Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 29 ~After Marriage


__ADS_3

Di pagi harinya..


Risa berjalan ke arah belakang rumah dengan membawa sebuah nampan yang berisi sepiring nasi goreng hangat berserta segelas susu untuk sarapan suaminya, benar yang di katakan oleh Faris semalam bahwa setelah bangun pagi Rizal tidak akan lagi ingat dengan kejadian semalam


Baru saja ia berjalan sampai di ambang pintu belakang rumah, mata Risa menatap kagum pada suaminya yang tengah memegang dua barbel di tangan nya dan tanpa mengenakan baju, membuat otot-otot kekar milik Rizal yang berada di tangan dan perutnya terekspos dengan jelas "OMG! Suamiku ternyata bisa terlihat gagah juga. Aduh gustii adek engga kuat liatnya mas! Pagi-pagi udah sarapan roti sobek aja, mantap beutt"


"Eh, istriku udah masakin nasi goreng ternyata. Pantesan aroma enaknya kecium sampe kesini, uh. Jadi laper gini perutku" Rizal berjalan menghampiri Risa yang masih mematung di ambang pintu


Tenang Risa, tenang dulu jangan deg-degan! Padahal kan ini bukan pertama kalinya loh kamu liat itu. Kamu juga udah hafal kan, kalau tiap akhir pekan mas Rizal-Mu ini suka olahraga pagi, makanya kamu engga heran kalau dia punya balok-balok sama roti sobek di perutnya


"Mm mas.. mau makan disini atau di dalam?" Tanya Risa tergagap, karena detak jantungnya yang masih tidak bisa di ajak kompromi jika melihat perut sexy suaminya


Rizal menerima nampan dari tangan Risa kemudian ia menyimpan nya di atas meja samping pintu


"Gimana.. kalau Bu Risa aja yang jadi sarapan nya?" Rizal mendekap tubuh sang istri ke pelukan nya membuat hidung mancung mereka saling beradu satu sama lain


Sementara itu mereka tidak menyadari ada seseorang yang baru saja bangun tidur dan keluar dari kamarnya dengan mata yang masih sedikit mengantuk "hummm.. aroma masakan apa ini, Bau nya enak banget" gumam Faris, dan matanya langsung membulat sempurna saat ia tidak sengaja melihat pasutri muda yang tak lain adalah kakak-kakak nya tengah berciuman di ambang pintu belakang rumah


"Anjerr banget lah, baru bangun tidur udah liat begituan, Mamakk!! Tolongin mata Faris ternodai!" Faris menggerutu kesal kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi daripada ia terus berdiam disana membuat tubuhnya terasa gerah


"Udah ih mas, nanti takutnya kepergok lagi sama Faris, kan aku yang jadi Malu lagi" Risa mendorong sedikit pipi suaminya menjauh


"Oh iya juga ya. Arrgh, aku lupa kalau si bocil itu masih disini"


"Nah makanya, sarapan dulu yuk! Aku yang suapin deh mas" Risa menarik tangan suaminya menyuruh nya duduk di kursi meja makan kemudian ia pun mulai menyuapkan nasi ke mulut Rizal


"Aemmm... Masakan kamu emang selalu enak!"


Faris mengintip ke uwuan sang kakak bersama istrinya dari balik pintu kamar mandi dengan tangan yang mengepal kuat


"YA GUSTII COBAAN APALAGI INI... KAPAN AKU BISA SEBERUNTUNG BANG IJAL???" batin nya berteriak meronta-ronta iri, tentu saja ia juga sangat ingin ada orang spesial untuk nya yang bisa memanjakan nya


...


