
"Sial... Ini jantung berdetak cepat sekali lagi, jika terdengar dia bagaimana coba...yang ada aku bisa malu tak tertolong. Hufffh sadar lan sadar... Sebaiknya aku cuci muka saja agar jantung ku berdetak normal kembali" guman lanlan menatap ke cermin menampilkan wajah yang sudah merona seperti kelinci rebus dan langsung membasuh wajahnya dengan air ke kedua pipinya.
KRIETT...
AHHHK....
"Kau kenapa si tidak bisa buat orang tenang?" Ujar lanlan yang terkejut saat membuka pintu Ramesh sudah berada didepan pintu.
"aku hanya khawatir saja kau tidak juga keluar dari dalam"
"Aku baik-baik saja, jangan berdiri didepan pintu lagi jika kau masih manusia, tapi jika kau hantu tolong jangan ke aku membuat jantungku hampir keluar saja" kesal lanlan.
"Ah... Baiklah mari makan aku menunggu mu. Kau lama sekali tau"
"Kenapa harus menunggu ku si, makan kan tinggal makan juga mestilah harus ada aku?"
"Aku mau makan jika di temani bukan aku makan sendiri"
"Ya ya... Baiklah ayok makan" lanlan tidak ingin berlama-lama lagi di ruangan yang baginya ruangan neraka. Jika terus menemani ramesh bertengkar yang ada lanlan tidak keluar-keluar dari ruangan itu.
"Sampai jumpa besok lan," ujar ramesh saat lanlan hendak membuka kenop pintu.
lanlan dan ramesh makan dengan tenang sampai selesai.
"Kau sudah mengetahui namaku?"
"Ya aku sudah tau, seorang bos dengan pangkat yang tinggi tidak sulit mengetahui seseorang hanya dalam kedipan mata."
"Hmmm..."
"Hanya itu saja, tidak ada yang ingin kau tanyakan?"
Lanlan terdiam sejenak berfikir jawaban apa yang memuaskan pria didepannya untuk segera pergi dari ruangan itu.
"Tidak ada, dan selamat siang bos"balas formal lanlan segera meninggalkan ruangan itu.
"hufh... akhirnya bisa keluar juga" guman lanlan
"Lan, hari ini apakah kamu sibuk?" Ujar dartin setelah melihat lanlan sudah tiba di resto
"Sepertinya hari ini tidak, kenapa dar?" Tanya lanlan
"Aku ingin membawamu ke suatu tempat, bolehkah lan?"
"Kenapa harus membawaku dar?"
"Aku hanya ingin saja"
"Aku belum terbiasa pergi dengan pria, selain kakak ku. dan dartin tidak mungkin ingin ... Sebaiknya aku ajak Mita deh" guman lanlan
"Hemm... Bisakah aku mengajak mita aku baru ingat mita juga ingin pergi ke suatu tempat jadi kita bisa barengan" ujar lanlan berbohong
dartin berfikir sejenak, sebenarnya dia hanya mau berdua dengan lanlan, namun daripada tidak jadi pergi akhirnya dartin pun setuju
"Baiklah aku akan jemput di rumah kamu saja ya lan"
"Baiklah"
Di pulau BUNGA ramesh bertemu dengan klien bisnisnya, pulau bunga merupakan pulau yang sejuk dan indah. Banyak bunga beraneka ragam dan warna yang sangat memukau. Dan disekitar pulau ada sungai yang sering dibilang sungai MURNI dengan air yang sangat jernih dengan warna yang indah. Sayangnya sungai ini hanya ada satu di pulau bunga dan di kelilingi oleh bunga dan beberapa pepohonan yang jarang ditemui di kota manapun. Sungai murni lah yang menjadi prioritas pulau bunga. Walau bunga di indentikan dengan INDAH namun tak seindah sungi MURNI.
Dartin, Mita dan lanlan sudah tiba di tempat yang ingin di datangi oleh dartin.
