Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
WYMMT? Eps. 6


__ADS_3

Rizal mengedipkan matanya kala sinar matahari berhasil menembus korden jendela kamar itu, ia masih belum tersadar sepenuhnya dan ia merasakan seperti ada deru nafas seseorang terasa di depan nya. Apa ini? Apa aku sedang mimpi? Tetapi ini benar-benar terasa seperti nyata, fikir Rizal. Kemudian ia kembali memejamkan matanya


Sementara itu Risa menggeliat di atas tempat tidur saat kakinya merasa tertindih oleh sesuatu yang berbulu, ia mengerjapkan matanya setelah tersadar sepenuhnya dengan kamar tidur itu, tempatnya terlihat asing di matanya tidak seperti kamar tidur miliknya


"sejak kapan kamar aku berubah? Apa ayah udah merenovasi ya?" Gumam Risa sembari melirik ke sekeliling kamar itu dan pandangan nya jatuh pada sebuah vas bunga yang besar yang tersimpan diatas meja "perasaan mah aku engga pernah nyimpan vas bunga Segede gitu di kamar"


Risa membulatkan matanya lebar saat sesuatu yang berbulu tadi bergerak di kakinya spontan ia melirik ke arah samping tempat tidur nya "Aaaaaaak!!!!" Dengan gerakan cepat ia menendang seorang laki-laki yang tidur di sampingnya itu


"Aaarrgghh!" Terdengar erangan keras dari seorang laki-laki yang terjatuh dari atas tempat tidur itu, laki-laki itu langsung berdiri sembari memegangi pinggangnya yang terasa sakit akibat tendangan kuat dari kaki Risa


Risa kembali berteriak saat ia melihat tubuh sendiri yang dengan hanya mengenakan tank top dan celana pendek sepaha "Aaaakkk! Tolong! Tolong!" Risa berteriak sembari melemparkan bantal-bantal yang ada di tempat tidur pada lelaki malang yang tidak tahu apa-apa itu


"Hei, apa-apaan ini tenang dulu. Hei!" Laki-laki itu berusaha menghindar dari lemparan bantal yang menyerang secara bertubi-tubi


"Kak Risa? Ngapain kakak di kamar aku?" Tanya Rizal gelagapan saat Risa berhenti melemparinya dengan bantal


"Hah? Rizal?!" Teriak Risa "ini kamar kamu?"


Rizal memandang ke sekeliling kamar itu namun rupanya kamar itu ternyata tampak asing di matanya "eh bukan, bukan. Ini bukan kamar aku, kamar aku mah banyak foto-foto sepak bola nya ini mah engga ada"


"Lahh terus? Ini sekarang aku lagi Dimana?" Tanya Risa panik


Masih dengan perasaan yang terkejut, Rizal mencoba tetap tenang. Ia mengambil celana panjangnya yang berserakan di lantai dan langsung mengenakan celana itu lalu ia duduk di tepi ranjang mengamati Risa yang tengah menutupi seluruh tubuhnya dengan menggunakan selimut dan hanya menyisakan wajahnya saja yang tidak tertutup


"Apa yang udah kamu lakukan? Kamu pasti nyimpan obat tidur di dalam minum aku, iya kan?" Risa menuduh Rizal dengan menggebu-gebu sembari menunjuk-nunjuk wajah Rizal


Pipi Rizal berkedut "hah? Jangan asal nuduh gitu Bu guru!"


Risa mendengkus "terus? Kalau bukan karena efek obat tidur Kenapa aku bisa ada disini? Dan kenapa kamu tidur di samping aku? Apa yang udah kamu lakukan?" Mata Risa memerah pertanda ia akan menangis, kemudian ia melihat-lihat sesuatu di dalam selimutnya seolah sedang memeriksa


"Eh Bu guru! Jangan su'udzon, aku engga ngapa-ngapain Bu Risa kok!" Tegas Rizal


"Engga usah sok polos! Pasti kamu deh yang nyimpen obat di minumanku semalem, terus sengaja perkosa aku! Huhu." Tangisan Risa pecah


"Eh eh, kok malah nangis Bu. Ngapain juga aku perkosa guru sendiri. Jangan ngaco deh Bu!" Rizal gelagapan ingin menenangkan Risa yang sudah menangis


"Ngapain kamu pegang-pegang!" Pekik Risa saat tangan Rizal merambat ingin menepuk pundak nya


