WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Rumah Aldi


__ADS_3

Seperti yang sudah di janjikannya, Aldi menjemput Wulan. Tapi wulan tidak mengijinkan Aldi masuk, dia menyuruh pria itu untuk menunggunya di luar pagar.


Wulan yang sudah dapat chat dari Aldi oun, langsung bergegas menyudahi sarapannya.


"Kak, mah. Aku duluan ya" pamit Wulan.


"Cepat banget dek, itu sarapa nya juga belum habis" Aulia melihat roti Wulan masih sisa setengah.


"Aku makannya di jalan aja kak, soalnya teman aku udah nunggu di luar" Wulan dengan cepat mengambil dua lembar roti dan di olesnya dengan slay kesukaannya.


"Tumben kamu mau di jemput sama teman, sepeda kamu mana? Semalam kakak gak ada liat di garasi dan sepeda kakak juga gak ada. "tanya Aulia.


"Iya sepeda aku tinggal di rumah supirnya teman aku dan sepeda kakak tinggal di kantor. Karena kemaren bos aku yang antar aku pulang" kelas Wulan.


"Aldi antar kamu dek?"


"Iya kak"jawab Wulan.


"Baik banget ya dia dek" ujar Aulia.


"Iya kak, kalau gitu aku berangkat ya,... Bye" Wulan pun berlalu keluar rumah dan menghampiri Aldibyang sudah menunggunya.


"Maaf kamu nunggunya lama ya...."


"Gak juga kok, kita berangkat?"tanya Aldi, Wulan oun mengangguk.


"apa kamu sudah sarapan?"tanya Wulan.


"udah, kamu?"


"Tadi sih udah tapi aku belum kenyang , makanya ini aku bawa bekal roti... Apa kamu mau?"Wulan menyodorkan sepotong roti pada Aldi.


"Boleh tapi suapi ya."


"Dasar manja... Aaaa..." Aldi membuka mulutnya dengan lebar.


"Hmm... Enak," ucap Aldi dengan mulut penuh.


"Telan dulu rotinya, baru ngomong"kata Wulan. Aldi hanya cengengesan.


πŸ€πŸ€πŸ€


Sementara di meja makan Aulia dan Nilam masih menikmati sarapannya.

__ADS_1


"Lia, gimana hubungan kamu sama Aldi? Apa ada kemajuan?"tanya Nilam.


"Masih gitu - gitu aja mah, aku terlalu sibuk untuk mengurus tentang hubungan itu"jawab Aulia.


"Sayang, kamu itu jangan gila kerja dong. Kamu jangan kayak papa, waktunya hanya di habiskan untuk kerja. Mama gak suka itu, kamu itu juga harus memikirkan masa depan kamu"kata Nilam.


"Iya mah, aku tahu. Tapi saat ini pekerjaan aku terlalu banyak dan tidak bisa di tinggalkan"balas Aulia.


"apa kamu mau mama atur makan malam romantis berdua dengan Aldi?"tanya Nilam.


"Mama apaan sih, gak usah. Aku takut nanti kalau mama ikut campur. Aldinya malah risih lagi" kata Aulia.


"Mau bagaimana lahi, kalau mama gak ikut campur. Ya gini, kamu gak ada kemajuan"kata Nilam.


"Aku akan coba atur waktu dulu ya mah, nanyi aku juga akan mnghubungi dia"balas Aulia.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Sayanh, ayo!"Aldi tiba - tiba datang menghampiri Wulan yang masih sibuk memeriksa berkasnya.


"Mau keman sih? Dan tolong jangan panggil seperti itu kalau kita sedang di kantor"tegur Wulan.


"Lah kenapa memangnya, ini kantor aku suka - suka aku dong mau manggil kamu apa? Nggak akan ada yang bisa larang atau pun marah"tanya Aldi.


"Bukankah sudah aju bilang semalam kalau kita akan makan siang bersama keluargaku. Aku sudah memberitahukan nya pada mu semalam lewat pesan suara."kata Aldi.


Wulan mengerutkan keningnya, " pesan suara?"Wulan mengecek ponselnya dan ternyata benar Aldi mengiriminya pesan namun belum di bacanya.


