WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Perdebatan


__ADS_3

Wulan mengantarkan Aryan dan keluarganya sampai ke depan rumah. Sedari tadi Sisi tidak pernah melepaskan gandengan tangannya pada lengan Wulan.


"Tante hati - hati ya" Wulan tersenyum pada Sisi.


"Iya sayang, malasih ya udah mau anterin sampai depan" balas Sisi mengelus lengan Wulan dengan sayang.


Wulan hanya bisa tersenyum, tidak ada kata yang ingin di ucapkannya. Sekarang kepala Wulan benar - benar kacau.


"Sampai ketemu minggu depan ya nak, tante gak dabar bawa kamu pulang" ucap Sisi, memeluk Wulan. Aryan melihat semua yang di lakukan mamanya itu. Mamanya terlihat sangat bahagia, walau dia tahu Wulan tidak senang di perlakukan seperti itu oleh mamanya.


'Mama berharap banget kayanya sama Wulan, maafkan aku Wulan'batin Aryan sebelum masuk kedalam mobil.


"Hmm... Hati - hati ya tan" Wulan melepaskan pelukan Sisi dan mengantarkan wanita itu ke depan pintu mobil.


"Iya, kamu pergilah masuk!"


"Iya, tunggu tante jalan dulu" balas Wulan, Sisi tersenyum kemudian masuk kedalam mobil.


Wulan melambaikan tangannya ketika Mobil Sisi sudah jalan. Setelah memastikan Aryan dan keluarganya pergi. Barulah Wulan masuk kedalam rumah.


Di ruang tamu terlihat Aulia yang sedang berdebat dengan mamanya.


"Mama ini gak adil tau gak! Biarkan dia cari kebahagiaan sendiri mah! Kenapa mama malah kayal gini?"Aulia benar - benar tidak paham dengan jalan pikir mamanya.


"Aulia kau gak akan menegerti maksud mama, tapi yang jelas ini demi kebahagiaan kita bersama."tegas Nilam.


"Kebahagiaan bersama? Siapa yang bahagia di sini mah, siapa?... Gak ada ya g bahagia dengan semua ini kecuali mama!"ujar Aulia yang tanpa sadar menaikkan sedikit nada bicaranya.


"Lia perhatikan nada bicara kamu! Mama gak suka ya kamu jadi anak durhaka cima gara - gara dia!"


"Aku gak peduli, ma...."


"Kakak sudah! ..." Wulan datang dan menenangkan kakaknya " mama benar kak, ini semua demi kebahagian kita dan bukan cuma mama yang bahagia di sini tapi aku juga.... Jadi, jadi aku harap kakak juga bahagia ya... Demi aku" ucap Wulan.


"Tapi Lan..."


"Kakak, please!" potong Wulan , Aulia pun diam, dia menatap kasihan pada adiknya itu.


"Wulan, mama harap kamu nggak akan bikin mama kecewa" ucap Nilam kemudian berlalu pergi.


Setelah Nilam pergi, Wulan luruh kebawa. Dia sungguh tidak bisa menahan tubuhnya.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kamu lakuin ini, huh?"tanya Aulia meneteskan air matanya.


"Lan, bukankah sudah pernah aku bilang kalau jangan diam aja kalau kamu gak setuju dengan keputusan mama!" Aulia sangat kesal dengan adiknya yang selalu menuruti permintaan mamanya. Padahal semua itu hanya akan menyakitinya.


"Sekarang apa Wulan? Apa yang akan kamu lakukan, apa? "tanya Aulia, Wulan masih bungkam dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya.


"Bagaimana dengan pacar kamu? Apa yang akan kamu lakukan dengan dia?"tanya Aulia, mendengar pertanyaan Aulia mengenai pacarnya. Seketika Air mata Wulan menetes.


"Kakak..."Ucap Wulan terisak. Aulia langsung memeluk adiknya yang terlihat sangat lemah.


"Dasar bodoh!" Aulia mengelus punggung Wulan.


"aku akan bicara lagi sama mama, ini semua gak benar Lan."kata Aulia. Wulan menggeleng dengan cepat.


"Tidak kak, jangan! Aku nggak mau mama kecewa"cegah Wulan.


"Kamu masih saja memikirkan mama, sementara mama gak pernah memikirkan kamu" balas Wulan.


'Mama lakuin ini semua demi kamu Lia' batin Nilam yang melihat Aulia dan Wulan dari lantai dua.


