
"Kamu makan sedikit banget, ayo pesan lah lagi! " suruh Aulia yang melihat Wulan hanya memesan satu porsi pasta.
"Aku kenyang kak," jawab Wulan.
"Biasanya kamu akan ke yang jika sudah memakan 3 porsi pasta, tapi ini..."
"Mungkin karena selama di desa aku selalu makan sedikit dan sepertinya aku sudah mulai terbiasa" jawab Wulan.
Aulia pun mengangguk dan segera menyelesaikan makannya.
Setelah makannya selesai, Aulia dan Wulan pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah.
πππ
Sesampainya di rumah, mereka melihat ada sebuah mobil mewah yang terpakir di depan rumahnya.
"Mobil siapa ini kak? Apa mama beli mobil lagi?"tanya Wulan.
"Kakak juga nggak tahu, ayo kita masuk" Aulia mengandeng tangan Wulan untuk masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum mah"ucap Aulia dan wulan.
"Waalaikumsalam" jawab Nilam dan juga beberap orang yang sedang duduk di hadapan Nilam.
"Lia sayang, ayo kemarilah"panggil Nilam, dengan segera Aulia berjalan mendekati Nilam. Wulan yang merasa tidak ada kepentingan pun berlalu pergi ke kamarnya.
Tanpa Wulan sadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengamatinya.
Setibanya di dalam kamar Wulan meletakkan tas ransel yang di bawanya.
"Aku sangat merindukan kalian" ucapnya pada boneka - bonekanya yang ada di atas tempat tidur.
"Apa kalian tidak merindukan ku?... Ayo sini peluk mama sayang" ucapnya kemudian memeluk boneka - boneka nya itu.
πππ
Pagi harinya Wulan bangun pagi seperti biasanya, dia langsung membersihkan dirinya. Kemudian turun kebawah untuk sarapan.
Di meja makan dia melihat mama dan juga kakaknya. Wulan menyapa mama dan juga kakaknya.
"Tumben bangun pagi?"tanya Aulia saat Wulan duduk di sebelahnya.
"Hehe... Mungkin karena sudah terbiasa saat di desa kemaren."jawab Wulan. Kemudian mengambil beberapa lembar roti dan meneguk susu coklat yang ada di hadapannya.
"Kenapa kamu masih pakai pakaian seperti ini?"tanya Nilam tanpa melihat kearah Wulan.
"Memangnya aku harus pakai pakaian apa mah?"tanya Wulan mengerutkan keningnya. Wulan menoleh kearah Aulia dan bertanya maksud dari ucapan mamanya.
"Mulai hari ini kamu akan bekerja di perusahaan!" ujar Nilam.
"Apa? Tapi kenapa mah?"tanya Wulan semakin bingung. Kenapa mamanya sangat aneh, bukan kah selama ini dia tidak pernah di tawari untuk bergabung dengan perusahaan.
"Apa semuanya harus ada alasannya, kalau di suruh kerja ya kerja. Dari pada kamu keluyuran gak jelas " Nilam menyudahi sarapannya dan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Sebelum pergi Nilam kembali menyuruh Wulan untuk bekerja di perusahaan,setelahnya barulah dia berlalu pergi meninggalkan meja makan.
"Kak, kenapa mama sangat aneh pagi ini?"tanya Wulan pada Aulia.
"Kakak juga nggak tahu, tapi turuti saja!"ucap Aulia.
πππ
Setelah sarapan Wulan pun masuk kedalam kamar dan bersiap - siap untuk pergi bekerja seperti yang di suruh mamanya tadi.
"Oiya sedari kemarin aku belum mengecek ponselku" Wulan berjalan ke tempat tidur, dimana dia meletakkan ponselnya.
Wulan duduk di atas tempat tidur dan mengecek ponselnya. Begitu banyak pesan dan Vc atau pun via telpon yang di lakukan oleh kakaknya.
"Kakak benar - benar luar biasa" ucapnya sambil tersenyum.
"Ada e-mail?" Wulan melihat ada sebuah notifikasi dari akun e-mailnya. Wulan sangat kaget saat membaca E-mail tersebut.
"Jadi aku di terimah.... Waw, yey aaaaa" Wuan berteriak senang, dengan cepat dia menghampiri Aulia yang sedang bersiap di kamarnya.
