You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Belajar Mandiri


__ADS_3

namun mama nya tidak terlihat di ruang makan, lanlan pun mempercepat jalan nya dan lansung menuju ruang makan, tapi sebelum duduk di kursi makan kebiasaan lanlan.....?


******


"Pagi papa, mama mana pa.?" sapa lanlan sambil mencium pipi kanan dan kiri riko.


( ya inilah kebiasaan lanlan )


"Mama baru saja kedapur katanya mau ambil sup ayam favorit kamu yang sudah dibuat kan khusus kamu sayang" balas riko sambil meletakkan koran yang dibaca.


"Mama disini sayang, sebentar ya sedikit lagi mama selesai kok" kata kanny yang mendengar pembicaraan lanlan ke Riko.


"Sayang kamu memang sudah bener-bener yakin mau bekerja jadi waiter di kantor itu, papa kan bisa buat kamu kerja di kantor kita sebagai apapun yang kamu mau.


Kenapa harus ke kantor orang si sayang??" Rajuk riko yang teringat pembicaraan lanlan yang diterima kerja di perusahaan x1 tidak tega melihat anak bungsu tersayang nya harus kerja bahkan itu sebagai waiter sedangakan keluarga mereka juga merupakan keluarga terpandang.


"Pa, lanlan bukan nya tidak mau berkerja di perusahaan kita, hanya saja lanlan mau buktikan ke papa, mama, lanlan bisa mandiri dan mau memulai nya dari bawah pa." Balas lanlan menenangkan ayahnya yang sedang khawatir.


"Bukannya papa sudah setuju, kenapa dibahas lagi si pa,? Sudah biarkan saja pa mungkin lanlan memang mau mandiri itu pilihan lanlan kita hanya bisa mendukung saja". Kata kanny yang memang mendengar pembicaraan suami dan anaknya dan langsung duduk di kursi makan sambil menuangkan sup ayam ke mangkok untuk lanlan.


Suasana ruangan makan pun menjadi tegang, lanlan yang melihat raut wajah khawatir ayahnya pun menjadi tidak tega


"Lanlan janji deh pa, kalau ada apa apa, lanlan langsung kabari papa, atau kalau lanlan merasa tidak nyaman pasti lanlan kabari papa dan keluar dari perusahaan itu, bagaimana pa?" Bujuk lanlan agar wajar khawatir ayahnya hilang.


"Baiklah, janji ya sayang kabari papa jangan dipaksain, lagian juga kalau kamu tidak bekerja pun tidak masalah masih ada papa kok yang bisa biayain kamu untuk tujuh turunan". Balas riko dan yang akhirnya mengurangi rasa khawatir nya.


"Lanlan janji pa" dan lanlan tersenyum puas akhir nya bisa melihat wajah tampan papa lagi.


Akhirnya mereka pun makan dengan damai.


Dengan kanny yang mengambil piring mengisi makanan untuk riko. Setelah itu kanny pun makan dan sedangkan lanlan menghabiskan dua mangkok sup ayam.


"nyam.. nyam..., masakan mama yang terbaik.


Oya Pa, ma, lanlan pergi dulu ya. Nanti takutnya telat karena hari ini pertama lanlan kerja". Lanlan mengambil tas tidak lupa mencium pucuk tangan papa dan mama nya.


"Diantar pak Dani aja ya sayang biar cepat dan aman". Kata riko yang Langung di tolak oleh lanlan.


"Pa, lanlan mau mandiri lanlan mau memulai dari bawah lanlan juga kepengen merasakan naik bis jadi lanlan pasti bisa kok naik bis saja. Lagian jarak rumah dan tempat kerja lanlan tidak begitu jauh kok pa." Balas lanlan yang memang kepengen merasakan naik bis karena memang selama ini mau kemana-mana kalau tidak Bawak sopir ( pak Dani) ya naik mobil sendiri.


"Ya udah, tapi ingat hati hati dan kabari papa kalau sudah sampai" Pasrah riko.


"Siap pa" balas lanlan.


Dan langsung beranjak pergi meninggalkan rumah.


Disisi lain


******


Riki menelfon ramesh untuk kembali ke kota xefino dalam waktu 1 bulan dari sekarang.


Dengan alasan bahwa riki sudah tidak sanggup lagi bekerja. Agar ramesh bisa langsung pulang.


