WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Belum muhrim


__ADS_3

"Aku rasanya sangat malas kembali ke kantor" kata Aldi.


"Jangan aneh - aneh deh pak, kerjaan kita masih banyak"balas Wulan.


"gimana kalau kita kencan aja" usul Aldi.


Wulan menatap Aldi tidak percaya, bagaimana bisa Aldi menjadi bos di perusahaan sebesar itu.


"Kamu kenapa natap aku seperti itu?"tanya Aldi menoleh kearah Wulan yanhg duduk di sampingnya.


"Bukan apa - apa"balas Wulan menggeleng.


"Tunggu aku hubungin Bian, biar dia yang urus kantor"kata Aldi.


"Baiklah terserah kamu aj, asal nanti kamu gak potong gaji aku ya"


"Kamu tenang aja, kalau mau aku akan naikkan gaji kamu jadi 100 x lipat"


"Bisa aja kamu... Ok kita mau ke mana?" tanya Wulan semangat. Sebenarnya dia juga sangat malas kembali ke kantor, tapi mengingat dia adalah karyawan baru tidak mungkin dia menunjukkan perilaku yang buruk.


"Kamu mau nya kemana?"tanya Aldi balik.


"Gimana kalau kita pergi nonton setelah itu kita akan berburu jajanan pinggir jalan"usul Wulan.


'Sepertinya aku harus membiasakan diri dengan selerah Wulan yang sederhana ini'ucap Aldi dalam hati.


"Kenapa ? Apa kamu tidak mau? Kalau gak mau yaudah kita tukar aja" Wulan megerti kalau Aldi menolak usulannya, Aldi pasti tidak biasa makan makanan pinggir jalan.


"Tidak siapa yang menolak, aku mau mau banget malah" balas Aldi di luar dugaan Wulan.


Wulan tersenyum, makin kesini. Wulan makin menyukai sikap Aldi yang terkesan sangat romantis dan perhatian.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Makasih ya udah mau ngajak aku jalan - jalan dan makasih juga traktirannya kakak aku pasti suka" Wulan menunjukkan bungkusan makanan yang di belinya tadi.


Tadi saat dia dan Aldi makan, wulan tiba - tiba ke ingat sama Aulia dan Wulan menyuruh Aldi untuk membelikannya untuk Aulia.


"iya sama - sama... Ingat yah, ini kencan pertama kita" kata Aldi.


Wulan tersenyum, "Iya bawel babget sih, dari tadi itu aja yang di bahas" Wulan menggelengkan kepalanya.


"Biar kamu ingat" kata Aldi.


"Yaudah aku turun ya, bye" Wulan melambaikan tangannya.


Aldi menahan tangan Wulan " Apa?"tanya Wulan.


"Main turun aja, kiss dulu kek"


"Ihhh gak mau, kota belum muhrim. Kamu jangan macam - macam ya aku gak suka cowok mesum"

__ADS_1


"Iya - iya" Aldi memanyunkan mulutnya.


"Bye, sampai jumpai besok" Wulan tidak mau lebih lama lagi di dalam mobil Aldi, atau nanti dia akan luluh dan malah menuruti permintaan pria itu.


"Dasar gak peka" ucap Aldi


πŸ€πŸ€πŸ€


"Mbak, kakak mana?"tanya Wulan pada Marni.


"Nona Aulia ada di kamarnya nona" jawab Marni.


"Ooh baiklah dan ini buat mbak ya, di makan sekarang! Gak enak kalau udah dingin" kata Wulan memberikan sebungkus makanan yang di belinya tadi.


"Makasih nona" ucap Marni. Wulan tersenyum kemudian ia berlalu pergi ke kamar Aulia.


Tok tok tok...


Wulan mengetuk pintu kamar Aulia, tiga kali ketukan tidak ada jawaban.


"kakak apa kau tidur?..." panggil Wulan.


"Masuk aja"teriak Aulia. Mendenar itu, Wulan pun masuk kedalam kamar Aulia.


"Kakak dimana?"tanya Wulan yang tidak menemukan Aulia di dalam kamar.


"Di balkon" Wulan berjalan cepat menuju ke balkon.


"Gak ada, kakak hanya ingin duduk di sini aja" jawab Aulia. " kamu dari mana? Kok telat pulang?"tanya Aulia.


