
" cepat jalan sekarang!!" perintah Riki ke sopirnya dengan lantang
jarak dari rumah ramesh hingga kerumah sakit cukup memakan waktu yang lama. itu yang membuat riki masih terus gelisah raut wajahnya menjadi kacau memikirkan istri dan anaknya yang tidak menganggap nya ada.
hingga 1 jam sampai lah riki kerumah sakit itu.
BRUK...!!
"ah... maaf saya terburu-buru jadi tidak lihat jalan" ujar riki ke seorang itu
"oh tidak apa-apa tuan, ini kesalahan saya" balas wanita yang juga ingin mengunjungi keluarga nya.
"biar saya bantu ya pak, bu" ujar lanlan yang melihat di depannya terjadi masalah, barang-barang yang di bawa oleh ibu itu berjatuhan seperti buah dan sekantong mainan. mungkin anaknya yang sakit.
Riki terkejut kedatangan anak gadis berparas cantik disampingnya, bukannya membantu ibu yang ditabraknya malah termenung.
"anak gadis ini membantu tanpa di minta"guman riki yang termenung
"ini sudah selesai bu pak, ingin saya bantu antar"
"oh tidak usah nak, ruang anak saya tidak jauh kok dari sini. kau gadis yang baik sudah mau membantu saya tanpa sungkan" ujar ibu
"tidak kok ibu berlebihan, saya hanya kebetulan saja lewat jadi saya bantu"
"terimakasih ya nak, saya pergi dulu kalau begitu"
"ya bu... oh tunggu bu ini bapak nya kok tidak di ajak juga bu" ujar lanlan yang melihat lelaki yang tadi hanya mematung saja.
pfff....
"mungkin kami berbeda ruangan nak, kami tadi hanya tidak sengaja saling menabrak, bukan begitu tuan"
Riki dari tadi hanya mematung, melihat si ibu yang di tabrak nya tadi tidak menyalakan nya, dan si anak itu membantu dengan sendirinya.
"hallo pak" tegur lanlan memegang pundak pelan riki hingga riki pun tersadar.
"ah ya bu maafin saya tadi saya tidak sengaja"
"ya tidak apa-apa, saya duluan tuan dan nak ibu duluan ya" senyum tulus dari ibu itu menular ke riki dan Lanlan.
"oh kirain tadi bapak suami nya ibu tadi, maaf pak" senyum kikuk lanlan yang salah paham
"kenapa kamu mintak maaf, wajar jika kamu tidak tau. malah saya berterimakasih sudah membantu saya dan ibu tadi."
"tidak apa-apa kok pak saya ikhlas"
"baiklah kamu ingin kemana nak? ya manatau kita satu arah jadi bisa barengan saja saya ingin ke lantai 4 nomer 2123 melati. anak saya disitu dirawat."
"oh bapak diluan saja, saya belum tau dimana ruangan teman saya pak, soalnya kemaren terakhir saya tinggal di UGD mungkin sudah di pindahkan keruangan inap pak"
"baiklah saya duluan ya nak,"
"ya pak"
setelah lanlan melihat bapak itu sudah memasuki lift lanlan pun bergegas menuju ke meja resepsionis untuk mencari ruang inap ramesh.
"apa!!... melati 2123 lantai 4 sus??"
"ya bener kak, ada apa ya kak??"
"coba suster cek ulang manatau ada kesalahan sus??
"baiklah..."
"tidak mungkin kebetulan bukan? bapak yang aku tolongin tadi juga ingin keruang anak nya. nomer nya sama dengan nomer ruang ramesh. apa tadi itu daddy nya ramesh ya??"guman lanlan yang berharap itu tidak mungkin atau hanya terjadi kesalahan saja.
"kak... iya bener saya sudah periksa ulang itu nomer nya atas nama yang kakak bilang tadi"
"baiklah sus, terimakasih" lanlan bener-bener dilema bagaimana bisa takdir mempermainkan dirinya, kemarin tidak sengaja bertemu mommy nya ramesh dan kesan pertama mommy nya seperti tidak suka. sekarang tidak sengaja ketemu dengan daddy nya ramesh dan kesan pertama lumayan baik-baik saja.
"dunia sungguh beneran sempit" guman pasrah lanlan.
