
Seperti yang telah di janjikan Aryan menjemput Wulan ke kantornya untuk fitting baju pengantin mereka. Aryan menyuruh Wulan untuk turun dan menemuinya di pakiran.
"Kenapa gak jemput aku ke ruangan sih?"tanya Wulan yang baru saja masuk kedalam mobil Aryan.
"Malas aja, ribet harus nanya - nanya ruangan kamu. Mending kamu aja yang samperin aku"jawab Aryan.
"Bener juga"
"Kita berangkat sekarang?"tanya Aryan, Wulan mengangguk.
Di tengah perjalanan menuju ke butik Wulan menerima telpon yang memberi kabar kalau Aulia sedang ada di rumah sakit karena kecelakaan.
"Kita ke rumah sakit sekarang Aryan, kak Aulia kecelakaan"kata Wulan . Dengan cepat Aryan memutar mobilnya pergi ke rumah sakit tempat aulia di rawat.
Setibanya di rumah sakit, Wulan langsung berlari ke ruang operasi. Di depan pintu ruang operasi Wulan melihat Nilam yang sedang menangis.
"Mama!"Wulan mendekati Nilam.
"Mau apa kamu di sini?!"tanya Nilam menatap Wualn tajam.
"Keadaan kakak gimana mah?"tanya Wulan yang mengabaikan pertanyaan Nilam.
"Bukan urusan kamu, sekarang aku minta kamu pergi dari sini dan jangan pernah temui anak saya lagi!!"teriak Nilam.
"Apa maksud mama bicara seperti itu? Bagaimnaa bisa aku pergi sementara keadaan kakak seperti ini." kata Wulan. "Aku gak peduli mama mau bilang apa, yang penting aku akan tetap disini menunggu kakak" lanjut Wulan.
"Kamu..."
Ceklek! Pintu ruang operasi terbuka, keluar lah seorang dokter dengan satu orang perawat di sampingnya.
"Dokter, bagaimana keadaan kakak saya?" Wulan langsung menerjang dokter tersebut dengan pertanyaan.
"Dokter, anak saya bagaimana?"tanya Nilam.
"Kalian tenang dulu ya... Keadaan pasien sekarang sedang kritis , pasien mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Kami membutuhkan 3 kantong darah lagi..."
"Tolong selamatkan anak saya dok, apa pun yang terjadi saya mau anak saya selamat"potong Nilam yang mulai histeris.
__ADS_1
"Ibu tenang dulu ya, kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk pasien, tapi..."
"Tapi apa dok?"potong Wulan
"Sekarang rumah sakit sedang kehabisan stok darah B, apa ada yang bisa mendonorkan darahnya untuk pasienn"tanya dokter tersebut.
"Saya dok, golongan darah saya sama dengan golongan darah kakak"
"Kalau gitu ayo ikut saya" perawat membawa Wulan.
"Apa kau yakin?"tanya Aryan menahan tangan Wulan yang melewatinya.
"Iya tenang aja, apa kau pikir aku akan mati hanya karena transfusi darah"kata Wulan.
"Bukan seperti itu Wulan..."
"Tolong jaga mama ya, aku pergi bentar" Wulan tersenyum, lalu kembali mengikuti perawat tersebut.
Aryan menghampiri Nilam yang masih berbicara dengan dokter yang menangani mereka.
"Kalau begitu saya permisi.." Dokter tersebut pun berlalu pergi meninggalkan Nilam dan Aryan.
"Kamu tidak tahu apa apa Aryan, jadi tante minta jangan ikut campur."kata Nilam.
"Apa yang tidak saya ketahui tan? Saya sudah tahu semuanya"jawab Aryan.
"Aryan, tante gak mau kamu nanti salah paham sama tante."kata Nilam, wanita itu pun kembali berdiri di depan pintu ruang operasi.
"Saya gak masalah kalau tante mau bersikap seperti apa sama saya, tapi yang jelas saya harap tante tidak bersikap kasar lagi sama Wulan"kata Aryan, yang sedari tadi sudah menjadi penonton perdeatan antara Nilam dan Wulan.
