Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 24 ~After Marriage


__ADS_3

Rizal menarik rambut nya sendiri "ini gila, kita hampir jadi tranding topik di perumahan ini" Ujar nya


"Ini juga salah kamu, ngapain coba berani-beraninya keluar nemuin mereka dalam keadaan engga pake baju kaya gini" timpal Risa


"Aku kan baru aja selesai mandi, baby. Eh tiba-tiba langsung di grebek gitu aja mana engga sempet pakai baju, kamu juga dari mana aja coba pergi keluar engga izin-izin dulu" jelas Rizal


"Iya aku minta maaf mas, tadi pas kamu bilang engga akan langsung pulang, aku bosen dirumah sendirian ya udah aku ajak Lita nongkrong di cafe dan lupa engga izin dulu sama kamu" Risa menyodorkan kantong yang berisi nasi beserta lauk untuk makan malam nanti "nih, aku juga sekalian bawain makanan buat makan malam kita, soalnya aku lagi males masak"


"Iya deh, Aku mau ke kamar pakai baju sekalian sholat Maghrib dulu, kamu kan lagi engga boleh sholat, siapin aja dulu nasinya, ya." Pamit Rizal, kemudian ia beranjak masuk kamar setelah mengecup singkat kening istrinya


Setelah kepergian Rizal, Risa pun bangkit dari duduk nya menuju dapur menyiapkan makanan untuk makan malam mereka. Namun matanya menangkap tas dan sepatu yang tadi di pakai oleh suaminya tersimpan rapi di masing-masing tempat nya, ia pun tersenyum senang karena kini Rizal sudah mau mengubah kebiasaan buruknya.


Setelah selesai dengan makan malam nya, sepasang suami istri itu pun memilih untuk bersantai di ruang tv, Rizal yang tengah rebahan bermain game diatas sofa dengan berbantalkan paha Risa sedangkan Risa asik cekikikan sendiri menonton koleksi kaset Drakor di tv nya dengan toples berisi cemilan di tangan nya


"Baby.." panggil Rizal


"Hem? Kenapa mas?"


"Kita butuh ART engga? Kalau emang butuh, nanti aku sewa. Biar kamu engga kecapean kaya tadi sampe sakit perut gitu" Tanya Rizal memulai percakapan


"Engga usah deh mas, kita bagi kerja aja, gimana?" Kata Risa balik bertanya


"Aku setuju, kamu yang nyuci piring, nyapu, ngepel, terus masak. Juga beres-beres rumah" usul Rizal dengan sengiran khasnya sementara Risa sudah menggeram tidak terima, ia ingin sekali memukulkan toples cemilan yang ia pegang ke jidat suaminya itu namun niatnya ia urungkan


"Terus, kamu sendiri ngapain mas? Selonjoran aja main game gini, iya?!"


"Eh, ya engga lah baby. Aku yang nyuci baju, nyuci baju itu engga gampang loh. Dan aku juga bakal bantu kamu masak sama beres-beres rumah kok" ujar Rizal


"Iya juga sih, kita butuh mesin cuci. Ah lupa waktu itu kenapa engga beli mesin cuci aja malah beli barang yang engga penting" Risa mengacak-acak rambut nya kesal "mau beli sekarang mana uang nya udah engga cukup"


"Udah engga apa-apa sih baby. Itu juga barang penting buat kamu kok, tunggu aja nanti satu Minggu lagi aku gajian, kita beli mesin cuci" Rizal bangkit dan duduk menghadap istrinya, ia mengambil sisir yang tergeletak di meja dan langsung menyisirkan rambut istrinya "kalau lagi kesal jangan main ngacak-ngacak rambut gini dong, kan jadi engga cantik lagi. Mending Jambak rambut aku aja nih"


Risa terdiam, ia sangat begitu menikmati perlakuan manis Rizal padanya, ia tersadar bahwa peran nya sebagai istri bukan hanya sebatas harus bisa melayani suami saja, akan tetapi ia juga harus bisa mengerjakan semua pekerjaan rumahnya dengan sendiri tanpa melibatkan suami yang harus kerja mencari nafkah untuknya


"Kamu masih marah, baby? Udah ya marahnya jelek loh" Rizal menangkup kedua pipi istrinya kemudian mulai menautkan bibirnya satu sama lain dan terjadilah ciuman panas pun di mulai

__ADS_1


Sampai tiba-tiba saja suara ketukan pintu dari luar rumah mengacaukan semuanya, Risa langsung bangkit duduk merapikan rambut beserta kancing kemeja nya yang sempat Rizal buka beberapa kancing atasnya


"Huh, siapa sih yang ngetuk-ngetuk pintu malam-malam gini mengganggu aja" Rizal menggerutu kesal


"Udah, buka dulu sana ih mas" Risa mendorong-dorong punggung suaminya supaya mau membukakan pintu


"Assalamu'alaikum, selamat malam" ucap seseorang di luar itu dengan menggandeng seorang anak kecil yang tengah memegang permen lollipop


"Wa'alaikumsalam" jawab Rizal "anda?"


