WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Pulang!!


__ADS_3

Wulan meminta pada Aryan untuk merahasiakan keberadaannya dari siapa pun. Wulan tahu kalau Aryan sangat dekt dengan kakaknya.


"Apa kamu sudah merasa tenang?" tanya Aryan saat mereka sedang menikmati sarapan pagi berdua.


"Kenapa? Apa kamu sudah bosan membantuku?"tanya Wulan.


"Bukan seperti itu, aku tidak akan pernah bosan jika bersamamu"


"Lalu kenapa? Apa uangmu sudah habis karna menyewa Villa ini?"


"Itu tidak masalah besar bagiku"


"Aku hanya tidak mau, kamu terlalu lama menghindar dari masalah seperti ini"kata Aryan


"Aku bukannya menghindari masalah..."


"Lalu ini apa namanya?"tanya Aryan.


"Aku hanya...."


"Apa pun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu" Aryan memegang tangan Wulan.


"Terima kasih Aryan, aku gak tahu lagi harus apa jika tidak ada dirimu" ucap Wulan.


"Hei kau tidak usah berterima kasih padaku, ingatlah aku ini calon suamimu. Jadi, kamu tidak usah merasa sungkan"kata Aryan.


"Apa kamu masih mau menikah denganku setelah kejadian ini?"tanya Wulan


"Kenapa tidak, aku tidak masalah dengan itu semua"


"Aryan, identitasku tidak jelas. Jangankan oleh orang lain, bahkan diriku sendiri pun tidak tahu siapa diriku sendiri" kata Wulan menundukkan wajahnya, rasa sedih kembali menghinggapinya.


"Lan, lihat aku" Aryan mengangkat wajah Wulan, " Jika kamu tidak memiliki identas, maka aku yang akan memberikannya. Kamu adalah calon nyonya Aryan Nugraha." air mata Wulan menetes.


"Jangan nangis, aku nggak suka melihat air matamu membasahi pipi gemesin ini" ucap Aryan yang berhasil membuat Wulan tersenyum.


"Tapi aku tidak memiliku perasaan apa pun padamu"


"Belum, bukanya tidak ada tapi kelak akan muncul. Aku akan membuat perasaan itu ada dan lebih besar dari pada perasaanmu yang untuknya sekarang"kata Aryan.


"Aku tidak mau menyakitimu Aryan"


"Kamu tidak menyakitiku tapi kamu membuatku bahagia" balas Aryan


Plak!


"Aw... Kenapa kamu malah mekulku?" Aryan mengelus bekas pukulan Wulan.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu menggombal seperti itu sepagi ini"


"Siapa yang menggombal?"


"lalu itu tadi apa, kalau bukan gombal?"tanya Wulan.


"Itu hanya... Hanya..."


"Hanya apa?" Wulan memivingkan matanya saat Arya terlihat kebingungan mau menjawab apa.


"Sudahlah, ayo sarapan aku sudah kelaparan" Aryan mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kita kembali nanti sore" kata Wulan secara tiba - tiba.


"Apa?" Aryan sangat kaget mendengarnya.


"Ayo habiskan sarapanmu" Wulan mulai memakan sarapannya, dia mengabaikan Aryan yang sedang tersenyum menatapnya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Aldi duduk terdiam di dalan ruangannya, sudah seminggu dia kehilang jejak Wulan. Dia sudah mencari ke seluruh pelosok kota namun gadis itu tidak juga bisa ditemukan. Bahkan Aldi sampai menyewa banyak orang hanya untuk mencati keberadaan Wulan.


"Kamu kemana sih Lan, kenapa kamu gak ada kabar gini?" gumamnya gusar. Aldi mengusap wajahnya yang terlihat sangat lelah.


"Seandainya malam itu aku tidak kelelahan dan tertidur, mungkin aku tidak akan kehilangan dirimu" Aldi selalu menyesali dirinya yang kalah melawan Aryan malam itu.


Tok! Tok! Tok!.


"Masuk!"seru aldi.


Bian masuk ke dalam ruangan dab mendekati Aldi.


"Pak, nanti siang anda ada rapat dengan bu Aulia."