Rizal mengacak rambutnya kesal "Bu Risa juga jangan nangis dong, aku berani sumpah kalau aku enggak nyimpen obat atau apapun di minuman Bu Risa, aku aja enggak tau gimana aku bisa ada disini, aku enggak inget semuanya dengan apa yang udah terjadi" wajah Rizal tampak serius


Perlahan tangisan Risa berhenti, ia terdiam sambil menatap wajah Rizal dan mencoba mencerna perkataan laki-laki yang menjadi muridnya itu, Risa juga menyadari bahwa dari awal wajah Rizal sudah sama linglungnya dengan nya, tidak ada yang mencurigakan dari gelagat wajah Rizal tidak ada juga kebohongan sedikitpun nampak di wajahnya


"Oke, aku percaya" Risa mengusap air mata yang masih tersisa di pipinya "terus kalau emang semalam kamu enggak sadar berati kita sama-sama engga ingat apa-apa dong. Kita engga ngapa-ngapain kan semalem?" Bisik Risa ke telinga Rizal khawatir

__ADS_1


"Kalau seingat aku engga tuh, tapi ya aku engga tau juga kalau lupa" jawab Rizal


Mata Risa mendelik saat mendengar laki-laki itu menjawab dengan santai


Rizal menyodorkan pakaian Risa yang ia ambil dari atas lantai "nih pakek dulu bajunya, aku tunggu di kamar mandi"


Risa menurut, ia mengambil pakaian itu dari tangan Rizal kemudian ia membiarkan Rizal menunggunya di kamar mandi, ia kembali bingung memikirkan siapa yang membukakan bajunya? Dirinya saja kalau tidur dirumah tidak pernah memakai pakaian sexy seperti ini. Setelah selesai mengenakan semua pakaian nya lengkap Risa kembali meneriaki Rizal memberitahu bahwa ia sudah selesai


"Gimana? Ada ciri-ciri atau perasaan aneh yang menandakan kak Risa habis di perkosa, engga?" Tanya Rizal yang baru saja keluar dari kamar mandi


Risa mengernyit "hah? Kamu ngomong apa sih? Engga ada tuh aku ngerasa aneh atau apa, perasaanku biasa aja"


Rizal tersenyum senang "nah itu berati aman, kita engga melakukan apa-apa semalam"


"Kamu yakin?"


"Iya, 100% aku yakin kak!" Seru Rizal


"Iya iya" ujar Risa masih tidak yakin "kalau gitu, sekarang anterin aku pulang ke rumah, aku masih sedikit pusing ni"


"oh iya, kak Risa tunggu disini dulu ya, aku mau keluar buat mastiin sekarang kita ada dimana, sekalian bawain makanan, kita harus ngisi perut dulu sebelum pulang"


"Ya udah sana buruan jangan pakek lama"


7 menit kemudian, Rizal sudah kembali dengan membawa dua bungkus roti beserta dua plastik teh hangat, lalu ia menyodorkan makanan itu pada Risa dan dengan senang hati Risa menerima makanan dari tangan Rizal dan segera memakan roti tersebut dengan lahap karena perutnya terasa sangat lapar


Tiba-tiba dering telfon Rizal yang tersimpan di atas meja berbunyi, ia pun langsung menerima panggilan masuk itu "halo, gimana dan? Ada apa?" Tanya Rizal


"....."


"Anjerr! Yang bener woy!" Rizal langsung mematikan telfon nya secara sepihak dan membuka grup WhatsApp yang di maksud oleh Zidan barusan


Risa yang masih berada di kamar mandi terlonjak kaget saat mendengar Rizal berteriak sembari mengumpat, dengan terburu-buru ia menyelesaikan hajatnya dan keluar untuk menghampiri Rizal dan menanyakan apa yang terjadi


"Kenapa, zal? Ada apa?" Tanya Risa dengan kening yang berkerut heran. Bagaimana tidak? Saat ini wajah Rizal terlihat sangat tegang seperti sedang ketakutan dengan keringat yang bercucuran dari pelipisnya


"Kak, lihat ini" Rizal menyerahkan ponselnya yang tertera foto mereka disana yang tengah tidur bersama


Risa langsung terduduk lemas saat ia sudah melihat dengan jelas foto itu, foto dirinya yang tengah tidur berpelukan dengan Rizal "gi.. gimana ini bisa terjadi? Siapa yang foto ini?" Ia bertanya dengan tergagap ketakutan


"Aku engga tau kak, seperti nya ada seseorang yang sengaja menjebak kita, terus membawa kita ke hotel ini dan mengambil foto kita yang lagi tidur bareng, terus dia share foto itu di grup WhatsApp" Rizal menjelaskan, ia ikut duduk di samping Risa


"Apa?!" Pekik Risa kaget "grup WhatsApp apa itu?"