"Wow... Ini sangat indah kenapa aku tidak tau ada pulau seindah ini terletak di kota Xefino ya" teriak mita kegirangan
"Kenapa tempat ini tidak asing ya, seperti perna ke sini?" guman lanlan merasa jika pernah ketempat yang sekarang dia datangin.
"Lan, kamu tidak apa-apa kan?" Ujar dartin yang melihat lanlan termenung memandang kedepan dengan tatapan kosong.
"Ah.. ya tidak apa-apa kok dar" elak lanlan sambil melangkah kan kaki nya menuju pulau bersama mita.
Disisi Lain
"Baiklah, semoga kerjasama kita membuahkan hasil yang memuaskan ya pak?" Ujar klien ramesh
"Ya baiklah terimakasih atas kepercayaan nya pak" ujar ramesh mengakhiri pertemuan dengan klien nya.
__ADS_1
"Di tempat ini... Aku kembali merindukan gadis kecil itu, gadis yang liar namun berhati lembut." guman ramesh merindukan seseorang
Flashback
"Ma, boleh ya berjalan sebentar aku ingin sendiri saja menikmati indahnya sungai yang terkenal disini ya, boleh ya ma" rengek gadis kecil yang masih berumur 12 tahun itu, setelah papa dan kakak nya pergi membelikan beberapa makanan untuk dimakan.
Karena gadis kecil itu terus merengek dan memohon akhirnya mama nya hanya bisa pasrah.
"Baiklah sayang mama izinkan tapi hanya sebentar saja ya, pulau ini banyak pengunjung nya sayang jadi kamu harus bisa berjaga diri, bawa ponselmu dan pakai anting-anting yang diberi papa ya sayang?" Wanita itu mengingat kan kepada anaknya untuk tetap berhati-hati. Dan anting yang di punya gadis kecil itu bukan lah anting biasa. Di tengah berlian mutiara itu terdapat gps berkualitas tinggi yang dalam keadaan apapun akan tetap terlacak keberadaan yang empunya anting.
"Terimakasih ma" gadis kecil itupun mencium pipi mama nya dengan sayang.
Cup...cup...cup...cup....
"Lanlan sayang mama" ya gadis kecil itu tidak lain adalah LANLAN.
Disisi Lain
"Hai anak kecil kemana orangtuamu, mengapa kau sendirian. Hem... Sepertinya kamu anak orang kaya ya anak kecil" ujar seseorang A.
"Diamlah" jawab anak kecil itu dengan nada dinginnya.
"Wah anak ini sunggu menarik bos, kita mendapatkan berlian" ujar seseorang B.
"Aku bilang diam ya diam, ribut sekali dasar orang kampungan" bentak anak kecil itu dengan nada kesel nya.
"Anak ini tidak pernah didik dengan baik ya, cepat hajar anak itu dan kita bawakan ruang markas kita untuk kita Jual."ujar bos seseorang C.
Si A pun menjalankan tugas nya untuk membuat anak didepannya itu menjadi penurut.
Bukh... Bukh...
"Hahaha, anak kecil baru beberapa pukulan saja kau sudah seperti sampah tapi tadi kau berlagak seperti seorang raja yang memerintah. Itu hukuman atas kesombongan mu, haha" tawa mereka berempat ya mereka berempat melawan anak kecil itu yang tak lain adalah ramesh.
Ramesh, mommy dan Daddy nya berkunjung ke pulau bunga karena ada rapat penting yang tak bisa di tunda sedikitpun. Dan ramesh di percayakan kepada bodyguard kepercayaan keluarga ramesh. Namun bodyguard itu kehilangan jejak ramesh yang terus berlari karena tak ingin di ikuti terus. Akhirnya ramesh berhenti di sungai murni yang tenang dan damai, namun tidak lama menghirup udara yang segar tiba-tiba datang beberapa orang yang jahat yang melihat anak kecil seorang diri tanpa pengawasan seorang pun.
