
Malam ini rumah Wulan terlihat sangat sibuk, begitu banyak pelayan yang lalu lalang.
"Mbak, ada apa ini? Kenapa banyak pelayan disini? Apa yang akan datang?"tanya Wulan pada Mbak Marni.
"Itu non, nanti calon mertuanya nona Aulia akan datang."jawab Marni.
"Calon mertua? Maksudnya gimana mbak?"Wulan tidak mengerti dengan maksud dari jawaban mbak Marni.
"Aduhhh nanti nona tau sendiri, saya takut salah omong dan kena marah sama nyonya" kata Marni.
"Hmm baiklah" Wulan pun melanjutkan jalannya ke kamar, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Wulan. Seharian penuh dia terus menghindar dari Aldi, wulan bukannya ingin menghindari Aldi tapi dia tidak mau terlalu dalam menyakiti pria itu.
"Hari ini aku lolos, dan entah bagaimana dengan besok" gumamnya, Wulan membaringkan tubuhnya di ranjangnya.
"Hufftt..."
Tok tok tok!
"Siapa sih, baru juga mau istiraha"gerutu Wulan, bangkit dari duduknya dan membuka pintu.
Cekle...
"Iya ada apa?"tanya Wulan pada seseorang yang ada di depannya.
"Ini nona, nyonya menyuruh nona untuk bersiap dan memakai gaun ini"
"Untuk apa?"tanya Wulan mengernyitkan keningnya
"Untuk acara nanti malam,"
"memangnya ada acara apa sih?"
"Maaf nona, saya permisi"wanita itu menyerahkan gaun yang di pegangnya dan menyerahkannya pada Wulan. Kemudia ia pun berlalu pergi.
"Ada apa ini sebenarnya" Wulan masuk ke dalam kamar untuk meletakkan gaun tersebut di atas ranjang. Lalu ia pun pergi ke kamar Aulia, sudah cukup semua. Ia benar - benar penasaran degan semuanya.
Tanpa mengetuk Wulan langsung masuk ke kamar Aulia, "kakak..." ucapan Wulan terhenti saat ia meihat Aulia sedang di rias.
"Wulan, kenapa kamu belum bersiap?"tanya Aulia.
"Kakak sebenarnya ini ada apa? Kenapa aku harus bersiap dan apa ini?..."Tanya Wulan berdiri di samping Aulia.
"Apa kamu tidak membaca pesan ku? Wulan malam ini keluarga pria yang aku ceritakan itu akan datang dan mereka ingin melamarku" kata Aulia senang.
"Benarkah, wahhh aku turut bahagia kak" Wulan memeluk Aulia, dia sangat senang.
"Makanya kamu juga harus tampi cantik malam ini!"seru Aulia
"baiklah aku akan bersiap dan aku akan berdandan" kata Wulan tersenyum
"apa kamu perlu bantuan untuk berias?"tanya Aulia.
__ADS_1
"Oh tidak terimakasih, mereka bukannya membuatku cantik tapi malah akan membuatku seperti tante - tante" Aulia tersenyum mendengar penolakan adiknya itu.
"Ya ya... Pergilah bersiap, sebentar lagi mereka akan datang"kata Aulia
Wulan mengangguk dan berlalu pergi keluar kamar Aulia.
"Kalian jangan tersinggung dengan ucapannya ya, dia itu memang paling anti dengan yang namanya berias. "kata Aulia yang melihat raut periasnya sedikit masam.
"Iya nona, kami maklum kok" blas perias itu.
πππ
"Aldi bagaimana apa Wulan sudah membalas pesan kamu?"tanya Misya.
"Belum kak, jangan kan membalas dia baca pun tidak" kata Aldi.
"Maklumin aja, mungkin dia sibuk berias. Kamu kan tahu sediri kalau cewek itu bersiapnya lama" kata Misya.
"Entalah kak, tapi aku rasa ada yang aneh dengan Wulan hari ini"
"mungkin perasaan kamu aja"Misya mencoba menenangkan adiknya itu.
"Kalian udah siapkan? Ayo!"seru Alam.
Misya dan Aldi pun mengangguk dan beranjak mengikuti papa mereka dari belakang.
'Kenapa aku berasa ada sesuatu yang akan terjadi'batin Aldi.
