WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Kenapa kamu menciumku?


__ADS_3

Wulan sampai di kantornya, dia langsung pergi ke meja kerjanya. Dia meletakkanntas nya dan mengeluarkan semua bekalnya.


"Aku benar - benar sudah lapar" gumamnya, Wulan menikmati susu coklat ke sukaannya.


"Apa enak?" Wulan menoleh saat mendengar suara itu.


"Kamu?... Uhukk"Wulan tersedak.


"Kenapa? Kaget liat aku di sini sepagi ini?"tanya Aldi yang sudah berdiri di samping Wulan.


"sejak kapan kamu berdiri di sana?"tanya Wulan.


"Sejak kamu bilang kalau kamu sangat lapar" jawab Aldi.


"Kenapa nggak sarapan di rumah? Apa karena ingin menghindariku, makanya kamu sengaja pergi pagi - pagi gini? "


"Bukan gitu, kamu jangan salah paham gitu. Ayo sini kita sarapan"Wulan membagi sarapannya pada Aldi.


"Ikut aku!"Aldi menarik Wulan dan membawanya ke dalam ruangannya.


"Kenapa malah bawa aku masuk sih!"protes Wulan.


"Gak nyaman aja disana" balas Aldi.


"Tunggu bentar, aku lupa bawa sarapannya"Wulan melepaskan tangannya kemudian kembali ke mejany untuk mengambil kotal bekal dan susu coklatnya.


"Kenapa kamu hanya bawa satu kotak?"tanya Aldi saat melihat Wulan hanya membawa satu kotak bekal.


"Terus aku harus bawa berapa? Yang makan kan cuma aku, ngapain banyak - banyak" jawab Wulan yang kembali membuka kotak bekalnya dan memberikan satu rotinya untuk Aldi.


"untung tadi aku bawa rotinya dua, coba aja satu kan nggak cukup"ujar Wulan, mulai memakan roti lapisnya.


"Kalau cuma segini mana kenyang" gerutu Aldi.


"Nggak bersyukur banget sih jadi manusia" dengus Wulan kesal.


"Kita makan di luar saja!" ajak Aldi menatap wajah Wulan.


"Pergilah, aku akan makan ini saja. Lagi pula, aku membawa ini untukku bukan untukmu" Wulan mengambil kembali roti yang ada di tangan Aldi.


"Eh.. Kenapa malah di ambil lagi?"tanya Aldi.


"Bukankah kamu gak mau, jangan ganggu aku. Sebentar lagi semua orang akan datang dan aku tidak mau di cap sebagai wanita murahan karena merayu Boss"ujar Wulan memakan rotinya dengan cepat.


"Biarkan saja mereka, apa peduli kita. Bukankah selama ini kamu tidak pernah memperdulikan omongan orang lain dan...."


"Stop... Ini berbeda, ah sudahlah kau sangat menyebalkan!"Wulan mengemasi kotak bekalnya.


"Mau kemana?"tanya Aldi

__ADS_1


"Kembali ke mejaku, kau sangat menyebalkan" Wulan beranjak pergi, saat wulan hendak membuka pintu. Aldi mencegahnya, aldi menyudutkan Wulan ke pintu dan menatap wajah gadis itu.


"Kamu ngapain? Minggir!"suruh Wulan, menvoba mendorong dada Aldi.


"Kenapa buru - buru, aku masih kangen"ucap Aldi.


Wulan terdiam, dia tidak menyangka kalau Aldi akan mengatakan hal itu.


"Kenapa diam? Apa kamu tidak percaya? "tanya Aldi, Wulan hanya diam, baru kali ini ada seseorang yang mengatakan itu padanya selain Aulia.


Cup!


Wulan kaget saat Aldi mengecup pipinya, " jangan bengong, ntar kesambet " kata Aldi.


"Kamu menciumku...." aldi menganggu dengan senyumnya "kenapa kamu menciumku?"tanya Wulan sambil memegang pipinya.


"Karna aku gemes"jawab Aldi.


Cup!


Aldi kembali mencium Wulan dan kali ini Aldi mencium di dahi Wulan. "I love you, Wulan" bisik Wulan, kemudian memeluk gadis itu.


Wulan tersenyum mendengarnya, hatinya terasa hangat saat mendengar Aldi mengatakan kata cinta untuknya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"kita akan meeting dengan perusahaan xxxx "jawab sang sekretaris.


"Baiklah persiapkan semuanya, aku tidak ingin ada kesalahan di depan mereka nanti!"seru Aulia tersenyum.


"Baik, bu"sekretaris itu pun keluar dan meninggalkan Aulia yang sedang tersenyum.


