You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Mulai nya rasa iri


__ADS_3

"walau kau menghindari ku, aku akan tetap diam-diam melindungi mu gadis galak. yang artinya kau tidak akan bisa lari dari genggaman ku" batin ramesh merasa lega dan seneng bisa melindungi gadisnya dengan baik.


******


Dirumah Lanlan


"mama... papa..." sapa lanlan dengan sopan sambil mencium pucuk tangan kedua orangtuanya.


"anak mama yang cantik sudah pulang, bagaimana kerja mu sayang? pasti capek ya"


"kerja ya pasti capek ya kan pa?" ujar lanlan melirik papa nya yang masih sibuk membaca koran


"pa di panggil anaknya kok tidak didengar si"


"eh...kenapa sayang?, apa tadi yang kamu bilang??"


"papa si terlalu sibuk baca, lanlan bilang tadi kerja itu capek ya kan pa?"


"ya capek pasti capek, tapi ada enak nya juga"


"ya papa bener juga, capek nya akan terasa enak karena sudah niat. bukan nya begitu ma?"


"ya ya kamu yang sudah bekerja itu jadi sudah pasti merasakannya"


"Oya sayang kamu kan bekerja disana sudah setahun lebih juga ya, apa kamu merasa seneng bekerja disana? satu tahun sudah cukup dong...apa masih belum ada niatan pindah ke perusahaan kita kan ada kakak mu juga yang akan menjaga mu disana"


"kan papa mulai lagi... lanlan mana bisa mandiri disana jika ada kakak, kakak dan papa kan sama-sama posesif."


"anak ini dibilangin pun bandelnya tidak ketolongan. papa dan kakak mu begitu karena sayang"


"ya lanlan tau, jika papa sayang lanlan boleh dong pergi kerjanya pakai mobil lanlan sendiri. kasian pa mobil lanlan tidur terus di garasi bawah ya pa?"


"hem....." riko terdiam sejenak memikirkan perkataan anaknya.


"kasih saja pa, lanlan kan sudah dewasa. bekerja juga sudah lama disana biar pergi kerjanya tidak harus pagi-pagi bener pa kan kasihan" ujar kanny setuju dan membujuk suaminya


"baik lah ma, papa setuju tapi ingat tetap harus hati-hati ya sayang... papa kasih izin bukan untuk keluyuran tidak jelas tetap harus izin apapun itu ke papa atau mama ya?"


"siap pa, papa memang yang terbaik"


"ya dong papa siapa cobak"


"ya sudah mandi dulu gih, pulang kerja itu mandi dulu baru ngerumpi"


"baiklah ma lanlan mandi deh ma..."


lanlan pun beranjak dari tempat duduknya berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


lanlan melakukan aktivitas nya dan mandi setelah selesai mandi lanlan pun menuju ke bawah ingin untuk mengisi perut malam seperti biasanya.


"kakak....!!" teriak lanlan berlari kecil menuruni tangga menuju ke arah kakak nya. wajah tampan yang selalu dirindukan namun jarang terlihat karena sibuknya.


"ya ampun lan, hati-hati"


HAP...


"aku kangen kakak tau, huhu" rengek lanlan memeluk erat kakak nya.


"ya cengeng nya sudah keluar ni... maaf ya adik ku sayang waktu kakak untukmu tidak ada. urusan kantor banyak sekali belakangan ini jadi kakak tidak bisa temani kamu"


"kakak sibuk terus" lanlan pun melepas kan pelukan dengan bibirnya manyun nya.


"kakak kan sibuk karena bekerja, bukan keluyuran lan"


"walaupun... apa si susahnya ada waktu sedikit saja buat lanlan"


"bagaimana caranya?, pagi terkadang kamu yang duluan berangkat terkadang kakak. malam kamu kan yang duluan tidur ya kakak tidak enak dong ganggu kamu yang sudah tertidur pulas. kamu juga kan kerja pastikan capek juga" jelas daffa ke adik tersayang nya.