"Wulan sangat menyayangi kalian, apa lagi tante. Dia sangat menyayangimu tan, tapi apa yang tante lakukan bukannya membalas kasih sayangnya. Tente malah membencinya dan lebih parahnya tante terus saja menyakitinya!"ujar Aryan.
"Ini bukan urusanmu Aryan, sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini dan kalau bisa bawa lah sekalian tunanganmu itu!"Nilam sudah mulai geram dengan Aryan.
"Saya bisa saja membawa Wulan pergi dari sini, tapi tante yang akan kehilangan anak tante" balas Aryan , " sadar lah tan!" Aryan pun berlalu pergi dari hadapan Nilam, dia tidak mau membuat keadaan lebih panas lagi.
Aryan pergi ke ruangan Wulan, di sana dia melihat Wulan yang sedang terbaring dengan wajah yang sangat pucat.
__ADS_1
"Astaga Wulan, muka kamu pucat banget"kata Aryan yang mulai khawatir.
"Sus, ini kenapa wajahnya bisa sepucat ini?"tanya Aryan pada perawat yang menemani Wulan.
"A... Ak.. ku t...ti..dak a..apa - a... Apa A..r"jawab wulan dengan nada terbata - bata.
"Tidak apa - apa bagaimana, kamu sudah lemah banget ini Lan"kata Aryan cemas.
"Nona Wulan bersikeras ingin mengambil darahnya 3 kantong sekaligus . Kami sudah melangnya tapi nona Wulan tetap bersikeras bahkan tadi nona Wulan sempat mengncam akan mengiris pergelangan tangannya jika kami tidak mau mengambil darahnya" jelas perawat itu.
"APA?!"teriak Aryan tidak percaya " Apa kau ingin mati? Wulan kamu gak bisa melakukan ini."kata Aryan yang hendak melepaskan selang transfusi yang ada di tangan Wulan.
"Jangan Ar, aku rela melakukan apa pun asal kakak selamat.." kakak lebih membutuhkan darah ini dari pada aku"kata Wulan.
"Gak kamu gak boleh melakukan ini!" Aryan masih berusaha ingin melepaskan selang tersebut.
"Ar, tolong jangan! Aku gak mau kalau kakak kenapa - kenapa?"kata Wulan yang berusaha menjaga kesadarannya agar tetap terjaga.
"Kenapa kamu melakukan ini semua Lan, kamu sadar gak apa yang kamu lakukan ini, tidak beguna. Tante Niam juga tidak akan pernah menghargai apa yang kamu lakukan ini "kata Arya.
Wulan menggeleng, " Aku melakukan ini tidak untuk mendapatkan simpati siapa - siapa... Tapi, aku melakukan ini semata - mata hanya untuk menyelamatkan kakak" Wulan meraih tangan Aryan dengan tangannya yang satu lagi.
"Aryan, kamu tenang aja aku kuat kok. Nanti aku akan minum banyak susu, jus tomat dan telur. Biar tenaga aku bisa cepat pulih" Wuan memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"Apa kamu sadar kalau yang kamu lakukan ini sangat lah berbahaya, kamu bisa gak..." Aryan menggeleng, "Wulan kamu benar - benar buat aku marah" Aryan menggenggam tangan Wulan erat, di sudut hatinya paling dalam ada rasa takut kehilangan yang di rasakan oleh Aryan saat ini.
Tanpa wulan dan Aryan sadari, ada seseorang yang mendengarkan perdebatan mereka. Orang itu berusaha menahan tangisnya. " kenapa kamu bisa sebodoh ini? Kenapa aku bisa sejahat ini sama kamu dan kenapa kamu masih saja begitu baik Wulan... Maaf, maaf" ucapnya pelan.
Karena takut ketahuan, wanita itu pun pergi dari depan ruangan Wulan.
...🌺🌻🌺...
Hai semuanya terima kasih ya udah baca karya aku...
Jadilah, pembaca setia dan jangan lupa like dan komennya.
Aku sangat menantikan komen dan saran kalian, agar aku lebih baik lagi ke depannya.
__ADS_1
Terima kasih guys🤗
Nantikan up selanjutnya ya🖐