
Hari ini sesuai dengan yang via bilang,
Spesial 2 episode dalam 1 hari.
Selamat membaca semoga sedikit berkesan ya dengan imajinasi via ๐
________________๐________________
"itu hanya perasaan kamu saja mit, udah ayok kok malah bicarakan orang lain mending kita makan perut kenyang hati pun seneng"
lanlan mengalihkan pembicaraan yang baginya tidak akan bisa selesai karena jiwa kepo mita itu tidak terkontrol kalau sudah membicarakan sesuatu yang membuat nya ingin tau.
"mau makan kan, aku ikut juga dong"...
seseorang menghampiri lanlan dan mita yang ingin mengambil beberapa makanan di ruang istirahat pegawai resto.
saat ingin melihat ke belakang...
"Dartin" ujar kompak lanlan dan Mita
"Ya sudah ayok" ujar lanlan yang mengajak dartin dan mita untuk mengambil makanan.
Saat lanlan hendak ingin mengambil piring,
Prang....
"Aww" rintih lanlan
Piring yang sudah ditangan lanlan pun terjatuh, pecahan kaca itu mengenai kaki lanlan namun hanya sekedar tergores karena lanlan sempat mengelak untuk menjauh.
"Ups... Jatuh ya, haha" tawa seseorang dengan senengnya melihat kaki lanlan yang tergores.
"Kau..!!" Teriak lanlan
Yang di dengar dartin dan mita, mereka pun menghampiri suara itu.
"Kenapa.! Masih untung hanya tergores aku berharap kaki mu putus" bentak seseorang itu yang tak lain adalah Lina
PLAK
"Berani nya kau!" Maki Lina yang ingin melayangkan tangan nya menuju ke pipi lanlan, namun terhenti karena seseorang menahan tangan itu.
"Dartin..." Lina terkejut jika dartin bisa berada di ruang istirahat, biasanya jam istirahat dartin jarang makan di resto.
"Sakit..!" Keluh Lina yang tangan nya di cekal kuat oleh dartin.
"Itu masih belum seberapa ya lin, kau itu seharusnya sadar disini siapa yang harus kau cari masalah, dan ingat posisimu.!" Bentak dartin.
Lanlan merasakan dadanya naik turun merasakan hawa nya amarahnya sudah mulai keluar, berjalan maju, dan mengambil potongan kaca yang berada di bawah, lanlan berjongkok Kembali mengarah ke kaki lina menggores perlahan menggambar sebuah garis berbelok perlahan namun terukir panjang.
"Awww.... Shttt..." Rintih Lina merasakan sakit di kakinya yang sudah mengeluarkan darah segar.
Dartin dan mita menatap melongo terhadap lanlan, ini seperti bukan lanlan yang biasanya. Lanlan yang ramah, lembut, menjadi seorang yang seperti iblis.
"Haha... Gimana Lina sayang... Sakit kah?? Ah... Aku yakin masih kurang kan?" Lanlan yang menatap Lina dengan tatapan membunuhnya, terlihat senyuman licik yang membuat Lina merinding ketakutan. Lanlan pun melanjutkan lagi aktifitas nya mengambil pecahan kaca itu di dan mengukir lagi di sebelah kaki satunya. Untungnya tidak ada orang di ruangan istirahat resto itu hanya ada lanlan, Lina, dartin, dan Mita. Jadi tidak ada yang tau apa yang di perbuat lanlan.
"Hentikan, awww... Berhenti...!" Teriak lina yang mendorong tubuh lanlan, lanlan yang didorong pun terhuyung kebelakang, mita dengan sigap nya menolong lanlan.
"Kedua kaki mu itu adalah balasan dari aku yang terjatuh di depan resto kemarin dan kaki ku yang tergores sekarang. Jadi bersyukur lah jika aku tidak memotong kedua kakimu itu.!" maki lanlan dengan penuh penekan dan mulai berdiri.
"Ingat jangan pernah memulai bermain dengan cara menjijikkan, karena aku lanlan dengan Senang hati bermain permainan yang akan menarik dan bahkan bisa lebih parah dari ini!" Sinis lanlan dengan suara yang menantang. Lina yang ditatap pun merasa ketakutan hingga bergetar.
Beda dengan Mita dan dartin menatap dengan tatapan penuh kebingungan dan sedikit terkejut.