"alasan....!!" manyun lanlan mengambil sembarang makanan dan menaruh piringnya.


"kalian itu tidak menganggap mama dan papa ada disini, serasa ruang makan ini milik sendiri" ujar kanny kesel


"biar kan saja ma, namanya juga kangen ya kan sayang?" ujar riko melirik ke arah lanlan


"mama mah tidak tau ya begitu"


"anak ini, sudah hilang sopan nya sama mamanya ya kualat mau?"


"ya ampun ma, maaf"


"kok tidak pakai kuah lan, tumben..."ujar daffa mengalikan suasana.


"tidak mau"


"ini kakak sudah ambilin, seorang lanlan makan tanpa kuah apa kata dunia" goda daffa agar lanlan berhenti merajuk.


"pokoknya kakak harus luangkan waktu buat lanlan, jika tidak lanlan tidak mau bicara sama kakak"


"ya ampun sayang... kamu sudah besar masih bertingkah anak kecil di depan kakak mu, disini masih ada mama dan papa juga lo tidak malu apa..." ujar riko menyadarkan anaknya yang terus saja merajuk.


"seakan dunia milik sendiri" gerutu kanny sambil melahap makanannya.

__ADS_1


"ya mama... disini itu lanlan yang majuk kok mama ikut-ikutan si?"


"ya makanya dimakan masakan mama dong, mama sudah masakan sup kesukaan mu malah makan tanpa sup pula siapa yang tidak kesal?"


"oh ternyata karena itu, baiklah ini. emmm... lanlan...su..dah makan kan?" ucap lanlan terbata-bata memasukan sesuap makanan yang sudah berkuah ke mulutnya.


"nah gitu dong, pelan-pelan makannya awas keselak"


"mama bisa merajuk juga ya pa"goda daffa melirik ke papa nya


"ya begitu lah mama kamu, sama persis seperti lanlan"


"kak... luangkan waktu dong??"


"baik baiklah, nanti jika emang kakak ada waktu luang kita pergi jalan-jalan lagi bagaimana. setuju lan?"


"baiklah lanlan setuju, kakak jangan ingkar ya"


"ya kakak tidak ingkar kok, asal makanya dihabisin jangan dibiasakan tidak makan lan"


"maksudnya kak?"


"kakak tau mama sudah cerita ke kakak kamu itu masih juga payah makan, padahal mama sudah masakin sup makanan berkuah untuk mu. itu makannya mama kesel tadi"


"ya mama kesel nya karena itu, jangan dibiasakan lan, kalau kamu sakit bagaimana? kalau tidak selera bilang sama mama mau makan apa. biar mama masakin asal dimakan"


"oh jadi begitu...maaf ma kak, bukan niat lanlan begitu"


"ya di paksa dong, lanlan kan sudah besar sebentar lagi mungkin nikah" sambung riko memberi nasihat juga.


"apaan si papa, masih lama tau... itu kakak dong di tanyakin kapan ada kakak ipar lanlan dirumah ini?"


"lah...kamu lagi kok jadi ke kakak si di alihkan?"


"kan memang bener, week"


"awas kamu ya memang sudah mulai bandel kan ma"


"ya sudah mulai itulah adikmu"


"haha..., eh..tapi lanlan mau bukan sama kakak saja ya jalan-jalannya. udah lama juga kita tidak libur keluarga. ma pa ayok kita berlibur?" ujar lanlan dengan nada manja dan wajah sedihnya. jurus sihir yang dia yakini mampu membuat keluarga nya luluh.


"hem... bener juga sudah lama ya ma" ujar riko membenarkan ucapan putrinya.


"ya juga ya pa... baiklah ayok kita berlibur setelah kakak mu punya waktu. setuju?" ujar kanny memberi saran


"ya lanlan setuju..."


