dikasih makan apa nantinya anak kita sama dia?" Protes Mamah Risa


"Mah, laki-laki lebih muda bukan berarti dia engga dewasa!" Tegur ayah Risa


Rizal terkekeh mendengar penuturan kata mamah Risa yang terdengar seperti meremehkan dirinya "wah si Tante ngeremehin saya nih, saya sudah cukup umur kok Tante, umur saya mau beranjak 20 tahun dan saya juga udah punya pekerjaan sendiri walaupun saya masih sekolah"


"Tuh liat aja dia, umur segini udah punya pekerjaan, ayah yakin Rizal pasti bisa memenuhi kebutuhan Risa sebagai istrinya walaupun pelan-pelan aja tapi pasti"


Wajah Risa semakin terlihat gelisah, bagaimana bisa ayahnya ini percaya dan berharap bahwa bocah nakal seperti Rizal ini bisa menjadi suami dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Apa ayahnya sedang bercanda?


Sedangkan Rizal yang berada di depan Risa hanya menatap cengo seperti orang bodoh, ia kebingungan harus menanggapi apa? Sungguh! Nikah muda seperti di usianya sekarang ini bukanlah harapan nya! Prioritas hidup Rizal saat ini adalah ia ingin cepat lulus sekolah dan bisa terus mengembangkan bakat nya dalam bidang fotografi dan ia juga bercita-cita ingin menjadi seorang sutradara film yang hebat dan bisa menghasilkan banyak uang, akan tetapi disisi lain ia juga tidak tega pada gurunya ini jika harus membiarkan nya menghadapi masalah ini sendiri apalagi mendengar bahwa Bu Risa bisa saja terancam di pecat dari pekerjaan dan bisa menghancurkan karirnya


"Om, kalau saya setuju aja. Tapi gimana kalau saya minta waktu untuk membicarakan malasah ini pada orang tua dan keluarga saya terlebih dahulu?" Usul Rizal, ia entah mendapat dorongan darimana sehingga bisa berani mengatakan itu dan Risa yang duduk depan nya saat ini langsung melotot tajam ke arahnya


"Tentu, silahkan dengan senang hati saya izinkan kami bicarakan ini dengan orang tua kamu terlebih dahulu, kalau sudah mendapat izin nanti kamu bisa kabari saya, karena cuma ini satu-satunya solusi terbaik untuk masalah yang sedang kalian hadapi, siapa yang tau? Kemungkinan saja ini adalah jalan dari Allah untuk mempersatukan kalian sebagai jodoh" jawab ayah Risa yakin

__ADS_1


__ADS_2