"sudahlah aku hanya melihat saja, jika dia baik-baik saja maka itu sudah cukup. dari pada aku ketemu ramesh, mommy dan daddy nya beneran ada di situ kan gawat. ya aku hanya lihat saja habis itu pulang" batin lanlan menyakinkan dirinya.
lanlan pun melangkah kan kaki nya dengan penuh keyakinan, menuju lift dan menekan tombol nomor 4, sampai lah lanlan dan mencari nomor ramesh di rawat.
"2123 melati... nah ini bener." girang lanlan yang akhirnya ketemu juga, karena daritadi baginya sulit untuk mencari di lorong rumah sakit yang besar ini. hingga terasa kakinya merasa kebas berjalan kesana kesini baru ketemu.
__ADS_1
"ya ampun mencari satu ruangan saja seperti mencari harta Karun ditengah hutan angker. kakiku sampai sakit begini" rengek lanlan memijat pelan kakinya sambil duduk di kursi depan pintu ruangan.
"nona lanlan, kenapa tidak masuk"
pijatan lanlan terhenti mendengar suara yang sudah tidak asing baginya.
"ah... dokter Jon ini kaki saya kebas sedikit sakit mungkin karena terlalu lama berjalan"
"kenapa bisa begitu nona, nona memang mau kemana kok bisa sampai begitu kakinya"
"ini mencari nomer kamar ramesh saja seperti mencari harta Karun di hutan angker. sungguh menyebalkan. rumah sakit ini pun kok bisa sebesar ini si kan jadi kesusahan untuk mencari satu kamar saja...huff" crocos lanlan manyun menjelaskan unek-unek nya.
pfff... haha...
lanlan yang mendengar suara tawa garing Jony membekap mulut Jony untuk menghentikan tawanya.
"jangan kencang-kencang Napa dok... tau di dalam ada orang jika terdengar bagaimana coba??"
"ups maaf nona, nona si lucu Banget... haha"
"ya... ya aku memang sudah dari sejak lahir lucu dan cantik aku sudah biasa akan hal itu jadi diamlah dok"
"kau terlalu percaya diri nona, tapi ya ada bener nya" senyum manis Jony terukir indah menampilkan sosok tampan nya yang membuat lanlan takjub.
"siapa di luar" tanya seseorang itu yang di yakini Jony dan lanlan itu suara arogan ramesh.
"waah... gawat dok aku harus pulang aku tidak mau ketemu dengan orangtuanya ramesh bisa-bisa aku jadi bubur disini"
"oh... orangtua nya ram barusan saja keluar di tarik daddy nya, yang datang tidak lama dan Sekarang di ruang ini hanya ada ram nona"
karena masih saja terus mendengar suara saling berbicara ramesh mau tidak mau pun melangkah kan kakinya ingin mengetahui didepan ruangnya ada apa.
Jony dan lanlan yang mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat pun jadi resah.
"baiklah dok, mungkin lain kali saja saya kesini. bay bay dok" lanlan bergegas melangkah kakinya walau sakit dia hanya ingin cepat keluar agar tidak ketemu dengan ramesh.
knop pintu pun akhirnya terbuka membuat Jony terkejut dengan ekspresi ramesh yang memintak jawaban, namun saat tatapan ramesh mencari-cari lawan bicaranya.
"berhenti...!!" teriak lantang ramesh menggelegar menghentikan langkah lanlan.
"Masih diam disitu ha, cepat sekarang ke sini"
lanlan masih terdiam namun enggan untuk membalik badan.
"maaf tuan anda salah orang saya permisi" ide lanlan karena yakin ramesh pasti hanya sedang bertidak sok tau padahal tidak tau. kenyataan berbeda dengan hayalan ๐๐
"kau tidak bisa membodohi aku dengan cara konyol mu itu, cepat kesini lan, jika tidak kau tau apa akibat nya?"
"ya bos" lirih lanlan yang akhirnya membalikkan badan dan dengan cepat berjalan kearah ramesh
"dan kau Jon, daritadi aku bertanya kau malah asik berbincang dengan nya ya ternyata. tidak menjawab ku kau sudah lupa disini siapa tuan mu ha"
"ah... ya maaf ram jarang sekali aku bisa berbicara dengan nona lanlan. nona lanlan saja tidak keberatan kok"
"oh... begitu ya bonus tahunan mu aku potong Jon. dan memang lanlan tidak keberatan tapi aku disini yang keberatan paham!!"
lanlan yang sudah tiba didepan ramesh dan Jony bingung kenapa ramesh seperti sedang marah dan Jony ketakutan.
saat ingin hendak bertanya ramesh sudah memberi perintah.
