
Di Restoran
Lanlan yang sudah tiba di perusahaan x1 bukan menuju ke resto, namun langkah kaki lanlan Langsung menuju lift ke ruangan Ramesh.
Tanpa basa-basi lagi dan tidak menghiraukan zanli yang berada di depan lanlan langsung menuju ruangan ramesh dan mendobrak ruangan ramesh yang masih tertutup, masih dengan pakaian dari rumah lanlan karena lanlan tidak mengganti pakaian resto.
Buugh...
pintu yang di dobrak pun terbuka dengan lebar dan bisa dilihat yang didepan mata lanlan ramesh sedang duduk santai didepan meja kerjanya.
"Hai kau, bisa tidak kau itu tidak menggangu ketenangan orang lain ha,!"teriak lanlan yang berjalan menuju Ramesh.
Ramesh yang melihat lanlan asal main masuk saja hanya diam ingin mengetahui sampai dimana lanlan akan bertindak sesuka hati main masuk tanpa mengetok pintu dahulu
"Oh sekarang kau bisu, baiklah aku pergi saja sunggu muak aku berada lama-lama disini dengan orang bisu" lanlan hendak membalikan badannya, namun dengan cepat tangan lanlan di cekal oleh ramesh.
"Apa kau lupa dengan janji mu semalam? Atau kau pura-pura LU...PA....!" Dengan nada penekanan yang memang sengaja dibuat ramesh.
"Aku tidak lupa, hanya saja hari ini aku sudah meminta izin ke maneger ku untuk tidak bekerja. Yang otomatis akupun tidak mengantarkan makanan untukmu. Tidak bisakah kau tidak menggangu ku dan membuat masalah" Jelas lanlan masih dengan nada kesel nya dan menghempas keras tangan ramesh dari tangannya lanlan.
"Jika berjanji, maka tepatilah. Dan kau tidak diizinkan untuk tidak bekerja jika tanpa izin ku, paham.!" Jawab Ramesh. Yang mulai merasakan pusing di kepalanya akibat belum makan semejak tadi pagi hanya karena ingin makan siang bersama lanlan. Namun ramesh tetap berusaha menahan agar lanlan tidak mengetahuinya.
"Kau bukan managerku, jadi aku tidak akan menuruti mu. Dan perlu kau tau aku berbeda dengan mu. Aku bukan bekerja di bagian dalam perusahaan ini tapi aku bekerja di bagian dalam restoran perusahaan ini. Jadi tolong jangan membuat pekerjaan ku menjadi beban" jawab ketus lanlan dan berniat ingin meninggalkan ruangan neraka itu.
"Jika kau melangkah 1 langkah lagi jangan salah kan aku jika aku menutup restoran itu hari ini juga.!" Ujar ramesh dengan suara yang mulai merendah, pusing dan keringat sudah membahasi nya hingga keleher Ramesh. Sementara di depan langkah lanlan langsung berhenti.
"Kauu!!"
"Dasar brengsek, jelek, sucam, hidup lagi sungg..."
bluugh...
Ramesh terjatuh di lantai tepat didepan mata lanlan.
Lanlan yang teriak pun akhirnya berhenti karena melihat ramesh jatuh tepat Dimata lanlan, lanlan pun bergegas menuju ke arah ramesh, melihat wajah yang sudah pucat, dengan keringat yang sudah membasahi wajah tampan ramesh.
"Ram...?? Ram..? Jangan bercanda hei... Ram bangun??" Namun yang di panggil pun tidak juga bangun.
khawatir, gelisah itulah yang lanlan rasakan saat ini.
"Tolong... Yang ada diluar tolong...!" Teriak lanlan yang langsung didengar zanli, zanli masuk dan terkejut melihat bos nya sudah berada di lengan lanlan dengan tubuh yang sudah berkeringat.
Zanli memapah ramesh ke ruang private nya menuju ranjang besar yang sudah tersedia disana.
Dan memanggil dokter kepercayaan keluarga ramesh.
Setengah jam kemudian
"Bagaimana dok?" Tanya lanlan dengan nada khawatir nya.
"Tuan muda ramesh hanya kelelahan saja akibat belum ada nya asupan makan. Kemungkinan tuan muda belum makan sejak pagi nona." Jelas dokter Jony
JONY dokter kepercayaan keluarga ramesh.