Akhir pekan seperti ini bagi Rizal bukan waktunya untuk bersenang-senang ataupun beristirahat melainkan waktu itu ia gunakan untuk mengerjakan setumpuk tugas dari studio tempat kerja nya


"Mas.. aku pamit ke rumah Bu RT dulu ya bantu-bantu masak, kayanya aku bakal pulang sore, kamu jangan lupa makan siang ya mas, udah aku siapin makanan nya di meja" pamit Risa


"Iya, nanti" jawab Rizal singkat dengan mata masih fokus menatap foto yang sedang ia edit di layar laptop nya


Akhir-akhir ini entah kenapa, Rizal begitu semangat bekerja tidak seperti biasanya yang banyak selonjoran di sofa saja sembari memainkan game kesukaan nya apalagi ini sedang libur akhir pekan. Fikir Risa


"Mas, jangan terlalu fokus kerja terus dong.." Risa mendekat memijat pundak suaminya


"Eh sayang, sampai di pijitin nih" Rizal menoleh ia tersenyum senang menerima perhatian dari istrinya


"Mas, kenapa sih akhir-akhir ini jadi rajin kerja? sampe lupa sama tugas sekolah" tanya Risa

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi by, editorku lagi cuti, jadi semua tugasnya di serahkan sama aku, tapi engga apa-apa juga kan dapet bonus gaji tambahan" jelas Rizal dengan sengiran khas nya


Risa melingkarkan tangannya pada pundak Rizal "uuh enak tuh pak editor bisa bebas cuti, aku sama kamu kapan bisa cuti nya yaa?"


Rizal tertawa, ia membelai pipi istrinya lembut "nanti sayang, kalau udah waktunya kita juga bisa ambil cuti"


"Ya udah, aku pamit berangkat ya mas" Risa menyalami tangan sang suami


"Iya baby, hati-hati di jalan ya! Pulang nya jangan terlalu sore, sampaikan juga salamku sama pak RT" kini gantian Rizal yang mengecup kening istrinya


"Siap bos!"


"Eh Bu, itu mba Risa datang" kata pak RT pada istrinya saat dari kejauhan ia melihat Risa berjalan ke depan rumahnya


"Wah, saya engga nyangka loh kalau mba bakal datang" kata Bu RT ramah menyalami tangan Risa


"Mas Rizal nya mana mba? Kok engga ikut?" Pak RT ikut menimpali


"Oh iya Bu, saya Risa. Kebetulan hari ini saya lagi senggang, kalau suami saya sibuk kerja" jawab Risa Tak kalah ramah


"Mari ikut saya masuk, mba Risa. Kita gabung sama ibu-ibu yang lain!" Ajak Bu RT mempersilahkan Risa masuk ke dalam rumah nya


"Duh Bu RT nya ramah banget, aku jadi gugup nih" batin Risa


"Ibu-ibu sekalian, perkenalkan ini mba Risa yang itu loh, pengantin muda yang baru pindah ke perumahan kita beberapa bulan yang lalu" kata Bu RT memperkenalkan, membuat para ibu-ibu disana langsung tercengang menatap wajah Risa


Aduh lah! Ini pula ibu-ibu kenapa natap nya pada kaya gini, apa di wajahku ada yang nempel ya? Makin ngebuat aku tambah gugup aja, aku paling engga suka terlalu di tatap kaya gini


"Oh yang ini, ibu guru muda pengantin baru itu?" Tanya ibu-ibu berbaju motif bunga-bunga


"Wah beneran cantik bangett ya, apalagi masih muda gini, saya baru pertama kali ini liat secara langsung, loh" ibu-ibu berkerudung biru ikut menimpali


"Ayo mba, gabung sini ikutan ngobrol sama kami" ajak ibu-ibu berbaju coklat


Bu RT yang mengerti Risa tengah gugup pun mencoba memberi dukungan "ayo mba Risa ikut kumpul, jangan malu-malu"


"Ayo mba, gabung sini duduk di samping saya, kita bikin kue sambil ngerumpi"


"Iya, iya ibu-ibu saya mau ngebantu"


Entah mendapat energi darimana tiba-tiba perasaan gugup yang dirasakan oleh Risa tiba-tiba hilang begitu saja saat ia melihat sikap ramah para ibu-ibu komplek kepadanya


"IRT di komplek ini mah rata-rata pada diem di rumah, mba Risa mah masih semangat kerja ngajar di sekolah. Mumpung masih muda ya mba"


Risa hanya tertawa menanggapi tiap perkataan ibu-ibu disana yang terlalu banyak memuji dirinya


"Mba Risa ini seperti nya masih seumuran sama anak saya, umur dua puluh ya, mba?"

