
Sepulang dari mengajar, Risa sedang duduk di cafe bersama Lita sahabatnya, ia tidak langsung pulang ke rumah Kontrakan nya karena Rizal juga belum pulang dengan alasan ada job pemotretan seperti biasa, Risa yang malas di rumah sendirian pun memilih mengajak Lita nongkrong di cafe, namun wajah Risa malah terlihat cemberut tidak bersemangat
"Heh, aneh banget ni pengantin baru kok cemberut Mulu" cibir Lita
"Apa sih Lita? Banyak omong banget ih, udah nikah satu bulan lebih bukan pengantin baru lagi namanya" timpal Risa dengan malas "lagi sakit perut gini"
"kamu udah isi, Ris? Beneran?" Lisa membulatkan matanya lebar "Wahh cepet banget nih. Walaupun berondong, suami kamu topcer juga ya!"
Spontan Risa melirik ke arah Lita, wajahnya memerah "hah? Bukan ih Lita, ini mah cuma maag doang kok kayanya gara-gara tadi pagi engga sarapan"
Semenjak hubungan pernikahan Risa dan Rizal sudah memasuki babak baru, hubungan mereka semakin membaik berkat keinginan Risa saat itu yang menginginkan jalan-jalan dan mereka pun menghabiskan waktu bersama dalam satu hari, siapa sangka sebuah niat yang awalnya hanya untuk jalan-jalan biasa saja malah berujung seperti bulan madu? Dan juga di hari itu menjadi malam pertama bagi mereka sebagai pengantin, meskipun awalnya kejadian itu mereka sama-sama merasa sangat canggung, namun mereka berhasil melakukan nya di sepanjang malam. Dan sampai saat ini kegiatan itu menjadi kegiatan yang rutin mereka lakukan. sampai tadi malam Rizal begitu rakus tanpa mengampuni istrinya ia terus saja meminta lagi dan lagi pada Risa, seolah ia sudah kecanduan dengan tubuh istrinya, sehingga menyebabkan Risa telat bangun pagi dan akibatnya mereka tidak sempat sarapan
"Eh, tapi gimana kalau kamu beneran isi?" Tebak Lita
"Ish apaan coba. Isi angin mah iya, engga mungkin kok, mana ada gitu belum lama juga mulai langsung jadi" keluh Risa
"Paling engga ya coba periksa dulu ke dokter, buat memastikan" kata Lita ngotot
"Udah ah kamu mah, aku pulang duluan ya ini udah mau petang, pengen ke kamar mandi, takut suamiku keburu pulang juga kasian dia kalau lapar di rumah engga ada makanan" Risa berdiri, ia pamitan sembari menenteng makanan yang ia pesan di cafe tersebut untuk ia bawa pulang
Sementara itu di rumah kontrakan mereka Rizal baru saja sampai di rumah nya, karena setelah pulang sekolah ia langsung pergi ke perusahaan untuk beberapa pekerjaan nya dan juga sekalian menyerahkan tugas kemarin yang baru bisa ia selesai kan
Rizal merasa heran saat sesampainya di rumah ia tidak menemukan istri nya disana rumahnya terasa sepi juga tidak ada yang menyahut saat ia mengucapkan salam, ia pun melepas sepatunya menyimpan ke rak sepatu serta menggantungkan tas nya pada gantungan yang sudah berada di tembok tersebut, kali ini ia akan mencoba belajar tertib di rumahnya, Rizal pun berjalan masuk ke dalam rumahnya
"Sayang.. aku pulang" teriak Rizal, namun tetap tidak ada sahutan
"Baby..." Rizal membuka pintu kamarnya, ia berfikir barangkali Risa sedang tidur, akan tetapi ia tidak menemukan siapa-siapa di dalam kamarnya, Rizal pun membuka seluruh ruangan berpintu di rumah itu namun hasilnya tetap nihil ia tidak menemukan Risa
Rizal pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu membersihkan tubuhnya sembari menunggu istrinya pulang, mungkin saja Risa sedang ada kepentingan keluar atau beli sesuatu di warung. Kali ini tidak seperti biasanya, ia mandi dengan lebih cepat, tanpa membutuhkan waktu lama Rizal pun kembali keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan celana boxer tanpa mengenakan baju dan handuk yang di kalungkan di lehernya
__ADS_1
Harapan Rizal saat ia keluar dari kamar mandi adalah istrinya sudah berada disana, namun harapan tidak selamanya sesuai dengan kenyataan, ia masih tetap belum melihat istrinya menampakkan batang hidungnya dirumah itu "istri kemana sih, punya istri satu aja suka ngilang-ngilang gini" gumam Rizal
Rizal terkejut, kening nya berkerut saat tiba-tiba ia mendengar suara keributan dari luar rumahnya dan mengetuk pintu rumah itu, ia terdiam sejenak namun saat suara yang mengetuknya terdengar semakin keras dan semakin ribut, ia pun memutuskan untuk keluar mengecek ada apakah sebenernya, tanpa perasaan curiga apapun Rizal memutuskan membuka pintu dengan keadaan tanpa mengenakan baju, dan betapa terkejutnya saat ia mendapati beberapa orang di depan nya dengan tatapan yang terlihat garang
"Nah ini dia bener, ada laki-laki mana lagi engga pakai baju gini.. mana perempuan nya?" Kata salah satu bapak-bapak disana
"Mana ibu guru itu? Katanya Guru tapi kok suka nginepin cowok sembarangan" timpal salah satu pemuda
Mata Rizal membelalak lebar saat ia sudah mengerti dengan arah pembicaraan orang-orang disana, apa ini? Ada apa? Apa aku lagi di grebek?
