You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Sesak di hati sakit di mata


__ADS_3

Hai manteman yang sudah mampir ke imajinasi saya You Are My BEST SUN.


perkenalkan saya Olivia bisa di panggil


oliv/via yang mana seneng nya saja kok ๐Ÿคช, kalau biasanya si di panggil author ya ๐Ÿ˜œ


Maaf ya kalau via jarang up, via hari-hari ini sedikit sibuk, maklum via juga bekerja sambil berimajinasi ๐Ÿ˜‚, jadi sekalagi maaf yaa...


dan terimakasih sudah mendukung via ๐Ÿ˜˜


________________๐Ÿ’•___________________


"Dimana dia sekarang berada, aku menginginkan dia di waktu kecil menjadi istriku, tapi sekarang aku sedikit ragu.


karena seperti nya aku mulai menyukai gadis galak itu.


sifat gadis galak itu sama dengan sifat gadis kecilku. apa mereka orang sama.?? guman lirih panjang ramesh menatap sungai murni dengan tatapan rindu.


saat hendak ingin mendekati sungai murni, ramesh terkejut melihat yang ada didepannya.


gadis galak yang baru saja di pikirkan ramesh sekarang tepat berada di depan mata nya walau masih dengan jarak yang jauh tapi ramesh sangat yakin dengan penglihatan nya bahwa bener itu gadis galaknya.


namun saat ingin menemuinya, tiba-tiba langkahnya terhenti...


"Lan dari mana saja si, aku dan mita cariin kamu lo ternyata di sini" ujar dartin berlari dan memeluk lanlan secara tiba-tiba.


Yang khawatir mencari keberadaan lanlan yang tidak juga ketemu. akhirnya mita dan dartin berpencar untuk mencari lanlan.


lanlan yang di peluk dartin masih mematung tidak membalas pelukan dartin


"Ah... iya maaf ya sudah buat kalian khwatir ya dar, tapi ini tolong..." ujar lanlan yang sedikit menggerakkan badannya. dartin pun melepaskan pelukannya dan merasa bersalah.


"maaf lan" lirih dartin


"ya tidak apa-apa, lain kali jangan seperti ini ya dar tidak enak jika ada yang lihat di tempat umum begini."


"Baiklah lan, ayok kita cari tempat untuk berteduh dan nanti aku akan kabari mita kalau kamu sudah ketemu"


"Ya sudah ayok"


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan mereka.


Apalagi saat pria itu yang tak lain adalah dartin yang memeluk lanlan, ada rasa sesak dan amarah yang bercampur dan ingin harus segera di keluarkan.


Saat hendak ingin menyusul kepergian lanlan dan dartin, Zanli memanggil ramesh.


"Bos, Hari ini semua tugas bos sudah saya selesaikan, waktunya bos untuk berangkat ke ke kembali ke kantor karena rapat setengah jam lagi akan dimulai bos" jelas zanli


"SIAL..!!"


"...."


Ramesh tidak menjawab penjelasan dari zanli, ramesh melangkahkan kaki nya berat dan penuh sesak.


namun langkah nya sudah memberitahu kalau iya akan ke kembali ke kantor.


******


"Ya ampun lan, bisa tidak kamu itu tidak membuat orang khawatir?," Ujar mita yang menghampiri lanlan dan dartin di sebuah pondok dekat dengan sungai murni yang sudah di pesan oleh dartin.


"Maaf" lirih lanlan yang langsung memeluk Mita, Mita yang ingin memarahi lanlan, jadi tertahan oleh pelukan dadakan dari lanlan.


"Baiklah, tapi kamu harus ingat lan, jika sesuatu terjadi padamu kamu tak akan di perbolehkan lagi untuk keluar. Jangankan ingin bertemu dengan ku lagi mungkin untuk berkerja pun kamu akan dilarang lan, jadi segala sesuatu pikirkan untuk kedepannya." Jelas panjang Mita.


Mita masih ingat bagaimana susah nya mendapat kepercayaan papa lanlan, dan saat sudah mendapatkan kepercayaannya pun lanlan di batasi untuk berpergian.


Namun karena mita memegang perkataan papa lanlan


flashback on


"baiklah saya akan beri kamu kesempatan, tapi dengan syarat, kamu harus selalu memberi kabar tentang lanlan saat bersamamu jika terjadi sesuatu yang bagaimana pun itu, dan ingat kamu dan lanlan harus hati-hati di luar. apakah bisa kamu memenuhi syarat saya." ujar riko yang sudah pasrah dengan mita dan riko mulai untuk mempercayai lanlan pada mita,

__ADS_1


"baiklah om, mita tidak bisa berjanji tapi mita akan usahakan." ujar mita dengan penuh keyakinan yang membuat riko bisa melihat ketulusan dari mita terhadap lanlan.


flashback off


kembali ke saat di pondok pulau bunga.


