You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Balas dendam untuk Mahator


__ADS_3

Huachuii....


"Ah... aku yakin ini pasti ram, huhu... Gawat hidupku pasti tidak aman lagi" Jony sambil mengusap kasar hidungnya.


******


Di saat itu juga setelah lanlan pulang dari rumah sakit, dia mandi dan bergegas makan bersama keluarganya. Setelah makan lanlan izin untuk istirahat ke kamar.


"Besok setelah pulang kerja, aku akan menjenguk ramesh, bagaimana pun dia sudah menolongku. Dan menolongku lagi di depan mommy nya. hem...Sepertinya mommy ram galak deh tidak mungkin ram berbohong dan membela ku tadi" guman panjang lanlan.


"Ah... Sudah lah aku mending tidur saja lelah banget hari ini. besok aku mau kasih makan tikus ku lagi, hehe" lanlan mengambil selimut dan memejamkan matanya.


Di restoran


Lanlan seperti biasa, membantu pegawai lain yang lagi sibuk karena pelanggan selalu pergi dan datang, waktu untuk makan siang pun telah tiba semua masih sibuk dengan tugas nya masing-masing, namun lanlan melihat lina sudah bersantai, entah karena sudah selesai tugasnya atau karena hal lain lanlan pun menghampiri lina, namun sebelum itu ada seseorang pegawai menghentikan langkahnya, setelah itu lanlan menemui lina.


"Lina, kerjaan kamu sudah selesai??" tanya ramah lanlan menghampiri lina yang bersantai.


"Ya sudah dong, hal gampang buatku kak lan?" Ejek lina dengan entengnya


"Wah... Lina luar biasa, kalau begitu tugas ini akan saya serahkan saja ke kamu ya??" senyum sinis lanlan menatap lina yang angkuh.


"Tugas apa kak, kan saya sudah selesai??"


"Karena kamu bilang kalau tugas mu sudah selesai jadi tolong kamu antar ada beberapa pesanan makanan yang di antar keluar, hari bang T( driver ) izin pulang setengah hari karena ada masalah mendadak."


ya pegawai yang tadi menghampiri lanlan sebelum lanlan menghampiri lina itu meminta izin untuk pulang. lanlan yang mendengar penjelasan dari pegawai nya pun memberi izin ke lanlan.


"Kok saya kak??, Bukannya masih ada yang lain?" Gerem Lina yang menahan emosinya di resto itu


"Kamu lihat saja, siapa disini yang tugas nya sudah selesai?"


"Sial...!!" Guman Lina yang memang melihat semuanya pada sibuk dengan tugasnya masing-masing.


"Bagaimana lina? Apa kamu yakin tidak mau membantu. Jika tidak si ya tidak apa-apa. Biar saya kasitau kak tia saja jika di sini tidak ada yang bisa membantu tugas teman lain yang lagi kena musibah."


"Kau...!!" Guman Lina yang didengar lanlan


"Baiklah jika kamu tidak mau tidak apa-apa, lanjutkan saja istirahat mu" lanlan pura-pura berangkat dari tempat lanlan


"Baiklah" namun langkah kaki lanlan berhenti dengan suara Lina yang setuju.


"Kau masuk dalam perangkap ku Mahator, hihi" suara dingin lanlan dengan mata senyum sinis.


"Sialan kau lan... !" Batin lina dengan hati yang sudah dari tadi mehanan amarahnya


"Bagus... Pergilah ke dapur sepertinya makanan sudah siap untuk di antar. Dan Hati-hati ya di jalan"


"Aku suka banget dengan sikap kak Lanlan, walau sudah naik pangkat tetap rendah hati"


"Bener, dan tetap mau turun tangan membantu kita jika kita sedang ramai-ramainya."

__ADS_1


"Ya aku juga suka, kepribadian yang patut ditiru bukan??"


"Jelas dong, cantik dan rendah hati dimana lagi ada. Sangat langkah"


Pujian-pujian yang di lontarkan oleh beberapa pegawai yang bersih-bersih didapur terdengar sampai ke telinga Lina membuat nya semakin geram dan sangat marah"


"Diam...!! Kerja sambil menggosip menyenangkan sekali ya?" Lina menyenggol ember bekas kain pel hingga tertumpah sehingga lantai yang sudah hampir kering menjadi basah lagi.


"Kau ini sombong sekali posisi kita sama tapi sudah seperti ratu saja. Tidur cantik saja kau dirumah" ejek salah satu pegawai


"Jangan mentang-mentang kau lebih lama kerja dari kami kau bertindak seolah-olah kau pemilik resto ini, tau diri dong, huf" sambung pegawai lainnya.


Karena mendengar suara berisik, lanlan pun mencari asal suara itu dan terkejut menemukan lina yang lagi beraduh mulut dengan pegawai lainnya.