"Baiklah aulia, kamu harus terlihat cantik saat bertemu denganya" Aulia kembali memperbaiki riasannya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Pukul dua siang pertemuan antara perusahaan Aldi dan Aulia pun di adakan di perusahaan Aulia.


Aldi menghadiri pertemuan itu berdua dengan Wulan. Awalnya Wulan sangat menolak ajakan Aldi, karena dia tahu kalau nanti dia pasti akan bertemu dengan mamanya. Wulan tidak mau kalau mamanya akan kembali mengacaukan pekerjaannya.


Aulia memasuki ruang rapat dengan di dampingi oleh beberapa staf. Aulia kaget saat melihat wulan ada di ruangan itu. Dia tidak menyangka kalau adiknya itu bekerja di perusahaan Aldi. Aulia menatap Wulan yang duduk di samping Aldi.


"Kamu bekerja ini perusahaan dia dek ?"tanya Aulia pada Wulan.


"Nanti aku jelaskan"jawab Wulan, dan Aulia pun mengangguk mengerti.


"Bisa kita mulai!"kata Aldi pada Aulia, Aulia pun mengangguk tersenyum.


"Tentu saja, baiklah Pardan ayo silahkan di mulai!" Aulia menyuruh salah satu stafnya untuk mempresentasikan projek rancangan Aulia.

__ADS_1


Sepanjang presentasi Aldi tidak henti - hentinya menggoda Wulan.


"Diamlah, kalau seperti ini nanti buk Aulianya marah. Tuan dengarkan dia nanti anda tidak paham!" seu Wulan dengan suara sepelan mungkin.


"Kau terkesan sedang menggodaku saat memanggilku dengan panggilan Tuan"balas Aldi.


Wulan yang mulai kesal pun mencubit paha Aldi. " AW!" teriak Aldi keras. Aulia dan yang lainpin menoleh padanya.


"Kenapa Aldi, apa ada yang salah?"tanya Aulia.


"Tidak Aulia, Wow... Iya aku bilang Wow, rancangan kalian benar - benar bagus, aku suka"ucap Aldi sambil mengusap pahanya yang terasa panas.


Wulan mengulum senyumnya, dia pura - pura sibuk membaca file yang ada di depannya.


"Oo... Aku kira kamu tidak menyukainya, apa bisa di lanjutkan?"tanya Aulia.


"Iya silahkan lanjutkan!"seru Aldi. Pardan pun kembali melanjutkan presentasinya.


"Apa kamu puas!" bisik Aldi pada Wulan.


"Siapa suruh kau mengganggu!" Wulan menjulurkan lidahnya, mengejek Aldi.


Bukannya diam Aldi malah semakin mengganggu Wulan bahkan sekarang dia memegang tangan Wulan.


"Lepas! Nanti ada yang liat"bisik wulan, wulan mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Aldi.


"Biarkan seperti ini, atau aku akan berbuat yang lebih!"ancam Aldi, ia mengedipkan matanya saat Wulan menatapnya.


Dengan teraksa Wuan pin diam, dia tau kalau Aldi tidak pernah main - main dengan ucapannya. Dari pada nanti dia dapat masalah dengan kakaknya.


Aulia sedikit gelisah saat melihat kedekatan Wulan dengan Aldi. Dari tadi dia juga tidak fokus dengan penjeasan pardan, telinga nya lebih tertarik untuk mendengarkan bisikan - bisikan yang berasal dari Aldi dan wulan.


"Baiklah Aulia, aku sudah membaca semuanya dan aku rasa semuanya tidak ada masalah, kita akan mulai proyek ini bulan depan" kata Aldi saat dia dan Aulia benego siasi. Karena tadi fia tidak fokus dengan presentasi dari staf Aulia, jadi di menit ke 10 terakhir,Aldi pun harus membaca sendiri berkas itu.


Aulia tersenyum dia senang karena Aldi menyukai idenya dan semuanya berjalan lancar.


"Semuanya akan di urus oleh Bia, kalian silahkan hubungi saja dia!"seru Aldi, Aulia mengangguk.


"Kalau gitu kami pergi dulu ya" kata Aldi.


"Eh tunggu!" cegah Aulia.


"Kenapa buru - buru gitu? Kenapa kita gak minum teh atau kopi terlebih dulu... Ya bisa di katakan sebagai betuk perayaan kerja sama kita.


Aldi melirik Wulan kemudian tersenyum, sedari tadi Wulan hanya diam dia tidak mau dianggap apalah - apalah oleh staf lain.


"Kamu kenapa diam aja, dek?"tanya Aulia.


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2