"Hallo dad, ada apa Daddy telfon masih pagi begini? Sapa ramah ramesh ditelfon


"Daddy kasih kamu waktu dalam 1 bulan ini untuk pulang ke rumah, untuk urusan kantor di mehora biar asisten kepercayaan Daddy aja yang urus, kamu pulang dan gantikan Daddy." Tegas riki yang sudah beribu kali meminta ramesh untuk kembali ke xefino.


Ramesh semenjak umur 16 tahun sudah bisa menguasai berbisnis dan tepat umurnya 18 tahun langsung mengambil ahli bisnis di kota besar MEHORA cabang perusahaan ayahnya, namun ramesh sendiri sudah sangat terbiasa dengan lingkungan yang dijalani selama ini. ramesh sudah di kota mehora dan menjabat sebagai CEO di mehora 6 tahun. Tapi sebelum itu sejak ramesh 5 tahun di mehora daddy nya meminta kembali ramesh untuk tinggal di xefino saja. Namun nihil selama daddy nya meminta ramesh selalu menolak.


"Dad, kan ramesh sudah bilang, ramesh tidak mau dad ramesh masih mau disini. Pokoknya kalau daddy telfon ramesh karena masalah untuk kembali tetap ramesh tidak mau.!


Maaf dad". Telfon langsung dimatikan ramesh karena kesel selalu kalau daddy nya telfon hal itu terus yang dibahas.


Riki yang mau bicara tapi mendengar suara telfon dimatikan menjadi kesel dan marah.


Raut wajahnya membuat Karin istrinya yang baru saja tiba pun jadi kebingungan.


"Ada apa dad? Perasaan tadi baik baik aja. Kok mommy tiba daddy wajah nya jadi merah begitu?? Kata Karin yang langsung menghampiri riki.


"Apalagi dan siapa lagi yang buat daddy jadi begini kalau bukan anak yang kamu manjakan itu, sudah 6 tahun ramesh disana seharusnya sudah waktunya anak itu kembali dan ambil ahli perusahaan dong mom." Kesel riki


"Ya udah nanti kita pikirkan lagi sekarang waktunya daddy berangkat gih kerjanya.


Semua perlengkapan kantor daddy sudah mommy siapkan." Balas Karin yang berusaha menenangkan 2 pria yang sama sama keras kepala.


"Baiklah daddy berangkat dulu, mom hati hati dirumah kalau mau keluar izin ke daddy, Bawak pak safo (sopir) biar lebih aman ya mom." Khawartir riki ke Karin yang langsung di anggukan oleh sang istri.


"Iya iya...suami ku sayang". Mencium pipi riki dan pucuk tangan riki dengan senyumnya terbaik untuk sang suami.


Riki pun berangkat dan bergegas menuju mobil untuk ke kantor.


******


"Akhirnya tiba juga, perusahaan x1 memang sangat besar ya lebih besar dari punya papa.


Waah.... Semoga nanti bisa cuci mata lihat cowok-cowok ganteng". Harap lanlan yang sudah tiba di depan perusahaan x1 .


Bruuuk...


Awww ...


Lanlan yang tidak melihat ke depan karena asyik nya melihat besarnya perusahaan itu sampai tidak melihat jalan dan akhirnya menabrak seseorang.


"Maaf... Maaf... Saya yang tidak melihat jalan tadi," lanlan meminta maaf sambil mendongakkan kepala keatas.


Dan terkabul harapan lanlan untuk mencuci mata karena yang di tabrak lanlan seorang pria tampan, tinggi, dan memang se profesi dengan lanlan.

__ADS_1


"Oh ya udah tidak apa apa, kakak gimana ada yang sakit tidak? Balas pria itu dengan nada suara yang lembut dan ramah.


"Hallo.... Kak apa ada yang sakit?" Mengulang perkataan nya karena yang ditanyain tidak menjawab.


"Ah... Ya ya... Tidak ada yang sakit kok.


Jangan panggil kakak dong saya juga baru disini, nama saya lanlan, Hari ini pertama saya kerja di perusahaan ini. Kalau boleh saya tau nama kamu siapa?" Akhirnya lanlan yang memberani kan diri untuk berkenalan. Biasanya lanlan bukan tipe yang mau berkenalan, tapi jika sudah ketemu si pria tampan lanlan akan berusaha memberanikan diri untuk sekedar berkenalan.