"Mohon maaf bapak-bapak sekalian, sebenernya ini ada apa? Sepertinya semua lagi salah faham" kata Rizal mencoba bersikap sopan apa ada nya
"Ah udah, engga usah banyak alasan. Kita telanjangin aja sekalian"
"Eh, lah kok Gitu sih? Jangan dong pak, Salah saya apa? Lebih baik bapak-bapak sekalian masuk aja dulu mari, engga enak diliatin banyak orang disana" Rizal melirik-lirik ke arah orang yang berkumpul di luar pagar rumahnya
"Jangan di dengerin, seret dia" perintah bapak-bapak gemuk berkumis tebal
Sepertinya sepasang suami istri itu sudah memiliki ikatan batin yang kuat, terlihat dari kejauhan Risa berjalan dengan menenteng wadah yang berisi makanan. Risa masih belum tahu bahwa saat ini suaminya sedang dalam bahaya
"Baby!!" Teriak Rizal saat ia melihat istrinya dari kejauhan
Risa langsung menoleh ke arah Rizal karena suara orang yang sangat di kenalnya, wajahnya terlihat bingung saat melihat suaminya tengah di kerubungi oleh orang asing, ada apa sebenernya? Dengan langkah setengah berlari ia menghampiri kerumunan itu
"Baby... Tolongin aku" kata Rizal. Wajahnya terlihat ketakutan
"Kamu kenapa, mas?" Risa yang hendak mendekati Rizal malah langsung di tahan oleh salah satu pemuda Disana "maaf, ada apa ini ya pak?"
"Woy, jangan asal megang-megang bini orang!" Teriak Rizal marah tidak terima jika ada laki-laki lain yang berani menyentuh istrinya, Risa adalah miliknya, milik Rizal! tidak ada orang yang boleh asal menyentuhnya!
__ADS_1
"Saya dapet laporan dari salah satu warga disini, kalau anda suka bawa pulang seorang laki-laki ke rumah ini bahkan menginap sampai berhari-hari dan kabarnya laki-laki ini masih anak SMA, sedangkan anda adalah seorang guru, masa guru bisa melakukan hal yang tidak pantas seperti ini?" Kata seorang bapak-bapak gendut berkumis tadi
"Hah? Maksud bapak, saya melakukan perbuatan zina gitu?" Risa memijat keningnya pusing, sebisa mungkin ia menahan amarah yang sudah menguasai dirinya karena kejadian ini jiwa bar-bar nya meronta-ronta "kita ngobrol nya di dalam aja yuk pak, saya akan membuktikan bahwa kabar ini adalah salah!"
"Udah ada buktinya ini disini bu, engga usah ngelak lagi" kata dua orang pemuda yang langsung memegang kedua tangan Rizal hendak menyeretnya pergi
"Woy! Gue suaminya Bu Risa, emang apa salahnya gue tinggal disini serumah sama istri sendiri?!" Bentak Rizal ia menghempaskan tangan kedua pemuda yang memeganginya, kesabaran nya sudah habis. Jika terus di biarkan maka istrinya yang akan dalam bahaya
"Mas." Ucap Risa pelan, ia takut suaminya hilang kendali dan melakukan sesuatu yang tidak-tidak
Semua orang yang berada di sana nampak terkejut dengan bentakan Rizal yang mengakui dirinya sebagai suami Risa
"Mohon maaf ya bapak-bapak semua" Rizal menghela nafasnya guna meredakan sedikit emosinya "saya bisa saja akan membawa masalah ini ke atas hukum karena pencemaran nama baik. Saya akan melaporkan semua orang yang berada disini ke kantor polisi demi nama baik istri saya sebagai guru, karena tindakan gegabah dari kalian ini membuat karir istri saya sebagai seorang guru terancam dalam bahaya!"
"Istri? Jadi mas ini suami Bu Risa?" Kata salah satu pemuda yang berdiri di samping Rizal
"Iya benar, mas Rizal ini suami saya" jawab Risa membenarkan "mari, silahkan bapak-bapak masuk dulu.. akan saya tunjukan buktinya bahwa kami adalah sepasang suami istri" ajak Risa, dan mereka pun menurut, masuk ke dalam sembari menunggu Risa keluar membawa buku nikah Sebagai bukti
"Sebelumnya kami mau minta maaf karena engga sempat mau laporan ke RT setempat disini, soalnya sering lupa karena sibuk. Rencana nya besok atau lusa kami mau laporan" ucap Rizal menjelaskan
"Iya kami juga sebelumnya minta maaf, dan kebetulan pak RT nya sekarang sedang tidak ada di rumah, jadi beliau tidak ikut kesini" timpal bapak-bapak berkaos biru
Tidak lama kemudian Risa pun keluar dari dalam kamarnya dengan membawa buku nikah dan beberapa foto pernikahan mereka sebagai bukti bahwa mereka memang benar-benar sepasang suami istri. Dan itu membuat mereka semua cukup terkejut saat melihat tahun kelahiran Rizal yang di hitung masih berusia belasan tahun dan selisih umurnya dengan Risa adalah empat tahun lebih muda darinya dan juga status Rizal di KTP itu yang memang benar masih seorang pelajar
"Kami mohon maaf mas Rizal, dan mba Risa. Karena sudah bertindak gegabah tanpa mencari tahu. Ini sebaiknya mba Risa dan mas Rizal segera mengurus surat-surat laporan ke RT, sini sekalian ganti KTP" usul salah satu pemuda Disana
"Siap mas, lain kali jangan asal main langsung grebek aja, ya. Kan kita bisa membicarakan dengan baik-baik dulu" Rizal mendengkus masih dengan kesalnya
"Baik mas Rizal, sekali lagi mohon maaf. Kami pamit undur diri, permisi"
__ADS_1
Setelah para rombongan yang membuat keributan itu pergi, Risa dan Rizal menghela nafasnya panjang