
Hai manteman...
saya olivia masih kenal nama saya atau sudah lupa ya nii ๐.
sebenarnya Liv ingin membuat episode selanjutnya untuk hari besok saja karena Liv merasa hari ini kerjaan Liv banyak.
namun siapa yang bisa sangka hari ini Liv pulangnya bisa cepat, dan karena merasa suntuk dirumah jadi Liv bisa lanjutin deh imajinasi liv dan jadilah ini...
selamat membaca ๐
_______________๐________________
akhirnya aku bisa pergi berdua sama mu lan, ya walau bukan Bener-bener berdua si, tapi itu sudah cukup asalkan ada kamu yang menemani ku" batin ramesh, hatinya sangat gembira terpancar dari wajahnya yang ceria mata berbinar-binar dengan senyum tipis yang terukir dari sudut bibirnya.
"masuk dan gantilah lan, waktuku tidak banyak lagi.!"
"tidak mau ya tidak !!..., kau ini ingin menjual ku kah.!??"
Beberapa menit yang lalu...
saat lanlan yang ditunggu sudah berjalan ke arah ramesh
"Kau yakin pakai baju ini" tanya Ramesh meyakinkan lanlan.
"Kenapa emangnya, baju-baju ku yang pakai juga aku kok kau pula yang sibuk"
Ramesh entah kenapa, di waktu lanlan terjatuh sakit didepan mata nya amarah jadi bisa terkontrol. Tidak biasanya ramesh begitu, bisa menahan amarahnya biasanya juga akan muluapkan amarahnya sesuka hati. Padahal Ramesh sebelum nya ada rasa ingin melepaskan lanlan saat dia tau lanlan jalan dengan dua pria dengan bahagia. Di saat dia menemukan lanlan yang sakit pertahanan nya hancur dan jadilah ramesh begini.
ramesh memasuki mobilnya dengan cepat, dan duduk bersebelahan dengan lanlan.
"jalan sekarang cepat, dan berhenti ke toko pakaian terdekat"
"Baik bos" ujar pengawal itu.
"Bukannya mau kepulau bunga kok malah ke lain tempat si" gerutu lanlan tidak suka.
"Hai... Tidak bisa kah kau mendengarkan ku" teriak lanlan didalam mobil, ramesh masih saja tetap diam.
Hanya butuh 10 menit tiba lah mereka ke toko pakaian terdekat.
Beberapa pegawai di toko pakaian itu, semua nya menunduk hormat kedatangan seseorang yang hari-hari ini terkenal dan merupakan sebuah anugerah bagi mereka.
Karena ramesh sudah terkenal di kota xefino dengan usia nya yang masih terbilang muda sukses dan tampan.
"Ternyata memang bener tampan, malah aslinya sangat tampan"
"Badan nya juga kekar, ya ampun ingin rasanya aku kurung saja dirumah"
"Bener masih muda lagi cocok untuk ku jadikan menantu kesayangan ku"
"Wanita itu siapa ya? Sangat beruntung bisa datang bersama seorang pangeran muda"
Beberapa pegawai toko berbisik-bisik terkagum akan kedatangan ramesh di toko pakaian mereka bekerja.
"Kalian terlalu memujanya hanya karena dari fisik luarnya, jika kalian tau sifat aslinya kalian akan memilih bunuh diri yang mengenaskan" batin lanlan yang memang mendengar pembicaraan beberapa pegawai itu dengan jelas,
Sedangkan ramesh acuh tak acuh, baginya itu hanya lalat penggagu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan muda."ujar pemilik toko itu.
"Carikan pakaian dinas kerja yang profesional untuk dia" ujar ramesh menunjuk ke lanlan.
__ADS_1
"Baik akan saya cari kan tuan muda, ayok nona biar saya bantu"
"Tidak mau... aku mau pakai baju ini saja." protes lanlan
"Ambil kan saja pakaian nya dan bawa kesini Sekarang" perintah ramesh dengan suara dinginnya.
