
Wulan menarik tangan Aldi dan membawanya masuk kedalam Ampera itu. Jantung Aldi berdetak lebih cepat, saat Wulan menyentuhnya.
Hampir semua menu yang di pesan Wulan, Aldi menggeleng melihat begitu banyak makanan yang ada di atas meja.
"Apa kamu akan menghabiskan ini semua sendirian?"tanya Aldi tak percaya.
"Hehe... Aku sangat lapar, kalau kamu mau ambil aja ya" ucap Wulan.
"Kamu makan aja dengan santai, aku nanti aja" kata Aldi.
"Baiklah" Wulan mulai mencuci tangannya dan tanpa sungkan Wulan makan dengn sangat lahap. Aldi tersenyum melihat cara makan Wulan. Baru kali ini dia bertemu dengan cewek yang tidak ada jaim - jaimnya sedikit pun di dean cowok.
' Unik' batin Aldi.
πππ
"Bagaimana enak kan, apa aku bilang kamu sih gak percaya" ujar Wulan sambil berjalan beriringan dengan Aldi menuju halte terdekat.
"Hehe... Ini semua karena kamu, coba aja kamu makannya gak lahab gitu. Aku nggak bakalan ngiler" balas Aldi menggaruk tengkuknya menahan malu.
Bagaimana tidak malu, dia menjilat ludahnya sendiri. Tadi dia kekeh menolak untuk makan di Ampera itu. Tapi tadi saat dia melihat Wulan yang sangat lahap, dia pun penasaran dengan rasanya dan memutuskan untuk mencicipinya.
"Makanya, sebelum menolak sebaiknya kamu coba dulu bagaimana rasanya." ujar Wulan.
"Iya iya" Aldi menghentikan langkahnya saat mereka sampai di halte.
"Hmm... Kita udah sampai."ucap Aldi.
"Iya, kamu hati - hati ya. Dan semangat terus kerjanya, jangan malas dan gengsian lagi!"seru Wulan tersenyum.
"Iya.... Hmmm apa setelah ini kita boleh bertemu lagi?"tanya Aldi.
"Tentu saja, kenapa kamu malah bertanya seperti itu. Tidak ada alasan atau pun larangan untuk kita bertemu" jawab Wulan.
"Ya kali aja, ada yang marah..."
"Tenang aja, mama dan kakak aku nggak pernah batasin pergaulan aku" balas Wulan. ' Karena mama memang gak peduli denganku'lanjut Wulan dalam hati.
"Yaudah aku duluan ya... Bye" Wulan melambaikan tangannya sebelum ia menguh sepedanya.
Aldi membalasnya dengan senyuman. "Apa dia tidak mengerti dengan maksud perkataanku tadi?"gumam Aldi.
"Tapi biarlah, yang penting hari ini aku sangat senang" ujarnya. Aldi pun menghubungi supirnya dan menyuruh supir untuk menjemputnya.
"Kakiku rasanya sangat pegal sekali..." Aldi duduk di bangku halte sambil tangannya memijit betisnya.
πππ
__ADS_1
Ke esok harinya, Wulan pergi ke perusahan tempatnya bekerja. Dia menggunakan pakaian yang di belikan oleh kakaknya.
"Semangat Wulan" ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
Wulan pergi ke ruangan HRD dan mereka mengarahkan Wulan ke ruangan direktur utama. Wulan tidak tahu, entah di mana mejanya. Tapi seingatnya saat melamar kerja kemaren dia melamar untuk bagian recepsionis, lalu ini kenapa dia di bawa ke ruang Direktur.
"Maaf bu, saya di tempatkan di mana ya?"tanya Wulan pada orang yang membawanya ke depan ruangan itu.
"Nanti kamu akan tahu saat di dalam." jawab orang itu, dan menyuruh Wulan masuk.
Dengan sopan Wulan masuk ke dalam ruangan itu dan dia melihat ada seseorang yang duduk di meja direktur namun Wulan tidak bisa melihat wajah orang itu. Karena orang itu menghadap kearah jendela.
"Selamat pagi pak.." ucap Wulan.
"Hm ..."
' Sombong sekali'gumam Wulan dalm hati.
"Maaf mengganggu pak, tadi saya di arahkan ke sini oleh HRD" kata Wulan.
"Hm"
'Hm.. Hm... Apa hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya itu?' Wulan mulai kesal dengan respon pria itu.
