WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Cinta pandangan pertama


__ADS_3

"Gimana tadi kerjanya? Apa ada yang membuatmu kesulitan?"tanya Aulia.


"Tidak, semuanya lancar - lancar aja"jawa wulan


"Benerkah, syukurlah. Kalau ada masalah cerita sama kakak, jangan di pendam sendiri" sindir Aulia, dia ingin membuat Wulan menceritakan masalah yang sedang di pendam gadis itu. Aulia tidak ingin Wulan merasa sendiri.


"Aku nggak ada masalah"Wulan tahu maksud Aulia.


"Benarkah? Lalu tadi kenapa kamu nangis?"tanya Aulia lagi.


"kakak, itu karna aku sedang baca novel sedih dan feelnya tu dapet banget, makanya aku jadi baper"jawa Wulan, Aulia mengangguk.


"Kalau ada masalah jangan simpen sendiri, ngerti!" wulan mengangguk, dia beruntung karena memiliki kakak seperti Aulia.


"Ayo lanjutkan makannya!"Ujar Aulia yang melihat wulan hanya diam sambil mengaduk makanannya.


"Kenapa?"tanya Aulia.


"Kak, kakak pernah gak suka sama seseorang dalam waktu singkat?"tanya Wulan.


Aulia mengerutkan keningnya, " Apa kamu sedang menyukai seseorang?"tanya Aulia penasaran.


"Tidak, bukan aku tapi teman aku " jawab Wulan.


"Hmmm... Pernah."jawab Aulia singkat.


"Benarkah? Kapan?"tanya Wulan antusias.


"Saat ini"


"Benarkah? Waw... Kenapa kakak gak cerita?" Wulan cemberut.


"Bukannya kakak gak mau cerita, tapi belum ada waktu yang pas" jawab aulia.


"Terus gimana, apa dia sudah tahu kalau kakak menyukainya? Apa kakak sudah memberitahu nya?"tanya Wulan penasaran.


"Sabar dong. Kakak belum kasih tahu dia, tapi sejauh ini sih hubungan kami baik - baik saja dan menurut kakak dia sih kayaknya juga suka deh sama kakak" kata Aulia tersenyum, membayangkan bagaimana sikap laki - laki itu selama ini padanya.


Wulan tersenyum senang melihat kakaknya yang sangat bahagia. " O iya kak, kalian bertemu dimana dan kok bisa sih kakak langsung suka gitu, apa yang membuat kakak jatuh hati padanya? Bukannya kakak itu paling anti baper?" ujar Wulan, Aulia terdiam, kenapa begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh adiknya itu.


"Kamu itu, pertanyaanya udah kaya wartawan aja. Harus sedetail itu ya nanya nya?"tanya Aulia.


"Kakak ku, aku hanya penasaran aja. Aku sebagai adik yang sangat menyayangi kakaknya harus tahu bagaimana pria yangbtelah membuat kaka baiknya ini jatuh hati" balas Wulan tersenyum.


"Ya baiklah. Kami bertemu saat kakak meeting dengan pengusaha muda di cafe tempat kita nongkrong kalau lagi ke mall. Awalnya kakak sangat kesal dengan dia, karena dia menabrak kakakdan pergi gitu aja tanpa meminta maaf. Ya walaupun kakak tahu di tidak sengaja tapi kakak kan kesal aja sama orang yang kayak gitu... Terus saat di cafe kakak baru tahu kalau orang yang menabrak kakak sama klien kakak itu adalah orang yang sama..." Aulia menghentikan ceritanya.

__ADS_1


"Terus, terus..." desak Wulan yang penasaran.


"Dia pun baru sadar kalau kakak adalah orang yang di tabraknya dan dia meminta maaf.."


"Pasti kakak nggak mau memaafkan dia kan"potong Wulan yang tahu dengan benar bagaimana sifat keras kepala kakaknya itu.


"Kamu jangan so'udzon gitu dong, kakak memaafkan dia pastinya karena kakak sudah tersihir sama senyumannya itu" Aulia memegang pipinya yang terasa panas.


"Hahaha... Kakak pipi kakak merah, berarti kakak benar - benar menyukainya?"tanya Wulan, Aulia hanya tersenyum dngan menutu0 wajahnya untuk menutupi pipi merahnya.


"Sumpah dek, kakak gak pernah merasa seperti ini. Ini pertama kalinya kakak sangat menyukai seorang pria"ucap Aulia.