πŸ€πŸ€πŸ€


Aldi mempercepat langkahnya saat baru sampai di kantornya. Dia sudah tidak sabar ingin ketemu dengan Wulan dan dia juga ingin menanyakan alasan. Kenapa gadis itu tidak membals chatnya dan bahkan tadi dia juga tidak menunggunya.


"Bian, apa kamu melihat Wulan?"tanya Aldi pada Bian yang meja nya bersebelahan dengan Wulan.


"Tadi sih dia masih di sini, gak tahu sekarang. Aku sibuk mengecek laporan"jawab Bian.


"Baiklah, nanti kalau dia sudah kembali. Suruh dia keruanganku!"seru Aldi, kemudian berlalu masuk kedalam ruangannya.


Bian mengangguk dan kembali fokus pada kertas - kertas yang ada di tanganya.


"Kak Bian, ini minumlah. Tadi aku bikin kopi, jadi sekalian buat kakak" kata Wulan yang meletakkan secangkir kopi panas di meja Bian.


"Makasih ya Wulan."ucap Bian, Wulan tersenyum kemudian duduk di kursinya.


"O iya, Lan. Tadi bos nyuruh kamu ke ruangannya"kata Bian, Wulan terdiam di tahu kalau aldi sedang mencarinya ingin menanyakan tentang chat yang tidak dibalasnya sealam dan tadi pagi dia juga tidak menunggunya.


"Biarkan saja kak, aku sedang banyak kerjaa?"balas Wulan.


"Nanti dia marah gimana?"tanya Bian.

__ADS_1


"Kalau dia arah yasudah aku tinggal numbalin kakak, biar dia tenang" gurau Wulan.


"jahat banget kamu" Biar tersenyum mendengar perkataan Wulan.


'Maafkan aku Al, seperti nya ini lebih baik' batin Wulan menatap pintu ruangan Aldi.


πŸ€πŸ€πŸ€


Aulia menghampiri Aryan yang sedang berada di dalam ruangannya.


"Bisa ketuk pintunya dulu gak!"tergur Arya yang gak suka dengan sikap Aulia yang tiba - tiba masuk tanpa mengetuk pintu.


"Maaf"ucap Aulia.


"Ada apa kamu kemari?"tanya Aryan


"Aku mau kamu membatalkan perjodohan ini!*seru Aulia tanpa basa basih.


Aryan mengerutkan keningnya " apa urusanmu dengan perjodohan ini?"tanya Aryan.


"Dasar pria bodoh jelas aku ada hubungan, aku ini kakaknya Wulan. Dan sebagau kakaknya, aku gak mau adik aku jatuh ke orang seperti kamu!"


"Orang seperti aku? Memangnya aku seperti apa?"tanya Arya menatap Aulia tajam.


"Jangan sok belagu deh Ar, aku tahu semuanya. Aku tahu dan bahkan semua karyawan di sini juga pada tahu kalau kamu itu suka sesama jenis!"kata Aulia yang sukses mendapatkan tatapan mematikan dari Aryan.


"Apa hanya itu yang kamu tahu? Kurasa tidak hanya itu yang mereka tahu, apa perlu aku memberitahukannya padamu?"tanya Aryan menyadarkan tubuhnya kesandaran kursi kerjanya, sambil tangan bersidekap di dada. Aryan menatap Aulia sinis.


"Tc, Aku gak perlu membahas itu. Tapi yang jeas aku mau kamu membatalkan perjodohan ini!"tegas Aulia.


"Kalau aku gak mau bagaimana?"tantang Aryan.


"Apa kamu senang melihat orang lain hancur?" tanya Aulia.


"Apa maksud kamu Aulia?... Tapi terserah kamu mau bilang apa, yang jelas sampai kapan pun aku tidak akan pernah membatalkannya!"tegas Aryan.


"Kau hanya menyakiti dirimu sendiri Aryan, kamu tidak akan medapatkan kebahagian dengan semua ini"kata Aulia.


"Kebahagiaanku, hanya aku yang tahu"balaa Aryan.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, tapi ingat jangan pernah kamu menyakiti adikku dan aku tidak akan pernah memaafkanmu"Aulia berlalu meninggalkan ruangan Aryan.

__ADS_1


"Aku tahu maksud kamu Lia, tapi aku harus melakukan ini semua."gumam Aryan tersenyum kecut.


...🌺🌻🌺...


__ADS_2