πππ
"Mika, kamu makin cantik aja deh" Nilam memeluk Mika yang notabenya adalah teman seperjuangannya saat kuliah dulu.
"Nilam, aku gak nyangka kalau kita akan jadi besan begini" kata Mika senang.
"Kamu benar, ayo silahkan masuk" Nilam mengiring keluarga Mika untuk masuk kedalam rumah.
"Mbak, tolong panggilin mereka ya!" Nilam menyuruh mbak Marni untuk memanggil Aulia dan Wulan.
"Iya nyah" Marni pun berlalu pergi ke kamar Aulia dan Wulan.
Aldi melihat ke sekeliling dan dia merasa aneh dengan rumah itu. Di setiap sudut rumah selalu ada foto Aulia yang di panjang dan dia tidak menemukan foto Wulan. Aldi baru tahu kalau Aulia dan wulan itu bersaudara. Selama ini Aldi mengira Wulan anak tunggal.
"Ayo silahkan di minum dan di cicipi kuenya" kata Nilam.
Sambil menunggu Aulia dan Wulan datang, mereka pun mengobrol. Dan arah obrolan mereka tidak lari daei bisnis.
"Mama"panggil Aulia yang sudah berdiri di samping Nilam
"Aulia sayang, ayo sini nak. Salim dulu tante Mika dan om Alam. Aulia menurut dan menyalim Alam dan Mia dengan sangat sopan.
"Calon suaminya juga di salim dong Lia" kata Nilam yang sukses membuat semua orang kaget. Alam dan Mika saling pandang, mereka kaget mendengar ucapan Nilam. Tidak hanya Alam dan Mika, Aldi dan Misya pun tidak kalah kagetnya dari pada orang tua mereka.
__ADS_1
"Maaf tante, apa maksud tante calon suami?"tanya Misya
"Dimana letak salahnya Misya, bukankah ini acara lamaran untuk anak tante?"tanya Nilam.
"Iya tapi..."
"Mah, maaf aku telat." ucap Wulan. Nilam tersenyum dan menyuruh Wulan untuk menyalim Alam dan Mika.
Wulan sangat kaget saat melihat Aldi dan keluarganya ada di rumahnya.
'Bukankah ini acara lamaran kakak dengan cowok itu, tapi ini kenapa malah Aldi yang datang?'tanya Wulan bingung.
"Mama, papah?"Wulan benar - benar terlihat bingung.
lWulan, kamu cantik banget nak" pujia Mika. Aldi tidak berhenti menatap Wulan dengan tatapan terpesona.
"Wulan kamu kenal mereka ?"tanya Aulia.
"Iya kak, pak Aldi ini adalah bos aku"jawab Wulan.Aldi sangat kaget mendengar ucapan Wulan, kenapa Wulan memperkenalkannya sebagai bos buans ebagai kekasih.
"Wulan ayo, salim om dan tantenya!" suruh Nilam
Wulan menyalim Alam dan Mika. "Maafkan Wulan mah" bisik Wulan pada mika dan Mika hanya diam. dia sangat bingung sekarang.
Setelah menyalim semua ornag, Wulan pun duduk di sebelah Aulia. Ia menundukkan wajahnya, air matanya seakan ingin meronta ingin keluar.
"Dan Wulan, maksud dan tujuan keluarga Aldi atau bos kamu itu kemari adalah untuk melamar Aulia"kata Nilam denan bangga.
Deg!
Wulan menatap Aldi, begitu pun dengan Aldi dia tidak mengerti dengan keadaan saat ini.
"Maaf Nilam, ada hal yang perlu di luruskan di sini"kata Alam. Ia menatap anggota keluarganya.
"Ada apa Alam?"tanya Nilam
"Kami datang kemari untuk melamar anak kamu..."
"Iya benar dan anak aku itu Aulia"potong Nilam
"Bukan, kami ingin melamar anak kamu Wulan" balas Alam.
"Hmm... Maaf sebelumnya Alam, asal kamu tahu aja ya. Anak aku tu cuma satu yaitu Aulia dan Wulan itu bukan anak aku"ujar Nilam menjelaskan.
Deg!
Kali ini Wulan benar - benar tidak bisa menahan air matanya, dia tidak menyangka akan mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Nilam.
'Jadi aku... Aku bukan anak mama... '
...πΊπ»πΊ...
__ADS_1