WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Berbagi


__ADS_3

Seperti yang telah di janjikan, Wulan memanggil Aryan untuk membantu dalam persiapan berbagi ala Wulan.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan lebih dulu?"tanya Aryan.


"kita tunggu kak Aulia dulu, semalam katanya dia akan ke sini" kata Wulan.


"Kau mengajaknya?"tanya Aryan, Wulan mengangguk. " apa dia juga akan membawa tunangannya itu?"tanya Aryan lagi.


Wulan terdiam, dia tidak pernah berfikir sejauh itu. Kalau Aulia datang besar kemungkinan Aldi juga akan ikut.


"Jangan bilang kamu tidak tahu.." tebak Aryan, Aryan menggeleng kan keoalanya melihat Wulan. " kenapa sih kamu terus saja menyiksa diri sendiri"


"Aku gak berfikir sampe sana, semoga aja kakak gak bawa dia"balas Wulan.


"Dasar bodoh"ucap Aryan, kemudian berlalu pergi.


"Kamu mau kemana?"tanya Wulan.


"Mempersiapkan bahn - bahannya, nanti biar tinggal masak!"seru Aryan. Wulan pun mengekor di belakang Aryan.


"Gak nyangka kalau aku belanja sebanyak ini... Pasti malam itu uang kamu habis banyak ya sama aku"kata Wulan yang merasa bersalah.


"Tidak masalah, uang bisa di cari lagi. Lagi pula ini kan untuk dibagiin ke orang - orang jadi tidak masalah"balas Aryan.


"Baik banget sih kamu..." wulan mencubit pipi Aryan.


"Wahhh... Lucu banget sih pasangan yang satu!"seru seseorang di ambang dapur.


Wulan dan Aryan menoleh, mereka mendapat Aulia dan Aldi berdiri tidak jauh dari mereka.


"Apa kami mengganggu?"tanya Aulia.


"Gak kok kak, Ayo sini kami dari tadi nungguin kakak"kata Wulan.


"Belum nikah tapi udah kayak gitu, dasar ...." gerutu Aldi ketus. Dia menatap tajam ke arah Wulan. Dan wulan tahu maksud dari tatapan itu.


"Ayo kak kita masak!"ajak Aulia.


"Ayo!" Wuln dan Aryan pun mengajak Aulia dan Aldi ke dapur.


"Wah, ini udah siap semua."


"Iya kak, tadi aku dan Aryan siapin biar ntar gak repot" jawab Wulan.


Aulia dan Wulan mulai berkutat dengan bahan - bahan yang akan mereka masak sementara Aldi dan Aryan kedua pria itu bagian membungkus - bungkus snack yang juga akan di bagikan ke anak - anak.


"Kamu kenal Wulan dari mana?"tanya Aldi pada Aryan.


"Apa urusanmu?" sinis


"Aku tanya baik - baik, kenapa kau malah menjawabnya sinis gitu?!" kata Aldi.


"Jangan banyak bicara, ayo cepat kerjakan saja ini"ujar Aryan.


Aldi pun diam, ingin sekali rasanya Aldi meninju wajah Aryan yang menurutnya sok kegantengan itu.


'Sekarang kau boleh merasa menang, awas aja sebentar lagi aku akan membuatmu menangis darah karena kehilangan dia'batin Aldi.

__ADS_1


Setelah percakapan singkat itu, mereka pun tidak ada mengeluarkan sepatakan pun, hanya terdengar suara plastik yang bergesekan.


Setelah selesai dengan perbungkusan snack, Aldi dan Aryan pun pergi ke dapur untuk melihat Wulan dan aulia yang sedang masak.


"Apa masih ada yang harus di kerjakan?"tanya Aryan.


"Yang, tolong ambilkan sendok!" seru Wulan pada Aryan.


Deg! Aldi dan Aryan sama - sama kaget mendengar panggilan Wulan.


"Ih kok malah bengong sih? Katanya mau bantu!" kata Wulan yang melihat Aryan hanya diam.


"Eh ah... Maaf, sendok ya.. Ok sendok, tunggu bentar" Aryan dengan cepat menetralkan degupan jantungnya yang berdetak tak karuan akibat ulah Wulan barusan.


'Wulan kau memang paling bisa bikin orang jantungan' ucap Aryan dalam hati.


