WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Menyukai pria yang sama


__ADS_3

"Kenapa mama melakukan ini semua?"tanya Aulia yang sangat kecewa dengan mamanya.


"Melakukan apa? Mama tidak melakukan apa pun"


"Mah ayolah.... Mau sampai kapan sih mama bersikap seperti ini sama Wulan? Ingat mah, dia itu darah daging papa ju..."


"Anak tidak sah, jangan lupakan itu" potong Nilam.


Nilam berjalan menuju ke arah balkon kamarnya, ia menatap keindahan kota yang bisa di lihat dari balkon rumahnya.


"Apa mama lupa, papa pernah bilang kalau dia itu udah nikah sirih dengan mamanya Wulan , terus dari mana tidak sahnya mah?"tanya Aulia yang berdiri di belakang Nilam.


"Apa pun kata kamu Lia, sampai kapan pun mama gak akan pernah bisa menerima dia"Nilam berbalik dan menghadap Aulia.


"Gimana pun cara mama gak akan biarkan dia but hancurin hidup kamj. Cukup mamanya dia yang udah menghancurkan kehidupan kita"


Aulia menghela napas dalam, memang susah bicara dengan orang tuanya jika soal Wulan. Aulia pun memutuskan untuk keluar dari kamar mamanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Ting tong! Ting tong!


"Siapa yang bertamu selarut ini?" ucapnya kesal saat mendengar suara bel apartemennya.


"Siapa dia? Kenapa dia datang kemari?" Aryan melihat orang yang ada di depan pintunya.


"Aku abaikan sajalah.." Aryan berjalan menuju ke sofa, dan membaringkan tubuhnya di sana.


Baru saja ia menutup matany, bel apartemennya kembali berbunyi dan kali ini dengan tempo yang sangat cepat.


"Aish!.."


Dengan kesal Aryan membuka pintu apartemennya.


"Siapa?... Kamu!" Aryan kaget saat melihat dua orang pria berdiri di depan pintu apartemennya.


"Aku Aldi, apa benar disini ada gadis yang bernama Wulan?"tanya Aldi. Aryan menganggukkan kepalanya.


"Iya benar, kenapa? Kamu siapanya Wulan?"tanya Aryan.


"Tolong panggilkan dia dan suruh menemuiku!"seru Aldi.


"Tidak bisa, dia sedang tidur . Bertemunya besok saja"kata Arya santai.


"Apa tidur? Bagaimana dia bisa tidur di saat yang seperti ini "pikir Aldi.


"Minggirlah, kalau kau tidak mau mebangunkannya biar aku saja" Aldi hendak menerobos masuk kedalam apartemen Aryan.


"Eits santai bro! Sopan dikit bisa nggak.... Kamu jangan lancang masuk rumah orang sembarangan"kata Aryan yang tidak terima dengan sikap Aldi.


"Al, sabar lah. Kamu gak boleh bersikap seperti ini, ingat emosi nggak akan bisa menyelesaikan masalah"Bian memegang bahu Aldi.

__ADS_1


"Maaf sepertinya tidak ada lagi yang perlu di bahas, kalian pergilah!"tanpa menunggu jawaban Bian dan aldi, Arya menutup pintunya dengan keras.


"Tc, bagaimana dia bisa tidur di rumah pria asing seperti ini. Kamu liat kan Bian, dia... Dia"Aldi tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Kamu jangan berpikir yang tidak - tidak dulu, lebih baik besok kamu tanyakan semuanya, biar tidak ada kesalah pahaman."kata Bian menepuk bahu Aldi.


"Ayo kita pulang, ini udah larut"Aldi tidak mau bergerak.


"tidak... Tidak Bian! Aku harus selesaikan malam ini juga." Aldi kembali menggedor pintu rumah Aryan.


Tok! Tok! Tok!


"BUKA PINTUNYA!!!"teriak Aldi, tidak ada suara.


"Sudahlah Al, besok saja. kamu...."


"Diam atau pergilah dari sini!"potong Aldi, dia terus menggedor pintu apart Aryan.


Ceklek!


"Ada apa lagi tuan, kau sungguh mengganggu kenyamananku!"seru Aryan yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Aldi.


"Minggir!"Aldi mendorong Aryan hingga pria itu terhuyung kebelakang.


"Hey, apa - apaan kau ini?"Aryan menahan tangannya.


