WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Lupakanlah aku!!!


__ADS_3

Wulan meletakkan handuk kecil yang sudah di basahinya dengan air hangat di atas kening Aldi. Dia juga mengalap tangan dan juga leher Aldi dengan handuk lainya.


"Al ayo bangun, minum obatnya dulu yuk" Wulan membangunkan Aldi.


Dengan pelan Aldi membuka matanya, dia kaget saat mendapati Wulan di depannya.


"Wulan, kamu... Ini beneran kamu Wulan? "tanya dengan rasa tak percaya, Wulan pun menggangguk.


"Iya ini aku, ayo bangun dan minum obatnya dulu" Wulan membantu Aldi untuk bangun.


"Tapi bagaimana, akh..." Aldi memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Jangan banyak bicara dulu, ini minum air lemon dan madunya" Wulan dengan telaten membantu Aldi untuk minum dan ia juga membantu Aldi untuk minum obat.


Setelah minum obat Wulan membantu Aldi untuk kembali berbaring.


"Kamu mau kemana?"tanya Aldi menahan tangan Wulan yang hendak berdiri.


"Aku hanya ingin menaruh ini ke dapur, istirahatlah!" seru Wulan.


Aldi menggeleng kan kepalanya, " kok menggeleng?"


"Aku gak mau istirahat kalau gak ada kamu di samping aku" ucap Aldi.


"Baillah, tunggulah dulu aku akan mengantarkan ini terlebih dulu"Aldi pun melepaskan tangannya di lengn Wulan.


Aldi tersenyum melihat Wulan yang keluar dari kmaar Bian. Dia tidak menyangka kalau Wulan akan merawatnya.


"Berarti tadi gak mimpi saat Wulan membawaku kleuar dari club" ucapnya tersenyum.


Tak lama kemudian Wulan pun kembali masuk kedalam kamar itu, ia menghampiri Aldi yang sedang berbaring sambil menatapnya.


"Tidurlah, aku sudah disini!"kata Wulan.


"Kemarilah!"


"Tidak boleh, aku hanya akan melihatmu dari sini" balas Wulan.


"Ayolah, sekali ini saja kamu nurut sama aku. Setidaknya saat aku sedang sakit, tolong rawatlah aku dengan tulus"


"Aku sudah merawatmu Al, tapi kalau untuk lebih jauh... Aku tidak bisa melakukannya, ingat kita bukan siapa - siapa lagi sekarang"tolak Wulan.


Aldi mendengus kesal, kenapa di saat seperti ini gadis itu malah mengingatkannya tentang hubungan mereka.


"Baiklah kalau kau tidak mau.. Kalau gitu aku tidak akan tidur dan biarkan saja aku mati... Kenapa kau tadi memberiku obat jika hanya ingin membuatku kesal seperti ini"gerutu Aldi. Bukannya tidur, Aldi malah duduk sambil memegang keoalanya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


Wulan yang melihat itu pun jadi khawatir. " jangan bandel deh, kamu itu sakit ayo cepat tidur!" seru Wulan.


Aldi hanya diam, dia memegang kepalanya yang semakin berdenyut sakit.


"Dasar keras kepala" wulan berjalan mendekari Aldi, dan membantu pria itu untuk berbaring.


"Tidurlh, sekarang aku sudah di sini" ucap Wulan. Aldi tersenyum, dirahinya tangan Wulan . Kemudian di genggamnya dan di letakkannta di atas dadanya.


Wulan terkejut mendapatka perilakuan seperti itu, ia memberontak ingin melepaskan tanganya, nmaun tangan Aldi terlalu kuat memegang tangannya.


"Biarkanlah seperti ini" ujar Aldi.


πŸ€πŸ€πŸ€


Matahari sudah mengfantikan bulan untuk menyinari dan menerangi bumi.


Sepasang wanita dan pria sedang asik dalam tidurnya tanpa memperdulikan sinar matahari yang menembus jendela kamar itu.


Aldi dengan perlahan membuka matanya, ia tersenyum saat melihat wajah wulan yang ypertama sekali di lihatnya saat dia bangun tidur.


"Inilah yang aku impikan selama ini, melihat wajahmu saat aku membuka mata" gumam Aldi.


Ia menatap wajah Wulan yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Sebenarnya tadi malam gadis itu tidur di kursi dengan tangan yang di pegang Aldi.


