
"dasar cewek Novel" gerutu ramesh menggeleng kan kepala nya. melihat senyuman manis lanlan yang sangat seneng menerima laptop dari ramesh dan mendengar gumanan lanlan.
******
Dirumah Lanlan
"Lan..." Panggil riko dan meletakkan koran yang di pegang nya setelah tau lanlan sudah pulang.
"Ya pa"
"Kamu yakin tidak apa-apa semalam.??soalnya kamu tidak pernah mendadak memberi kabar tentang sesuatu, dan itupun kenapa harus melalui mita." Kini riko menatap lebih intens ingin memastikan bahwa pertanyaan nya di jawab dengan jujur.
"Ya pa be..ner kok, lanlan sebenernya mau kasih kabar ke papa tapi ternyata baterai lanlan lowbat, dan lanlan kebelat kekamar mandi pada saat itu. Jadi mau tidak mau mita yang kasitau papa." Jawab lanlan bohong dengan gugup.
"maafin lanlan pa, maaf... lanlan hanya tidak ingin papa bertambah posesif lagi ke lanlan, lanlan bukan anak kecil lagi. maafin lanlan pa" lirih lanlan dalam hatinya merasa sangat bersalah.
"Baiklah jika begitu, tapi jika kamu berbohong ke papa kamu akan tau akibatnya lan! Soalnya mama kamu tidak pernah gelisa di tengah malam hanya karena mengkhawatirkan kamu terus.
Tidak seperti biasanya saja mama begitu"
"Papa serius...? mama Seperti itu.? Sekarang mana dimana pa?" Tanya lanlan yang khawatir.
"Sudah tidak apa-apa, mama hanya gelisa di tengah malam habis itu kembali tidur lagi. sekarang lagi berbelanja dengan bibi ke mallTar, mungkin sebentar lagi pulang"
"Syukurlah... Lanlan lega pa, kalau begitu lanlan ke atas mau mandi ya pa"
"Ya habis itu kita makan ya sayang"
"Siap pa"
Beberapa saat lanlan memasuki kamar nya melepaskan tas menghampiri kasur empuknya. Merenggangkan badan ke kasur empuk lanlan.
"Kenapa mama bisa merasakan aku yang tidak baik-baik saja ya. Tepat di saat aku merasakan suhu badan dan deruh nafasku memanas merasakan sakit di sekujur tubuh ku. Dan aku kira itu mama yang berbisik ke telinga ku, tapi ternyata si sucam" batin lanlan yang mengingat sangat jelas suara bisikan itu hingga membuatnya merasa tenang.
KRIETT......
"Sayang...!" Teriak Karin memasuki kamar lanlan dan saat itu lanlan terkejut hingga langsung terduduk.
HUP...
"sayang mama khawatir banget sama kamu, mama merasa kamu kenapa-kenapa disana," lirih Karin yang langsung saja memeluk tubuh mungil lanlan tanpa permisi.
"Ma lanlan baik-baik saja kok, lihatlah lanlan ma, lanlan tidak kenapa-kenapa." Lanlan berusaha menampilkan dirinya baik-baik saja dan ingin melepaskan pelukan dari mama nya. Namun sayang mama nya tidak melepaskan pelukan nya. Dan malah merasakan getaran kecil dari tubuh mamanya.
"Ma... Beneran lanlan tidak kenapa-kenapa kok" bujuk lanlan menenangkan mama nya.
akhirnya pelukan pun perlahan terlepas, Karin memandang mulai dari bawah sampai ke atas tubuh lanlan. merasa lega karena tidak terjadi apa-apa.
PLETAK...!!
"Aw... Ma.. sakit tau" rengek lanlan mengelus keningnya yang sedikit sakit.
"Kamu itu tidak biasanya kasih kabar melalui orang lain lan, mama tau itu. Dan kemarin baru pertama kali nya orang lain yang kasih kabar itu di luar pikiran mama. Itu yang membuat mama khawatir"
"Ah... Ya maaf ma lain kali lanlan tidak begitu."
