You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Mulai nya rasa benci


__ADS_3

"nona vloren... kau terlalu percaya diri jangan salahkan saya tidak mengingat kan..." guman zanli mengusap kasar dadanya.


******


"Sudah dikasitau kok tidak terima begitu ya kak vloren? apa kak vloren masih belum mengerti atau memang di sengaja" ujar lina yang tidak sengaja mendengar pembicaraan rekan kerjanya dan managernya itu. Membuatnya semakin penasaran dan berjalan mencari ruangan yang sepi segera menelfon untuk mengetahui keberadaan lanlan.


Namun nomer yang ditelfon tidak juga diangkat, berulang kali lina menelfon masih sama masuk tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Apa lanlan tidak membawa ponselnya? Kemana ini anak??" guman lina yang mulai curiga dan khawatir.


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya pun tiba, ramesh memang sudah menantikan hari ini makan dengan tenang bersama gadisnya, karena memang ramesh bener-bener mengerjakan semua tugas yang menumpuk itu dengan fokus, sedikit demi sedikit berkas menumpuk pun terselesaikan.


Dan hari ini ramesh bisa dengan tenang tanpa beban berkas lagi dipikirannya, walau memang pada kenyataannya yang namanya tugas seorang CEO tidak akan ada habisnya.


Ketukan pintu menyadarkan ramesh dari lamunan singkatnya, ramesh tidak lupa membenarkan penampilan agar terlihat tampan saat gadisnya masuk.


Namun setelah pintu itu terbuka, betapa terkejutnya ramesh bahwa yang didepan nya sekarang itu bukan wajah gadisnya.


ramesh terdiam, menatap lekat wajah itu mengingat-ingat kembali, setelah ramesh menyelidiki barulah ramesh ingat jika yang didepannya itu adalah manager baru itu.


"Mengapa dia??" guman ramesh penuh sesal dihatinya.


"Saya mengantar makanan pesanan bos" ucap vloren ramah, lembut dan anggun namun penuh dengan nada menggoda membuat ramesh bergidik ngeri mendengar nya.


"Ternyata gadis jalang liar yang berusaha ingin menggoda ku. hehe...sama dengan wanita penjilat kotor lainnya" guman ramesh menyadari tindakan penggoda yang selalu ditemuinya.


"Kenapa nona vloren yang mengantar makanan saya, kemana nona lanlan?"


"Oh kalau itu saya kurang tau bos, yang saya tau nona lanlan tidak ditemui di dalam di jam istirahat. jadi karena tidak ingin makanan pesanan bos menjadi dingin saya yang mengantar nya bos" jelas vloren masih dengan nada yang sama, sambil berjalan percaya diri meletakkan makanan di meja yang pernah dilihatnya lanlan menaruh makanan bos nya itu.


"Siapa yang menyuruh mu meletakkan makanan itu?"


"Bukannya bos mau makan?"


"Beraninya kau bertanya sebelum menjawab pertanyaan ku!!" Bentak ramesh yang mulai tidak tahan menghadapi wanita didepannya ini. Seakan menganggap dirinya bisa bersaing dengan gadisnya.


"Ma...maaf bos, yang saya tau bos ingin makan jadi saya meletakkan makanannya disini." Ujar vloren terbata-bata ketakutan dengan bentakan dan tatapan tidak suka ramesh dengan nya.


"Kau jangan mengganggap dirimu layak menemaniku makan, apa tidak ada yang memberitahu jika yang mengantarkan makanan saya harus nona LANLAN?" dengan sengaja ramesh menekan kata "lanlan" diujung kata nya.


"Kenapa...? Kenapa harus wanita itu!! Sialan....!" batin vloren mulai mengerti arti dari bentakan ramesh.


"Jawab...!!" bentak ramesh semakin kuat dengan nada yang terdengar kejam, suasana ruangan itu pun menjadi mencekam karena aurah yang dikeluarkan oleh ramesh membuat vloren bergidik ngeri.


"Ad...ada bos" ujar vloren yang sudah tidak tahan lagi dengan aurah kejam yang di keluarkan ramesh.