"Maaf mengganggu waktu nya mas Rizal, saya datang kesini ingin mengucapkan permohonan maaf atas apa yang dilakukan oleh masyarakat disini tadi, saya juga tidak tahu kejadian nya karena tadi saya ada urusan ke rumah keluarga saya" ucap bapak berkopiah yang di ketahui sebagai RT di perumahan tersebut


"Oh, pak RT. Iya pak tidak apa-apa itu juga cuma kesalah pahaman saja"


"Dan saya juga mau ngasikan ini undangan acara khitan anak saya" pak RT menyodorkan sebuah amplop berisi undangan yang langsung di terima oleh Rizal


Anak kecil yang sedari tadi diam menyimak, matanya tidak lepas memandangi wajah Rizal seolah mereka pernah bertemu sebelumnya "oh iya aku inget! Om ini yang waktu itu jatoh di Empang kan" kata nya tiba-tiba bersuara


"Astaghfirullah nih bocah, dari tadi diem-diem Bae sekalinya ngomong malah menghanyutkan" batin Rizal dan tatapan nya menatap tajam pada bocah di hadapan nya kemudian ia membungkukkan badan menyamakan tingginya dengan bocah itu "oh ini, jadi kamu yang mau di sunat? Awas jangan nangis loh ya!"


"Oh iya mas, mumpung saya masih disini sekalian saja saya mau menyampaikan ini juga, mulai Minggu ini di perumahan kita bakal mengadakan ronda malam, karena perumahan kita keamanan nya tanpa mempekerjakan hansip atau satpam, warga disini sudah sepakat untuk menjaga keamanan lingkungan bersama-sama dengan cara meronda supaya mempererat tali persaudaraan" kata pak RT menjelaskan


"Dan kalau mas Rizal mau ikut. Jadwalnya ada di malam jum'at ya bareng saya dan beberapa warga lain" tambahnya


"Lah? Sebenernya pak RT ini mau ngajak atau maksa dirinya buat ikut?" Rizal bertanya-tanya dalam hati nya "itu anu pak..." Ia kebingungan harus menjawab apa


Bersamaan dengan itu, Risa datang menghampiri mereka. Risa yang sedari tadi merasa bosan di dalam rumah dengan di tambah rasa penasaran nya kenapa Rizal menerima tamu di luar dengan selama itu? Siapa yang datang kerumahnya? Ia pun memutuskan keluar untuk mencari tahu


"Siapa mas? Kok tamunya engga di suruh masuk?" Tanya Risa yang masih berada di belakang Rizal


"Ini by, pak RT" jawab Rizal


"Oh pak RT, silahkan masuk dulu pak.. minum dulu, mari" kata Risa


"Eh iya selamat malam mba Risa, terima kasih sebelumnya. Tapi saya disini cuma sebentar aja mba, jadi tidak perlu repot-repot" ucap pak RT ramah

__ADS_1


"Pengantin baru, betah banget ya di rumah. Mau nya berduaan terus sampe para warga disini curiga sama kalian" pak RT tertawa


"ngomong-ngomong, mba Risa udah isi belum nih?" Tanya pak RT menggoda


Risa dan Rizal terdiam, ia saling melempar tatapan merasa canggung


"Sudah itu saja yang mau saya sampaikan, sebaiknya mas Rizal ikut saja ronda malam nya jadi engga perlu bayar iuran wajib, kan lumayan uang nya bisa buat di tabung" kata pak RT masih dengan sedikit tawa nya "mba Risa juga di undang sama istri saya buat bantu masak-masak bikin kue sebelum acara nanti, ditunggu kedatangan nya loh, ya! Assalamu'alaikum!"


"Dadah, om" bocah kecil yang di ketahui anak dari pak RT itu juga ikut menimpali


"Wa'alaikumsalam, dadah adek" jawab Rizal sembari melambaikan tangan nya


Mereka pun masuk kembali ke dalam rumah, setelah mematikan televisi, mereka masuk kamar. Rizal membuka laptop nya mengecek kerjaan mengedit foto modelnya sementara Risa melipat beberapa pakaian miliknya beserta milik Rizal


"Mas.. ucapan pak RT tadi emang bener, semenjak kita pindah ke rumah ini. Kita diem di rumah terus belum sapa para tetangga disini, makanya membuat mereka semua pada berburuk sangka sama kita sampe membuat keributan" kata Risa di tengah ia melipat bajunya


"Iya juga sih by, mau gimana lagi. Kita kan sama-sama sibuk, setelah sekolah aku langsung kerja dan pulang ke rumah hampir Maghrib, begitu juga sama kamu. Waktu malam nya tinggal di pake buat istirahat aja karena capek" timpal Rizal


"Sebaiknya kamu ikut saja ronda nya ya mas." Risa menoleh "aku juga bakal mencoba bergaul dengan ibu-ibu di perumahan ini"


Rizal mengangguk dengan tatapan yang masih fokus pada kerjaan nya


Risa hendak berdiri dengan setumpuk pakaian di tangan nya "aku juga sadar kok, ini dunia bukan cuma milik kita berdua aja. Kita juga masih sama-sama makhluk sosial, mas. Pasti suatu hari nanti kita juga bakal butuh mereka."


Mendengar istrinya tengah berbicara serius, Rizal pun menutup laptopnya dan menyimpan di atas meja samping tempat tidur


"Kalau menurut kamu emang gitu, ya udah mas Rizal bakal ikut ronda, engga apa-apa nih kalau malam Jum'at tidur nya engga ada yang ngelonin?" Rizal menoel-noel punggung isterinya menggoda


Blush! Pipi Risa bersemu merah "ih mana ada aku gitu, bukan nya kamu tuh mas yang tidurnya engga bisa kalau ga aku kelonin"


"Wah, bener nih?" Rizal mengambil guling di samping nya dan memeluk guling itu dengan senyuman jahil terpasang di wajahnya "kalau emang beneran gitu. Malam ini aku tidur peluk guling aja nih"


"Eh? Kok gitu sih mas?" Ya engga boleh!!"


"Hahahaha!"

__ADS_1


__ADS_2