"Apa karena menungguku dia sampai tidak makan, ahk... Gak mungkin... Emang siapa aku sampai dia membahayakan tubuhnya sendiri. Sadar lan.. sadar..." guman lanlan
"Baiklah dok terimakasih" jawab ramah lanlan
"Sebentar lagi tuan muda akan sadar tolong nona ingatkan agar tuan muda langsung makan, saya sudah selesai memeriksa tuan muda saya permisi nona" ujar Jony menjelaskan dan berpamitan.
"Saya antar dok" tawar zanli yang meninggal kan lanlan dan ramesh.
"Kau ini buka mata atau tutup mata sama-sama menyusahkan saja, makan tinggal makan saja haruskan sampai begini, hu" guman lanlan yang kesel bercampur khawatir. Lanlan sadar bagaimana pun ini terjadi karena adanya lanlan dan perdebatan tadi.
Lanlan berjalan keluar pintu dan melihat zanli yang sudah berada dimeja nya.
Zanli yang melihat lanlan keluar menghampiri lanlan.
"Nona anda mau kemana?" Ujar lanlan.
"Mau mengambil makanan buat bos sombongmu itu, oya apa kamu tau kenapa dia sampai belum makan dan pingsan begitu, apa tidak ada yang bisa memberinya makanan.?" Tanya lanlan dengan polosnya
"Maaf nona, yang saya tau tadi bos bilang dia ingin makan bersama nona jadi memang bos sengaja tidak sarapan dirumah" jelas polos zanli karena ramesh memang berbicara seperti yang dikatakan zanli di waktu di mobil saat hendak berangkat ke kantor.
"Ah... Aku jadi tidak enak kalau begini, kenapa si harus menunggu. Sudah besar masih bertingkah seperti anak kecil saja" guman ketus lanlan dan berjalan menuju ke resto.
Namun di tahan oleh zanli.
" Maaf nona jika saya lancang, bisakah nona yang menemani bos didalam, biar makanan saya yang memesannya ulang." Ujar zanli
"Ulang...?" Tanya lanlan mengeryit keheranan
" Ya bener nona, tadi bos sudah memesan makan dua porsi dan beberapa kuah sop untuk makan siang nona dan bos, namun karena yang mengantar bukan nona bos marah besar dan ingin menutup restoran itu. Namun saya langsung menelpon nona Tia agar langsung menghubungi nona.
baiklah nona saya akan memesannya lagi, permisi nona." Jawab zanli menjelaskan dan meninggal kan lanlan yang masih mematung mendengar penjelasan dari zanli.
"Dasar bodoh" guman lanlan berjalan memasuki ruangan ramesh dan menuju ke ruang private ramesh.
__ADS_1
lanlan yang melihat ramesh masih tertidur memperhatikan rinci ramesh, satu kata yang terlintas di benak lanlan
tampan...
"Kenapa kamu sangat berbeda, jika kamu hidup kamu akan seperti orang yang kelaparan memakan siapa saja yang ada didepan mu, namun beda hal saat kamu sedang tidur kamu seperti manusia yang menggemaskan tanpa dosa, tampan seperti pangeran, hu" guman lanlan dengan bibir manyun nya.
Namun didengar oleh ramesh yang memang sudah mulai sadar saat mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan private nya.
Ramesh yakin jika itu lanlan karena yang berani masuk keruang ramesh selain orang tuanya hanya lanlan. Kalau pun zanli pasti mengetok pintu.
"Jadi kau berharap aku mati dan bukan manusia begitu" suara serak dan lemah itu membuat lanlan tersadar dan menatap ramesh yang sudah sadar.
Tatapan mereka pun bertemu memandang ke sorot mata terdalam masing-masing, terasa nyaman dan hangat.
Tok...tok...tok...
"Nona ini makanan nya sudah datang" ujar zanli mengetok pintu
Ramesh dan lanlan yang mendengar suara ketukan itu langsung menghindar dan membenarkan posisi mereka.
"Ya masuk" lanlan yang memilih menjawab karena ramesh masih terlihat lemah.
Mata ramesh berbinar-binar karena akhirnya dia akan makan bersama. didepan mata nya sudah tersedia beberapa makanan yang menggugah selera untuk segera menyantap nya.
Ramesh pun mula membenarkan posisi yang tadi masih tergeletak hingga perlahan duduk.
Sedangkan lanlan mulai mengambil beberapa makanan untuk bisa dimakan ramesh dan meletakkan di depan ramesh.
"Makan lah" ujar lanlan setelah meletakkan makanan di depan ramesh.