"Ayok aku jadi tak selerah makan didepan makhluk menjijikkan ini"
Mita dan dartin pun keluar bersamaan dengan datangnya Lila, dan terkejut melihat darah segar yang keluar dari kedua kaki lina.
Lila disuruh menunggu didepan rencananya mau makan diluar bersama Lina.
Namun yang ditunggu tidak juga datang.
"Kenapa kaki mu bisa seperti ini Lin, ada apa ini? Ayok ku Bawak kita obati luka mu" aja Lila
"Awas saja kau lan, kau semakin membuat ku tidak sabar ingin secepatnya membunuh mu" bentak Lila yang mendengar lina.
"Jadi ini semua lanlan yang buat? Ya ampun lin, sebaiknya kau jangan lagi mengganggu nya sebelum kau yang nantinya bisa terbunuh sebelum membunuh dia lin."
"Haha... tidak akan kita lihat saja"
Lila yang melihat kaki lina tergores dan mengeluarkan darah saja badannya bergetar hebat, rasa takut pun menghampiri nya.
"Aku tidak akan mengikuti mu lagi Lin, maaf" lirih lila yang memang sudah tidak mau lagi mencari masalah terhadap lanlan.
Disisi lain
"Lan"
"Hemm..."
__ADS_1
"Kamu beneran tidak apa-apa" tanya mita yang sedikit takut.
"Santai saja mit, aku tidak apa-apa kok. Oya bantu aku oles kan obat pemudar luka ini juga ya, jika sampai ketahuan papa bisa gawat." Lina mengerti dan membantu lanlan
"Lan... Tadi itu seperti bukan dirimu, kamu berbeda lan" dartin yang kini mulai berbicara.
"Aduh kalian ini kenapa si, ini aku lanlan... Lanlan cantik... jadi siapa lagi coba?
"Kamu ini ditanya, malah masih bisa bercanda" gerutu Mita yang kesel dengan jawaban enteng nya lanlan.
selesai diberi obat dan tibalah waktu untuk pulang, kaki lanlan sudah mulai membaik hanya tinggal menghilang bekas goresannya saja.
Tin... tin..tin...
Suara klekson mobil yang membuyar canda tawa lanlan, dan mita sedangkan dartin pulang duluan karena ada sesuatu.
"Gawat aku kok bisa lupa kalau kakak akan jemput aku hari ini, malah harus jalan-jalan lagi" gerutu lanlan yang sedikit gelisah.
"Ada apa lan" Mita menyadari ke gelisah lanlan.
"Bagaimana ini mit, jika kakak tau luka ku. Kakak dan papa beda tipis jika menyangkut aku terluka mit"
"Ayok"
"Ha, ayok gimana ni. Jangan main ayok-ayok dulu mit, pikirkan dulu alasannya" kesel lanlan
"Sudah ayok" mita pun menarik tangan lanlan.
"Hai kak daffa" sapa mita yang sudah berada disamping mobil Daffa
"Hai Mita ya, teman dekatnya lanlan kan? Tanya daffa meyakinkan.
" Ya bener kak, Oya kak sebelum nya aku mau minta maaf ke kakak, tadi di resto pas kami ingin bersih-bersih aku tidak sengaja menyenggol gelas di meja, lanlan mendorong aku jadi alhasil lanlan yang terkena luka di kaki nya akibat ke cerobohan yang kubuat kak" ujar mita dengan suara sesedih mungkin dan wajah yang menunduk agar Daffa percaya dengan ucapannya.
Lanlan yang melihat akting mita pun menjadi terharu, walau sebenarnya lucu.
Wajah mita yang chubby saat sedih bukannya terlihat sedih namun lucu dan imut.
Puffh..
Daffa pun akhirnya tertawa bukannya marah,
Gimna tidak tertawa, mita bukan nya terlihat sedih dengan wajah begitu. Malah terlihat menggemaskan di mata daffa.
"Kakak kok jadi tertawa si," manyun Mita yang sedikit menatap kesel ke arah Daffa.
Daffa terdiam dan tertegun, mata cantik berwarna hitam pekat itu seakan menghipnotis Daffa.
"Kakak kirain kenapa, jadi cuman karena itu saja. Lagian kan lanlan yang berniat menolongmu jadi itu suatu kebanggaan karena lanlan berbuat baik. Namun....