"Ternyata kamu baru kerja disini, nama saya Dartin saya kerja disini sudah 2 tahun di bagian resepsionis restoran ini. Kamu kerja di bagian apa? Biar nanti saya antarin?" Balas Dartin


"Oh... sa..Saya sebagai waiter di restoran perusahaan ini,? Jawab gugup lanlan dengan pipi yang sudah merona.


"Jadi kamu waiter baru menggantikan waiter lama yang keluar dong, berarti kita satu kerjaan. Ya udah ayok kita barengan saja tidak usah malu teman disini baik semua kok" ajakan Dartin yang langsung di anggukan oleh lanlan.


"Terimakasih" balas lanlan yang akhirnya sudah merasa aman walau masih ada rasa sedikit gugup nya.


Akhirnya mereka pun berjalan barengan sambil bercerita dan bercanda gurau.


Dan tidak terasa mereka pun tiba.


Lanlan yang melihat restoran didepan merasa takjub dengan mulut yang sedikit terbuka. Bisa dikatakan restoran dalam perusahaan ini seperti restoran bintang 5 bahkan bisa dibilang bintang 7.


Mewah, besar dan tampak sangat terawat.


"Sudah ayok kita kedalam, ditutup itu mulutnya entar masuk lalat mau...? Nanti kamu juga terbiasa dengan keadaan disikitar" ajak dartin yang melihat lanlan terkejut melihat restoran semewah ini.


Lanlan bukan nya pertama kali melihat restoran semewah ini hanya saja lanlan tidak mengira akan ada restoran mewah didalam perusahaan.


Setiba nya didepan restoran sudah ada Tiara maneger restoran berdiri didepan sambil mengawasi pegawainya.


"Lanlan, bukan?? Sapa Tiara hanya untuk memastikan karena yang menelfon lanlan diterimanya bekerja adalah Tiara sendiri sebagai maneger di restoran x1.


"Iya betul saya lanlan waiter baru hari ini bu... Buu? Kata lanlan yang rasa gugupnya sudah mulai menaik.


"Santai saja lanlan, saya Tiara manager disini kamu bisa panggil saya kak tia, saya yang menelfon kamu untuk bekerja hari ini.


Sekarang kamu siap-siap nanti saya akan kasitau tugas kamu ya."


"dartin kasitau tempat dimana letak tas dan pakaian juga." Perintah Tiara yang Langung di anggukan dartin


"Siap kak tia" balas dartin


"Ayok lan" ajak dartin


Sesuai perintah tiara dartin pun memberitahu lanlan, setelah itu dartin langsung mengambil ahli tugas nya sendiri, sedangakan lanlan langsung menuju tiara sesuai perkataan tiara.


"Kak tia apa yang menjadi tugas saya kak??" Sapa lanlan di depan tiara.


Tiara pun menjelaskan yang menjadi tugas lanlan, cara bekerja, dan mengajak lanlan untuk berkeliling sebentar di sekitar restoran. Untuk memberitahu letak barang barang dan semua yang menjadi tanggung jawab sebagai pegawai waiter di restoran itu.


Akhirnya tiara mengumpulkan semua pegawai restoran untuk mengumumkan datangnya pegawai baru, agar bekerjasama dan memperkenalkan diri masing masing.


Tapi karena sudah menjadi keputusan lanlan ingin mandiri lanlan tetap semangat dan lanlan pun mendapat beberapa teman dan saling membantu.


waktu sudah menunjukan untuk pulang, Lanlan pun bersiap-siap dan menuju ke jalan pulang dimana biasa ada bis menuju kerumah.


******


"Ini sudah jam berapa kenapa lanlan belum pulang juga ini ma? Desak riko yang terus menelfon lanlan namun belum diangkat juga.


"Iya mungkin sebentar lagi pa, balas kanny yang memang juga menelfon lanlan tidak menjawab.


Sesampai lanlan di bis, lanlan baru teringat tidak menyentuh ponsel nya selama bekerja karena memang juga salah satu peraturan dari restoran begitu.


