
Wulan sedikit kaget saat melihat penampilan Aldi yang terlihat sangat kacau. Rambut acak - acakan, berewokan dan badan yang terlihat kurus.
"Aku tadi tidak sempat mandi, makanya kayak gini" ucap Aldi yang mengerti arah pandang Wulan. Sambil sedikit merapikan tatanan rambutnya.
"Kamu kemana aja?"tanya Aldi lagi.
"Tidak kemana - mana, aku asih disini kok"jawab Wulan.
"Kenapa kamu menjauh dariku? Kenapa kamu menghindariku?"tanya Aldi
Wulan menunduk, sebenarnya dia tidak mau membahas itu dengan Aldi.
"Mama sama papa, apa kabar?"tanya Wulan.
"Mereka baik. Kenapa gak jawab?" Aldi menatap wulan curiga.
"Kenapa kamu mau bertemu denganku?"tanya Aldi lagi.
"Aku ingin kamu menikah dengan kak Aulia"kata Wulan
Deg!
"Apa? Wulan, apa aku tidak salah dengar?"tanya Aldi yang tidak menyangka dengan pendengarannya.
Wulan menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya dengan perlahan. " Tidak Al, kamu tidak salah dengar. Aku mau kamu menikah dengan kakakku" jawab Wulan yang tidak sanggup menatap mata Aldi.
Aldi menggeleng dengan cepat, " Kenapa? Kenapa kamu menyuruhku untuk menikahi Aulia?"
"Karena dia mencintaimu Al." jawab Wulan.
"Aku disini Wulan, bukan di lantai. Lihat aku jika sedang bicara!"seru Aldi, sedari tadi Wulan selalu saja menunduk tanpa melihat nya.
Wulan menegakkan kepalanya, dia menatap Aldi dengan tatapan sendu. "Tapi aku tidak mencintainya dan hanya kamu wanita yang mau aku nikahi" jawab Aldi.
Wulan menggeleng. "Kenapa kamu malah menggeleng?"tanya Aldi
"Kita tidak boleh menikah"kata Wulan.
"Kenapa? Bukankah kita saling mencintai dan kamu itu kekasih aku Wulan dan bagaimana mungkin kamu bilang kita gak boleh nikah"kata Aldi.
"Tapi Al, kakak aku sangat mencintai kamu" kata Wulan.
__ADS_1
"Itu bukan urusanku Lan, itu hak dia mau mencintai siapa yang jelas yang aku cintai hanya kamu"
"Aku gak bisa Al, aku gak mau membuat kak Aulia kehilangan cintanya lagi. Sudah cukup aku merebut cintanya papa dari kakak . Dan sekarang aku tidak mau melakukannya lagi."
"Gak, kamu gak bisa gini dong Lan. Aku gak bisa" tolak Aldi.
Wulan meraih tangan Aldi ." kamu cintakan sama aku..." Aldi hanya diam. " cinta itu butuh pengorbanan bukan?"tanya Wulan dan Aldi hanya diam saja.
"Aku mohon, demi cinta kita. Menikahlah dengan kak Aulia!"mohon Wulan menggenggam tangan Aldi.
Aldi meneteskan Air matanya, dia tidak bisa menjawab permintaan wulan.
"Bagaimana denganmu? Bagaimana dengan cintamu?"tanya Aldi.
"Aku akan. Sangat bahagia melihatmu menikahi kakak..."
"Tidak Wulan... Bukan itu yang aku maksud" kata Aldi
"Apa?"
"Aku mau kamu juga menikah di hari yang sama denganku dan Aulia" ucap Aldi.
"Tapi..."
Wulan terdiam, bagaimana dia akan menikah jika hatinya sedang terluka begini. Walau pun ada aryan yang memang sudah menjadi calon suaminya tapi Wulan tidak mau menyakiti Aryan dengan perasaannya yang masih di miliki oleh Aldi.
"Kalau kau saja tidak bisa, lalu bagaimana dengan aku? Aku gak bisa Wulan tolong jangan paksa aku"kata Aldi.
"siapa bilang aku gak mau, kamu salah Al. Baiklah aku juga akan menikah tapi tidak di hari yang sama dengan kalian"kata Wulan.
Aldi kaget mendengar ucapan Wulan yang menyanggupi tantangannya. ' bagaimana bisa dia...'