Aldi kembali menutup matanya saat merasakan pergerakan dari Wulan.


"Nggggggghhh...." Wulan merenggangkan badannya, ia melihat ke sekeliling kamar " di mana ini? Kenapa aku bisa di sini?"Wulan mencoba mengingat apa yang telah terjadi.


"Oh iya aku kan merawat Aldi yang sedang sakit.... Aldi?"Wulan tersentak saat mengingat Aldi. Dengan cepat Wulan menoleh ke samping. Betapa kagetnya dia saat melihat Aldi yang tidur di sampingnya dan parahnya lagi pria itu sedang memeluknya.


"Mati aku..." Dengan perlahan Wulan memindahkan tangan Aldi dan dengan perlahan ia beranjak turun dari ranjang. Namun, entah sengaja atau tidak pria itu kembali menariknya hingga ia kembali berbaring dan Aldi mengeratkan pelukannya.


"Apa dia sudah bangun?"Wulan melihat wajah Aldi dengan seksama.


"Jangan menatapku seperti itu, atau kau tidak akan bisa membayangkan apa yang akan aku lakukan padamu"ujar Aldi


"Kau sudah bangun?" Aldi membuka matanya dan menatap wulan.


"Lepaskan aku, lepas!lWuan berusaha untuk lepas dari Aldi.


"Bisakah kita seperti ini, sebentar saja" ucap Aldi. "Aku gak tahu entah kapan lagi bisa sedekat ini denganmu, atau entah ini adalah untuk yang terakhir kalinya"lanjutnya.


Wulan pun diam dan membiarkan Aldi memeluknya. "Setelah ini aku mohon lupakanlah aku Al" ucap Wulan pelan.


'Aku tidak janji'jawab Aldi dalam hati.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


"Ini kayaknya bagus deh, Wulan pasti suka" Setelah urusannya selesai, Aulia memutuskan untuk berjalan - jalan untuk membeli beberapa oleh - oleh untuk Wulan dan juga Aldi.


"Tapi warnanya gak ada yang bagus" Aulia mencari warna kesukaan adiknya itu.


"aku telpon dia aja kali ya... Kali aja dia ada yang mau di beliin" Aulia mengeluarkan ponselnya dan mencari nama kontak Wulan.


"Eh kok gak aktif? Tumben banget dia matiin ponselnya" Aulia menatap heran layar ponselnya itu.


"Apa mungkin di sedang sibuk?... Baiklah aku beliin yang menurut aku dia suka aja deh" Aulia kembali mengelilingi pusat perbelajaan yang ada di OSAKA.


"Aku beliin Aldi apa ya?... Hmmm jam atau jaket?" Aulia melihat - lihat jam dan jaket untuk Aldi.


Rasanya Aulia tidak ad capek - capeknya kalau sudah berurusan dengan yang namanya shoping.


Seharian penuh dihabisknnya untuk berkeliling.


πŸ€πŸ€πŸ€


Karena terlambat pulang, hari ini Wulan memutuskan untuk tidak bekerja. Tubuhnya sangat lelah mungkin karena begadang menjaga Aldi.


"Nona kemana aja sih? Tadi malam gak tidur di rumah kan?"tanya Marni.


"Aku ada urusan mbak"


"Harus banget nginep ya non? Untung tadi pagi nyonya gak nanyain, mbak gak tahu harus jawab apa ."kata Marni.


Mereka sedang duduk di kamar Wulan, setelah menyelesaikan pekerjaannya Marni pun pergi ke kamar Wulan untuk melihat keadaan gadis yang telah membuatnya khawatir semalaman.


"Ada teman yang sakit. Dan kasihan dia gak ada yang rawat" jawab wulan.


"Oo.. Kasihan juga non, tapi lain kali kasih kabar ya Nona. Biar mbak gak khawatir"


"Iya maafin aku ya mbak sayang" Wulan memeluk Marni dengan sayang.


Selain Aulia, Marni adalah salah satu orang yang sangat peduli dengan Wulan


"Oiya non, tadi pagi Den Aryan juga datang kesini"


"Ngapain dia ke sini?"


"Mbak juga gak tahu... Tapi dia bilang nanti jam 3 sore mau datang kesini dan dia menyuru nona buat nungguin dia buat pindahan" kata Marni, Wualn hanya mengangguk.


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2