Lanlan pun membuka ponsel nya dan terkejut nya lanlan papa dan mama nya sudah menelfon berulang kali,


Dan disaat itu juga panggilan masuk dari mama lanlan terlihat di ponsel. lanlan pun langsung mengangkat telfon nya.


"Iya hallo ma, ada apa kok nelfon nya banyak banget?" Jawab ramah lanlan ditelfon


"Kamu kok baru angkat telfon sayang, papa kamu ini sudah gelisa dari tadi kamu tidak menjawab telfon?"


Riko yang mendengar kanny berbicara langsung mengambil ahli ponsel nya.


"Sayang, ini sudah jam berapa? Kamu dimana?? Ditelfon kok tidak angkat- angkat?? Cemas Riko


"Papa ku sayang lanlan sudah di bis kok bentar lagi lanlan pasti sampai. Beneran deeh pa." Balas lanlan


"Jam berapa lagi sampai, besok..?? Senggah riko yang sudah kalang kabut khawatir nya sama lanlan.


Di saat yang bersamaan bis nya sudah menuju ke arah rumah lanlan, lanlan pun langsung turun dan berjalan sedikit, namun didepan nya lanlan melihat ayahnya yang sudah berada diluar rumah.


"Papa..." Panggil lanlan yang polsel nya langsung dimatikan dan dimasukin ke dalam tas.


"Riko yang mendengar suara anak tersayang pun bergegas menyerahkan ponselnya ke kanny dan berjalan kedepan menemui lanlan yang memanggil nya.


"Anak bandel, biasakan pulang malam begini ya ini sudah jam berapa lanlan" mencubit hidung lanlan yang sudah hampir memerah, yang mempunyai hidung pun menahan kesakitan.


"Pa, anak pulang bukannya di peluk malah di cubit begini, sakit tau pa" rengek lanlan yang akhirnya di lepas oleh riko dan duduk di kursi ruang tamu.


"Kata kamu jam pulang kerja nya jam 7 malam ini sudah jam berapa lanlan" marah yang sedikit ditahan riko agar lanlan tidak ketakutan.


"Maaf pa, hari ini kan lanlan baru masuk jadi


Lanlan agak lama dan masih banyak yang harus di pahami. Mungkin setelah lanlan lama bekerja lanlan akan terbiasa dan bisa cepat selesai kerjanya pa." Jelas lanlan.


Kanny yang melihat tingkah riko menggeleng kan kepala yang ibu disini siapa? Yang marahi siapa? tidak habis pikir kanny dengan tingkah posesif riko ke lanlan

__ADS_1


"Pa, bener kata lanlan baru juga hari ini bekerja yang pasti lah lama pa, lagian lanlan kan emang tidak pernah bekerja dirumah, pekerjaan rumah ada bibi Luna yang kerjakan." Jelas kanny agar amarah riko reda


"Mulai besok kalau malam sepulang kerja harus di jemput sama pak dani tidak ada tapi tapi, dan tidak bisa di ganggu gugat. Paham lan?? Perintah tegas riko


"Pa..." Rengek lanlan dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


Riko yang melihat pun akhirnya pasrah.


"Hanya sampai kamu bener bener sudah mulai terbiasa, dan dalam waktu 3 bulan.


Setelah itu kamu boleh naik bis lagi." Pasrah riko yang tidak tega melihat mata anak tersayang nya yang sudah mulai sembab.


"Terimakasih pa, lanlan sayang papa" peluk lanlan dan mencium pipi kiri dan kanan riko


Dan tidak lupa setelah papa nya lanlan juga peluk mama dan mencium pipi kiri dan kanan kanny.


"Ya udah sana mandi dan makan habis itu istirahat besok kan kerja lagi." Kata kanny


"Baiklah ma" lanlan pun bergegas ke atas dan lansung mandi, makan, setelah makan langsung tidur karena terlalu lelah bisa langsung tertidur. biasanya lanlan itu sulit untuk tidur, dan biasanya baca novel/komik agar bisa tidur dengan sendirinya. Begitulah kebiasaan lanlan salah satu nya.


******


"Mom, bantu dong pikirkan cara bagaimana anak kita itu mau pulang ke sini, mau sampai kapan dia disana terus? Sedangkan disini juga bisa dan dad kan bisa istirahat mom??" desak riki ke karin yang masih tenang menonton film kesukaan nya.