"Kalau boleh tahu, saya di tugaskan di mana ya pak?"tanya Wulan.
"Pak... Kenapa bapak malah diam? " tanya nya masih tidak ada respon.
"Apa dia tidur?"lanjutnya. Dengan memberanikan diri Wulan pun berjalan mendekati kursi pria itu.
"Pa... Kamu?"Wulan melangkah mundur, dia sangat kaget saat mlihat orang yang ada di balik kursi itu ternyata Aldi, pria yang beberapa kali di temuinya.
"Ha... Hai"sapa Aldi.
"kamu... Ngapain kamu di sini?"tanya Wulan
"Aku..."
"Maaf pak, apa pegawai baru itu sudah..." Aldi dan Wulan menatap orang yang masuk tanpa permisi itu.
"Kamu... Apa kamu Wulan?"tanya Bian dan Wulan pun mengangguk.
"Ok... Baiklah kalau gitu ayo kamu ikut aku!" ajak Bian dia menghampiri Wulan dan menarik pergelangan tangan gadis itu.
Aldi melebarkan matanya melihat Bian yang memegang tangan gadis incarannya. " Dasar Bian brengsek, bisa - bisanya dia mengambil ke sempatan " gumam Aldi.
"Kamu berhutang penjelasan padaku." kata Wulan saat di depan pintu ruangan Aldi.
__ADS_1
"Mampus, gue harus bilang apa nanti sama dia" Aldi mengusap wajahnya gusar.
πππ
Pulang kerja Wulan menunggu Aldi di depan lobi, dia benar - benar harus mendengar penjelasan dari pria itu. Dia tidak menyangka ternyata Aldi adaalh seorang direktur di perusahaan ini. Pria yang dianggapnya sedang membutuhkan pekerjaan itu ternyata adalah bosnya.
"Tadi kamu bisa menghindariku tapi tidak untuk saat ini" kata Wulan lantang saat ia melihat Aldi hendak keluar.
Aldi menghentikan langkahnya dan menghadap kearah Wulan. Wulan berjalan mendekati Aldi dengan tatapan yang saat sulit untuk di artikan.
"Mau kemana?... Apa kamu ingin kabur?"tanya Wulan bersidekap dada di depan Aldi.
"Hmm.. Baiklah ayo ikut aku!"ajak Aldi .
"Mau kemana?"tanya Wulan.
"Bukan kah kamu ingin mendengar penjelasan darikun"tanya Aldi dan Wulan pun membenarkannya.
"Ayo" Aldi menarik tangan Wulan dan membawanya ke arah mobilnya yang sudah terpakir di lobi perusahaan.
"Aku pake sepeda aja, kamu bilang aja mau ketemu di mana."ujar Wulan. Aldi menatap Wulan lalu menghela napas.
"Pak turun!" Aldi menyuruh supirnya untuk turun dari mobilnya.
"Iya Den ada apa?"tanya supir itu.
"Itu baak pergi ke alamat yang nanti aku kirim ke Wa nya bapak"ujar Aldi dan supir itu pun mengangguk.
"Eh nggak usah pak, kamu apaan sih pake suruh bapak ini pake sepeda aku! Udah biar saya aja yang pake sepada bapak pake mobil aja" tolak Wulan.
"Tidak apa - apa non, biar bapak yang antar sepedanya ke rumah"kata Bapak supir.
"Udah kamu nurut aja" Aldi menyuruh Wulan masuk kedalam mobilnya, Wulan menolak dan Aldi tidak ke habisan akal dia sedikit memaksa Wilan untuk masuk bahkan Aldi pun mengancamnya.
"Masuk atau kamu akan menyesal nantinya"ancam Aldi.
" Ihh... Apaan sih pake ngancam" dengus Wulan dia paling pantang kalau di ancam seperti itu.
"Aku serius Wulan. Jika kamu nggak mau masuk juga! Maka aku terpaksa..." Aldi mendorong wulan dan menyudutkannya ke pintu mobil.
"Apa yang kamu lakukan?"Wulan berusaha melepaskan dirinya.
"Tidak, kalau kamu masih tidak nurut" Aldi mulai mendekatkan wajahnya.
"STOP!!! " teriak Wulan kemudian wulan pun bergegas masuk kedalam mobil Aldi dan dia juga menutup.pintu mobil kasar.
Aldi tersenyum melihat tingkah Wulan, yang terlihat menggemaskan di matanya.
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...