"Baiklah, cepatlah mandi mama akan masakan makanan kesukaan mu. Mama tunggu dibawah ya sayang" Karin mengecup kening lanlan penuh sayang.
"Hufh... Maafin aku ma aku berbohong tentang tadi" batin lanlan yang merasa sedih membohongi mama nya.
Drett...drett...drett...
Lanlan mengambil ponsel nya dan melihat nama di layarnya " dartin "
__ADS_1
"Hallo dar, ada apa?"
"Maaf lan mengganggu waktu istirahat mu, aku ingin mengajak mu pergi jalan akhir pekan ini, apa kamu mau??
"Sudah terlanjur menggangu, aku tidak janji ya dar, tapi aku usahakan"
"Baiklah, aku tunggu kabar mu 2 hari dari sekarang ya lan good night"
"Ya baiklah, good night to dar"
"akhir pekan, 1 Minggu dong" batin lanlan
biasanya yang bekerja di restoran x1 setelah sudah bekerja selama 4 bulan. untuk bulan berikut nya disetiap bulannya di akhir tanggal bisa mengambil waktu libur 2 hari. namun secara bergantian setiap bulannya.
Di perusahaan x1
"Bagaimana Zan, tugas yang kusuruh kau selidiki apakah sudah dapat hasinyal"
"Masih belum ketemu bos, karena lokasi kejadian itu di dalam toilet. Sedangkan di dalam toilet tidak ada cctv jadi sulit menemukan pelakunya bos"
"Yang terakhir keluar dari toilet itu apa tidak ketemu, jika tidak bisa ditemukan di dalam toilet pasti ada di sudut memasuki toilet cctv nya kan?"
"Ada bos saya sudah melihat nya, sebelum nona lanlan memasuki toilet pada awalnya tidak kenapa-kenapa. Namun setelah keluarnya wanita yang kemarin nona lina teman satu kerjaan nona lanlan nona lanlan sudah basah kuyup bos." Jelas zanli
"Ah... itu pasti dia... Dia lagi ternyata, cari tau asal usul wanita itu secepat nya dan laporkan ke saya"
"Baik bos, kalau begitu saya permisi"
Ramesh tidak bisa hanya diam saja melihat lanlan yang menderita saat demam kemarin.
Ramesh yakin jika lanlan pasti di kerjain seseorang, sehingga menyuruh zanli untuk menyelidiki nya.
Tok...tok...tok...
"Masuk"
semenjak lanlan di ingatkan oleh ramesh tentang posisi, lanlan akan memanggil ramesh bos di saat ada orang jika tidak ada orang lanlan akan bertindak sesuka hati. ya kali lanlan luluh dengan si sucam lanlan hanya menghargai saja di saat ada orang dan di jam kerja saja😂
Oh ya baik"
Ramesh merapikan sedikit berkas yang berantakan di mejanya dan segera menghampiri lanlan di ruang tamu nya.
"Kenapa diam, ayok makanlah"
"Hem... Ada apa denganmu, kenapa meminta makanan lagi bukannya mogok makan ya"
"Aku lapar" jawab enteng ramesh mulai mengambil piring
"Jadi kemarin tidak lapar kah?"
"Kita mau makan atau mau mulai perang si, kau daritadi seperti detektif saja memberiku bertubi pertanyaan bukan makanan"
Mereka pun akhirnya makan setelah selesai beraduh mulut. ramesh pun kembali ke meja kerjanya, ingin melanjutkan tugas lagi. dan lanlan merapikan meja dan membersihkan nya. Namun tangan ramesh terhenti untuk mengetik saat melihat wajah lanlan yang tampak berbeda selesai makan.
"Kau kenapa.? Apa ada masalah??" tanya ramesh
"Tidak kok"
Lanlan merasa bosan saja, sudah hampir 1 minggu ini lanlan tidak keluar menghirup udara segar, papa nya sibuk sama mama nya. Kakak nya sibuk di kantor, Mita ada urusan. Dia bingung ingin keluar mengajak siapa. Lanlan akhirnya selesai membersihkan dan ingin beranjak dari ruangan ramesh,
Tok...tok...tok...
