WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Memaksa


__ADS_3

Melihat itu Aldi langsung berdiri dan dia merasa tidak terima dengan kelakuan orang tuanya.


"Ini udah kelewatan mah, kalian bikin malu aku tahu" kata Aldi.


"Pah kita berhasil"teriak Mika senang.


"Aldi kamu lihat itu!" Alam menyuruh Aldi melihat monitor yang masih menampilkan Wulan.


"Wulan..." Aldi tersenyum." mama lihat kan, aku gak salah pilih." kata Aldi.


Mika dan Alam saling pandang kemudian mereka pun tersenyum.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Maaf nona, sunggu saya tidak sengaja" kata pelayan itu meminta maaf karena telah menumpahkan minuman ke baju Wulan.


"Tidak apa - apa, ini masih bisa di pake kok." jawab Wulan. " apa boleh aku minta tisu?"tanya Wulan, pelayan itu mengangguk kemdian memberikan tisu pada Wulan.


"Nona saya...."


"Tidak apa - apa sungguh... Aku tidak marah dan ayo cepat bersihkan ini nanti orang tua Aldi melihatnya dan kamu bisa - bisa kena marah" kata Wulan yang masih berusaha untuk mengeringkan bajunya.


"Ada apa ini?" Wulan dan pelayan itu pun menoleh ke sumber suara.


"Wulan kamu kenapa?"tanya Aldi pura - pura tidak tahu apa - apa.


"Ini tadi aku tidak sengaja menumpahkan air, maaf kayanya aku tidak bisa menemui orang tua mu hari ini"


"Kenapa? Kita sudah sampai di sini dan sebentar lagi mereka juga akan turun" kata Aldi.


"Apa kamu tidak lihat bajuku sangat kotor dan aku tidak mungkin menemui mereka dengan keadaanku yang seperti ini" jawab Wulan. Aldi melihat penampilan Wulan dari atas sampai bawa. Gadis itu benar - benar terlihat sangat kacau.


"Kamu tenang aja, kamu bisa pakai baju aku" sahut Misya dari tangga. Wulan dan Aldi menoleh.


"Kakak? Kapan kakak pulang?"tanya Aldi


"Baru saja. Aku datang saat kamu meninggalkan gadis ini sendirian."jawab Misya sambil berjalan mendekati mereka.


"Jadi dia itu kakaknya Aldi"ucap Wulan dalam hati.


"Hei jadi kamu pacar adikku itu, tapi tadi kenapa kamu mengatakan kalau kamu itu sekretarisnya?"tanya Misya.


"Dia memang sekretarisku kak" jawab Aldi.


"Waw so sweet, sekretaris ku adalah pacarku"kata Misya.

__ADS_1


"Selamat ya gadis manis, kamu benar - benar hebat bisa menjinakkan buaya darat ini"kata Misya.


"Kakak jangan aneh - aneh ya... Pacarku itu anak baik dan polos awas saja kalau kau pengaruhi dia" kata Aldi.


"Ayo kita tukar baju di kamarku" wulan hanya diam dan menurut saja. Dia benar - benar tidak tahu harus berbuat apa dan dari pada salah sikap, lebih baik dia memilih diam.


Di kamar Misya


"Ini kamu pilih aja yang mana sukanya, aku gak tahu selera kamu kaya gimana"kata Misya mmbuka pintu lemari pakaiannya. Wulan berjalan mendekati lemari itu dan mulai memilih baju yang nyaman menurutnya.


"Yang ini aja kak,"


"Kamu yakin mau pake itu? Kenapa gak ambil dress - dress ini aja kan banyak tu yang lucu - lucu" Misya kaget saat Wulan hanya mengambil sebuah blouse berwarna biru muda.


"Iya kak, aku lebih nyaman pake ini"


"Baiklah, kamar mandinya di sana" Misya menunjuk ke pintu kamar mandibyang ada di kamarnya.


"Heran, tumben banget Aldi doyan sama yang begituan. Bukankah selerah dia itu cewek yang sexy dan ini.... Omg adek gue udah insaf kayanya" ujar Misya tersenyum. Dia menunggu Wulan di depan pintu kamar mandi.


Ceklek


"Kakak nunggu lama ya?"


