WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)

WULAN ( Lihat Aku Mama!!!)
Marah - marah tidak jelas


__ADS_3

Di meja makan, Wulan, Aulia dan Nilam sedang menikmati sarapan paginya. Kali ini Wulan sengaja sarapan bareng dengan kakak dan mamanya.


"Mah, kak... Wulan mau nyampein sesuatu..." Aulia dan Nilam menghentikan makannya dan menatap Wulan.


"Mulai besok, Wulan mau tinggal di apartemen..."


"Gak boleh"potong Aulia.


"Kak dengerin dulu. Aku mau pindah ke sana karena deket dengan kantor. Capek tau kakak gowes sepeda sejauh ini" kata Wulan.


"Makanya pake mobil, gunain dong Lan sim. Lagian tu mobil lama - lama di garasi, bisa bekarat loh"kata Aulia.


"Aku gak nyaman kak, pake mobil. Lagian pegawai biasa doang masa ke kantornya pake mobil" ujar Wulan.


"Boleh ya, aku pindah ke apartemen?"tanya Wulan.


"Gak boleh!"tegas Aulia, ia pun melanjutkan makannya dan mengabaikan Wulan yang merengek.


"Mah boleh ya?"tanya Wulan.


"Terserah kakakmu aja." setelah mengatakan itu Nilam pun berlalu pergi meninggalkan meja makan.


Wulan menatap Aulia. " mama kenpa kaka? Gak kayak biasanya deh"


"udah biarin aja, ntar juga baik sendiri"balas Aulia.


"Terus boleh ni ya aku pindah?"


"Kalau kamu pindah terus temen kakak di rumah siapa?"tanya Aulia.


"Kan ada mama sama mbak, lagian kakak kan tahu bagaimana kondisi aku di rumah ini"


"Tapi dek..."


"Aku gak tahan kak, pleasee... Boleh ya" Wulan memegang tangan Aulia dan memohon.


"iya boleh, tapi kamu harus malam bersama kakak setiap malamnya. Gimana?"tawar Aulia.


"Oke"Wulan memeluk kakaknya.


"Minta bantulah sama Aryan, biar dia yang bantu kamu mengangkat barang.


"Udah aku bilangin dan dia kayaknya gak bisa deh kak."kata Wulan


"Terus siapa yang bantu kamu?"


"Udah aku sendiri aja, lagian kan aku cuma bawa baju doang.. Ya palingan 1 atau 2 koperlah" kata wulan. Aulia pun mengangguk.


"Kakak gak bisa bantu, soalnya nanti siang kakak harus ke jepang"


"iya gak apa - apa aku ngerti kok" balas Wulan.

__ADS_1


"Kakak di sana berapa hari?"


"sekitar 3 hari deh, kenapa? Apa kamu mau ikut?"


"Gak nanya aja," Aulia mengangguk dan mereka pun melanjutkan makannya.


Sementara Nilam duduk termenung di dalam mobil, dia tidak tahu kenapa dia merasa tidak rela jika Wulan harus keluar dari rumahnya. Padahal bukankah selama ini, dia selalu berharao kalau gadis itu segera pergi jauh dari kehidupannya dan juga Aulia.


"Tc.." Nilam merasa gak nyaman dengan perasaannya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Setibanya di kantor, Wulan meyapa semua staff yang di lewatinya.


"Selamat pagi Ibu wati yang cantik, mempesona sejagat raya" sapa Wulan pada CS yang sedang membersihkan ruangannya.


"Pagi neng cantik, seger banget pagi ini" balas Bu Wati.


"Iya dong, kan kita tuh harus selalu semangat biar di sayang pak bian yang ganteng" ujar Wulan dengan nada centilnya.


"Haha... Pak Bian itu punya saya ya neng, jangan di embat! "kata Wati.


"ah ibu, kita berbagi dong. Masa ibu mau embat sendiri kan serakah itu namanya"kata Wulan sambil menata berkas - berkas yang ada di mejanya.


"Neng Wulan kan udah punya pak Bos... Masa sama pak Bian juga mau"


"Ibu aja deh sama pak bos nya, aku biar sama pak Bian" kata Wulan.