__ADS_1


"Eh, umur saya udah dua puluh tiga jalan dua puluh empat tahun, Bu"


"Kalau ada waktu, mba Risa ikutan pengajian arisan disini, pengajian nya tiap Sabtu malam Minggu, seminggu satu kali loh, mba" usul Bu RT


"Oh iya? Saya pengen ikut deh Bu, biar engga bosen di rumah terus. Tapi nanti mau izin dulu sama suami" jawab Risa


"Pasangan muda tapi urusan rumah tangga nya udah dewasa nih"


"Kalau jadi, nanti Minggu depan mba Risa hadir ya di rumah Bu Ita" kata Bu RT


"Oh iya, mba Risa ini udah isi belum nih?" Tanya Bu Ita bercanda


"Isi?" Risa diam tidak menjawab


Hanya karena satu pertanyaan itu tiba-tiba semua ibu-ibu disana membahas tentang anak, dan entah kenapa hanya dengan pertanyaan se-simple itu Risa terdiam tidak bisa menjawab. sejujurnya, dari awal ia menikah dengan Rizal, Risa belum pernah sekalipun ke fikiran dengan masalah anak begitupun dengan suaminya yang seolah masih belum berfikir sampai sejauh itu


"Ya ampun, ibu-ibu disini emang gitu ya kalau tiap lagi ngumpul pasti deh selalu pengen tau urusan orang lain" kata seorang gadis muda dengan berseragam toserba yang tiba-tiba muncul di samping Risa


"Bu RT, maaf aku baru bisa datang. Jadi ini lagi pada bikin kue apa?" Teriak gadis itu lagi pada Bu RT


"Wah, ada Gita anak kost Bu RT juga ikutan hadir nih" kata Bu Rini


Ya! Gadis yang baru saja duduk di samping Risa itu adalah Gita! Gadis kasir toserba dan juga yang katanya sahabat kecil Rizal.


"Tuh git, kenalan dulu sama mba Risa" kata Bu RT


"Mba Risa yang mana ya, Bu?" Tanya Gita, ia tidak menyadari dengan mba-mba asing di samping nya


"Ini" tunjuk Bu RT


"Oh ini? Yang katanya pengantin baru, itu kan? Wah mba Risa cantik sekali" mata Gita berbinar menatap wajah cantik Risa


Risa hanya terkekeh melihat kepolosan eskpresi wajah gadis itu


"Kenalan dulu, mba" dengan buru-buru Gita mengelapkan tangan nya pada celana yang ia kenakan untuk memastikan tangan nya harus bersih sebelum bersalaman


"Ini mba, nama saya Gita. Saya anak perantau yang kebetulan ngekost di rumah Bu RT" kata Gita tersenyum ramah


"Oh iya, nama saya Risa. Padahal jangan terlalu berlebihan gitu dek Gita sampe harus ngelap tangan dulu" Risa terkekeh


"Salam kenal ya, mba Risa"


"Iya, Ngomong-ngomong ini seragam nya mirip sama pegawai toserba" kata Risa


"Emang bener iya mba, saya pegawai toserba depan gang komplek sana" jawab Gita dengan tawa nya


"Oh ya? Saya udah sering kesana tapi kok engga pernah ketemu sama kamu, ya?"

__ADS_1


"Mungkin mba Risa datangnya siang. Soalnya saya sering shift pagi, kadang juga shift malam" jelas Gita


Dan akhirnya mereka pun asik bekerja bakti membuat kue untuk acara hajatan Bu RT sembari mengobrol banyak hal sampai tak terasa waktu sudah sore hari, semua berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kejadian yang tida mengenakan di hati Risa. Tapi ia juga merasa senang pada akhirnya Risa bisa menjadi sangat akrab dengan para ibu-ibu di perumahan situ


__ADS_2