Ingat harus tetap berhati-hati ya?" Jelas panjang daffa.
Mita yang mendengar suara ramah yang terdengar hangat di telinga mita merasa sangat nyaman. Tanpa sengaja senyuman manis mita pun terlihat oleh daffa.
"Waah... waah... Ada yang lagi kasmaran ini" goda lanlan melirik wajah merona mita yang sedikit memerah.
"Apaan si lan, " elak mita.
"Sudah ayok pulang, mita mau barengan tidak?? Ajak Daffa.
"Waah... Di goda lagi ini." Lanlan memanasi keadaan yang lagi kasmaran.
"Tidak deh kak, aku bisa pulang sendiri"
"Sudah ayok... biar lebih maju lagi kasmaran nya ikut bersama ku" ajak lanlan yang langsung menarik tangan mita masuk kedalam mobil
"Kamu ini lan, jangan buat temanmu jadi salah paham gitu dong. Kan tidak baik begitu . Kakak hanya menawarkan saja karena jalan nya juga se arahkan"
"Baiklah kak... Tapi ingat ya kak jangan bermain kotor jika itu terhadap mita. Bermain lah bersih dan lanlan setuju kok"
"Kamu ini ya lan, kakak bahas apa kamu bahas apa" elak daffa yang mengerti tujuan perkataan lanlan
Ket: bermain kotor~ seperti hanya menggoda, tidak jelas, tanpa adanya perasaan.
Bermain bersih ~ jika suka jalani hingga kejenjang pernikahan.
Ya intinya begitulah ๐
Sedangkan mita masih tidak mengerti pembicaraan kakak beradik yang sedang beraduh mulut.
Di MallElvra
MALLELVRA sama seperti mallTar hanya saja di Mallyabo selain adanya beberapa penjual, juga ada taman yang sangat luas dan indah.
Dengan banyaknya permainan yang menarik.
Ya MallElvra adalah mall terbesar di kota xefino. Mall yang baru di bangun namun juga menjadi topik terhangat di kota besar xefino.
"Waah... Ini MallElvra yang terkenal itu" menatap penuh dengan kekaguman, besar, mewah, desain yang elegan, dan sangat indah dengan pernak-pernik diseliling MallElvra sehingga menambah kesan yang memukai di malam hari."ini yang baru saja di bangun 8 bulan ini ya kan kak?" Riang lanlan yang akhirnya bisa juga kesini.
__ADS_1
Semenjak lanlan berkerja waktu untuk pergi jalan-jalan itu tidak banyak seperti saat lanlan berada dirumah.
"Iya bener lan, baru buka kalau tidak salah baru 8 bulan ini dan pengunjung nya belum sebanyak di mallTar"
"Kenapa bisa begitu kak??"
"Ya karena ini masih baru dibuka dan biaya hanya untuk bisa masuk saja tidaklah murah lan. Itulah sebabnya yang ada disini pasti dari kalangan atas." Jelas panjang daffa.
"Beruntung nya aku bisa kesini, ayok kak kita jelajahi dan temukan hal yang menarik.
Lanlan mau ke sana kak" tunjuk lanlan kearah taman permainan, dengan suara manja lanlan sambil berdelut manja di lengan Daffa.
Daffa merasa puas dengan senyuman manis adiknya yang bahagia.
Awalnya Daffa tidak tau dimana dan apa kesukaan seorang gadis. Namun sebelum pergi daffa sudah menyuruh assiten untuk mencari tempat yang membuat seorang gadis akan bahagia.
Akhirnya daffa pun mengikuti apa yang inginkan adiknya. Karena memang tujuannya adalah bisa bersama menghabiskan waktu yang sempat hilang.
Disisi lain
"Dia sangat bahagia sekali, ceria dan sangat cantik. andaikan senyuman itu di berikan kepadaku, pasti aku akan sangat bahagia."guman seseorang itu
Yang tak lain adalah ramesh, ramesh baru saja selesai makan malam bersama keluarganya dan melihat pemandangan di bawah dengan mata elang yang tajam ramesh bisa melihat dengan jelas wanita yang di rindukan nya.
"kau bener-bener tertawa lepas dengan pria lain itu" sesak di hatinya ramesh membuat Merasakan sakit. dan tidak mampu untuk melihat lanlan bahagian bersama orang lain.