"Cuih, hanya berani nya sama anak kecil saja, badan besar tapi otak dangkal sungguh menjijikkan" walau wajah ramesh sudah memar dan mengeluarkan darah segar di bibirnya ramesh masih bisa berbicara tajam yang membuat penjahat itu semakin kesel dan ingin memukul ramesh lagi,
Namun tiba-tiba
"Hai berani nya sama anak kecil, dan keroyokan pula lagi, dasar brengsek" suara lantang anak gadis itu membuat ke empat pria bertubuh besar memandang nya dengan tatapan menggiurkan.
"Wah ada pahlawan gadis bocah yang cantik, sini sayang bermain bersama kami" ujar seseorang D "Ayo sayang sini kita akan bermain pelan-pelan saja" ujar seseorang A dengan tatapan yang sangat kelaparan.
"Sungguh menjijikkan matamu"
Awww.... awwww...
kedua pria itu meringis kesakitan
Mataku...
"Hai gadis bocah kau berani melukai kedua temanku" teriak seseorang B.
Awww...
"Dasar kau!, ha... Berdarah" gerem seseorang B yang melihat tangan terkena darah dari matanya.
"Kau... Sungguh gadis yang yang menantang, luar biasa sini sayang bermain bersama ku saja" ujar bos seseorang C.
"Huhuhu" lanlan mengusap matanya dan berpura-pura menangis didepan bos orang jahat itu.
Bos C itu pun perlahan menundukkan kepalanya ingin melihat lebih dekat ke arah gadis yang menangis itu.
PLAK
Sriish..( Suara menyiram pasir ke mata 😂)
Awwww....
"Mataku perih, dasar gadis licik tunggu mau kemana kau" teriak bos yang sudah marah ingin membunuh gadis itu.
Lanlan tidak menghiraukan perkataan bos penjahat itu, lanlan langsung mendekatkan dirinya ke anak laki-laki yang yang masih melongo dan tidak sadar akan kedatangan gadis kecil itu.
Lanlan menarik tangan anak laki-laki untuk lari dari tempat dimana orang jahat itu berada.
__ADS_1
Sampai lah mereka dan berhenti di sebuah pohon yang rindang dan besar mereka bersembunyi disitu.
"Hai masih melamun juga ya, kamu itu laki-laki atau perempuan si, melawan mereka saja tidak bisa"
"Ya jelas aku laki-laki lah aku melawan kok hanya saja 1 lawan 4 ya pasti dong aku kalah" elak anak kecil itu.
"Jadi bagaimana denganku, kenapa aku bisa kamu malah tidak bisa, Hem"
"Itu hanya keberuntungan kau saja,"
" Aku melihat kejadian dimana mereka memulai menyerang mu, dan kau hanya diam saja walau sudah di pukuli hingga berdarah begini, sini aku bersihkan dan kamu tunggu sebentar ya?" Ujar lanlan kecil itu mengambil sapu tangan dari tas kecil miliknya dan mencari air untuk membasahi saputangan nya, setelah itu lanlan kecil perlahan dengan lembut mengusap darah dari bibir anak laki-laki di depannya.
deg
Ramesh tertegun, wajahnya menghangat saat wajah nya bersentuhan dengan tangan mungil gadis didepannya. Dan aroma tubuh gadis itu membuat nya merasa nyaman, perlahan pun ramesh kecil menatap ke atas melihat dengan jelas wajah cantik dan manis gadis didepannya.
"Kenapa kau bisa membawa batu dan pasir itu? Tanya ramesh kecil.
"Saat aku ingin ke sungai murni aku tidak sengaja melihat mu di pukuli dan kau hanya diam saja, jadi aku ingin menolong tapi aku tak punya apa-apa, saat aku ingin menghampiri aku melihat disekeliling sungai ada batu kecil dan di dasar dekat bunga ada pasir ya aku ambil saja dan masukin ke plastik kedalam tas aku ini." Jelas lanlan panjang dengan jujur.
"ohhh..."