"masuk kedalam sekarang"
lanlan yang diperintahkan begitu hanya bisa menurut apalagi jika sudah mengetahui warna merah di wajah ramesh membuat keberanian lanlan menciut.
"ah ram jangan main potong-potong begitu dong ram" ujar jony setelah melihat lanlan masuk
"pergi!!"
"kau kejam ram"
"ya aku memang kejam bisa-bisanya kau berbincang dengan senengnya dan aku mati bosan didalam, atau mau aku potong lagi gaji bulanamu juga ha" bentak ramesh yang tidak suka dengan Jony seenaknya aja ngomong santai dengan lanlan sedan kan dia mati bosan didalam.
"ya baiklah" dengan langkah berat Jony pun meninggal ramesh.
"apa-apaan coba hanya gara-gara berbincang saja dengan nona lanlan dia mengamuk begitu. lanlan kan belum punya siapa-siapa juga." frustasi Jony yang masih bingung.
"aku mendengarnya Jon"
__ADS_1
seharusnya peka dong maksudnya dari perkataan dari ramesh ๐ gini kalau orang yang tidak peka hanya bisa salah paham ๐คฃ
kembali ke lanlan dan ramesh
"kau ya... bisa-bisa nya pergi tanpa masuk dulu hem..."
"bukan begitu aku takutnya membuat masalah lagi, seperti mommy mu yang kemarin tidak suka denganku"
"yang buat aku sakit begini siapa ?? tanggung jawab dong. dan masalah mommy aku itu kan mommy aku yang tidak suka belum tentu aku begitu juga"
"ha belum tentu dia begitu juga, ini maksudnya gimana ya, dia tidak suka begitu?? atau su...suka. ahk tidak mungkin" batin lanlan
"kenapa diam, kau masih tidak mengerti maksud ku"
"kau kan lagi sakit, jadi tidak usah banyak omong kosong dulu ya. oh ya aku tadi bawa Sup iga sapi untuk mu. tapi tidak tau kau suka atau tidaknya biar aku ambil dulu" lanlan mengalikan pembicaraan ramesh entah keyakinan di hatinya bener atau tidak untuk saat ini yang lanlan mau lebih baik biasa-biasa dulu tidak mau terlalu berharap. walau sebenarnya lanlan sudah menaruh ramesh di hatinya tapi itu belum cukup lanlan tidak mau terima lelaki yang belum memantapkan hatinya.
saat lanlan ingin berjalan kearah pintu tangan nya langsung di cekal dan di tarik oleh ramesh membuat lanlan menjadi khawatir dan gugup
"lepaskan ram, ini rumah sakit"
lanlan yang di tatap tajam oleh ramesh pun berjalan mundur, dan diikuti oleh ramesh membuat detak jantung normal lanlan berdetak tidak karuan.
"kau masih belum paham maksud perkataan ku, maksudnya hatiku juga lan"
"ya nanti ku artikan sekarang lepaskan dulu jangan bertidak konyol ram kau masih sakit dan ini rumah sakit jangan kau kira ini di mimpi mu ha"
semakin mundurnya langkah kaki lanlan semakin maju langkah kaki ramesh hingga badan lanlan terhentak lembut Kedinding karena sebelumnya itu dengan cepat tangan kanan ramesh yang menopang tubuh lanlan sehingga yang pasti sakit itu tangan ramesh bukan tubuh lanlan.
"kau gila ya, akibat jatuh menjadi gila begini."
"ya aku gila, aku gila karena mu gila memikirkan mu. kau selalu menghantuiku disaat aku sibuk dan tidaknya pun kau terus saja membuat hatiku semakin hari semakin terisi namamu lanlan"
DEG....
dengan jantung yang berdebar kencang, seakan ingin keluar dari tempatnya. lanlan menatap ramesh ke atas memberanikan diri untuk menatap dengan intens wajah serius yang masih terlihat tampan dalam sedetik lanlan tidak bisa untuk tidak mengagumi indahnya ciptaan Tuhan. karena terus menatap ramesh lama kelamaan rona merah di wajah lanlan terlihat rasa panas dingin masih dengan debaran jantung yang kencang menyadarkan lanlan.
