
"Hanya ini saja? Apa masih ada barang yang lainnya?"tanya Aryan pada Wulan yang berdiri di samping mobil Aryan.
"Iya ini aja, kan aku gak pindah kayak gak balik - balik ke sini lagi. Aku hanya pindah sementara doang." jawab Wulan.
"Sementara menunggu kamu pindah kerumah aku" sambung Aryan.
Wulan tidak menghiraukan ucapan Aryan, Iya beralik dan berpamitan pada mbak Marni yang sedari tadi berdiri di belakangnya.
"Mbak aku pamit ya"Wulan memeluk wanita itu.
"Iya hati - hati ya non, mbak pasti akan sangat merindukan nona" ucap Marni.
"Kalau ada waktu, aku akan main ke sini kok" balas Wulan.
"ayo!"seru Aryan.
Wuan melepaskan pelukannya, dan masku ke dalam mobul Aryan. Sebelum pergi Wulan menyempatkan dirinya untuk melambaikan tangannya pada Mbak Marni.
Aryan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Wulan.
Mbak Marni pun kembali masuk kedalam rumah, untuk menyiapkan makan malam Aulia dan Nilam. Karena Marni tahu kalau Aulia malam ini akan pulang dari perjalanan bisnisnya dan begitu juga dengan Nilam.
"Rumah ini sangat sepi tanpa non Wulan" Marni menghela napas berat.
Sementara di mobil Aryan. Wulan hanya diam menatap keluar jendela.
Aryan yang notabenya memang pendiam pun merasa lebih tenang. Sebenarnya dia sedikit tidak suka dngan kebisingan dan apalagi jika gadis di sampingnya ini sudah membuka mulut. Tapi entah kenapa, Aryan tidak merasa kesal jika wulan yang banyak bertany padanya, ya walau pun pertanyaan gadis itu sedikit tergolong rada aneh dan membingungkan. Taoi Aryan suka.
Sampai di apartemen, Aryan membantu Wulan membawakan koper - kopernya. Wuan tidak banyak membawa barang, hanya ada 3 koper besar yang di bawanga. Satu koper berisi pakaian santainya, satu lagi koper pakaian formal atau pakaian kerjanya dan yng satunya lagi di penuhi dengan boneka - boneka kesayangannya. O iya ada satu koper kecil yang di bawanya, dan itu berisikan sepatu - sepatunya.
"Ini di taruh di mana?"tanya Aryan.
"Taruh situ aja, nanti biar aku yang bawa masuk ke kamar" jawab Wulan yang sedang membuka pintu balkon agar udara masuk ke dalam ruangannya.
"Di mana kamarnya, biar sekalian aku antar ke sana"
"Tidak usah, kamu gaka boleh masuk ke kamar orang sembarang"tolak Wulan.
"Apa salahnya sih, toh tidak lama lagi kita juga akan sekamar" balas Aryan santai.
"Tc, kalau nanti itu urusan belakangan. Tapi ubtuk sekarang gak boleh"
"Baiklah, tapi ini lumayan berat loh"kata Aryan
"Apa kamu meremehkan tenagaku?" tanya Wulan. Wulan berjalan menuju dapur. Aryan duduk di sofa sambil melihat gerak gerik Wulan di dapur.
"Ini minumlah, maklum baru pindah jadi di dapur belum ada isi" ujarnya.
__ADS_1
"Iya... Apa kamu mau aku temenin berbelanja?"tawar Arya, lalu ia meminum air mineral yang di berikan Wulan.
"Boleh deh, tapi tunggu aku taruh ini dulu ya" Wulan menarik koper - kopernya ke dalam kamar.
"Apa kau yakin tidak mau di bantu?"tanya Aryan.
"Tidak usah, ini tidak terlalu berat!"seru Wulan.
"Baiklah, Aryan duduk sambil melihat Wulan yang menarik - narik kopernya.
"Dasar keras kepala"gumam Aryan.
"kau bilang apa?"tanya Wulan yang mendengar gumaman Aryan.
"Tidak. Ayo cepatlah!"