Pemilik toko itu pun bergegas dengan cepat mengambil beberapa pakaian yang di maksud ramesh.
"Ini tuan muda pakaian yang anda inginkan"
tanpa mikir panjang lagi ramesh mulai memilih beberapa pakaian itu.
"Huff... Yang mana ya selera gadis galak ini... Aku sebelumnya tidak pernah membeli ataupun memilih pakaian untuk seorang gadis" batin ramesh yang ragu memilih baju untuk di pakai lanlan.
"Ini saja seperti nya akan manis di tubuh ramping gadis galak ini" guman ramesh
Ramesh pun mengambil dan memberikan nya ke lanlan, namun lanlan tidak menerima nya.
"masuk dan gantilah lan, waktuku tidak banyak lagi.!"
"tidak mau ya tidak !!..., kau ini ingin menjual ku kah.!??"
ramesh terdiam sejenak dan tersenyum sinis.
"Kau dijual pun tidak akan laku lanlan, jadi cepatlah. Aku hanya tidak mau klien ku nanti menganggap mu pelayan ku dengan pakaian mu yang begini"
Lanlan akhirnya mengerti maksud dari perkataan ramesh. Dan dengan langkah malas nya di pun menuju keruang ganti.
"Hem...tidak ku sangka si sucam pintar juga memilih pakaian untuk ku, dan ini memang warna kesukaanku." batin lanlan menatap takjub cermin didepannya.
Setelah beberapa menit lanlan pun keluar memakai pakaian yang di pilih oleh ramesh.
"wah... ini beneran nona yang tadi, ternyata bener-bener cantik dan anggun" bisik-bisik pegawai yang melihat lanlan dengan tatapan memuja.
"Sudah ayoklah katamu tadi waktumu tidak banyak, lihat cewek cantik sedikit saja kau tidak ingat waktu." Kesel lanlan dengan tatapan mata memuja dari remesh.
Padahal sebenernya detak jantung lanlan berbanding balik dari perkataan nya. Lanlan gugup dengan debaran jantung yang tak karuan sejak tatapan mata ramesh memandangnya.
Begitu pun ramesh terpesona memandang lanlan.
"Kau terlalu percaya diri" elak ramesh dan menuju ke kasir.
"Terimakasih kasih tuan muda, suatu kehormatan tuan muda datang ke toko kecil saya, datanglah lain kali tuan saya akan melayani tuan dengan baik"ujar pemilik toko itu.
"Tidak ada lain kali" suara arogan ramesh keluar dengan dinginnya.
"Sombongnya sudah keluar" guman lanlan yang masih didengar ramesh.
ramesh yang mendengar berbalik kebelakang menatap tajam lanlan karena merasa tidak suka dengan perkataan lanlan.
"Apa matamu lihat-lihat... kan memang kenyataannya kok" ujar ketus lanlan
ramesh terpaksa memilih diam dan berjalan menuju ke mobilnya diikuti lanlan, dan zanli.
Zanli melongo tidak percaya, lanlan berani berkata kasar di depan seorang ramesh.
"Sungguh gadis yang menarik" batin zanli
******
Di pulau bunga
__ADS_1
"kau tidak ku izinkan pergi dari pandang ku, jadi tetaplah di sampingku. aku tidak lama"
lanlan diam sejenak karena merasa jengah mendengar Omelan emak-emak rempong di sampingnya.
"mau sampai beribu kata lagi kah kau mengingatkanku, telingaku sampai sakit mendengar mu berbicara itu terus" ketus lanlan
sampailah mereka di tempat yang sudah di janjikan.
ada seorang pria tampan dengan seorang gadis berparas anggun dan berwibawa, walaupun menggunakan kaca mata namun kecantikan gadis itu masih terlihat di wajahnya.
sampailah mereka ke meja itu, lanlan di suruh duduk di samping kanan ramesh sedangkan zanli berdiri tegap di samping kiri.
mereka pun melakukan pekerjaan mereka dengan ramesh di bantu zanli begitu juga sebaliknya.
