
Sementara di bawa terlihat Nilam yang sedang berbincang dengan para tamunya. Mereka berbincang dengan sangat santai dan terkadang mereka juga akan tertawa bersama. Hanya satu orang yang terlihat tidak menyukai dengan keadaan itu. Dia hanya diam dan menekuk wajahnya.
'Kenapa aku harus terjebak di situasi yang menyebalkan seperti ini' gerutu pria itu dalam hati. Awalnya dia sudah menolak ajakan orang tuanya, tapi mamanya mengancan dan deganbterpaksa dia harus mengikuti pertemuan ini.
"Mama..."panggil Aulia saat ia dan Wulan sudah berdiri di samping Nilam.
Nilam dan semua orang pun melihat kearah Aulia dan Wulan. Pria yang tadinya murung tiba - tiba tersenyum.
"Ayo sini, salim Om Ramdan dan tante Sisi!"suruh Nilam.
"Ini dia calon mantu kita"kata Sisi.
"Selamat malam Om, tante" Aulia menyalami Ramdan dan juga Sisi kecuali pria yang duduk di samping Sisi.
"Wulan kok malah diam aja, ayo salim nak!"Nilam bicara dengan lembut. Aulia dan Wulan sama - sama kaget mendenar nada bicara Nilam.
"I-iya mah" jawab Wulan gugup.
"Selamat malam tante,... Om.." sapa Wulan tersenyum.
"Wah Nilam, anak kamu pada gede semu ya, mereka cantik -cantik lagi"kata Ramdan yang notabenya adalah sahabatnya Nilam sejak SMA.
Wulan dan aulia duduk di samping Nilam.
"Harus dong, kamu liat aja emaknya siapa dulu" balaes Nilam. Ramdan dan Sisi pun tersenyum.
"Hmm... Wulan, sekarang kegiatannya apa?"tanya Sisi.
"Aku bekerja di sebuah perusahan skincare, tan"jawab Wulan
"Ooo... Sejak kapan kamu bekerja disana?"
"Baru beberapa hari tan" jawab Wulan ' ini orang kenapa nanya mulu ke aku sih? Kenapa dia tidak ada mengajukan pertanyaan, kenapa dia seperti fokusnya hanya ke aku aja.' gumam Wulan dalam hati.
"Gimana kalau kamu berhenti aja dari sana dan kamu bergabung dengan perusahaan Aryan?"tanya Sisi.
Wulan mengerutkan dahinya " Kenapa aku harus pindah tante? Aku udah nyaman di sana"kata Wulan. Aulia hanya diam dan mencernah maksud dan tujuan.
"Biar kalian bisa lebih dekat dan biar bisa ketemu terus" jawab Sisi.
"Maaf Tante, tapi Wulan udah nyaman di sana. Dan soal dekat kami juga udah saling kenal, karena kemaren kita satu team saat di kalimantan, tan"balas Wulan
"Sisi, kamu tu gak perlu nyuruh Wulan pindah kerja. Nantikan mereka juga bakal deket sendiri"sambung Ramdan. Wulan semakin tidak mengerto dengan arah pembicaraan teman mamanya ini.
__ADS_1
"Mah, ada apa ini sebenarnya?"bisik Aulia pada Nilam
Nilam tersenyum, " Bagaimana Njeng, kapan kiranya kita akan melangsungkan pertunangannya?"tanya Nilam dan itu sukses membuat Wulan dan Aulia terkesiap kaget.
"Siapa yang akan tunangan mah?"tanya Aulia.
"Aulia sayang, kamu belum tahu ya. Malam ini maksud dan tujuan tante Sisi dan Om Ramdan datang kerymah kita adalah untuk melamar Wulan."jawab Nilam.
"Apa mah?"Wulan sangat kaget, bahkan tanpa sadar dia meninggikan suaranya.
"Wulan kamu yang sopan dong nak di depan calon suami dan mertua kamu" ucap Nilam tersenyum.
"Tapi mah..."
"Apa kamu keberatan Wulan? Apa kamu sudah memiliki kekasih nak?"tanya Ramdan yang tau gelagat Wulan yang tidak menginginkan pertunangan ini.
"Om aku..."
"Tidak Ram, dia belum punya kekasih. Kamu tahu sendirikan kalau aku itu orangnya sangat ketat dan aku tidak pernah mengijinkan anak - anakku untuk pacaran"potong Nilam. Nilam memberi kode pada Wulan agar gadis itu diam dan menurut.