' Secepat itukah kau membuka hatimu untuk dia Lan, dan kau melupakan aku begitu saja' batin Aldi dia sangat kecewa dengan Wulan yang memanggil Aryan dengan sebutan ' Yang' padahal dulu waktu mereka pacaran Wulan tidak pernah mau memanggilnya dengan sebutan sayang atau kata yang semacamnya.


"Ini!" Aryan memberikan sendok tersebut pada Wulan.


"makasih" balas Wulan.


Aryan dan Aldi pun membantu Wulan dan aulia yang sedang memasukkan makanan kedalam cup bento.


"Selesai juga!" seru Aulia.


"Ayo kak, kita makan siang bareng dulu. Setelahnya baru kita bagiin ke orang - orang"kata Wulan.


Aulia pun mengangguk, mereka pun menyiapkan makan siang untuk mereka berempat.


πŸ€πŸ€πŸ€


Ada juga beberapa anak - anak yang sedang memulung di dekat jembatan dan ruko - ruko.


"Seru juga ya berbagi kayak gini... Ya wlaupun panas banget"ujar Aulia yang mengipas - ngipaskan tangannya ke leher.


Wulan tersenyum melihat kakaknya, " Sayang, ini minumlah!" Aryan memberikan sebotol air mineral pada Wulan.


Wulan tersenyum saat mendengar Aryan memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Makasih" Aldi pun melakukan hal yang sama.


"Ayo kita ke mobil, aku udah gak tahan panas banget" ujar Aulia.


Wulan mengiyakan dan membawa Aulia menuju ke pakiran yang lumayan jauh dari tempat mereka.


Aryan mengambil kesempatan untuk mengandeng tangan Wulan, awalnya Wulan sempat menepis tangan Aryan. Namun, dengan liciknya Aryan membisikkan " Aldi, memperhatikan kita" mau tidak mau terpaksa Wulan hanya.diam dan pasrah.


"Kamu gak mau gandeng tangan aku juga Al.. Liat tu Aryan romantis banget" kata Aulia.


"Kamu mau di gandeng juga?"tanya Aldi.


"Iya"Aulia menggukkan kepalanya.


"yaudah minta gandeng aja sama Aryan, sana!" kata Aldi santai.


Aulia mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Aldi.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


"Makasih ya buat hari ini" ucap Wulan pada Aryan.


Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke apartemen Wulan.


"Iya sama - sama. Aku juga berterima kasih, berkat kamu aku jadi banyak belajar tentang pentingnya berbagi."kata Aryan, Wulan pun tersenyum.


"Cantik" gumam aryan tanpa sadar.


"Apa?" tanya Wulan.


"Apa?"Ulang Aryan yang baru sadar telah memuji Wulan.


"Ih kok malah balik nanya sih, kamu tadi bilang apa?"tanya Wulan.


"Gak ada. Memangnya aku bilang apa?"


"Tc, nyebelin banget sih kamu" kesal Wulan.


"O iya, Lan. Tadi ama telfon, mama nyuruh kita buat fitting baju pengantin"


"Baju pengantin? Kapan?"tanya Wulan.


"Besok siang, saat makan siang"


"Baiklah, taoi jemput aku ya"


"Iya, kalau sempat"balas Aryan.


"Kok kalau sempat sih, harus sempat dong gimana sih..."


"Iya, di usahain"


"Pokoknya kalau gak di jemput aku gak bakalan pergi. Di kira gak capek apa gowes sepeda sejauh itu. Siang hari lagi" gerutu Wulan.


"Kamu masih pake sepeda? Kenapa gak pake mobil? Gak mungkin kalau kamu gak punya mobil sendiri" kata Aryan.


"Punya, tahun kemaren kak Lia mebelikannya, tapi aku malas makenya."kata Wulan.


"Lah kenapa?"


"Aku pengen make barang yang aku beli dari hasil jerih payah ku sendiri. Mobilnya aku pake pas ada situasi darurat aja" jawab wulan.


Aryan mengangguk mengerti.


"Sampai! Turun dan istirahatlah"


"Ok, kamu juga. Dan makasih udah nganterin"


"Iya sama - sama" Wulan turun dari mobil Aryan.


"Hati - hati di jalan."Wulan melambaikan tangannya saat mobil Aryan bergerak meninggalkannya.


"Fiitting baju? Secepat itu kah"


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2