Namun ramesh masih diam, memperhatikan makanan nya tanpa menyentuh.
"Kau tidak ingin makan?" Tanya lanlan karena makanan yang sudah disiapkan hanya di lihat begitu saja.
Ramesh mulai bergerak mengambil sendok, namun terlihat sulit untuk menggapai nya.
"Baiklah sini, biar aku suapin, buka mulutmu."
ramesh membeku, sekejap detak jantungnya berdetak sangat kuat bahkan ingin keluar dari tempatnya karena dengan sendirinya lanlan ingin menyuapi Ramesh. betapa bahagianya ramesh dan ingin waktu berhenti sejenak.
"Buka mulut mu ram, kok jadi pendiam gini si!." Kesel lanlan yang sudah mulai mengarahkan sendok ke mulut ramesh, namun ramesh masih belum membuka mulutnya.
"Ya udah lah, aku keluar saja tanganku suda pegal, kau bis.."
Huph...
Suara lanlan pun terpotong karena dengan cepatnya ramesh melahap habis makanan yang sudah tersedia di sendok itu, lanlan yang melihat tingkah ramesh menatap tidak percaya. dan suapan demi suapan pun dilakukan lanlan dan diterima oleh ramesh.
ya senyum yang sangat jarang di buat jika tidak bersama mommy nya.
"Jangan tersenyum, aku tidak suka" ujar lanlan yang sebenernya tidak sanggup menahan jantungnya yang berdetak kencang. Ya senyuman Ramesh membuat jantung lanlan berdetak tidak karuan.
dalam sekejap ramesh kembali dengan posisi wajah dingin dan datarnya.
"Apakah senyum ku tidak bagus, aku harus tanya zanli nanti"guman ramesh.
Padahal Ramesh itu bukanlah orang yang muda untuk tersenyum selain wajah dingin, datar, arogan, kejam itulah Ramesh yang sesungguhnya hanya saja berbeda jika bersama mommy nya.
"Karena kau sudah makan, maka tugas ku sudah selesai. Aku mau pulang sekarang kau jangan bertingkah seperti ini lagi pikirkan orang tua mu jika kau kenapa-kenapa" ujar lanlan yang sudah berjalan memegang nampan untuk keluar dari ruangan ramesh.
Ramesh tetap tidak menjawab, hanya memandang punggung lanlan yang sudah mulai menjauh. Bukan tidak ingin menghalangi hanya saja suaranya tidak mampu lagi untuk berbicara. Karena posisi Ramesh pun masih sedang lemah walau tidak selemah yang tadi sebelum makan apapun.
Dirumah Ramesh
setelah tiba dirumah ramesh mencari keberadaan mommy nya, namun masih belum ketemu ramesh pun akhirnya bertanya ke salah satu pelayan yang ada dirumah, pelayan itu menjawab dan memberitahu keberadaan Karin dan akhrinya ketemu.
"mommy" panggil ramesh yang menghampiri Karin yang sedang asik memetik bunga mawar kesukaannya.
"ada apa sayang." tanya Karin memegang gunting di tangannya
"mom, apakah ram jika tersenyum terlihat jelek" tanya ramesh memberikan senyum tulusnya.
Karin yang ditanyain semakin penasaran, karena tidak biasanya ramesh bertanya tentang dirinya.
karena ramesh sendiri menularkan sifat Karin yang selalu percaya diri.
"ada apa dengan anak ku hari ini ya, tidak biasanya bertanya tentang dirinya" guman karin
"mom... di jawab dong, bukannya melamun mom?? ujar ulang ramesh karena pertanyaan nya tidak juga di jawab mommy nya.
"kamu anak mommy yang sangat tampan apalagi jika kamu tersenyum, hem...jika ada anak gadis yang melihat kamu tersenyum mommy pastikan dia akan meleleh deh,dan akan jatuh cinta dalam sekejap sama kamu sayang" goda Karin ke ramesh dengan percaya diri.
namun beda hal dengan yang di goda bukannya tergoda tapi malah berpikir lain.
"jika kata mommy aku tampan kenapa dia tidak suka dengan senyuman ku ya" guman ramesh yang tidak sengaja terdengar oleh Karin.
"siapa yang bilang begitu, seenak nya saja bilang tidak suka dengan senyuman tertampan kamu?" tanya Karin
__ADS_1
yang membuat ramesh terkejut ternyata mommy nya mendengar gumanan ramesh.
