WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Mau Nikah


__ADS_3

Kali ini denfan terpaksa Wulan mau di antar Aldi pulang, dia sudah menolak dengan berbagai alasan tapi Aldi tetap kekeh ingoin mengantarnya.


"Sayang, kamu kok cemberut gitu sih senyum dong" Aldi memegang tangan Wulan.


Wulan menoleh kerah Aldi, " aku bete sama kamu, tukang paksa dan suka ngancam" kata Wulan.


Aldi terkekeh mendengarnya. " mau gimana lago, kamu juga sih gak pernah mau nurut sama aku"


"Lagian kenapa sih kamu tu gak pernah mau aku antar atau jemput ke rumah? Apa kamu malu punya pacar seperti aku?"tanya Aldi serius.


"Bukan gitu...."


"Lalu kenapa? Aku tu pengen tahu kaya orang lain , antar jemput pacarnya" kata Aldi.


' Aku takut nanti kalau mama tahu tentang hubungan kita, mama pasti akan cari cara buat pisahin kita' ucap Wulan dalam hati. Wulan tidak mau hubungannya dengan Aldi kandas begitu saja. Dia bahagia berada di sisi aldi, tapi mamanya tidak akan membiarkan hal itu.


"Aku lapar"kata Wulan.


Aldi tersenyum miring, dia tahu kalau gadis itu sedang mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Kamu lapar?" Wulan mengangguk. " mau makan apa?"tanya Aldi.


"Mie pedas"jawab Wulan.


"Gak boleh, kamu tu gak boleh makan , makanan yang pedas - pedas... Yang lain!" kata Aldi dengan tegas melarang Wulan memakan makanan pedas


"Lah kenapa? Aku tuh suka pedas" protes Wulan tak terima.


"Gak boleh sayang, kamu pernah dengar mama aku nasehatin kakak aku, kalau kakak aku gak boleh makan pedas - pedas... Katanya nanti susah dapet anaknya" jelas Aldi.


"Kan aku belum mau punya anak... Nikah aja belum gimana mau punya anak"


"Tapi aku ingin kamu mengandung anak aku secepatnya"balas Aldi mengusap perut Wulan.


"Eits... Main sentu aja bos, nikah dulu baru bahas anak" Wulan menepis tangan Aldi yang ada di perutnya.


"Iya tahu... Secepatnya aku akan lamar kamu"


Wulan terdiam, " jangan becanda oh, ingat pernikahan itu bukan main - main. Aku gak mau menyandang status janda hanya karena hal sepele"


"Siapa jug yang mau bikin kamu janda, aku gak mungkin meinggalkan kamu" balas Aldi mengeratkan genggamannya.


"Jangan buru - buru, kamu belum terlalu mengenal siapa aku dan keluarga aku"


'Jangankan kamu Al, aku sendiri saja gak tahu jati diri aku siapa.'ucap Wulan dalam hati.


"Itu masalah gampang..."


"Stop, Al stop kita makan di situ. Aku mau makan di sini aja" Wulan mmeotong ucapan Aldi dan dia menunjuk salah satu restoran korea yang ada di depan mereka.


"Kamu serius?"tanya Aldi.


"Iya ayo, kita makan di sini" Aldi menghentikan mobilnya di depan restoran tersebut.

__ADS_1


Dengan semangat Wulan menarik tangan Aldi untuk masuk ke dalam restoran itu.


Wulan memesan semua menu yang ada di sana. "kita pesan satu menu satu porsi, kita berbagi aja nanti takut gak habis" kata Wulan, Aldi hanya mengangguk nurut.


Setelah makan tersaja, Wulan dan Aldi pun mulai makan dengan ala - ala makan malam di drakor.


"Kamu tu kebanyakan nonton drakor tau gak" protes Aldi, dia tidak terlalu suka dengan makanan korea karena makanan yang di pesan Wuan rata - raa pedas semua.


"Kan romantis, gimana sih... Aaaa" jawab Wulan, sambil menyuapkan kimbam dengan ukuran besar.


"Wulan..."


"Enak kan, kalau makan makanan korea itu mulutnya harus penuh biar tambah nikmat" kata Wulan denagn menahan senyum. Aldi terlihats sangat lucu dengan mulut penuh.


"Setelah ini kita kemana?"tanya Aldi.