"Aku turut bahagia kak, tapi apa nanti mama akan menyukainya?"tanya Wulan, dia tahu betul bagaimana sikap mamanya yang tidak ingin kakaknya salah pilih. Berbeda dengan wulan, mamanya tidak pernah melarangnya apa pun selagi itu tidak mengganggunya.


"kamu tenang saja, mama juga mengenalnya dan bahkan mama berniat ingin menikahkan kami secepatnya."ujar Wulan.


"Benarkah kak, wahhhh... Aku turut bahagia untuk mu kak" Wulan berdiri dari duduknya, menghampiri Aulia dan langsung memeluk sang kakak.


"Selamat ya kak, aku sangat bahagia mendengarnya" ucap Wulan.


"Iya, makasih ya. Kamu juga carilah pasangan, biar nanti saat kakak udah nikah, ada yang nemenin kamu" kata Aulia.


"Iya, kakak tenang aja."balas Wulan, seketika wajah Aldi pun melintas di benknya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Pagi - pagi sekali Wulan sudah bersiap untuk pergi kerja, bukan karena sok rejin tapi Wulan ingin menghindari Aldi. Wulan tidak mau kalau Aldi sampai ke rumahnya dan bertemu dengan mama atau kakaknya, akan panjang urusannya jika dua wanita itu bertemu dengan laki - laki itu.


"Pagi non"sapa pelayan yang sedang menyiapkan sarapan di atas meja makan.


"Iya mbak" balas Wulan. Wulan berjalan ke dapur dan mengambil kotak bekal dan membawanya ke meja makan.


"Untuk apa non?"tanya Marni.


"Aku buru - buru mbak, gak sempat sarapan di rumah. Makanya aku bawa bekal aja" jawab wulan sambil mengolesi roti dengan selai coklat kesukaannya.


"Apa nona membutuh sesuatu? Biar saya bantu menyiapkannya" tawar Marni.


"Tolong ambilkan susu kotak 3 bijik ya mbak!" suruh Wulan. Dengan senang hati Marni mengambilkan susu kotak milik Wulan dari dalam kulkas.


"Makasih ya mbak"ucap Wulan, ia memasukkan susu kotak dan kotak bekalnya kedalam tas.


"Aku pergi dulu ya mbak, kalau kakak nanya bilang aja aku udah pergi ya" kata Wulan,


"Bail, non"jawab Marni. Wulan pun berlalu pergi meninggalkan Marni yang kembali menyajikan sarapan.

__ADS_1


"Selamat pagi, pak Tono"ucapnya pada satpam rumahnya.


"Mau kemana Non, pagi - pagi gini?"tanya Tono.


"Kerja dong pak, kan sekarang sudah kerja."jawab Wulan bangga. Tono tersenyum.


"Wah kalau udah gajian jangan lupa traktirannya ya Non" cengir Tono.


"Bapak tenang aja, nanti kalian semua saya traktir. Kita makan bakso bareng, gimana?"


"Sipp non, kita tunggu" balas Pak Marwan, satpam satunya lagi.


"Baiklah kalau gitu, saya pergi ya."Wulan pun mulai menaiki sepedanya.


"Aku salut loh sama non Wulan. Meski pun dia anak orang kaya tapi dia tetap gak sombong dan kemana - mana selalu pake sepeda" ujar pak Tono sambil melihat Wulan yang mengayuh sepedanya dengan semangat.


"Kamu benar, dia juga gak pernah nolak jika kita ajak makan di pinggir jalan" tambah marwan.


TIIIIIINNNN!!!!


πŸ€πŸ€πŸ€


Aulia dan Nilam bersiap untuk sarapan, sudah 10 menit Aulia menunggu Wulan, namun gadis itu tak kunjung turun.


"Kenapa dia lama sekali? Apa dia masih tidur?"tanya Aulia.


"Sudah biarkan saja, kamu jangan urusin dia terus. Ayo cepat sarapan, bukannya kamu hari ini ada pertemuan penting?"kata Nilam.


"Mbaaak!" Aulia memanggi Marni. Dengn tergopoh - gopoh Marni datang menghampirinya.


" Iya, Non.." mbak Marni berlari dari dapur menghampiri Aulia.


"Tolong panggilkan Wulan, mbak!"suruh Aulia


"Non Wulan sudah berangkat non"


"Sudah berangkat? Kapan?"tanya Aulia


"Tadi pagi - pagi sekali nona," jawab Marni.


"Udahlah Lia ngapain sih kamu urusin dia mulu, lebih baik sekarang kamu sarapan dan pergi ke kantor, biarkan saj dia."kata Nilam


"Mah..."


...🌺🌻🌺...

__ADS_1


__ADS_2