"Gak juga kok, ayo apa kamu mau perbaiki riasan dulu?"tanya Misya.


"Terus ini bulu mata sama alis kamu?"


"Ini asli kak, nih kalau kakak gak percaya" wulan menggosok - gosok alis dan bulu matanya


Misya tersenyum, kemudian mengajak Wulan untuk turun dan menemui kedua orang tuanya.


"Mama..." Misya teriak dan menghambur ke pelukan mamanya.


"kamu kapan pulang kak? Kenapa gak samperin mama dulu?"tanya Mika


"Tadi mah, gimana aku mau temuin mama. Orang kalian sibuk bertiga ... Ya aku malas aja ganggu"jawab Misya.


"Ih kamu kaya sama orang lain aja, biasanya juga kamu terobos aja, mana pernah kamu peduli dengan apa yang sedang kami lakukan"sahut Alam


"Alasan aja tu mah, kakak pasti gak kangen sama mama" Aldi sengaja memanas - manasi mamanya.


"Eh bocah jangan mulai deh, mending kamu diam aja!"serunya.


"Gak mah, mama jangan dengerin dia. Kakak kangen kok sama mama, kangen banget malahan" Misya memeluk Mika dengan penuh sayang. Alam dan aldi pun tertawa melihat kedua wanita itu. Sementara Wulan dia terdiam melihat kedekatan dan kehangatan keuarga Aldi. Dia hanya bisa tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?"bisik Aldi yang melihat Wulan murung. Wulan hanya menggeleng dan tersenyum.


"Mah, kapan nih kita mulai makannya? Aku udah laper banget ini dan pacar aku juga pasti udah lapar" seketika pipi Wulan bersemu merah mendengar Aldi menyebutnya pacar.


"Oh astaga kita sampai lupa sama calon anggota keluarga kita ini" kata Mika, melepaskan pelukan Misya dan berjalan mendekati Wulan.


"Halo sayang, siapa nama kamu?"tanya Mika.


"Aku wulan tante" Mika mengelus pundak Wulan.


"Mulai sekarang panggil mama, jangan tante!"kata Mika tersenyum.


"Mama? Tapi tan..."


"Kamu kan sebentar lagi akan jadi istrinya Aldi, jadi mulai sekarang kamu sudah jadi anaknya mama"kata Mika.


"Istri? Maksudnya apa? .."Wulan bingung.


"Apa Aldi belum mengatakannya?"tanya Mika.


"Heh! Aku udah biang mah tapi dia nggak percaya kalau aku itu sangat serius dengannya."balas Aldi


Alam tersenyum "wajar dia gak percaya, tampang kamu aja kaya gitu, jangan bilang dia gak beneran suka sama kamu dan kamu memaksa dia bu nerima kamu"tebak Misya.


"Jangan ngaco kamu kak, mana ada aku seperti itu. Kami jadian atas dasar suka - sama suka" balas Aldi.


Wulan tersenyum melihat pertengkaran Aldi dengan kakaknya. "Kakak benar, dia maksa buat aku terima dan karena kasihan makanya aku terima aja" sambung Wulan.


"Tuh kan benar, wah parah"


"Wulan, kamu kok malah mihak sama kakak sih. Dasar pengkhinat kamu" dengus Aldi.


Semia orang pun tertawa melihat Aldi yang ngambek dengan Wulan.


Pertemuan Wulan dengan keluarga Aldi pin berjalan dengansanget lancar dan baik. Keluarga Aldi menyambut Wulan dengan sangat hangat.


"Sering - sering ya main ke sini, mama kadang sangat ke sepian. Mereka semua sibuk sama pekerjaannya masing - masing"kata Mika.


"Wulan usahain ya mah, tapi wulan gak bisa janji. Mama tahu sendirikan bos Wulan itu sangat menyebalkan" kata Wulan sambil melirik Aldi.


"Itu bawaan dari lahir, kamu siapkan aja kesabaran yang banyak buat hadapin dia" balas Mika.


Wulan tersenyum, "Wulan pergi ya mah" Wulan menyalim semua orang dan terakhir dia memeluk Mika.


Setealh selesai berpamitan, Aldi dan Wulan kembali ke kantor, karena pekerjaan mereka sedang menumpuk.

__ADS_1


...🌺🌻🌺...


__ADS_2