"Zanli...!" Teriak ramesh memanggil assisten nya dengan kesel.


"Astaga ram pasti sudah mengamuk sekarang" batin zanli yang sudah paham dengan nada yang dikeluarkan ram sahabat sekaligus bosnya.


"Ya bos, saya disini" ujar zanli berusaha menjawab dengan tenang.


"Sebelum seseorang memasuki ruangan ku bukannya harus melewati ruanganmu dulu? Kenapa bisa kau mengizinkan dia masuk keruang ku!"


"Saya sudah mengingatkan nona vloren bos, tapi nona vloren tetap nekat masuk tanpa mendengar kan saya."


"pas seperti dugaan ku" batin ramesh menyeringai sinis


"Oh jadi kau ya yang tetap kekeh masuk keruang ku yang sudah dilarang oleh assiten ku ini" ujar ramesh langsung melirik tajam vloren, suasana ruangan yang mencekam itu semakin dingin dan sesak seakan tatapan yang dikeluarkan ramesh itu ingin segera melahap mangsanya.


"Bos marah ternyata sungguh mengerikan, belum pernah aku di perlakukan seburuk ini!" batin vloren tidak terima.


"Bu...bukan begitu bos, sa..."


"Diam...!! Keluar sekarang...!!" Teriak ramesh yang sudah sangat marah, merasa jijik dengan wanita penjilat kotor yang sudah sering ditemuinya.


"Ba...baik bos"


"Kau mau pergi begitu saja ha, bawak makanan busuk ini dari sini...!!" Bentak rsmesh kejam dan dingin membuat tubuh vloren gementar.


"Sialan... Bagaimana bisa aku di permalukan begini? Dihadapan dua pria tampan yang aku puja hanya karena wanita jalang sialan itu!! Awas saja kau lanlan...!!" batin vloren yang sudah menjadi benci terhadap lanlan. Berniat ingin membalas dendam karena yang diterima nya hari ini ke lanlan.


{Padahal dia sendiri dengan sombongnya memasuki ruang raja iblis ramesh kok jadi lanlan yang kenak🤦😂}


"Ba..baik bos, saya sudah selesai saya permisi bos" ujar vloren berjalan dengan cepat ingin segera keluar dari ruangan yang membuat nya hampir mati karena sulit nya bernafas.

__ADS_1


"wanita ini diingatkan bukan nya diterima malah di abaikan, inilah akibatnya." batin zanli sambil menggelengkan kepalanya, setelah kepergian vloren zanli kembali menatap bos nya, tatapan ramesh masih sama dengan mata yang tadi dilihat zanli yaitu mata ingin membunuh. Zanli yang melihat itu menelan ludah nya dengan kasar dia sudah yakin akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Mata itu lagi, malangnya nasibku... Yang salah siapa yang terkena amukan juga siapa" gurutu batin zanli yang tidak terima jika masalahnya sudah begini. Baginya itu tidak adil.


"Kau masih tetap diam zan, tidak ingin kau menjelaskan nya?" Ujar ramesh menyelidiki zanli masih dengan tatapan tajam itu penuh aurah penekanan.


"Saya sudah menelfon nona lanlan tadi bos, setelah nona vloren masuk namun tidak ada jawaban dari tadi seperti nya nona lanlan tidak membawa ponsel nya"


"Hanya itu..."


Zanli pun terdiam, tidak tau harus melakukan apa dan ingin menjawab apa untuk sekarang, karena dia hanya punya nomer lanlan, dan nomer tiara untuk saat ini dia sudah berkali-kali menelfon lanlan. Sedangkan tiara tidak berada disini.


Disisi lain.


Beruntungnya lanlan mengetahui jalan pintas, jadi lanlan bisa dengan cepatnya Kembali kerestoran.


Sedangkan pegawai-pegawai lainnya yang sudah tau situasi kepulangan vloren dengan wajah tidak bersahabat dari ruang CEO menjadi gelisah dan takut akan terjadi hal yang seperti dulu perna terjadi.


