WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Ampera


__ADS_3

Saat sedang asyik memilih buku, Wulan tidak sengaja menabrak seseorang dan buku - buku yang di tangan nya pun jatuh semua.


"Aduh maaf" ucapnya sambil memunguti buku - buku tersebut. Setelah itu Wulan pun berdiri dan melihat siapa yang telah di tabraknya.


"Kamu?.."


"Hai" sapa orang itu tersenyum lebar.


Wulan pun ikut tersenyum, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Aldi lagi di toko buku ini.


"Maaf aku terlalu asyik melihat - lihat buku sampai tidak memperhatikan jalanku"ucap Wulan.


"Tidak apa - apa, santai aja" jawab Aldi. " Kelihatannya kamu sangat suka membaca" ucapnya lagi.


"Iya, kamu tahu dari mana?"tanya Wulan.


"Itu" Aldi menunjuk buku - buku yang sedang di pegang oleh Wulan.


"Ooo... Iya aku sangat suka"balas nya lagi sambil tersenyum.


"Kamu sendiri ngapain di sini?"tanya Wulan.


"Aku... Aku..."


"O iya kamu kan bekerja di sini, aku lupa." potong Wulan.


"Ha... Iya, aku bekerja di sini" Aldi mengiyakan ucapan Wulan.


"Tapi kenapa kamu tidak memakai baju karyawan di sini dan apa ini, kenapa kamu memakai pakaian stelan jas begini?"tanya Wulan yang melihat gaya berpakain Aldi.


"Itu..."


'Mampus gue harus jawab apa? Apa gue jujur aja kali ya' ucap Aldi dalam hati.


"Itu apa? Jangan bilang kalau kamu gengsi bekerja di sini dan supaya kamu di kira kerja di kantoran makanya kamu pakai pakaian seperti ini..." ujar Wulan.


"Eh bukan seperti itu... Aku.."


"Namu kamu kalau nggak salah Aldi kan?" Aldi pun mengangguk. " Apa pun pekerjaannya, kamu gak boleh malu. Syukuri aja, banyak loh di luar sana orang - orang yang sangat ke susahan mencari kerja dan kamu... Kamu nggak boleh seperti ini" Wulan memberi nasehat pada Aldi, yang menurutnya Aldi itu sangat gengsian.


"Kamu salah paham sama aku..."


Drrrttt... Dddrrrrttt....

__ADS_1


Belum sempat Aldi menyelesaikan ucapannya, Wulan sudah menyuruhnya diam, karena Wulan meneri telpon.


"Maaf, tunggu aku harus menerima panggilan ini"ucap Wulan dan Aldi pun mengangguk mengiyakan.


Wulan mengambil ponselnya yang di simpan dalam tas selempangnya.


"Hallo kak..."


Aldi tersenyum sambil memperhatikan Wulan berbicara dengan telponya. Dengan cepat Aldi mengambil ponselnya dan memotret Wulan secara diam - diam.


'Gak sia - sia gue, bolos kerja. Dia imut banget kalau cemberut gitu' ucap Aldi dalam hati. Dia tidak tahu apa yang sedang di bahas Wulan dengan sang penelpon tapi dia melihat ekspresi gadis itu yang berubah - ubah.


"Jadi makan siang kita batal?.... Iya gak apa - apa, asalkan nanti malam traktir aku..." ucap Wulan.


' Apa dia belum makan siang?'tanya Aldi dalam hati.


Setelah menutup panggilannya, Wulan kembali mendekati Aldi.


"Hmm... Maaf aku terlalu lama menerima telponnya. Aku kira kamu tidak akan menunggu" ucap Wulan.


"Iya... Apa kamu sudah makan siang?"tanya Aldi.


"Apa? Apa kamu menguping tadi?"tanya Wulan menatap Aldi dengan tatapan penuh selidik.


"Tapi pekerjaanmu?"tanya Wulan.


"Tidak apa - apa, aku akan minta izin" jawab Aldi.


"Tidak usah, kamu lanjutkan saja kerjanya. Kita makan siangnya lain kali saja" kata Wulan merasa tidak enak hati dan merepotkan.


"Aku juga belum makan siang, apa kamu ingin aku pingsan saat bekerja karena telat makan?"


"Baiklah, tapi kalau bos kamu nggak mengizinkan jangan di paksa ya" kata Wulan, Aldi mengangguk.