Aulia tampak ingin protes dengan ke putusan mamanya itu, tapi Nilam menggenggam tangannya dan memberi isyarat agar Aulia diam.
Wulan hanya bisa diam dan menunduk, inilah kelemahannya dia tidak pernah bisa melawan atau pun membantah mamanya.
"Boleh dong sayang, ayo silahkan"balas Sisi.
Aryan berdiri dari duduknya, " Ikut aku!l serunya dan berlalu begiyu saja. Wulan mengikuti Aryan dari belakang.
Mereka berhenti di taman belakang rumah Wulan. " ada apa?"tanya Wulan.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak setuju di jodohkan denganku?" tanya Aryan membelakangi Wulan.
"Aryan, aku tidak kenal kamu dan begitu juga dengan kamu. Kamu pasti sama dengan aku, kamu juga nggak maukan kalau di jodohin saa aku?" kata Wulan.
Aryan diam, dia tidaknmenjawab pertanyaan Wulan. L Apa kamu memiliki kekasih?"tanya Aryan.
"Itu bukan urusan mu Aryan, sekarang ayo bantu aku biar perjodohan ini tidak terjadi"
"Kenapa aku harus melakukan itu?" Aryan berbalik menghadap Wulan.
"Karena aku tahu kalau kamu sudah memiliki orang yang kamu suka"kata Wulan.
Aryan menaikkan sebelah Alisnya, " dari mana kamu tahu?"tanya Aryan dengan nada khasnya yaitu dingin dan datar.
__ADS_1
"Gimana aku gak tahu, bahkan semua orang juga tahu. Kalau kamu itu suka sama Ayu kan?"tebak Wulan. Aryan mengurut keningnya.
"Bagaimana bisa kamu mengambil kesimpulan seperti itu dan aku rasa semua tahu orang yang aku suka, tapi yang mereka tahu itu bukan ayu tapi orang lain " balas Aryan.
"Kalau bukan ayu, lalu siapa? Lalu, kenapa kamu terus menatap Ayu kemaren?"tanya Wulan.
Arya menggelengkan kepalanya, entah bagaimana gadis itu bisa berfikir kalau dia menyukai orang lain. 'dasar gafis bodoh' pikir Aryan.
"Terus ini bagaimana? Ayo bantulah aku agar perjodohan ini batal" kata Wulan.
"Aku malas mikir!"
"Ih kamu ini apaan sih, emang kamu mau nikah sama aku?"tanya Wulan.
"Kenapa tidak" jawab Aryan santai
"A- apa, kenapa kamu mau menikah denganku?"tanya Wulan gugup.
"apa ada alasanku untuk menolak dan kalau kamu tidak mau, yaudah kamu pikirkan saja sendiri solusinya" Aryan berlalu begitu saja meninggalkan Wulan yang sedang kesal dengannya.
"Kenapa dia jadi aneh gini sih? Aishh..." Wulan menendang udara.
"apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caranya agar ini semua gagal tanpa perlu aku menyakiti dan membuat mama kecewa.
πππ
"Aldi, tadi kami sudah diskusi dan kami berencana untuk melamar Wulan besok"kata Mika pada Aldi saat putranya itu melewati ruang keluarga.
"APA MAH! " teriak Aldi yang kaget. "Maaf mah, aku kaget banget dengernya"ucap Aldi, ia duduk di samping Alam
"Tadi papa udah bicara dengan mamanya Wulan dan dia sangat senang mendengar kita akan melamar anaknya."kata Alam
"OH ASTAGA... Ini gak mimpi kan mah, pah?"tanya Aldi. Alam dan Mika menggeleng dan tersenyum " Tidak sayang ini nyata "balas Mika.
"Makasih ya mah, pah. Aku bahagia banget hati ini" kata Aldi.
"Mana kakak? Apa dia sudah tahu mengenai ini?"tanya Aldi "Kami belum memberitahukannya.
"Kami memang sengat untuk tidak memberitahu kannya, dan kami nunggu kamu yang kasih tahu"jawab Mika.
"Baiklah, al ke kamar kakak dulu" Aldi bangkit dari duduknya dan berlalu oergi ke kamar kakaknya.
...πΊπ»πΊ...
__ADS_1