"Lihatlah wajah kak vloren itu, seperti nya dia habis kena amukan ceo deh"


"Sudah dikasihtau tapi tetap nekat"


"Aduh bagaimana ini, jika ceo beneran marah?"


"Ya bagaimana ini, kak lan kemana si Sebenarnya kok tidak ada yang tau satu pun bahkan teman dekatnya pun juga tidak tau"


Bisik-bisik pegawai lainnya yang sudah semakin cemas dan tidak tenang semenjak pulangnya manager mereka dengan wajah masam tidak bersahabat.


Lanlan yang akhirnya tiba dengan nafas yang Masih tersengal-sengal menjadi bingung.


"Ada apa ini, kenapa mereka mondar-mandir begini" batin lanlan menatap rekannya dengan kebingungan.


"Kak lan, syukurlah Kakak Kembali"


"Kakak kemana saja, apa kakak lupa hari ini kakak harus mengantar makanan ceo"


"Kita kena masalah ini kak"


"Ya kak, bagaimana ini"


"Kak lan dari mana saja, tadi karena kakak tidak ada kak vloren yang antar makanan keruang ceo namun setelah kak vloren kembali wajahnya seperti habis kena masalah dan langsung masuk keruangan nya. kami tidak berani bertanya atau pun menggangunya kak"


"Kak vloren antar makanan? dan Kok bisa mereka tidak tau aku pergi karena suruhannya"guman lanlan


"lina kamu tadi bilang kak vloren yang mengantar makanan ke ruangan ceo, apa kak vloren tidak bilang kalau saya keluar tadi atas izin kak vloren?"


"Tidak ada kak" ujar lina jujur dan di ikuti oleh pegawai lainnya dengan menggelengkan kepala.


"Sudahlah kak sebaiknya kak lan pergi keruangan ceo lagi, lila sudah menyuruh cheff di dapur untuk memasak ulang pesanan ceo tadi dan mungkin sekarang sudah siap kak" ujar mita datang menghampiri lanlan, mita sudah mendengar dari lina dan tau situasinya. mita dengan cepat mengambil tindakan dengan meminta lila menyuruh memasak ulang pesanan ceo, lina harus terus menelfon lanlan dan mita melakukan tugasnya yang masih belum selesai.


"Pasti ada yang tidak beres disini." batin lanlan yang sudah mulai curiga.


"Baiklah... terimakasih... kalian lanjutlah istirahat mungkin saya akan terlambat nanti tolong kerjasamanya saat saya tidak ada.


"Baik kak"


"Aku harus cepat, si sucam awas saja sampai membuat masalah, huff... malah ini perut sudah lapar lagi" batin lanlan


Kembali ke sisi di ruangan ramesh.


"Kenapa kau diam zanli, kemana lanlan! Tidak biasanya dia begitu pasti ada sesuatu yang terjadi. Atau kau tidak yakin aku bisa menutup restoran busuk itu sekarang juga"


"Bukan begitu bos, tolong bos tahan dulu amarahnya sa..."


"Disini tidak ada bos zanli.....!!" Ujar ramesh langsung memotong.


"Ah ya ram, maksudku jangan dulu marah seperti itu kita disini sama-sama tidak tau siatusinya bukan. aku sudah menelfon nona lanlan berulangkali, bagaimana lagi coba ram?"


"Oh kau sudah semakin berani ya, kau ingin berdiskusi denganku disini di saat yang seperti ini ha, aku tidak butuh kau untuk berdiskusi tapi aku mau kau sekarang temukan lanlan jika tidak...."


Tok...tok...tok...


"sialan...beraninya mengganggu ku...!!" bentak ramesh semakin marah darahnya seakan mendidih hingga ke ubun-ubun.


"Siapa, masuk" teriak tajam ramesh akhrinya menatap kebawah mejanya dengan kedua tangan menutup wajahnya kasar dan frustasi.

__ADS_1


Lanlan pun masuk dengan hati-hati, lanlan tau jika ramesh sudah bener-bener marah terdengar dari suara teriak yang tajam dan dingin memang khas dari seorang bernama RAMESH.