"Gak doyan yang ganteng bu, selera aku mah yang sedang - sedang saja~"


"Yang penting dia setia~ "lanjut wati


"Hahaha... Kita malah nyanyi" Wulan sangat senang jika bertemu dengan Wati. Wati sudah bagaikan obat stres baginya.


"O iya bu, ini tadi aku beli kue. Apa ibu mau?"Kata Wulan mengeluarkan kue yang di beinya dari dalam paper bag.


"Wah enak - enak nih kayanya" wati berjalan mendekati meja Wulan.


"Ambil aja, dan sekalian bawa untuk bu Tina dan yang lainnya!"kata Wulan


"Neng Wulan mah baik... Cantiikkkk... Sholehoy lagi. Makasih ya neng" Wati sangat senang menerima kue yang di belikan Wulan.


"Iya sama - sama bu, yaudah aku mau kerja dulu ya. Ntar kalau ngobrol mulu kita di seprot si bos lagi"ujar Wulan,.


"Iya ibu juga udah selesai, dadah neng cuantik" kata bu Wati dengan suara manjanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Apa - apaan ini Bian, kenapa semuanya salah begini!" Aldi melempar file yang di berikan Bian padanya tadi.


"Apa lagi salahnya? Kurasa semuanya sudah benar"kata Bian

__ADS_1


"Benar kata mu, apa ini... Kau pikir buat apa aku pekerja kan kalian berdua ha! Masalah seperti ini saja kalian tidak becus!" bentakkan demi bentakan pun di lontarkan Aldi.


"Baik pak, maaf"


Bian mengambil semua filenya dan membawanya keluar dari ruangan Aldi.


"Kakak kenapa? Kok mukanya kesal gitu?"tanya Wulan saat melihat Bian yang terlihat sangat kesal setelah keluar dari ruangan Aldi.


"Apa kau tahu, dia bentak - bentakku untuk ke sekian kalinya hari ini" kata Bian, Wulan mengernyit." entah apa yang merasukinya hari ini"lanjut Bian


"Memangnya kakak melakukan apa? Sampai dia marah"


"Kamu lihat ini, hanya karena salah huruf ini. Dia sampai membentakku" Bian memperlihatkan file itu pada Wulan.


"Inikan laporan yang aku bikin" Bian mengangguk.


"Yaudah sini, biar aku saja yang kedalam" wulan mengambil file yang ada di tangan Bian dan membawanya ke dalam ruangan Aldi.


"Semoga kau juga tidak mengalami apa yang aku rasakan Wulan!"seru Bian. Wulan tersenyum, kemudian mengetuk pintu ruangan Aldi.


Tok! Tok! Tok!


"MASUK!"


"Buset, belum apa - apa udah ngegas aja dia" gumam Wulan. Sebelum masuk kedalam ruangan Aldi, Wulan mmebaca doa terlebih dulu.


Wulan masuk dengan melangkah pelan, dia melihat Aldi yang sedang membolak - balikkan kertas yang ada di atas mejanya.


"Apa lagi, Bian? " Aldi mendongakkan wajahnya melihat orang yang sedang berjalan kearahnya.


Deg!


"Ada apa?"nada bicara Aldi berubah dingin dan datar.


"Maaf pak, ini saya mau butuh tanda tangan bapak" Wulan menyerahkan file yang di pegangnya.


"Mana Bian kenapa bukan dia yang masuk?!"Aldi menatap Wulan dengan tatapan tajam.


"Pak Bian dia sedang ke toilet pak dan dia menyuruh saya" kata Wulan.


Tanpa banyak tanya Aldi pun langsung membumbui file itu dengan tanda tangannya. Bahkan Aldi juga tidak membacanya lebih dulu.


"Apa ada lagi?"tanya Aldi.


Wulan terdiam, dia kaget dengan perubahan sikap Aldi padanya. ' kenapa rasanya sangat sakit saat kamu menatapku seperti itu'batin Wulan.


"Tidak, saya permisi" Wulan pun melangkah keluar ruangan Aldi.


"Aku tahu kamu akan terluka dengan sikapku seperti ini, tapi bukankah ini yang kamu mau Lan."gumam Aldi.


"Aku pastikan kamu tidak akan pernah mendapatkan cinta selain cintaku."lanjutnya sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


...🌺🌻🌺...


__ADS_2