"baiklah papa juga"


mereka pun kembali melahap makanan mereka dengan lahap dan tenang. setelah mereka makan, lanlan membantu mama nya mencuci piring, dan merapikan meja. sedangkan daffa dan riko langsung menuju ke kamar masing-masing.


setelah selesai semua lanlan pun langsung menuju ke kamarnya.


Keesokan harinya


tok...tok...tok...


"hem..."


tok...tok...tok...


"ya bentar...." dengan suara serak lanlan berjalan gontai menuju ke pintunya.


"hem... kakak" lanlan mengucek kembali matanya memperjelas penglihatan nya.


"kakak mau pergi olahraga ni sebentar. kamu mau ikut kakak tidak" ujar daffa mengajak adiknya berolah raga pagi.


"ini masih malam kak, olahraga apaan malam hari"


PLETAK


"aduuh... kakak ini sakit tau" rengek lanlan mengelus lembut dahi nya.


"lihat jam... malam apa malam udah pagi begini juga lan"


"oh pagi ya kak... baiklah sepertinya bukan ide yang buruk. lanlan siap-siap sekarang ya kak"


lanlan pun melangkah kembali ke kamarnya, merapikan tempat tidur dan membersihkan diri, daffa dan lanlan pun pergi berlari kecil hanya mengelilingi kompleks perumahan yang dekat dengan rumah mereka.


setelah setengah jam mereka sepakat untuk kembali ke rumah, lanlan seneng akhirnya bisa menghabiskan waktu bersama kakaknya walau hanya sebentar baginya itu sesuatu yang amat di berharga, begitupun daffa merasa puas jika sudah melihat senyum bahagia adiknya yang manis menambah semangat nya untuk bekerja mempercepat menyelesaikan tugas kantornya yang selalu menumpuk.


Direstoran


seperti biasa lanlan melakukan tugasnya, mita, lila, lina, dan terkadang dartin saling tegur sapa satu sama lain. mereka bekerja secara profesional melakukan tugas yang menjadi tugasnya. keadaan restoran selalu ramai seperti biasanya. vloren yang menjadi menager hanya memperhatikan setiap gerak gerik pegawai dari jauh. dan mengingat kan untuk fokus dan teliti jika menerima pesanan pelanggan.


sampai tiba saat nya untuk jam istirahat, vloren sudah menyusun rencana jika hari ini dia ingin mengantar makanan ke ruang ceo.


"lanlan tolong nanti setelah selesai keruangan saya ada yang ingin saya bicarakan sama kamu"


"ya baik kak"

__ADS_1


setelah selesai lanlan pun menuju keuangan manager nya.


tok...tok...tok...


"ya masuklah"


"ada apa kak vloren memanggil saya?"


"lan kamu kan tau saya belum lama tinggal disini, saya ingin sekali memakan sundubu jjigae (sup tahu sutra pedas) yang terkenal di jalan kenangan itu. tapi saya tidak bisa kesana karena dari tadi pagi saya belum memakan apapun. apakah bisa saya meminta tolong kamu membelinya untuk saya?" ujar vloren dengan nada sedih dan lemah yang sengaja dibuatnya pura-pura agar lanlan percaya dan rencananya berhasil.


"bagaimana ini... ini jam waktunya di sucam makan jika yang antar orang lain kejadian yang lalu takutnya akan terulang lagi" batin lanlan yang masih bingung harus melakukan apa.


vloren yang menatap lanlan seperti orang yang kebingungan dan masih diam tanpa menjawab akhirnya bertanya lagi.


"bagaimana lan??, tapi kalau kamu tidak mau tidak apa-apa kok. nanti biar saya usahakan saja saya jalan kesana"


"aduh bagaimana ini, semoga saja si sucam tidak berulah" guman lanlan berharap


"oh...ti...dak usah kak, suara kakak saja sudah terdengar lemah begitu takutnya kakak tidak kuat jalan untuk kesana. biar saya saja kak"


"benarkah?? apa tidak merepotkan kamu"


"cih... memang aku inginnya merepotkan kau, bagaimana bisa aku kalau dari mu, hehe" batin vloren berbeda dengan perkataan nya.