"aku lupa membacanya"ujar Wulan, Aldi menepuk dahinya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Assalamualaikum... Mah... Pah... Al pulang! Mereka pada kemana sih?"gerutu Aldi.


"Mungkin mereka lagi sibuk, sudah gak usah di ganggu. Kamu juga sih ngajaknya gak tahu waktu .." kata Wulan yang sedari tadi bersdiri di belakang Aldi.


"Karena tahu waktulah, makanya aku bawa kamu sekarang" balas Aldi. " tunggulah di sini sebentar, aku akan cari ke kamarnya dulu" Aldi menyuruh Wulan untuk menunggu di ruang keluarga. Sementara dirinya pergi mencari kedua orang tuanya.


Wulan duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu, Wulan melihat ke sekelilingnya. Wulan suka interior rumah Aldi yang sangat simple tapi terkesan mewah, sama seperti seleranya.


"Kamu siapa?"Wulan menoleh ke sumber suara, di sana ada seorang cewek mungkin lebih tua darinya sedang berdiri tidak jauh darinya dan terlihat di tangan cewek itu ada sebuah koper yang ukurannya tidak terlalu besar.


"Aku Sekretarisnya pak Aldi, maaf kalau saya lancang duduk di sini" kata Wulan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Eh kenapa malah berdiri, duduk aja! Aku hanya bertanya kamu siapa, bukannya ngelarang kamu duduk"kata cewek itu.


"Lalu di mana Aldinya?"


"Pak Aldi sedang mencari orang tuanya"


"Cari mama, papa? Memangnya mereka kemana?"Wulan hanya mengedikkan bahunya,


"O iya, kalau gitu kamu duduklah tunggu Aldi. Aku mau ke kamar dulu"Cewek itu pun berlalu pergi meninggalkan Wulan yang sedang kebingungan.


"Siapa dia, apa dia anggota keluarga ini?"Gumamnya.


"Dia kemana sih lama banget, " Wulan melirik jam tangannya, sudah 15 menit ia menunggu Aldi. Namun pria itu tak kunjung muncul.


Sementara di kamar Mika dan Alam sedang tersenyum sambil melihat layar komputer milik Alam.


"Apa harus kayak gini mah, dia itu orang baik - baik kok mah" kata Aldi yang mulai kesal dengan kedua orang tuanya.


"Kamu tu ya Al, belum ada pengalaman soal cewek jadi lihat dan tunggu saja." kata Alam.


"Bener tu kata papa kamu, apa kamu tahu kalau cewek itu paling benci dengan yang namanya menunggu dan kayaknya dia lulus deh di sesi pertamah, kita akan masuk ke tahap ke dua" ujar Mika.


Alam tersenyum, dia memang bangga memiliki istri seperti Mika. Dia paling tahu apa yang hrus di lakukan untuk menguji ke sabaran seseorang. Alam yakin setelah sesi ke dua ini, pacaranya Aldi pasti akan kesal dan memutuskan untuk pergi.


Aldi yang tidak tahubapa yang sedang di rencanakan oleh kedua orang tuanya pun memilih untuk dia dan terus memperhatikan layar monitor.


Terlihat seorang pelayan datang mendekati Wulan, mungkin pelayan itu menawarkan minum untuk Wulan. Entah apa yang di katakan oleh pelayan dan Wulan mereka tidak tahu, yang mereka lihat pelayan mereka yang mengangguk kemudian berlalu pergi.


"Mama yakin setelah ini kita akan lihat sifat aslinya" kata Mika tersenyum.


Tak lama pelayan pun datang kembali dengan segelas minuman di tangannya. Entah sengaja atau tidak, terlihat dari monitor kalau minuman yang di bawa pelayan itu tumpah dan mengenai Wulan.


Melihat itu Aldi langsung berdiri dan dia merasa tidak terima dengan kelakuan orang tuanya.


"Ini udah kelewatan mah, kalian bikin malu aku tahu" kata Aldi.


"Pah kita berhasil"teriak Mika senang.


"Aldi kamu lihat itu!" Alam menyuruh Aldi melihat monitor yang masih menampilkan Wulan.


"Wulan..."


🌺🌻🌺

__ADS_1


__ADS_2