__ADS_1


"Grup WhatsApp kelas kita kak, kelas IPS" jawab Rizal


Langsung saja wajah Risa langsung pucat putih seputih kertas "terus tadi kata kamu apa? Ini hotel?"


"Iya, ini hotel"


"Tapi kok engga terlihat seperti hotel"


"Iya lah, orang ini hotel murah, penculik kita mau nyebarin fitnah tapi engga modal, mungkin mereka cukupnya bayar hotel murah aja" Rizal tertawa


"Sial" umpat Risa, bisa-bisanya laki-laki yang berada di depan nya ini bersikap santai saja dan tertawa di saat-saat menegangkan seperti ini


"Drrrtttt" ponsel Risa bergetar, ia melihat siapa nama pemanggilnya disana


"Siapa?" Tanya Rizal


Risa memejamkan matanya kuat-kuat "mamah aku"


"Ya udah angkat" kata Rizal santai


"Rizal! Kamu gila? Gimana kalau mamah nelfon aku karena mamah liat foto itu?"


"Itu tanggung jawabku, ayo angkat dulu"


Risa memejamkan matanya kuat-kuat ia berdo'a dalam hati semoga Allah tidak memberikan cobaan nya sampai sejauh yang tidak ia harapkan, ia pun menekan tombol menerima panggilan


"Halo, mah"


"Clarissa! Kamu lagi dimana ha? Lagi ngapain kamu?!" Suara teriakan mamah Risa di seberang sana membuat Risa menjauhkan ponsel itu dari telinga nya


"Anu.. mah, Risa ada di rumah temen" jawab Risa pelan


Sementara Rizal yang asik duduk disana nampak tercengang saat melihat Risa berbicara dengan mamahnya ia tidak menyangka ternyata segalak-galaknya Bu Risa saat mengajar di sekolah bisa menjadi seperti sosok anak kucing ketika di hadapkan dengan ibu nya


"Seperti itu kah Risa cara mamah membesarkan kamu? Mamah benar-benar kecewa sama kamu Risa, kamu belum nikah kenapa kamu malah tidur duluan sama orang lain?" Kali ini Suara mamahnya terdengar sesenggukan seperti nya sedang menangis


"Mah, engga gitu mah. Mamah jangan nangis, ini engga seperti yang mamah lihat" kata Risa panik


Rizal yang mengerti dengan keadaan yang semakin memburuk, ia pun memberanikan diri merebut ponsel Risa Dari tangannya


"Halo Bu, assalamu'alaikum. Ini dengan saya Rizal, saya adalah laki-laki yang ada di foto yang ibu lihat, saya bisa meluruskan dan menjelaskan permasalahan ini. Silahkan ibu bisa datang ke lokasi ini yaitu si cafe merah yang terletak tepat di samping permata hotel" Kemudian Rizal kembali menyerahkan ponsel itu kepada Risa karena Mamah Risa mematikan sambungan telfon nya secara sepihak


Risa menerima ponsel itu dengan tangan yang terlihat gemetar, ia tak bisa membayangkan apa yang akan orang tua nya lakukan padanya setelah mereka melihat foto dirinya tidur bersama laki-laki, memang di foto itu tidak terlihat dengan jelas wajah Risa karena posisi wajahnya yang tenggelam di dada Rizal, bagi orang lain atau murid-muridnya di kelas mungkin mereka tidak akan mengenali bahwa perempuan yang berada di foto itu adalah dirinya, namun bagi orang terdekat seperti orang tua nya pasti ia akan langsung hafal bahwa itu adalah Risa.

__ADS_1


"Tenang aja kak, sepertinya orang tua kakak sedang dalam perjalanan kesini, kita tunggu di cafe bawah yuk"


WTF!! Sumpah demi apapun ingin sekali rasanya saat ini Risa menenggelamkan dirinya ke dasar laut!


__ADS_2