"Iya - iya bawel"
πππ
"Sepertinya ada yang sedang bahagia ni.. Ayo cerita sama mama, kamu kenapa senyum - senyum gitu? Apa telah terjadi sesuatu yang membuatmu bahagia?"tanya Mika yang duduk di samping Aldi.
"Apaan sih mah, siapa juga yang senyum - senyum"elak Aldi.
"kamu gak bisa bohong sama mama, ayo cepat cerita!"desak Mika.
Dia tidak boleh duduk lebih lama sama mamanya itu, atau mamanya akan tahu, apa yang terjadi tadi malam.
"Dasar mak - mak kepo"gerutu Aldi.
"Mama tahu kamu sedang nyembunyiin sesuatu dari mama Al... Awas aja kalau sampai mama tahu kamu melakukan hal yang salah... Hmm habis kamu sama mama" gumam Mika.
πππ
"Kenapa belanjaannya banyak banget? Kamu itu makan sendiri tahu belanja makanannya kaya orang bersepuluh."kata Aryan yang melihat troli yang sudah penuh dengan bahan makan.
"Kamu itu jadi cowok, cerewet banget sih. Ini tu buat stoke seminggu dan minggu ini aku berencana pengen bikin makanan buat dibagiin sama orang - orang"jawab Wulan yang masih sibuk memilih - milih bahan makanan.
"Kamu mau masak makananny sendiri? Kenapa gak pesan aja "
"Hmm... Aku lebih suka mengerjakannya sendiri, lagi pula ini adalah impian aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan tanpa ijin sama siapapun"
Aryan menggeleng, " baiklah kapan kau akan melakukannya?"tanya Aryan.
"kenapa memangnya?"tanya Wulan.
"Aku akan membantu mu."
__ADS_1
"Memangnya kamu bisa memasak? Lebih baik gak usah, nanti bukannya membantu kau malah menghancurkan dapurku"
Pletak!
Aryan menjitak kepala Wulan.
"Awww... Sakit, kenapa kau malah menjitakku? Ini KDRT sebelum pernikahan"keluh Wulan mengusap kepelanya yang terasa sakit.
"Siapa suruh kau meremehkanku" Wulan mendelik pada Aryan.
"Ayo apa masih ada yang mau kamu beli?"tanya Aryan.
"Ada tunggu aku mau ambil troli satu lagi"
"Buat apa lagi, apa satu troli saja tidak cukup?"
"Tidak, troli yang ini akan aku penuhi dengan jajanan untuk anaka - anak"jawab Wulan.
Karena sudah tahu niat Wulan, Aryan pun dengan senang hati membantu Wulan berbelanja.
Jam sepuluh malam, Aryan dan Wulan baru selesai dengan urusan berbelanja.
"Aku sangat lapar, apa kita bisa mampir dan makan dulu?"tanya Wulan pada Aryan yang sedang fokis menyetir.
"Baiklah, kamu mau makan apa?"tanya Aryan.
Wulan melihat ke sekelilingnya, dan dia tersenyum senang saat melihat pedang bakso di pinggir jalan.
"Aku makan itu, ayo hentikan mobilnya!" seru Wulan.
Aryan mengikuti arah telunjuk Wulan, " apa kau yakin mau makan di situ?"tanya Aryan.
"Iya dan sangat yakin. Ayo aku sudah sangat lapar"
"Apa tidak ada tempat yang lain?"tanya Aryan yang sedikit ragu.
"Tc, jangan bilang kamu gak mau makan di pinggir jalan?... Dasar orang kaya, kalian itu ya jangan mentang - mentang punya banyak uang terus bisa milih makanan... Padahal masakan mereka lebih enak dari pada masakan chef - chef di restoran itu."
"Bukan seperti itu, kau ini..."
"Yasudah kamu tunggu disini, biar aku saja yang makan di sini. Nanti aku juga akan menemanimu makan di restoran" ujar Wulan.
"Arya menghentikan mobilnya tepat di samping tukang jual Bakso itu.
"Tunggulah sebentar!"Wulan keluar dari mobil.
"Tunggu aku.." Aryan menarik tangan Wulan. " Aku juga akan makan" Wulan tersenyum senang.
__ADS_1
...πΊπ»πΊ...