
Aldi mengantarkan Wulan sampai di depan gerbang rumahnya.
"Sampai jumpa besok pagi." ucap Aldi memegang tangan Wulan. Dengan perlahan Wulan melepaskan tangannya.
"Iya, makasih ya udah antar " balas Wulan.
"Besok pagi aku jemput ya" kata Aldi
"Nggak usah, aku pergi sendiri aja"tolak Wulan
"Lah kenapa? "tanya Aldi yang tidak teroma dengan penolakan Wulan.
"Aku perginya mau pake sepeda, kita ketemu di kantor aja ok"
"Sepeda? Bukannya sepeda kamu masih sama supir aku?"tanya Aldi.
"Bukankah tadi kamu suruh dia buat antar kerumah aku? Jangan bilang..."Wulan menyipitkan matanya, dia menatap Aldi penuh curiga.
"Hehe..."
"Ngesilin tahu gak"ujar Wulan. " Tapi nggak apa - apa, aku masih bisa pake sepeda kakak aku" lanjutnya tersenyum penuh kemenangan. Aldi seketika cemberut, rencananya untuk menjemput Wulan pun gagal.
"Pokoknya aku nggak mau tahu, mau nggak mau pokoknya aku akan jemput kamu" kekeh Aldi.
"Tc, kamu pikir aku bakalan takut dan akan nurut aja gitu sama kamu" Wulan pun bersiap hendak keluar mobil. Namun Aldi menahan tanahan tangannya.
"Nggak sopan, main pergi gitu aja"
"Terus aku harus gimana? Gak mungkin aku haru cium tangan kamu atau cium kamu dulu baru pergi" kata Wulan.
"Kan emang harus gitu, ingat kita udah jadian. Dan kamu itu udah jadi milik aku" balas Aldi.
"Eitss... Ingat Bosku, aku belum menerimamu. Jadi di antara kita belum ada hubungan apa pun, kecuali ikatan antara bos dan pegawai" jelas Wulan, dengan centilnya Wulan mengedipkan sebelah matanya.
"Tapi..."
"Udah jangan kebanyakan tapi - tapian, aku capek mau istirahat. Mending sekarang juga langsung pulang dan beristirahat!"seru Wulan.
Saat Wulan turun, Aldi hanya diam saja, dia tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Memang benar apa yang di ucapkan Wulan tadi, mereka belum resmi berpacaran.
"Cepat atau lambat aku pastikan kamu akan menjadi milikku seutuhnya."tekad Aldi, ia pun mulai menjalankan mobilnya saat melihat Wulan masuk ledalam rumah.
Sementara Wulan menyenderkan punggungnya di pagar rumahmnya. Ia meletakkan tangannya di atas dadanya.
__ADS_1
"Kenapa aku deg - degan gini" ucapnya. " Dia lucu sekali" lanjutnya. Setelah menenangkan jantungnya yang berdebar, Wulan pun melangkah masuk kedalam rumah. Saat wulan berdiri di ambang pintu masuk, ia mendengar suara gelak tawa Aulia dan juga Nilam yang sangat keras. Ibu dan anak itu terlihat sangat bahagia.
"Apa mama serius? "tanya Aulia dan Nilam pun mengangguk.
"Tapi bagaimana kalau dia menolaknya?"tanya Aulia lagi
"Kamu tenang saja sayang, serahkan saja semuanya sama mama" Nilam mengelus pipi putrinya itu.
Karena tidak ingin mengganggu, Wulan pun berjalan sepelan mungkin. Aulia yang melihatnya pun langsung memanggilnya dan menyuruhnya untuk bergabung.
"Wulan, kamu sudah pulang? Ayo sini!"panggil Aulia.
"Tidak usah kak, aku mau mandi dulu" tolak Wulan halus.
"Sinilah sebentar, ada yang mau kakak sampaikan" ucap Aulia.
"Nanti saja kak, aku kebelet" Wulan langsung berlari masuk ke kamarnya.
"Dia kenapa?"gumam Aulia.