"Ada apa ini?? Kenapa lantai masih licin begini dan ribut sekali jika ada tamu yang tiba-tiba datang bagaimana??"


"Ini kak lan, lina tiba-tiba saja menumpahkan air bekas kain pel ini, saya sudah bersihkan dan lantainya hampir saja kering tadi tapi gara-gara Lina jadi begini kak" ujar jujur pegawai itu.


"Wah pertunjukan yang menarik, tidak perlu turun tangan eh... Sudah menyerahkan diri ternyata. Sungguh menarik" batin lanlan yang merasa puas


"Bener itu lina??" Tanya lanlan bersandiwara tegas sesuai dengan posisi nya.


"Bu...bukan kak Lan.... Dia bohong??"


"Kami melihat nya kok"


"Ya bener, kau yang memulainya"


"Bener jelas sekali kau yang menumpahkan?


ucap beberapa pegawai yang melihat kejadian itu dengan jujur.


"Karena banyak saksi yang membenarkan jika ini perbuatan mu, hari ini lina kamu bersihkan semua lantai di restoran ini tanpa bantuan siapapun hingga bersih, setelah mengantar makanan. Tidak boleh pulang jika belum selesai tugasmu, Lina kamu mengerti??"


Lina semakin memuncak emosinya, mata dan wajah nya sudah memerah menahan emosi yang di tahan nya..karena bagaimanapun ini masih di lingkungan kerja "Kurang ajar!!" Gerem lina


Lina pergi meninggalkan tempat itu dengan marah, menatap mata lanlan dengan penuh kebencian, lanlan yang ditatap hanya tersenyum sinis.


Dengan berat hati dan dengan langkah yang berat Lina menuju ke dapur dan bersiap untuk mengantar makanan dengan motor khusus pengantar makanan.


Namun saat di tengah jalan, di jalan yang


lumayan sepi hanya ada beberapa pepohonan rindang ada sebuah mobil dari belakang lina menyenggol kereta khusus pengantar makanan hingga akhirnya Lina kehilangan keseimbangan dan terjatuh beserta makanan yang tinggal satu pesanan lagi tertumpah berserakan di jalan.


Kaca mobil yang menabrak ringan motor lina perlahan terbuka, menampilkan senyum sinis dan tatapan mengejek yang akhirnya tertawa.


Puffh....


"Kau!! Kau ternyata !!"


"Ah... Mobilku terlalu nakal hingga menabrak mu, haha"

__ADS_1


"Puas sekarang kau ha!!".


"Belum sayang...."


Seseorang itu pun menutup kembali kaca mobilnya dan membuka pintu mobilnya berjalan perlahan ke arah lina, dan berjongkok menatap tajam dengan senyum sinisnya.


"Kau!! Mau apa kau!! Aku teriak nanti jika kau mendekat jadi pergilah kau sialan"


"Kau mengusir ku, lihatlah jalanan ini dengan baik apa memang ada orang disekitar. Haha... Hanya pohon cantik ini yang menjadi saksinya kau mau membawanya ke kantor polisi, haha silahkan Mahator!!"


Seseorang itu adalah lanlan, setelah lanlan tau lina sudah berangkat, lanlan meminjam salah satu mobil pegawai nya untuk memberi makan tikus nya dengan tangan lanlan sendiri.


Dan disini lah lanlan berada tepat di depan lina. Lanlan melihat makanan sebagian sudah tertumpah dan lanlan yakin jika itu sisa satu porsi lagi yang harus di antar lina lanlan mengambil makanan itu yang sudah berserak di jalan dan menyatukan ke sisa makanan di platik yang masih utuh, setelah sudah selesai lanlan pun menatap kembali lina yang sudah mulai ketakutan.


"Kenapa! Bukannya kemarin kau begitu bangga nya menyiram ku pakai air, ah... air es lebih tepatnya!"


"....." Karena lanlan melihat lina hanya diam dengan wajah yang sudah takut dan pucat makanan yang sudah di kumpulan lanlan lanlan pegang, lanlan berdiri dan menumpahkan makanan yang di pungut nya tadi ke atas kepala lina...


Byuur....


"Ups.... Basa ya!! haha... Aku berbaik hati memberikan mu makanan ini yang sudah tertumpah, dan kamu tau bukan?? Itu menu favorit pelanggan setia kita lo, seollongtang(sup tulang sapi khas Korea) dan mapo doufu(masakan tradisional khas China). Jika dia tau makanan nya tidak juga sampai apa ya yang akan terjadi ya...!!" Perkataan lanlan sukses membuat lina menegang dan rasa takutnya semakin tinggi ya dia tau pelanggan setia yang di maksud lanlan itu merupakan pelanggan terhormat yang sudah sering memesan makanan di restoran x1.


