
"Hmm... Maaf sebelumnya Alam, asal kamu tahu aja ya. Anak aku tu cuma satu yaitu Aulia dan Wulan itu bukan anak aku"ujar Nilam menjelaskan.
Deg!
Kali ini Wulan benar - benar tidak bisa menahan air matanya, dia tidak menyangka akan mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Nilam.
'Jadi aku... Aku bukan anak mama... ' Wulan tidak tahan lagi, dia pun beranjak berdiri dan pergi keluar rumah tanpa memperdulikan teriakan Aulia
Semua orang juga sama dengan Wulan, mereka sangat terkejut mendengar kebenaran itu.
"Mama apa - apaan sih!" Aulia mengejar Wulan.
Melihat kekacauan itu, Alam pun membawa keluarganya pulang.
"Maaf Nilam, sepertinya kita gagal besanan karena kami tidak mau terlibat hubungan dengan kelarga yang kacau seperti ini" kata Alam.
"Alam kalian tidak bisa seperti ini, kita bisa melanjutkan semuanya. Karena anakku tidak ada hubungannya dengan Wulan dan lagi pula Wulan itu juga sudah ingin menikah dengan orang lain"kata Nilam.
"APA tante? Gak, gak mungki, tante pasti bohongkan..."ucap Aldi menggeleng tidak percaya.
"Nilam, kami merasa kalian sudah mempermainkan kami. Bagaimana mungkin putri mu sedang menalin hubungan dengan anak smeentara dia akan menikah dengan orang lain, apa kalian sengaja melakukan ini? Aku benar - benar kecewa sama kamu Nilam"kata Mika yang sedari tadi hanya diam saja.
"Mik, kita bisa membicarakan ini baik - baik. Aku akan jelaskan semuanya"
"Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan tante, semuanya sudah jelas."saut Misya. " saya harap kami tidak akan pernah berhubungan lagi dengan keluarga kalian!"Tegas Misya
"Ayo mah, pah" Misya menarik tangan Aldi dan membawa adiknya itu.
"Kenapa semuanya jadi begini..." ujar Nilam
"Bukan seperti ini yang aku mau, kenapa semuanya malah gagal... Ini semua kesalahan Wulan! Dasar anak pebawa sial!"geram Nilam.
πππ
Wulan terus mengayuh sepedanya, sudah tidak tahu entah seberapa jauh ia mengayu sepeda. Pikirannya benar - benar kacau.
Wulan menghetikan sepedanya di sebuah jembatan, memakirkan sepedanya secara sembarangan. Wulan duduk di pinggir jembatan.
Air matanya tidak mau berhenti menetes, sedari tadi Wulan terus menghapus air matanya.
"Papa... Aku harus bagaimana?"
Hiks... Hiks...
"Aku tidak tahu harus bagaimana pah..." Wulan menangis sejadi - jadinya , dia tidak bisa menahannya lagi dadanya terasa sangat sesak.
"Aku tidak tahu... ARGGGHHHH..."teriak Wulan meluapkan emosinya.
__ADS_1
Wulan beranjak berdiri, memegang pembatas jembatan. Sambil menutup matanya Wulan berteriak sekuat - kuatnya.
"Apa kau ingin membuat hantu di sini budeg, mendengar suara teriakanmu?!" Wulan menoleh
"Kamu?"
πππ
"Aldi kamu mau kemana?"teriak Misya saat Aldi tiba - tiba pergi di saat mereka duduk di ruang keluarga.
"Misya, biarkan saja! Dia pasti sangat terpukul"kata Alam.
"Aku tidak menyangka kalau Nilam akan berbuat seperti ini"kata Alam.
"apa maksud kamu mas?"
"Menurut pengamatan aku tadi ya, sepertinya Nilam memang sengaja melakukan ini. Tapi dia tidak berniat untuk menyakiti kita. Tujuannya adalah Wulan, dia sengaja melakukan ini agar gadis malang itu menderita dan tertekan" jelas Alam yang memang dia adalah dokter spisikolog. Jadi dari tadi Alam diam bukan karena marah tai di sedang menilai dan mmebaca keadaan.
"Yang benar pah? Tapi ya pah, meski pun begitu Wulan tetap salah pah. Masa iya dia pacaran dengan Aldi sementara dia mau nikah sama orang lain" kata Misya
"Iya benar tu kata Misya, kalau dasarnya wanita gak benar. Ya tetap gak bener"sambung Mika yang memang sangat kesal dengan kejadian tadi.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, jangan cepat mengambil asumsi. Besok papa akan suruh orang buat menyelidiki semua ini" kata Alam
πππ
"Kenapa kamu melakukan ini padaku Wulan?... KENAPA?"teriaknya sambil memukul stir mobil.