"Batalkan saja, aku sedang tidak ingin bertemu siapa pun"


"Tapi pak ini sudah yang ke tiga kali nya meng-cancel rapat ini"


"Ya sudah, kalau gitu kamu aja yang pergi" Aldi beranjak berdiri.


"Bapak mau ke mana?"tanya Bian.


"Aku gak bisa napas di sini Bian, aku selalu melihat bayangan dia di maa - mana" jawab Aldi.


"Tapi kamu mau cari kemana lagi Al? Tunggu saja, kalau dia sudah merasa tenang dia pasti akan muncul dan akan menjelaskannya padamu" kata Bian. Bian sudah mendengar semua ceritanya dari Aulia dan memang benar ternyatabWulan bukanlah anak kandung Nilam, Wulan adaah anak dari istri siri papa Aulia.


"Aku gak bisa nunggu gitu aja, kamu tahu kan pertunanganku dengan Aulia akan di adakan besok dan aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak menyukai Aulia, aku hanya mau Wulan yang menjadi istriku"

__ADS_1


"Urus semuanya dan kalau kau tidak bisa cancel saja" Aldi berlalu begitu saja meninggalkan Bian yang sedang menatapnya dengan sendu. Bian tahu bagaimana perasaan Aldi yang baru saja merasakan cinta setelah sekian lama dia menutup dirinya dari yang namanya cinta.


πŸ€πŸ€πŸ€


Nilam terlihat sangat sibuk mempersiapkan acara pertunangan Aulia yang akan di adakan besok.


"Mah, apa tidak sebaiknya acaranya kita undur saja? Wulan kan belum kembali mah.."


"Memangnya kenapa kalau gak ada dia? Dia hanya akan mengacaukan semuanya" kata Nilam yang telrihat sedang sibuk dengan ponselnya


"Bukankah mama, bilang kalau kami akan mengadakan pertunangan double. Terus kenapa kita gak tunggu dia mah?"tanya Aulia yang sedang mengkhawatirkan keadaan adiknya yang sudah seminggu tidak pulang.


"Sekarang mama tanya. Apa kamu mencintai Aldi?"


"Iya mah, aku sangat mencintainya."


"Kalau gitu, nurut saja dengan mama!"seru Nilam.


Aulia tidak bisa berbuat apa - apa kecuali menurut saja dengan ucapan mamanya.


Dengan sedikit lesuh Aulia pergi meninggalkan mamanya. Aulia pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri, duduk di balkon kamar kebiasaan Aulia jika sedang ada masalah.


Saat berdiri di balkon, Aulia melihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya. Awalnya Aulia hanya diam saja dan memperhatikan mobil itu. Saat orang daam mobil itu turun, seektika Aulia langsung berlari keluar kamar dan menghampiri orang itu.


"Kamu kemana saja, kakak cari kemana - mana tidak ketemu?" Aulia langsung memeluk tubuh Wulan yang masih berdiri di ambang pintu.


"Jahat"Aulia memukup punggung Wulan pelan, dia menangis dalam dekapan adiknya itu.


Wulan ikut menangis saat melihat Aulia yang menangis. " maafkan aku kak" Wulan mengeratkan pelukannya.


"Kamu kemana aja?" Aulia menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya.


"Tidak kemana - mana hanya di tempat yang sedikit lebih tenang" jawab Wulan.


Aulia melihat Aryan yang berdiri di samping Wulan " pasti kamu yang nyembunyiin dia? Jahat kamu tahu gak, bukannya kasih kabar eh malah ikutan gak bisa di hubungi" kata Aulia kesal.


"Bukan kah sudah ku bilang kaalu aku akan menjaganya" ucap Aryan.


"Makasih ya" Aulia tersenyum pada Aryan kemudian kembali memeluk Wulan.


"Ayo kita masuk!" Aulia membawa Wulan masuk.


Saat masuk kedalam rumah wulan melihat rumah mereka sudah di dekor dengan sedemikian rupa. ' sepertinya akan ada acara disini, tapi acara apa?' pikir Wulan.


"Tau jalan pulang juga kamu!"


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2