Karin lah yang meminta ingin makan di tempat yang lagi viral di kota xefino. Banyak orang pasti belum mengetahui jika MallElvra itu adalah milik keluarga ramesh. Karena sering di perbincangkan oleh beberapa media itulah sebabnya Karin ingin melihat nya langsung.
Dan kenapa saat dimedia tidak ada yang memberitahu pemiliknya karena riki sendiri yang menutup dan menyembunyikan indentitas pemilik MallElvra. Baginya tidak ada gunanya jika orang tau atau tidaknya baginya sama saja.
"Kenapa sayang" tanya Karin yang melihat anaknya melamun melihat kearah jendela bawah tepat di halaman permainan.
"Tidak apa-apa kok mom" elak ramesh.
Bukan Karin namanya jika jiwa keponya tidak tertuntaskan. Mata nya mengikuti lirikan mata ramesh. Di taman ada 4 pasangan yang lagi asyik bermain. Karin bingung yang mana ditatap oleh anaknya. Sampai tidak berkedip dan sangat serius.
"Apa mungkin anak ku akan jadi pelakor" batin Karin yang melihat di halaman permainan semua rata-rata mempunyai pasangan.
"Ahk.. tidak mungkin anak ku tampan seperti pengeran begini jadi pelakor, tidak" Karin menengkan hati nya dan berharap tidak terjadi.
"Aku sangat rindu, sangat...., Namun sesak ku masih belum hilang sehingga aku tidak ingin melihat mu dulu" lirih ramesh menahan rindunya.
"Mom, ram ke toilet sebentar ya" ujar ramesh
"Baiklah, hati-hati ya sayang"
Yang langsung di anggukan oleh ramesh.
"Haaaa.... Aku sunggu seneng sekali kak. Aku puas banget disini" teriak lanlan dengan riangnya.
"Kakak seneng kalau kamu seneng. Tidak sia-sia dong kakak ajak kamu kesini"
"Ya tidak dong kak. Aku sayang kakak... Kakak yang paling tau kesukaanku. Kakak yang selalu menghibur ku. Kak daffa memang kakak yang terbaik yang dikirim tuhan untuk menjagaku." Teriak lanlan di tepian taman yang sunyi namun sangat indah dan aman untuk pelepas masalah. Karena jikapun teriak suara itu tidak terdengar di sekitar taman.
"Sudah mulai pintar menggombal ya" goda Daffa
"Tidak kok, aku serius tau..." manyun lanlan yang membuat daffa gemes.
"Oya kak aku ke toilet sebentar ya kak?"
" baiklah, Kamu pakai antingnya kan lan? dan bawah hp kamu biar kakak bisa lacak keberadaan kamu"
"Ini" sambil menunjukkan telinga yang sudah ada anting mutiara yang di rancang sendiri oleh riko khusus untuk daffa dan lanlan.
{ daffa ada di cincin nya, sedangkan lanlan di anting nya }
"Sudahkan kak" daffa pun tersenyum.
"Baiklah hati-hati ya lan"
"Siap kak"
Lanlan berjalan memasuki MallElvra, berjalan perlahan sambil melongo.
"Aduh, aku lupa kan aku baru pertama datang ke sini, manalah aku tau dimana toilet nya. Ini mall pun besar amat si udah tau aku masih baru injak kaki disini malah toilet nya hilang di telan bumi lagi" kesel lanlan yang masih celingak-celinguk mencari tanda toilet namun masih juga belum ketemu.
"haruskah aku bertanya, huff malu nya, tapi mau bagaimana lagi" pasrah lanlan
"Maaf kak, kakak tau disini toilet dimana? Ujar lanlan memberhentikan seseorang yang lalu lalang berjalan didekat lanlan.
Akhirnya seseorang itu pun memberitahu letak toilet dan lanlan pun mengikuti arahan seseorang itu.
"Waduh, ini toilet atau kamar VIP si, besar banget. Sayang sekali di jadiin toilet. Malangnya nasip mu toilet mewah" gerutu lanlan menatap takjub.
Bukan tidak pernah lanlan ketempat besar ataupun mewah hanya saja baginya hanya untuk tempat toilet itu terlalu berlebihan.
setelah lanlan melakukan aktifitas nya di dalam toilet, saat hendak ingin keluar...
Brugh....
__ADS_1
Awww..
terimakasih sudah mampir ๐