Dan lanlan juga bukan manusia yang bener-bener tidak punya hati, lanlan sudah tau akibat dari perbuatannya, itulah sebabnya sebelum dia menyenggol kereta pengantar makanan lina lanlan sudah menelfon pegawai lain untuk mengantar makanan sesuai pesanan yang sudah di pesan pelanggan terhormat itu melalui jalur lain. Lanlan hanya ingin berurusan dengan lina bukan pekerjaan atau orang lain yang tidak bersalah.


Lina berusaha berdiri, walau tubuh nya sudah basah dan berminyak. Didalam hatinya dia harus kembali ke resto dan memesan ulang makanan itu. Bagaimana pun dia tidak mau terjadi masalah dengan pekerjaan nya.


"Mau kemana, permainan ku belum selesai lo Lina...!!" Lina menghentikan kegiatan nya yang ingin beranjak menaiki motor nya.


Lanlan bergegas kembali ke mobilnya mengambil air es yang sudah di siapkan nya dan juga jeruk nipis karena lanlan tau ini dalam perkiraan nya.


"Apa lagi ha!! Apa kau belum puas juga. Cih kau sangat menjijikkan.... wanita j****g sepertimu tidak seharusnya hadir dihadapan ku, karena itu sial bagi hidupku!!"


Lanlan berjalan mendekat tidak peduli dengan ocehan receh dari lina dan melemparkan air es itu ketubuh lina sehingga lina yang sudah basa dan berminyak menjadi kedinginan.


Lanlan mendekat tepat ke arah lina


Lina semakin takut, dan gemetaran melihat mata tajam lanlan yang sudah seperti menemukan mangsanya.


"Ini balasan ku dari orang yang memulai permainan ke aku!!" Lanlan memeras jeruk nipis itu ke arah lutut lina yang sedikit tergores jalan, rasa sakit yang amat perih di luka lina membuat nya mengeluarkan butiran bening dari sudut matanya.


"Begini saja kau sudah menangis, cih... Kau lemah tapi berlagak kuat... Sudah 1 tahun aku bekerja di restoran itu hanya kau... Kau lah yang selalu mencari masalah dengan ku. Kau lah yang memulai permainan itu ke aku, tanpa ku tau apa salahku. Apa yang membuatmu membenci ku. Padahal aku tidak mengenal mu sama sekali pada waktu aku masuk bekerja. Kau selalu berusah menyiksa ku lina...!! Dan kau tau kau salah mencari masalah dengan ku karena aku jika sudah membalas aku akan berikan balasan dua kali lipat dari yang di buatnya ke aku" lanlan memeras lagi jeruk nipis itu ke arah lutut lina dan menggesekkan jeruk yang sudah habis airnya ke luka lina. Jika air jeruk nipis habis jeruknya pun bisa.


"Aw... shittt... sakit...!! Huhu.... Kau jahat lan!! Kau iblis !!... Kau memang ja***g kau yang membuatku membencimu. Dan Sekarang aku semakin semakin membencimu, huhu" lina akhirnya pun menangis, menangis bukan karena ingin meminta maaf ke lanlan. Tapi karena rasa perih yang lanlan buat ke luka nya dan tubuhnya yang sudah mulai menggigil.


"Aku iblis jika ada setan yang mulai menggangu ku, aku Dewi jika ada malaikat yang membantuku. Kau harus ingat dan pahami siapa yang duluan bermain di antara kita berdua."


"Dan ingat Lina!! Ini bagiku tidak seberapa aku bisa saja membunuh mu sekarang Karena jikapun ku bunuh kau tidak akan ada saksi yang melihat dan mungkin saja jasadmu tidak di temukan hingga berapa hari. Tapi aku masih berbaik hati untuk sekarang, jika kau berulah lagi dengan ku maka tunggu saja apa lagi yang akan aku lakukan. Kau mungkin belum tau aku bisa saja membuat keluarga mu menderita!! Jika kau masih tidak percaya maka lakukan saja apa yang membuatmu senang untuk bertindak jahat lagi ke aku. Dan jangan salahkan aku jika keluarga mu lah yang jadi sasaran balasan dari aku bahkan aku bisa membuat keluarga mu bangkrut dalam hitungan detik. Kau ingat itu perkataan ku lina KAU MENCARI MASALAH PADA ORANG YANG SALAH...!!" Sorot mata tajam lanlan dapat membunuh siapa saja, dengan suara lantang yang kejam namun dingin berhasil membekap tubuh lina, menguncinya sehingga nafas lina seakan ingin berhenti.


Dalam pembicaraan lanlan, seseorang yang disuruh lanlan untuk datang sudah tiba dan mendengarkan semua perkataan lanlan...


ingin tau bukan siapa orang itu, berani nya menguping pembicaraan ratu iblis kita 🤣🤣

__ADS_1


di tunggu ya kelanjutan nya.


terimakasih sudah mampir 😘


__ADS_2