Tok tok tok
Wulan langsung memeluk kakaknya saat Aulia membuka pintu kamar.
"Ada apa ini? Kenapa kamu terlihat sangat bahagia?"tanya Aulia bingung.
"Apa kakak tahu, ternyata interview kemaren berhasil. Aku mendapatkannya kak..." ucap Wulan senang.
"Wah, kakak turut bahagia ya. Lalu apa kamu sudah membalas mereka?"tanya Aulia dan wulan pun menggeleng.
"Aku bingung kak, antara menerimanya atau tidak"jawab Aulia.
"Apa yang kamu bingungkan? Bukankah ini keinginanmu?"tanya Aulia.
"Iya memang. Tapi, aku ragu karena tadi mama menyuruhku untuk bekerja di perusahaan..."
"Hei... Abaikan saja itu dan ayo cepat terimalah kerja itu. Soal mama biar kakak yang atasi" ujar Aulia.
"Tapi kak..."
"Tidak ada tapi - tapian, ayo cepat!" desak Aulia dan akhirnya Wulan pun mengangguk.
πππ
Aldi masuk ke dalam ruangannya, di duduk di kursi kebesarannya. Sambil melihat poto Wulan yang ada di surat lamaran yang di kirim oleh gadis itu.
"Kenapa kamu belum juga merespon E-mail dari perusahan?"tanyanya berbicara dengan poto itu.
Tok tok tok...
"Masuk!" seru Aldi
Bian pun masuk dengan wajah yang riang.
__ADS_1
"Selamat pagi bos..." ucapnya.
"Pagi... Kenapa kamu terlihat sangat bahagia sekali, apa telah terjadi sesuatu?"tanya Aldi.
"Saya sangat senang karena pesan yang ku kirim selama ini telah di jawab bos. Akhirya penantianku berakhir juga" ujar Bian. Aldi mengerutkan keningnya, dia masih belum bisa mencerna maksud daei ucapan sahabat sekalian sekretarisnya itu.
"Jangan berteleh - teleh, langsung ke intinya saja!" seru Aldi.
"Akhirnya gadis itu membalas pesan kita dan besok dia akan mulai bekerja "ucap Bian.
"Apa... Kamu serius?"tanya Aldi senang. Dia tidak menyakan kalau Wulan telah menerima pesannya.
πππ
Aulia pergi menemui mamanya yang di ketahui sedang berada di ruangan.
Tok tok tok!
Setelah mengetuk beberapa kali, barulah Aulia membuka pintu dan masuk kedalam ruangan sang mama.
Aulia meihat mamanya sedang duduk dengan beberpa berkas di depannya.
"Mah, Lia mau bicara" ucapnya duduk di depan mamanya.
"Apa?"tanya Nilam mendongak menatap Aulia.
"Tentang Wulan, di terima di perusahaan kemaren dan di sangat ingin bekerja di sana..."
"Lalu ?" potong Nilam, di sangat malas jika membhas tentang Wulan.
"Di tidak bisa ikut bergabung dengna perusahaan" lnjut Aulia.
"Syukurlah" baals Nilam kembali fokus pada berkas yang sedang di periksanya tadi.
"Mama kok gitu sih... Kapan sih ma, mama bisa berbuat baik sama Wulan? Dia itu anak mama juga." ucap Aulia yang tidak suka dengan sikap mamanya yang sangat dingin pada adiknya itu.
"Jangan mulai deh Lia... Kamu sudah tahu jawabnya" ucap Nilam menatap Anaknya itu.
"Mah..."
"Kalau kamu sudah selesai keluarlah, mama sangat sibuk" Nilam memotong ucapan Aulia.
πππ
Wulan pergi ke toko buku langganannya, dia sangat bosan dan stok novelnya pun sudah habis. Kemaren saat di desa Wulan seludah membaca novel - novel yang di belikan oleh Aulia.
"Hmm... " Wulan mengeliling toko buku mencari buku yang di inginkannya.
Saat sedang asyik memilih buku, Wulan tidak sengaja menabrak seseorang dan buku - buku yang di tangan nya pun jatuh semua.
"Aduh maaf" ucapnya sambil memunguti buku - buku tersebut. Setelah itu Wulan pun berdiri dan melihat siapa yang telah di tabraknya.
"Kamu?.."
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...