"Dengar aku sedang tidak ingin berkelahi sekarang. Dimana kamarnya?"


"Dimana kamarnya?"Aldi tidak memperdulikan perintah Aryan.


"Bailklah kalau kau tidak mau mengatakannya, biar aku cari sendiri" Aldi mengeliling rumah Aryan, hingga dia melihat sebuah pintu ruangan.


Tanpa minta izin lebih dulu, Aldi membuka pintu itu. Di sana dia melihat seorang wanita yang sedang tertidur pulas.


"Jangan lancang kau!" Aryan menarik tangan Aldinkeluar dari kamar itu dan menurup pintunya kembali.


"Tc, kau dari tadi menghalangi ku terus. Memangnya kau siapanya Wulan, huh?"tanya Aldi yang sudah sangat geram.


"Aku tunangannya"jawab Aryan singkat


Deg!


πŸ€πŸ€πŸ€


Wulan merasa terganggu saat mendengar suara ribut di luar kamaenya.


"Kenapa ribut sekali dan di mana ini?" Wulan melihat ke sekelilingnya.


"Apa ini kamar Aryan, kenapa dia malah membawku ke kamarnya?"


"Aduhhh... Kepala ku sakit sekali" Wulan memegang kepalanyanyang terasa berdenyut, mungkin ini karena dia terlalu banyak menangis tadi.

__ADS_1


"Oh Astaga, sudah sangat larut ternyata. Aku sebaiknya pulang saja"Wulan beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.


"Kau tidak boleh merebut dia dariku! Dia hanya milikku!"Wulan seperti mengenal suara itu. Membuka pintu kamar dengar perlahan, dia sangat kaget saat melihat keadaan aparteman Arya sangat kacau.


"Aku tidak merebutnya tapi inilah takdir... Apa kau pernah mendengarkan sebuah nasehat Jodoh tak akan kemana dan kodoh itu tak akan pernah tertukar! "ucap Aryan


"Aku tidak peduli dengan kutipan itu, yang jelas sekarang minggirlah! Ku hanya ingin bertemu kekasihku!"


"jangan mimpi, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskannya dan aku juga tidak akan membiarkan kau mengambilnya dariku!" balas Arya.


"Kenapa mereka malah berantem sih?" Wulan menggeleng. Wulan terdiam sejenak, dia seperti tertampar oleh suatu hal.


"Jadi pria yang di sukai kakak adalah Aldi. Bagaimana bisa kami menyukai pria yang sama" Wulan menutup pintu kamar itu lagi.


"Tidak, tidak... Aku gak mau melepaskan aldi, dia cinta pertamaku" Wulan berjalan ke jendela, sambil menatap bulan dan bintang yang menghiasi gelapnya malam.


"Tapi... Ini juga cinta pertama kakak"ucapnya lagi.


"Aku benar - benar bingung... Kenapa kami harus menyukai orang yang sama sih dan kenapa bisa aku tidak menyadari jika pria itu adalah Aldi, pacar aku sendiri"


πŸ€πŸ€πŸ€


Sudah satu minggu Wulan tidak menampakkan dirinya, dia memilih mengurung dirinya di sebuah Villa yang ada di pergunungan.


Awalnya Aryan tidak membiarkan Wulan pergi, tapi bukan Wulan namanya jika dia tidak mendapatkan keinginannya.


Akhirbya Aryan membiarkan Wulan pergi, tapi dengan catatan dirinya akan pergi bersama dengan Wulan.


Wulan meminta pada Aryan untuk merahasiakan keberadaannya dari siapa pun. Wulan tahu kalau Aryan sangat dekt dengan kakaknya.


"Apa kamu sudah merasa tenang?" tanya Aryan saat mereka sedang menikmati sarapan pagi berdua.


"Kenapa? Apa kamu sudah bosan membantuku?"tanya Wulan.


"Bukan seperti itu, aku tidak akan pernah bosan jika bersamamu"


"Lalu kenapa? Apa uangmu sudah habis karna menyewa Villa ini?"


"Itu tidak masalah besar bagiku"


"Aku hanya tidak mau, kamu terlalu lama menghindar dari masalah seperti ini"kata Aryan


"Aku bukannya menghindari masalah..."


"Lalu ini apa namanya?"tanya Aryan.


"Aku hanya...."


"Apa pun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu" Aryan memegang tangan Wulan.


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2