"Masuk"
__ADS_1
"Bos, setengah jam lagi klien kita akan sampai di pulai bunga, apa sebaiknya kita berangkat sekarang bos.??" zanli mengingatkan ramesh, namun mata ramesh menatap punggung lanlan yang tiba-tiba saja berhenti.
"Ada apa lan, apa masih ada yang tertinggal??" Tanya ramesh setelah mendengar perkataan dari zanli.
"Tidak apa-apa kok bos" Lanlan kembali melangkah kaki nya, namun berhenti lagi setelah mendengar suara bosnya.
"Mau ikut?" Ramesh bukannya menjawab pertanyaan zanli daritadi, seakan zanli tembok. malah bertanya lagi ke lanlan yang hendak ingin keluar dari ruangan ramesh.
"Bos bicara pada saya kah?"
"jadi dengan siapa.?"
"di depan bos ada dua manusia bukan? dan kami memiliki nama bos" jawab ketus lanlan
"jadi bagaimana apakah kau mau ikut nona lanlan" ujar ramesh menahan amarahnya.
"Apakah boleh? Tanya nya antusias
"Jika kau mau, maka ikutilah denganku. Langkah mu berhenti setelah mendengar pulau bunga, dan wajahmu pun jadi semangat. Jika mau si jika tidak mau ya sudah."
Lanlan bener-bener sangat ingin refreshing, tanpa ragu lanlan langsung mengangguk kan kepalanya dan tersenyum.
Namun raut wajah berubah dengan cepat dia baru sadar jam kerjanya belum selesai.
"Aku akan bilang ke manager mu, kau ikut denganku membantu zanli untuk menemui klien bersamaku." Ramesh tau apa yang di pikiran gadis didepannya.
Ya jelas itu bukan hal yang sulit bagi seorang ramesh. Itulah sebabnya dalam waktu 6 bulan saja ramesh sudah bisa membuat perusahaan x1 berkembang pesat.
Karena analisa nya dalam hal bisnis tidak di ragukan lagi.
"Baik aku akan bersiap diri dulu, permisi bos" ucap lanlan tersenyum dan meninggalkan ruangan ramesh.
Ramesh tersenyum puas, senyuman lanlan menambah semangat nya untuk bekerja dan tidak sabar akan satu mobil dengan seorang yang disukai, senyuman Ramesh membuat zanli yang masih berdiri merasa takjub
"Bos super kejam, dingin, dan sombong takluk dengan seorang gadis galak, dunia yang sama, haha... Sama-sama jahat diluar saja" batin zanli menggeleng kan kepala nya menatap tidak percaya kedua pasangan yang dari sisi luarnya sama, namun bertimbal balik dengan sisi dalam nya.
"ehem..."
deheman yang dibuat zanli menyadarkan ramesh dari lamunan nya.
"Ah.. ya zan siapkan mobil dan keperluan kita, perhatian mobil yang akan kita bawak jangan sampai ada kesalahan. Dan hanya bawa 1 pengawal untuk sopir kita saja."
"Baik bos saya akan lakukan sekarang."
"Tunggu...!!" Saat zanli sudah berjalan keluar pintu dia mendengar ramesh memanggil nya.
"Ya bos ada lagi yang saya kerjakan?"
"bawalah juga beberapa pengawal terpercaya untuk mengikuti kita tapi dari jarak jauh."
"baik bos, saya mengerti dan saya permisi bos" ujar zanli membungkuk badan hormat.
"Hem.."
"akhirnya aku bisa pergi berdua sama mu lan, ya walau bukan Bener-bener berdua si, tapi itu sudah cukup asalkan ada kamu yang menemani ku" batin ramesh, hatinya sangat gembira terpancar dari wajahnya yang ceria mata berbinar-binar dengan senyum tipis yang terukir dari sudut bibirnya.
"masuk dan gantilah lan, waktuku tidak banyak lagi.!"
"tidak mau ya tidak !!..., kau ini ingin menjual ku kah.!??"
hayo siapa yang dijual ni 😂
terimakasih sudah mampir 😘
__ADS_1