"Ya bener lan, apa kamu mau dikurung terus dirumah tanpa keluar seperti kehidupan kamu yang dulu, kamu kan tau papa kamu saat sayang banget sama kamu lan" sambung dartin yang membenarkan perkataan mita.


"Maafin aku mit, dar.. baiklah aku akan ingat untuk tidak buat kalian khwatir. Terimakasih" lanlan merangkul kedua bahu mita dan dartin. Dan mereka pun tersenyum dan berkeliling bersama menikmati sungai murni, dan keindahan alam lainnya di pulau bunga.


keesokan harinya


"Lan kakak yang antar kamu hari ini ke resto ya?" Ujar daffa yang sangat ingin hari ini bersama dengan lanlan.


Selama ini Daffa sibuk sekali di kantor ada beberapa masalah yang harus di kerjakan.


Selalu pergi pagi dan pulang malam, terkadang tidur di kantor sehingga waktu bersama keluarga bahkan adik tersayang nya pun sedikit. Namun hari ini daffa mempunyai waktu untuk bersama lanlan.


Karena seharusnya semalam daffa ingin mengajak lanlan jalan-jalan, namun karena lanlan sudah janji duluan bersama temannya untuk pergi. Tekad daffa hari ini lah waktu untuk bisa bersama dengan adik tersayang nya.


"Lanlan biasa naik bis kak, lanlan tidak mau repotin kakak" jawab lanlan


"Tidak kok, kakak senggang hari ini. Ayolah sayang semalam kamu bilang sudah janji duluan bareng teman mu, nah sekarang janji sama siapa lagi? Tempat kakak di hatimu sudah hilang kah?" Lirih daffa yang sengaja dibuat sesedih mungkin, agar lanlan mau dan tidak menolak permintaan daffa


"Kakak apaan si, kakak itu sampai kapan pun tak akan pernah hilang di hati aku, ya sudah ayok kita berangkat kakak ku yang tampan" manja lanlan yang langsung merangkul lengan Daffa menuju keluar pintu rumah.


"Ma, pa, kami berangkat ya" ujar daffa


dan langsung dijawab dari pintu.


"Hati-hati ya sayang, jangan ngebut"


"Siap ma"


Saat di perjalanan hanya ada keheningan di dalam mobil.


Namun sekali-kali Daffa melirik ke arah lanlan yang memang sudah disadari oleh lanlan. lanlan tetap diam tak menghiraukan tatapan kakak nya.


"Ais kak, kenapa terus mandangin lanlan si"


"Adik kakak ternyata sudah besar ya, dan makin hari makin cantik saja. Huuf... Sayang nya kamu terlalu cepat besar."


"Jadi kakak mau lanlan kecil terus?tanya lanlan kebingungan


"Ya karena jika kamu kecil, kamu akan selalu bersama kakak menjadi bayi kesayangan kakak. Namun sekarang pasti akan ada saat dimana kamu dan kakak akan berpisah" lirih daffa dengan raut sedihnya.


"Berpisah? Berpisah bagaimana kak?"


"Kamu sekarang sudah besar, dan tidak akan lama lagi kamu akan menemukan cintamu yang artinya kamu akan dimiliki oleh orang lain untuk menjadi istrinya.", Jelas Daffa masih dengan lirihnya.


Puffh


Daffa yang mendengar suara tertawa lanlan melihat ke samping sejenak


"Kakak serius, kok kamu malah tertawa si lan,?"


"Haha... Ya kakak si kok bisa mikir nya sampai ke situ, lagian yang duluan ninggalin aku pasti juga kakak. Karena kakak yang pasti duluan nikah dari aku"


"Kakak belum ada niatan lan, belum menemukan yang cocok dan menarik jadi kakak bisa pastikan kalau kakak masih bisa lama untuk bersama adik tersayang kakak".


Tidak butuh waktu lama pun akhirnya mobil Daffa sudah berada tepat di depan perusahaan x1.


"Baiklah, karena sepertinya kakak lagi merindukan adik cantikmu ini sepulang lanlan kerja bagaiman jika kita jalan-jalan kak?" Ajak lanlan


Lanlan tau jika kakak nya pasti rindu, karena lanlan pun merasakan kerinduan juga.


Apalagi saat tau jika kakak nya tidak pulang kerumah karena masalah kantor.


Lanlan yang berinisiatif untuk mengajak kakak nya.