"hanya ohh saja yang kau tau, melindungi diri sendiri saja tidak bisa bagaimana kamu bisa melindungi orang yang kamu sayangi kelak"
"kalau orang yang aku sayangi pasti aku akan melindungi nya sebisa ku bahkan dengan nyawaku sendiri, asal itu kamu yang menjadi istriku kelak" goda ramesh kecil
"di keadaan begini masih sempatnya menggoda, dan perlu kau tau aku tidak akan mau bersama laki-laki yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
karena bagiku jika seseorang itu bisa menjaga dirinya, mencintai dirinya, atau menjadi diri sendirilah yang mampu mencintai pasangan nya dengan ketulusan dan rasa menghargai. dan itu tidak ada di kamu" jelas panjang lanlan kecil yang membuat ramesh menaikkan alisnya tanda dia belum mengerti.
"kenapa tidak ada di aku?" jawab polos ramesh.
"Karana kamu membiarkan dirimu dilukai padahal kamu tidak bersalah, dan kamu bisa melawan setidaknya jika tidak bisa melawan kamu bisa melarikan diri atau meminta pertolongan.
dan kau tidak mencintai dirimu. dari caramu berbicara kau itu bukan laki-laki yang mudah jatuh tapi saat ada penjahat tadi kau terlihat bukan Seperti dirimu." jelas lanlan dengan jujur
deg
ramesh bener-bener tertegun untuk yang kedua kalinya, jantung nya berdebar tidak karuan, gadis kecil yang didepannya seperti mengenal baik darinya. membuat hati ramesh menghangat, kata-kata gadis yang didepan nya membuat ramesh menjadi seseorang yang akan berubah. ramesh bertekad akan berubah sesuai dengan perkataan gadis didepannya. karena ramesh yakin dia lah wanita yang cocok untuk menjadi pendamping hidupnya kelak.
"jika aku berubah dan melakukan sesuai dengan perkataan mu, mau kah kau menjadi istriku" tanya ramesh kecil dengan tatapan penuh harap ke lanlan
pftt
"kau ingin aku jadi istrimu, haha... aku tidak mudah untuk jatuh hati pada orang. apalagi denganmu. berusaha lah jika kau mau dan jika kau tidak sanggup maka mundurlah. dan ku yakin kau cepat atau lambat akan mundur"
"tidak aku tidak akan mundur dengan mudanya, kau akan ku buat jatuh cinta denganku dan menjadi istriku"
"haha... kau terlalu percaya diri. karena wajahmu sudah bersih dan kau bisa pulang. aku pergi dulu..." ujar lanlan kecil yang berlari cepat meninggalkan ramesh.
"namamu siapa?" teriak ramesh yang masih didengar lanlan kecil.
lanlan memutarkan badan nya.
"kau bisa memanggilku MUTIARA" balas lanlan yang sudah berlari menjauh dari pandangan ramesh kecil
"mutiara, nama yang bagus" guman ramesh kecil
saat hendak berdiri dan ingin meninggalkan tempat itu untuk mencari Kedua orangtuanya ramesh menemui sesuatu
"eeeh... ini bukannya jepit rambut gadis kecil itu, jepit bunga Kamboja putih. baiklah aku akan simpan ini setelah aku dewasa aku akan mencari mu istriku yang liar" guman ramesh sambil tersenyum tulus
flashback on
"Dimana dia sekarang berada, aku menginginkan dia di waktu kecil menjadi istriku, tapi sekarang aku sedikit ragu.
karena seperti nya aku mulai menyukai gadis galak itu.
sifat gadis galak itu sama dengan sifat gadis kecilku. apa mereka orang sama.?? guman lirih panjang ramesh menatap sungai murni dengan tatapan rindu.
saat hendak ingin mendekati sungai murni, ramesh terkejut melihat yang ada didepannya.
gadis galak yang baru saja di pikirkan ramesh sekarang tepat berada di depan mata nya walau masih dengan jarak yang jauh tapi ramesh sangat yakin dengan penglihatan nya bahwa bener itu gadis galaknya.
namun saat ingin menemuinya, tiba-tiba langkahnya terhenti...
__ADS_1
terimakasih sudah mampir 😘
❤️ salam manis dari author ❤️