"Tidak, kita akan menikah di hari yang sama dan pelaminan yang sama" kata Aldi.
"Apa kau gila? Itu tidak mungkin Al, aku tidak mau"tolak Wulan.
"Baiklah kalau kau tidak mau aku juga tidak akan mau"Aldi tersenyum, dia tahu kalau Wulan sangat mencintainya dan tidak akan mungkin dia menikah sesangkan dia masih mencintai dirinya.
"Oke, kita akan menikah di hari yang sama dan satu pelaminan" jawab Wulan.
πππ
__ADS_1
"Apa kamu serius, ini bukan main - main loh?"tanya Aryan yang kaget saat mendengar permintaan Wulan.
"Aku tidak punya pilihan lain lagi " jawab Wulan.
"Aku sih tidak masalah Lan, tapi kamu tahukan prinsip aku. Bagi aku pernikahan itu hanya sekali dan tidak ada kata perpisahan kecuali dipisahkan oleh Allah" kata Aryan
Wulan terdiam, dia bingung harus melakukan apa. Hati dan pemikirannya saat ini sedang bertentangan. Hatinya sangat menolak semua ini, karena dia tidak ingin melukai Aryan yang sudah sangat baik padanya. Sementara pemikirannya terus saja mnegatakan iya, karena dia tidak ingin melukai mama dan kakaknya.
"Aku tahu dan mulai sekarang tolong ajari aku cara mencintaimu"kata Wulan menatap Aryan.
Arya tersenyum, diraihnya tangan Wulan " Kita coba sama - sama ya... Tapi jika sebelum kita menikah dan kamu berubah pikiran, kamu boleh pergi "ujar Aryan.
Wulan pun mengangguk terseyum, dia senang karena bisa mengenal Aryan. Dan Wulan tidak menyangka kalau Aryan sebaik ini. Dulu saat pertama kali bertemu dengan Aryan saat di kalimantan dia pikir Aryan terlalu arogan dan dingin. Karena pria itu tidak pernah mau bicara padanya dan jika sekali bicara pria itu selalu sinis dan menatapnya tajam.
"Terima kasih Aryan" ucap Wulan " tapi Aryan, bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka mau menerimaku?"tanya Wulan yang takut nanti orang tua Aryan menolak kehadirannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Wulan, Aryan malah mengeluarkan ponselnya. "Lihat lah sendiri" Aryan memperlihatkan pada Wulan isi chatannya dengan sang mama.
Wulan tersenyum, dia senang karena mma Aryan sangat menyukainya dan ternyata Sisi selalu mendesak Aryan untuk menikahinya.
"Apa kau masih takut?"tanya Aryan. Wulan tersenyum.
πππ
Malam ini adalah malam pertunangan Wulan dan Aulia. Awalnya Nilam sangat menentang dengan keinginan Wulan dia tidak mau menggabung pertunangan Aulia dengan Wulan. Tapi dengan sedikit mengancam, akhirnya Nilam pun setuju.
"Jika bukan demi Aulia, aku tidak sudi menyatukan pertunangan ini"gumamnya sambil melihat Wulan dan Aulia yang sedang di rias.
"Mbak, tolong tidak usah menor ya! Aku gak suka kalau bedaknya terlalu tebal" ujar Wulan. Aulia tersenyum mendengar protesan adiknya itu.
"Ini gak tebal kok, malahan ini udah yang paling tipis"kata Leni yang merias Wulan.
"Mbak, jangan perdulikan dia. Lakukan saja sebaiknya ya mbak, kalau mbak dengerin dia nanti gak siap - siap"kata Aulia. Semua orang di sana pun tersenyum karena mereka tahu kalau Wulan itu paling anti make up.
Satu jam kemudian, para tamu undangan sudah berdatangan dan keluarga Aryan dan Aldi pun juga sudah terlihat di sana.
Aldi menatap Arya dengan tatapan membunuh, tidak mau kalah dengan Aldi, Aryan pun menatap Aldi dengan tatapan tak kalah dingin.
Terdengar suara mc, dan acara pun di mulai. Semua orang bertepuk tangan saat kedatangan dua bidadari. Semua mata terpesona melihat kecantikan Aulia dan Wulan.
"Aku akan membuatmu menyesal!"
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...