"Kenapa.... Kenapa.... Kenapa!!!"racaunya.
"Tidak - tidak.... Aku tidak bisa diam saja, aku harus menemui dia sekarang.... Ya aku akan mencarinya," Aldi memutar mobilnya dan mencoba mencari keberadaan Wulan.
"Bian, cari tahu keberadaan Wulan sekarang!" perintah Aldi, saat menghubungi Bian.
"Untuk apa? Bukankah malam ini kamu sudah melamarnya? Bagaimana... Apa dia menerimamu?" tanya Bian.
"AKU BILANG CARI YA CARI SAJA... JANGAN BANYAK TANYA!! AKU BERI WAKTU 5 MENIT, KALAU SAMPAI GAK KETEMU... HABIS KAU BIAN!"teriak Aldi pada Bian.
"Baiklah"jawab Bian, dari suaranya Bian tahu kalau Aldi sedang tidak baik - baik saja"
"Aku tidak akan melepaskanmu Wulan..."gumamnya.
πππ
"Dasar gadis bodoh..." ucap Aryan sambil menatap wajah Wulan yang sedang tertidur di sampingnya.
Flashback
__ADS_1
Saat Wulan berlari keluar ruamh, Aulia segera mengikutinya, namun saat di lampu merah Aulia ke hilangan jejak Wulan. Karena saat itu Wulan mengayuh sepeda dengan sangat laju, sementara dirinya menggunakan mobil. Rencana Aulia dia akan mengikuti Wulan secara diam - diam, dia tahu kalau saat ini Wualn membutuhkan waktu untuk sendiri.
Karena terlalu panik, sudah 10 menit berkeliling Aulia tidak menemukan keberadaan Wulan. Akhirnya Aulia menghubungi Aryan.
Tidak butuh waktu lama bagi Aryan untuk mengetahui keberadaan Wulan.
Saat mendengar cerita dari Aulia, Arya sabgat khawatir dan ketakutan. Dia takut kalau Wulan akan berbuat hal yang nekat.
Apa lagi saat dia melihat Wulan berdiri di tepi jembatan, Aryan sangat takut.
Aryan sengaja memakirkan mobilnya sedikit jauh dari jembatan agara Wulan tidak tahu kedatangannya. Di tambah lagi suasana jembatan yang sangat gelap. Jadi gadis itu pasti tidak akan melihatnya.
Flash back of
"Aku gak tahu apa yang akan terjadi jika aku sampai terlambat, mungkin aku akan jadi calon duda tanpa ijab kabul" gumam Aryan.
"Tapi aku harus membawanya kemana? Tidak mungkin aku mengantarnya pulang, dia pasti tidak mau pulang"Aryan terus menjalankan mobilnya sambil berfikir.
Butuh waktu lama baginya untuk bisa menenangkan Wulan. Seperti gadis itu benar - benar terluka.
"Atau aku bawa ke apartemen saja"gumamnya.
Aryan memutar arah mobilnya, dengan kecepatan tinggi Aryan melajukan mobil menuju ke apartemen miliknya.
Tidak butuh waktu ama bahi Arya untuk sampai di Apartemen. Dia mengangkat Wulan dengan perlahan, dia tidak mau sampai membangunkan gadis itu.
Setibanya di kamar Aryan meletakkan tubuh Wuan dengan perlahan, membenarkan letak kepala dan selimutnya.
"Kamu sangat cantik, jika sedang tidur begini..."gumam Aryan memperhatikan Wulan yag sedang tidur pulas.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu, itu janjiku"
Ting tong! Ting tong!
"Siapa yang bertamu selarut ini?" ucapnya kesal saat mendengar suara bel apartemennya.
"Siapa dia? Kenapa dia datang kemari?" Aryan melihat orang yang ada di depan pintunya.
"Aku abaikan sajalah.." Aryan berjalan menuju ke sofa, dan membaringkan tubuhnya di sana.
Baru saja ia menutup matany, bel apartemennya kembali berbunyi dan kali ini dengan tempo yang sangat cepat.
"Aish!.."
Dengan kesal Aryan membuka pintu apartemennya.
"Siapa?... Kamu!"
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...