"tidak salah saya menunggu walau anda telat sedikit, anda sangat pantas di juluki raja bisnis tingkat dewa, proposal anda sangat menarik dan bagus, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar pak ramesh"
"Anda terlalu berlebihan pak Parzen, ya semoga dan pasti" senyum tipis ramesh yang menerima jabatan tangan dari Parzen.
"oh ya anda belum mengenal kan saya dengan nona cantik di sebelah anda pak ramesh, siapakah dia?, tidak mungkin assiten anda bukan??"
"tentu bukan pak, dia adik sepupuku yang galak ingin ikut karena dia sangat ingin ke pulau bunga." senyum sinis ramesh menatap lanlan
"cih... sepupu apaan...! aku si ogah punya sepupu sucam seperti mu" batin lanlan memasang muka muramnya menatap tajam ke arah ramesh
"benarkah begitu nona cantik?" ujar Parzen yang memang sudah menyukai lanlan sejak pandangan pertama.
"ah... bisa dibilang seperti itu pak" ujar kaku lanlan
"jangan memanggilku pak, anda bisa memanggilku dengan nama, Parzen nama saya, bisakah saya tau nama anda nona??"
"wah... ini cowok kenapa si menatap ku seperti itu, sungguh menjijikkan" jengkel lanlan yang di tatap tidak suka oleh Parzen.
"namaku lanlan pak... ah.. tuan Parzen" lanlan memilih memanggil nya tuan tidak menyetujui saran dari lawan bicaranya.
ramesh sedari tadi mehanan amarahnya, jika bukan karena yang didepan nya ini klien yang sudah menjalin kontrak dengan nya. sudah di congkel habis matanya dan diberi makan oleh tikus.
"beruntung lah kau karena klien ku, dan karena aku masih belum berstatus dengan lanlan, jika sudah akan ku congkel matamu itu.!! walau aku harus bayar ganti rugi karena memutuskan kontrak secara sepihak. itu tidaklah sulit bagiku. karena bagiku lanlan lah yang lebih berharga dari kerjasama ini" geram ramesh yang di tahan.
"baiklah, sampai disini saja pak Parzen pembahasan kita. saya ingin menemui Klain saya yang lain. terimakasih buat waktunya pak"
ramesh pun menarik lembut tangan lanlan didepan Parzen.
"jika sekarang dia belum bisa menjadi milik ku, setidaknya kau harus tau aku yang duluan menemuinya, jadi cepat atau lambat dia akan menjadi milikku mata keranjang busuk" batin ramesh yang menahan amarahnya. namun masih tetap memegang tangan lanlan dengan lembut.
sedangkan lanlan yang di bawa seperti barang terkejut, namun beberapa saat kemudian entah dari mana datangnya ada rasa yang hangat dan nyaman saat tangan besar ramesh menggenggam tangan nya.
"apa-apaan si, hei jantung tolong dong jangan berdetak kuat begitu, jangan membuatku malu lagi." huff..." apa aku sudah mulai menyukai si sucam ya?" batin lanlan yang merasa berbeda saat bersama ramesh ada rasa yang hangat dan nyaman saat bersama Ramesh, walau sering beradu mulut.
"apa aku sudah mulai menyukai nya, jika iya... apakah dia juga menyukai ku...??"
guman sepasang kekasih yang belum sah ๐คฃ๐คญ secara bersamaan, masih dengan langkah berjalan dan berlari sedikit menuju ke sungai murni yang diinginkan lanlan,
dengan masih berpegangan tangan.
sedangkan zanli yang mengerti jika tugas nya hanya sampai disini, dia pun melakukan tugas lain nya dan meninggalkan bos sekaligus sahabatnya untuk mempunyai ruang karena jadwal ramesh juga untuk beberapa jam tidak ada.
bagaimana Manteman ceritanya.??
maaf ya jika masih ada kata yang kurang baik
terimakasih sudah mau mampir ๐
__ADS_1