"Aku bayar ini dulu, dan aku tunggu di depan ya" kata Wulan, Aldi pun mengiyakan.


Wulan berjalan ke kasir, sementara Apdi pura - pura berjalan ke arah ruangan pemilik toko buku itu.


Setelah selesai membayar, Wulan berjaan ke depan toko dna menunggu Aldi. Tak berapa lama Aldi pun keluar dari toko. Dia tersenyum ke arah Wulan yang melihat kearahnya.


"Maaf kamu jadi lama menunggu" ucap Aldi, Wulan pun menggeleng.


"Kita pergi sekarang?"tanya Wulan, Aldi mengangguk.

__ADS_1


"Hmm... Tadi aku pake sepeda, kayaknya kita tidak bisa pergi bersama. Kamu pake apa tadi kesininya?"tanya Wulan.


"Aku pake mobil" jawab Aldi tanpa sadar.


"Mobil? Kamu punya mobil?"tanya Wulan kaget.


"Ha.. Apa... Itu maksud aku, aku tadi pake kendaraan umum. Tapi aku sering menyebutnya mobil umum" kila Aldi, dalam ati Aldi sangat merutuki mulutnya yang tidak bosa di ajak kompromi.


"Ooo, baiklah. Terus kita harus gimana, apa kamu mau aku gonceng?"tanya Wulan. Aldi kaget mendengar tawaran Wulan.


"Memangnya kamu kuat gonceng aku?"tanya Aldi,


"Jangan salah kamu, gini - gini aku juga kuat" jawab Wulan.


"Baiklah, tapi biar aku saja yang gonceng. Masa cewek gonceng cowok, ntar aku malah di katai cowok lembek lagi" ujar Aldi sambil tersenyum.


Aldi dan Wulan pergi ke restoran dengan Aldi yang memboncengi Wuan naik sepeda. Jarak restoran dengan toko buku sangat lah jauh dan di tambah lagi cuaca yang sangat terik. Lengkap sudah pengorbanan cinta Aldi. Walau pun sudah lelah tapi Aldi gengsi untuk mengatakannya pada Wulan, saat rasanya lelahnya datang. Aldi cukup melihat kearah pinggangnya yang sedang di pegang Wulan. Rasa lelahnya pun seketika menguap ke udara.


"Kita makan di sini saja, aku sudah sangat lapar" kata Wulan, yang menyuruh Aldi berhenti di salah satu ampera.


Aldi melihat ke sekeliling ampera itu, " kamu serius mau makan di sini?"tanya Aldi yang merasa tidak yakin.


"Kenapa memangnya? Apa kamu tidak pernah makan di sini?"tanya Wulan dan Aldi langsung menggeleng.


"Ihhh rugi banget... Asal kamu tahu aja ya, makanan di sini enak - enak banget. Kamu tu sama deh kayak kakak aku, makan suka milih - milih" ujar Wulan.


"Bukannya milih - milih tapi aku belum pernah mencobanya"Aldi masih mengamati Ampera itu.


'Bagaimana bisa aku makan di sini? Apa mereka memasaknya dengan keadaan bersih? Bagaimana dengan bahannya, apa mereka menggunakan bahan terbaik?' Aldi benar - benar kacau di buatnya. Dia sangat ingin menolak ajakan gadis ini, tapi bagaimana kalau nanti Wulan berfikir buruk padanya dan bisa - bisa gadis itu tidak mau lagi dekat dengannya.


"Kalau kamu nggak mau makan di sini, yaudah tidak apa - apa. Tapi bisakah temani aku makan di sini terlebih dulu? Nanti aku juga akan melakukan hal yang sama" kata Wulan. Dia benar - benar sudah sangat merindukan masakan Padang. Sudah seminggu dia tidak memakan rendang.


"Baiklah" balas Aldi, Wulan tersenyum.


Wulan menarik tangan Aldi dan membawanya masuk kedalam Ampera itu. Jantung Aldi berdetak lebih cepat, saat Wulan menyentuhnya.


Hampir semua menu yang di pesan Wulan, Aldi menggeleng melihat begitu banyak makanan yang ada di atas meja.


"Apa kamu akan menghabiskan ini semua sendirian?"tanya Aldi tak percaya.


"Hehe..."


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2