"Mom...!?" Dengar daddy ngomong tidak si mom?? Masih meminta saran Karin.


"Dad, anak kita itu sudah besar sudah dewasa tidak mudah untuk dibujuk seperti dia yang masih kecil, mommy saja tidak keberatan kok jika memang dia mau tinggal disitu, asalkan dia baik baik saja mommy sudah sangat seneng" balas Karin


"Mommy dan anak sama aja tidak ada yang bisa di ajak bicara!" Kesel riki


"Jadi tadi dad ngomong sama siapa? Kalau bukan sama mommy, sama siapa dad?? Hantu...??" Karin yang sudah mulai kesel


"Bu..bukan begitu maksudnya dad mom, tadi kan dad bicara nya sama mommy, Kan tidak mungkin hantu mom??" Elak riki yang sudah mulai takut lihat Karin yang mulai emosi.


"Jadi dad mau bilang mommy hantunya?? Iya dad...!?


balas Karin


"Bu..bukan mom" elak riki yang langsung di potong Karin


"Malam ini dad tidur di ruang tamu, jangan harap bisa masuk kamar sampai bener bener mommy maafin...!!! Bentak Karin yang langsung menuju kekamar sambil banting pintu dan terkunci dari dalam.


Inilah yang riki takutkan bukan karena galak atau cerewet sang isteri tapi karena tidak dibolehkan untuk tidur seranjang atau bisa dibilang tidak dapat jatah.


"Mom...,?Mom...?? Dad minta maaf mom."


Rajuk riki yang sudah berada didepan pintu, tapi nihilnya pintu tetap terkunci.


"Ini semua gara-gara anak satu bijik ini, baru punya satu anak udah ribet gini, awas aja kalau tiba kerumah ini..! Gerem riki yang masih jelas didengar Karin .


"Jangan salahkan anak ku itu ya dad, dia tidak salah daddy yang salah, paham dad!?"


Karena sebenarnya Karin ada dibelakang pintu hanya ingin mengetahui apakah suami nya akan mengejar atau tidak? Dan ternyata mengejar.


"Hahah" tawa pelan dari sebrang pintu, siapa lagi kalau bukan Karin istrinya riki.


"Ya mom dad yang salah dad yang udah marah tidak jelas, dad salah mom, bukain dong mom pintunya? Rajuk riki yang langsung dijawab di balik pintu.


"Sekali no, tetap no dad!? Tidur diruang tamu saja atau mau dad mom suruh tidur di luar? Mau dad?? Balas Karin


"Iya.. ya ya mom dad tidur di ruang tamu.


Mom jangan lama lama ngambek nya ya kasihan daddy tidak ada yang nemani ya mom?? Masih tetap dengan suara bujukan yang halus agar karin besok sudah baik baik saja.


"Lihat besok, kalau dad tetap seperti yang tadi dad selamanya tidur diruang tamu." Balas Karin


"Ya mom, dad usahakan" pasrah riki yang sudah kehabisan cara untuk membujuk sang istri akhirnya riki pun menuju ke ruang tamu karena hari pun sudah larut malam dan riki langsung terlelap.


Disamping itu karin yang sudah berganti pakaian piyama menuju ke ruang tamu karena Karin yakin dad pasti sudah tidur.


Dan bener saja riki sudah tertidur dengan pulasnya.


"Mommy sayang daddy, maafin mommy ya dad." Karin menarik selimut hingga ke dada riki dan mencium pelan ujung kening sang suami dan tertidur di samping suami.


Karin tau Masalah hari ini hanya masalah sepele bahkan sangat sepele semua kata yang keluar hanya membuat riki bisa mengontrol emosinya agar kalau berbicara jangan asal ngomong. Dan akhirnya mereka pun tertidur pulas dengan Karin memeluk suaminya.


******


Dimalam yang sama


Drett... Drett... Drett...


Sambungan telfon pun akhirnya diangkat


"Apa....!?" Kesel kanny


haiii Manteman...


semoga cerita nya tidak mengecewakan yaa,


dan maafin author ya jika masih ada yang salah kata kata nya 🙏🙏


masih kepooo bukan, untuk kelanjutannya??


ditunggu ya kelanjutan nya...


terimakasih 😘

__ADS_1


❤️ salam manis dari author ❤️


__ADS_2