"sudah biar kan saja, kamu sih selalu memanjakan dia, lihat dia jadi tidak sopan dan tidak mendengarkanmu" kata Nilam
"Mama kok ngomong gitu sih, sudah lah mama. Mama gak boleh dendam gitu, lagi pula dia itu tidak bersalah" kata Aulia menasehati mamanya.
Aulia kaget mendengar perkataan mamanya, dia melihat sekeliling dan memastikan kalau tidak ada Wulan.
"Mah, dia itu anak mama juga dan dia itu adik aku mah"ucapnya " lupakanlah masa lalu mah" Aulia memeluk mamanya, Nilam selalu menangis jika mengingat masa lalunya.
πππ
Wulan menangis di belakang pintu kamarnya, tadi saat dia belum sampai ke kamarnya dia melihat salah satu bonekanya ada di sofa yang ada di lantai dua, mungkin anak pelayan yang membawanya keluar. Wulan mengambil boneka itu dan saat hendak kembali ke kamar tanpa sengaja dia mendengar percakapan mama dan juga kakaknya.
"Sebenarnya apa yang telah aku lakukan?... Kenapa mama sangat membenciku dan kenapa mama selalu menuduh aku yang telah menyebabkan kak Aulia kehilangan papa?.." Wulan tidak bisa menahan air matanya.
"Apa yang telah aku perbuat.... Apa benar aku bukan anak mama? Lalu aku anak siapa?"begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Wulan. Dia sangat penasaran dengan semuanya.
πππ
Aulia yang merasa ada yang aneh dengan Wulan pun, memutuskan untuk menyusul wulan ke kamarnya. Sudah satu jam Aulia menunggu Wulan di bawah , namun Wulan tak kunjung datang.
Tok... Tok... Tok...
"Lan, kakak masuk ya!" serunya.
__ADS_1
"Masuk aja kak, gak di kunci kok" saut Wulan dari dalam. Aulian masuk kedalam kmaar Wulan dan melihat Wulan yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memegang sebuah novel.
"Bukannya mandi, malah asik baca buku" Aulia duduk di samping adiknya itu.
Aulia menatap dan mengamati Wulan, dia merasa ada yang ganjal dari adiknya itu.
"Apa kamu habis menangis?"tanya Aulia dengan tatapan penuh selidik.
"Ha... Tidak, ngapain juga aku menangis" elak Wulan, dia mencoba mengalihkan wajahnya dari Aulia.
"Hei, kamu nggak bisa bohong sama kakak" kata Aulia.
"Hehe... Aku hanya terbawa suasana saat membaca buku ini" kata wulan.
Aulia tahu kalau Wulan sedang berbohong, dia sangat mengerti dan memahami adiknya. Tanpa banyak bicara Aulia langsung membawa Wulan kedalm pelukannya.
"Kamu tidak bisa bohong dengan kakak, ayo ceritalah!"serunya
Wulan hanya diam, dia sudah berusaha untuk menutupi kesedihannya dari Aulia. Tapi, aulia terlalu mengerti dirinya, sehingga Wulan tidak bisa berbuat apa pun selain diam.
"Kakak aku lapar..." rengek Wulan.
"Kalau gitu ayo kita makan"ajak Aulia.
"Aku mau makan yang mie peda, apa boleh?"tanya Wulan.
"Boleh, asal makannya tidak di pinggir jalan" jawab Aulia.
"Tapi mie pedas yang di restoran - restoran itu nggak enak kak" kata Wulan.
"Nurut atau tidak sama sekali" ujar Aulia.
"Baiklah, makasih kak" ucap Wulan mengeratkan pelukannya pada Aulia.
"Ayo bersiaplah, kakak tunggu di bawah" Aulia melepaskan pelukannya pada Wulan.
"Aku..."
"Tidak, kamu mandi dulu. Kamu baru pulang kerja dan belum mandi, jangan jorok jadi cewek" potong Aulia. Aulia tahu kalau Wulan ingin pergi tanpa mandi lebih dulu.
"Hmm... Baiklah, dasar cerewet" dengus Wulan beranjak dari atas tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
Aulia hanya menggeleng melihat kelakuan adiknya itu,"Kakak tahu kalau kamu sedang menyimpan sesuatu, Lan" gumam Aulia.
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...