"Tadi aku habis kencannnn..."balas Wulan tersenyum senang.


"Dan ini aku bawakan makanan buat kakak" Wulan memberikan bungkusan makanan yang di bawanya.


"Apa ini?"Aulia membuka bungkusan itu.


"Ayam geprek? " Wulan mengangguk.


"Tadi waktu kita makan, aku tiba - tiba keingat kakak. Makanya aku beliin, tadi aku juga beli buat mbak" Aulia tersenyum dan ia pun mulai memakan Ayam gepreknya.


Sedang asik ngobrol dengan Aulia tiba - tiba terdengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka. Karena penasaran Wulan pun berdiri dan melihat siapa yang datang.


"Kak, apa kita akan kedatang man tamu?"tanyanWulan.


"Kakak juga tidak tahu, memangnya kenapa?"tanya Aulia yang masih memakan ayam gepreknya.


"Itu di depan banyak mobil?"Aulia pun beranjak dari duduknya dan ikut melihat.


"Siapa ya yang datang, dan kenapa mereka banyak sekali?"gumam Aulia. " Ohh mungkin saja mama mengadakan rapat di rumah"Lanjut Aulia.


"Hmm mungkin saja"

__ADS_1


"Sudah abaikan saja mereka, ayo kita kembali ke topik pembicaraan kita" Aulia menarik tangan Wulan dan membawanya duduk di kursi semula.


"Lalu bagaimana lagi, apa saja yang kalian lakukan saat berkencan?"tanya Aulia yang masih penasaran dengan kisah Wulan dan kekasihnya.


Wulan kembali melanjutkan ceritanya, mereka tertawa bersama saat Wulan menceritakan betapa kekanakannya Aldi jika bersamanya.


Tok tok tok


"Kak, ada yang ngetuk pintu"kata Wulan yang mendengar suara ketukan itu.


"siapa sih ganggu aja" dengan malas Aulia berdiri dan membuka pintu.


"Iya ada apa mbak?"tanya Aulia saat melihat Marni berdiri di depan pintu kamarnya.


"Maaf mengganggu nona, tapi nyonya menyuruh nona Aulia dan nona Wulan untuk turun"kata Marni.


"Ngapain? O iya mbak siapa yang datang?"tanya Aulia.


"Saya juga tidak tahu nona, tapi sepertinya sih ini pertemuan antar keluarga. Apa mungkin ada yang ingin melamar nona atau nona Wulan?"tebaKk Marni.


"Ah mana mungkin mbak, mbak jangan asal ya. Atau jangan - jangan orang itu mau melamar mbak lagi.. Hahaha"


"Nona ada - ada saja, kalau saya di yang di lamar, terus mabg ujang mau nona kemanakan?"tanya Marni tertawa.


"Candangan mbak, " balas Aulia yang tidak bisa enahan tawanya.


"Udah ah, saya mau turun aja amau menyiapkan makanan"


"Makasih ya mbak, " Aulia pun menutup pintu kamar dan kembali ke balkon.


"Siapa kak?"tanya Wulan


"Mbak Marni, ayo kita di suruh mama untuk turun kebawah."kata Aulia.


"Ngapain?"tanya Wulan.


"Nggak tahu juga, udah ayo" Aulia menarik tangan Wulan dan mereka berjalan beriringan.


Sementara di bawa terlihat Nilam yang sedang berbincang dengan para tamunya. Mereka berbincang dengan sangat santai dan terkadang mereka juga akan tertawa bersama. Hanya satu orang yang terlihat tidak menyukai dengan keadaan itu. Dia hanya diam dan menekuk wajahnya.


'Kenapa aku harus terjebak di situasi yang menyebalkan seperti ini' gerutu pria itu dalam hati. Awalnya dia sudah menolak ajakan orang tuanya, tapi mamanya mengancan dan deganbterpaksa dia harus mengikuti pertemuan ini.


"Mama..."panggil Aulia saat ia dan Wulan sudah berdiri di samping Nilam.


Nilam dan semua orang pun melihat kearah Aulia dan Wulan. Pria yang tadinya murung tiba - tiba tersenyum.


"Ayo sini, salim Om Ramdan dan tanta Sisi!"suruh Nilam.


"Ini dia calon mantu kita"


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2