"Pulang kemana lagi, ini sudah larut" kata Wulan.


"Apa kmau gak mau kita pergi ke suatu tempat?"tanya Aldi.


"Aku capek, kita pulang saja"


"Baiklah, ayo" Aldi membayar tagihan mereka dan mengajak Wulan pergi.


Aldi mengantar Wulan pulang hingga ke depan pagar rumah nya.


"Besok aku jemput ya"


"Iya bawel, hati - hati pulangnya jangan ngebut" Wulan pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya saat mobil Aldi menjalankan mobilnya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Mbak, apa kakak belum pulang?"tanya Wulan saat melihat Marni lewat.


"Non Aulia baru saja pergi non, katanya ada pekerjaan diluar" jawab Marni.


"Kalau mama?"


"Nyonya belum pulang non"Wulan mengangguk mengerti.


"Apa nona membutuhkan sesuatu?"tanya Marni.


"Tidak mbak, aku langsung ke kamar saja" Wulan langsung berlalu pergi ke kamarnya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Selamat malam mah, pah" Aldi mencium tangan mama dan papanya.


"Kamu dari mana aja sih Al, tumben pulangnya telat gini?"tanya Mika yang melihat jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 9 malam.


"Tadi habis makan bareng teman"


"Teman apa temen?" Goda Alam

__ADS_1


"Teman pah..." balas Aldi.


"Oiya mah pah, Al mau bahas sesuatu" Aldi duduk di meja kaca yang ada di depan mama dan papanya.


"Apa sih dek, serius banget mama lihat" Mika melirik Alam.


"Udah mah, dengerin aja anaknya ngomong" kata Alam.


"Kamu mau ngomong apa?"tanya Alam.


"Pah, aku mau nikah" Alam dan Mika saling pandang.


"Kamu serius, dek?"tanya Mika senang.


"Alhamdulillah akhirnya kamu mau nikah juga" Alam memeluk Aldi.


"Siapa? Siapa calon mantu mama itu? Besok kamu bawa dia pulang ya" kata Mika.


"Namanya Wulan, iya besok aku bawa."jawab Aldi senang. Dia gak nyangka akan mendapat respon sebaik ini dari orang tuanya.


"Mama harus bilang sama kakak, dia pasti senang banget dengernya" kata Mika langsung mengeluarkan punselnya dari saku daster yang sedang di pakainya.


Setelah Mika pergi bertelepon dengan anak gadisnya, Alam pin menatap Aldi.


"Kenapa pah?"tany Aldi.


"Dia gadis baik - baik kan Al?"tanya Alam dengn nada serius.


"Kalau Al yang bilang nanti papa bilang pencintraan doang ya kan. Mending papa nilai aja sendiri besok,"kata Aldi tersenyum.


"Yang pasti dia itu gak jauh beda sama mama pah"lanjut Aldi lagi.


"Papa jadi penasaran, kapan kamu mau ajak dia ke sini?"tanya Alam.


"Dia paling susah di ajak keluar malam pah, kayaknya besok siang deh"


"Hebat kamu Al, bisa dapetin cewek yang kayak gitu, sekarang udah susah banget nyari cewek yang kayak gitu."


"Makanya aku pengen cepat ikat dia pah, takut ke salip sama yang lain"


"Kamu bilang aja sama mama, biar besok mama atur semuanya"


"Siap pah..." Aldi mengacungkan jempolnya. " Pah sekalian tolong suruh kakak pulang ya, biar sekalian kakak kenal dan biar kakak gak recohi Al nantinya"kata Aldi.


"Iya, nanti papah suruh mama yang bilang"


"Ya udah kalau gitu, Al ke kamar dulu ya pa. Udah gerah banget ini" Alam mengangguk, Aldi berlalu pergi ke kamarnya.


"Mana Aldi?"tanya Mika yang baru datang.


"Dia ke kamar,"jawab Alam. " Oiya sayang, tolong suruh Misya untuk pulang, kata Aldi biar kakak juga kenal dengan pacarnya" kata Alam.


"Kalian telat, tadi aku juga udah suruh dia pulang dan apa mas tahu Misya sangat senang mendengar kabar ini"kata Mika tersenyum.

__ADS_1


...🌺🌻🌺...


__ADS_2