"Benarkah?? Ada waktu bersama kakak?" Ujar daffa meyakinkan lanlan

__ADS_1


"Bener kak, apasih yang tidak buat kakak tertampan ku ini?" Suara manja lanlan yang membuat Daffa merasa gemes dan akhirnya memeluknya.


Pada saat bersamaan ramesh turun dari mobil yang di buka kan oleh beberapa pengawal nya. Dan tatapan nya tanpa sengaja mengarah ke sebuah mobil yang tidak jauh dari ramesh turun, dan melihat seorang yang di kenal ramesh sedang berpelukan di dalam mobil.


"Dasar cewek GONGANPAS, tidak cukupkah satu pria saja, huuuf" kesel ramesh yang merasa darahnya mendidih.


Ket: {GONGANPAS ~ gonta-ganti pasangan }


Kamus author sendiri iyaa๐Ÿ˜‚


"Zanli"


"Ya bos saya disini"


"Untuk 2 hari ini saya mau makan diluar, kamu ikut saya makan diluar"


"Ya baik bos"


"Ada apa dengan ram, tidak seperti biasanya" guman zanli yang kebingungan melihat tingkah ramesh yang sering berubah-ubah tidak menentu, padahal masih Seperti biasa ramesh sengaja telat agar tidak makan bersama mommy dan Daddy nya diruang makan.


Sedangkan didalam mobil lainnya daffa pun melepaskan pelukannya.


"Semangat kerjanya, dan harus hati-hati ya lan"


"Siap bos" dengan suara berat tegas dan lantang seperti seorang militer. daffa yang diperlakukan seperti itu pun tertawa puas dengan tingkah konyol adiknya.


Di Restoran


tidak terasa jam makan siang pun akhirnya tiba namun tiba-tiba seseorang memanggil lanlan.


"Lan" panggil Tiara


"Ya kak Tia, ada apa kak?"


"2 hari ini ceo akan makan diluar ya jadi kamu tidak usah datang ke ruangan ceo dulu ya" ujar Tiara menjelaskan


"Ada apa kak? Apakah ceo melakukan perjalanan keluar kantor kak?"


"Tidak kok hari ceo masuk, assisten ceo sendiri yang menelfon kakak, dan kakak tidak tau alasannya apa. Baiklah kamu makan saja nikmati waktu istirahat kamu dengan baik ya"


"Baik kak Tia" ujar lanlan dengan sopan nya.


"Ada apa ya? Tidak seperti biasanya. Tidak ada perjalanan keluar kantor juga, namun makan diluar, huuf baiklah keberuntungan emasku tidak melihat muka nya untuk dua hari ini" guman lanlan dengan senang nya bisa terbebas dari seorang ramesh.


Mita yang melihat lanlan berdiri sambil melamun, menghampiri lanlan.


"hai lan" sapa mita menghampiri lanlan


namun yang di sapa pun tidak merespon, dan tidak menyadari kehadiran nya.


"lan...!!"


"ah... iya mit, ya ampun bisa tidak manggilnya biasa saja tidak usah sekencang itu juga mit" ujar lanlan yang terkejut mendengar suara mita.


"ya kamu si, di panggilin bukannya jawab malah melamun, kenapa.? apa memikirkan ceo kita itu lagi ya?" ledek mita


"siapa juga yang mikirin ceo sucam begitu" elak lanlan


"yakin lan... ? sebenernya semenjak kamu di tugaskan untuk mengantar makanan ke ruang ceo memang awalnya kamu seperti orang yang kesel, dan jadi pemarah. namun setelah beberapa hari ini setelah kamu keluar dari ruang ceo kamu sedikit berbeda lan, terkadang kamu suka senyum-senyum sendiri" jelas mita yang memang selalu memperhatikan berubah nya sikap lanlan.


"itu hanya perasaan kamu saja mit, udah ayok kok malah bicarakan orang lain mending kita makan perut kenyang hati pun seneng"


lanlan mengalihkan pembicaraan yang baginya tidak akan bisa selesai karena jiwa kepo mita itu tidak terkontrol kalau sudah membicarakan sesuatu yang membuat nya ingin tau.


"mau makan kan, aku ikut juga dong"...


seseorang menghampiri lanlan dan mita yang ingin mengambil beberapa makanan di ruang istirahat pegawai resto.


saat ingin melihat ke belakang...


terimakasih sudah mau mampir ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


di tunggu kelanjutannya ya, hari ini spesial via akan buat 2 episode dalam 1 hari.


khusus untuk manteman yang setia membaca imajinasi via โค๏ธ


__ADS_2