"Jika kau masuk ternyata tidak ada hal yang penting yang ingin kau sampai kan kau akan tau akibatnya" ujar zanli dingin


"Apa akibatnya" ujar lanlan menjawab ramesh dengan entengnya.


Zanli yang mendengar suara itu menatap ke belakang ada rasa terbebas dari lubuk hatinya.


"Ah... Syukurlah nona lanlan sudah tiba jika tidak...." batin zanli mulai mengatur kembali nafas nya dengan lega dan tenang.


"Lancang!!...berani nya kau...!!" bentak ramesh yang akhirnya mengangkat kepalanya kasar ingin menatap seseorang yang berani menjawab perkataan nya tidak dengan rasa takut itu.


ramesh yang berhasil menatap seseorang itu, menelan kasar ludah nya. Seketika wajah masam nya berubah menjadi wajah yang hangat namun masih tetap terlihat sedikit masam.


"Oh kalau begitu saya permisi" ujar lanlan ingin kembali melangkah kaki keluar dari pintu.


"Berhenti...!!"


"Kenapa lagi??"


"Wah kau semakin berani ya nona lanlan, zanli kau keluar sekarang!"


"Ya... Baik bos"


Setelah kepergian zanli ramesh pun berjalan mendekat kearah lanlan dengan hentakan kaki kasarnya menandakan jika dia sudah bener-bener marah, namun bukannya lanlan berjalan mundur lanlan melangkah kesamping mengabaikan ramesh dengan langkah kakinya menuju ke meja biasa mereka makan bersama. Ramesh yang diabaikan terang terang-terangan oleh lanlan menjadi membatu menatap lekat lanlan.


"Masih tetap berdiri, atau mau makan"


"Kau memang..."


Ramesh pun mendekat dan kini sudah berhadapan dengan lanlan, ramesh terdiam cukup lama. Sedangkan lanlan menyiapkan makanan untuk ramesh dan lanlan juga mengambil makanan dan menaruh nya dipiringnya.


Lanlan mulai makan dengan lahap, karena pergi dengan terburu-buru membuatnya menjadi lapar.


"Kau bisa makan tanpa penjelasan ha"


"Makanlah jangan banyak tanya"


"Kau... Bener-bener ya... Jelaskan kena..."


HAP...


"Berisik..." Ujar lanlan menyuapi ramesh dengan potongan daging yang sudah dipotong lanlan.


"Ha Luar biasa... Bagaimana bisa aku menyukainya. Gadis galak dan Barbar begini" batin ramesh mengunyah makanannya.


Karena rasa lapar sudah mulai menguasai dirinya rameshpun mengambil piring yang sudah berisi makanan dan memakan nya.


"Dari mana saja kau tadi?"


"Keluar"


"Kemana?"


"Jalan kenangan"


"Buat apa dia kesana?" batin ramesh yang semakin penasaran.


"Kau lupa untuk datang kesini atau kau memang sengaja tidak datang?"


"Tidak lupa"


"Bisa tidak kau jelaskan yang bener, tidak usah setengah-setengah?"


BRUUK...


suara piring yang sengaja di hentakan lanlan dengan kasar dimeja.


"Bisa tidak makan itu dengan tenang dulu, berisik sekali kau dari tadi" bentak lanlan yang tidak suka saat lanlan lagi laper-lapernya di ganggu makan.


"Kau lupa posisi dimana kau sekarang?" ujar ramesh masih tetap tidak mau kalah dengan menyebutkan letak posisi atau jabatan di antara mereka yang berbeda.


"Tidak lupa bos ramesh terhormat...!! makan dulu kenapa si, setelah makan kan bisa cerita kau ini sudah seperti emak-emak rempong saja lah." Gerutu lanlan memperlihatkan rasa tidak sukanya menatap tajam ramesh.


"gadis ini!! untung sayang..." batin ramesh berusaha untuk menahan rasa penasaran dan amarah nya untuk sesaat.

__ADS_1


terimakasih sudah mampir 😘


__ADS_2