"tidak kok, saya akan berangkat sekarang kak, kakak tunggu saja disini saya akan usahakan cepat belinya"


"ya hati-hati dijalan ya lan"


"kalau kamu mati pun tidak apa-apa, jadi tidak ada penghalang untuk ku" batin vloren mulai tidak menyukai dengan lanlan.


"ya baik kak"


lanlan pun bergegas keluar dari ruangan manager, dan pergi segera keluar restoran.


"jaraknya sekitar setengah jam, kalau pulang dan pergi kira-kira satu jam dong. ya sudahlah untuk hari ini saja tidak apa-apa" batin lanlan berharap tidak terjadi apapun mengingat bos nya yang kejam dan manager nya masih diluar kota. lanlan tidak mau terjadi apapun di restoran selama manager nya itu ke luar kota.


"bagus cepat juga perginya itu anak, aku tadi sudah memperbaiki makeup ku. siapa yang bilang lanlan yang lebih cantik dan berani mengalahkan kecantikan ku"guman vloren percaya diri.


"kemana kak lanlan ya, makanan sudah selesai ini" ujar pegawai T


"tadi si kalau tidak salah lihat kak lan, keburu keluar deh setelah keluar dari ruangan manager" ujar pegawai K


"ehem...."


"kak vloren, kakak mau makan??"


"bukan, makanan yang akan di antar ke ruang ceo sudah siap?"


"sudah kak, tapi kak lan tidak tau kemana"


"biar saya saja yang bawa"


"ah.. maaf kak sebelumnya ini sudah menjadi tugas kak lanlan kak karena ini langsung CEO yang kasih perintah"


"apa kalian tau lanlan kemana? jika makanannya masih belum diantar kamu mau bertanggung jawab jika ceo marah?"


"tidak kak, saya tidak berani.... tap..."


"kau ingin membantahku"


"Bu...bukan begitu kak"


pegawai itupun memberikan makanan yang sudah di pesan oleh coo ke vloren, vloren dengan percaya diri nya membawa makanan itu hingga tibalah vloren sudah didepan pintu ceo nya. berjalan sengaja melewati ruangan zanli.


"ya ampun belum juga ketemu, ini jantung sudah berdebar begini" guman vloren


"maaf nona vloren, kenapa yang mengantar makanan anda? nona lanlan kemana?" ujar zanli menghentikan langkah vloren yang ingin mengetok pintu.


"oh lanlan tidak tau kemana, jadi daripada kelamaan saya saja yang antar, apa salah?"


"disini bukan salah atau bener nya, tapi sudah menjadi kebiasaan bos dan memang perintah dari bos yang mengantar makanan itu harus nona lanlan"


"kan belum tentu saya tidak bisa masuk dan menggantikan nona lanlan yang pergi entah kemana?"


"....." zanli terdiam sejenak memikirkan perkataan manager barunya yang berani menjawab dengan sombong ke arahnya.


tok...tok...tok...


"nona vlo..." ujar zanli terhentikan karena sudah mendengar suara dari dalam


"masuk"


sebelum vloren melangkah kan kaki nya masuk ke ruangan ramesh, vloren menyempatkan diri untuk tersenyum manis tersimpan sinis menuju ke zanli. seakan baginya dia lah yang menang.


sedangkan zanli yang ditatap dengan senyuman yang baginya perkara itu terdiam membatu, mengingat bagaimana marahnya ramesh jika bukan lanlan yang mengantarkan makannya.


"nona vloren...anda terlalu percaya diri jangan salahkan saya tidak mengingat kan..." guman zanli mengusap kasar dadanya.


hai hai Manteman....


maaf ya seperti nya author sudah sering tidak update...🙏🙏

__ADS_1


terimakasih sudah mampir 😘


__ADS_2