"kau sungguh pandai menggombal ram, tapi maaf aku tidak termakan gombalan mu itu. jadi lepas kan aku ram"
mendengar ucapan remeh dari mulut lanlan membuat ramesh kesel dan semakin kesal.
"akan aku buktikan"
deg...deg...
mendengar perkataan ramesh membuat detak jantung lanlan dipompa secara paksa, sehingga rasa gugup itu berubah menjadi takut. lanlan semakin takut sekaligus malu menatap wajah ramesh yang serius dan sungguh-sungguh tidak ada kebohongan, paksaan atau sandiwara di wajah nya.
secara tiba-tiba ramesh pun menarik pinggang ramping lanlan mendekat ke tubuh rames dengan tangan kanan nya sedangkan tangan kirinya menangkup wajah lanlan agar berdekatan dengan wajah ramesh dan saat itu pula...
CUP...
ramesh mencium bibir ranum merah lanlan dengan singkat, Ramesh menatap lanlan dengan penuh keyakinan rameshpun kembali mencium bibir mungil merah yang menggoda itu dengan lembut karena tidak ada penolakan dari lanlan, ramesh perlahan ******* nya tangan kiri ramesh berubah posisi berada ke tengkuk leher lanlan ingin memperdalam ciuman itu. semakin dalam dan semakin memanas dirasanya lanlan pun membalas ciuman nya rasa seneng bergolak dihatinya.
"kau membalasnya, kau menyukai ku juga bukan??" batin ramesh merasa sangat seneng karena tidak ada penolakan dan lanlan malah membalas.
"ada apa denganku? kenapa aku tidak mendorong nya. kenapa aku membalas ciuman brengsek ini... oh malunya aku harus berhenti... tapi kenapa tubuh ini tidak merespon ucapanku sial!! tidak...tidak...ini tidak bener" batin lanlan yang gelisah namun bertolak belakang dengan tubuh nya yang menganggapi tindakan ramesh.
karena dirasa lanlan bernafas tersengal-sengal, ramesh menyudahi ciuman itu ingin memberi ruang lanlan untuk menghirup udara. karena bagaimanapun pun ramesh tidak ingin hanya gara-gara ciuman nya tadi lanlan menjauhinya. walau sebenarnya hasratnya meminta lebih ya ramesh ingin dan sangat ingin memiliki lanlan seutuhnya.
namun di tahan ramesh baginya ini sudah lebih dari cukup.
"kau...!! kau ingin membuat ku mati karena kehabisan nafas ha" bentak lanlan setelah ciuman itu berhenti dengan nafas nya yang masih tersengal-sengal.
"tapi kau menikmati nya kan sayang"
seketika rona merah di wajah lanlan menjadi sangat merah. hanya dengan kata "sayang" yang diucap enteng oleh ramesh membuat lanlan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
"kau mesum..!!" lanlan beranjak pergi meninggalkan ramesh dan berlari keluar sungguh lanlan tidak ingin siapapun tau wajah merona nya dan mendengarkan detak jantung nya yang daritadi masih berdetak kencang.
"aku datang di waktu yang salah, sial ini hari yang sial bagiku, karena ciumanku lagi-lagi direbut tanpa permisi, huhu!!" batin lanlan
"ternyata kau bisa malu juga gadis galak" senyum tulus ramesh yang sempat melihat rona wajah lanlan yang tampak menggemaskan. "namun kau masih belum yakin dengan perasaan mu sendiri. dan itu menjadi tugasku aku hanya tinggal membuat mu yakin bahwa hatimu sudah menyukai ku juga." batin ramesh dengan tekad penuh percaya diri.
"beruntung daddy tadi datang membawa mommy keluar, jika tidak aku tidak akan bisa membuktikan rasa ku ke lanlan, dad... l love you" senyum cengir ramesh merasa hari ini adalah hari keberuntungan baginya.
sesuai perkataan via, hari ini 2 episode
terimakasih sudah mau mampir ๐
__ADS_1