"oh tidak apa-apa mom, mommy salah dengar mungkin, hehe" tawa kikuk ramesh dan mengalihkan tatapan nya melihat bunga mawar yang mekar dengan indahnya. " wow... mom ini bunga nya cantik sekali indah seperti mommy" goda ramesh agar mommy nya bisa melupakan hal tadi.
" karena mommy yang tanam pasti indah dan cantik seperti mommy dong" jawab Karin dengan bangganya melupakan sesuatu yang ingin di gali tentang pertanyaan ramesh tadi.
"udah sana gih mandi, dan mommy akan siapkan makan malam kita ya sayang" ujar Karin ke ramesh dan ramesh pun mengangguk pergi meninggalkan Karin.
******
Keesokan Harinya
lanlan melakukan tugas seperti biasanya, namun jangan bilang jika hari ini hari baik buat lanlan, karena lina yang dari dulu tidak menyukai lanlan akan melakukan aksi selanjutnya dari lina.
"kau tunggu saja permainan baruku lagi lan, kali ini kau akan menyesal sudah bermain api dengan ku" Lina dengan senyuman licik merasa akan berhasil dengan rencana nya.
saat resto sudah mulai bersih dan rapi orang pun sudah berdatangan ingin sarapan karena jam masih menunjukkan jam untuk makan pagi.
lanlan walaupun sudah menjadi asisten kepercayaan dari maneger nya namun lanlan tetap akan membantu waiter yang sudah kewalahan dalam menyambut dan memberikan makanan sesuai pesanan. banyak yang suka dengan sikap rendah hati lanlan. saat hendak ingin mengantar makanan tiba-tiba saja lanlan merasa pijakan nya terasa licin, nampan yang dipegang lanlan sudah mulai bergoyang dan tubuh lanlan pun tidak seimbang lagi dan akhirnya.
gedebuk !
prang....
bertepatan saat ramesh memasuki perusahan, ramesh yang mendengar suara dari arah restoran pun tanpa pikir panjang berjalan ke arah restoran.
"lanlan..." lirih ramesh.
dartin yang melihat lanlan terjatuh membantu nya untuk berdiri, dan yang lainnya menatap horor yang terjatuh beda hal nya dengan seseorang yang tersenyum penuh kemenangan.
"haha, rasain itu. itu masih belum seberapa lan, kau bahkan akan ku buat menderita lebih dari ini, haha" tawa lina dengan senyuman licik nya. namun tanpa disadari mita yang mendengar suara keributan dari luar pun melihat lanlan yang terjatuh sudah di kerumunan banyak orang, namun mita sempat melihat senyuman lina yang menurut mita aneh.
tanpa peduli kan lina. mita pun menghampiri lanlan.
namun terlambat karena dartin sudah mulai memapahnya perlahan hingga mulai berdiri.
ramesh pun tiba didepan saat sudah berhasil lolos dari banyak nya kerumunan orang, namun mata nya melotot dengan nafas yang sesak dan mendidih karena melihat tangan lelaki lain memegang pinggang dan tangan lanlan, ada rasa marah bercampur khawatir.
hati ramesh bener-bener kacau melihat pemandangan itu.
"ada apa kenapa ramai begini" ujar seseorang yang membuat semua pegawai restoran tercengang akan kedatangan bos besar mereka.
"bos!!" ujar tiara yang sama dengan pegawai nya terkejut dan menatap tidak percaya seorang bos besar bisa berada di restoran yang jarang sekali di injak.
karena melihat kedatangan bos besar mereka, beberapa pegawai mempersilahkan semua orang yang makan untuk meninggalkan tempat itu dengan bahasa ramah dan sopan.
"maaf bos ini hanya masalah sepele, saya juga kurang tau kenapa lanlan bisa terjatuh." ujar gugup tiara yang melihat raut wajah dingin dan datar ramesh.
disini lain
"ayok lan, kita kerumah sakit saja, takutnya Luka di tangan mu infeksi" ujar khawatir dartin.
ya piring yang terjatuh itu berpecahan dan sebagian mengenai tangan lanlan.
ramesh yang melihat darah segar keluar dari tangan lanlan menjadi sangat khawatir.
"tidak apa-apa dar, ini hanya luka kecil saja. tidak usah kerumah sakit" jawab lanlan dengan senyum yang mengembang agar dartin tidak membawa lanlan kerumah sakit. karena lanlan sangat takut dengan rumah sakit.
ramesh yang melihat senyuman lanlan merasa darahnya mendidih ya mendidih lebih hebat, aurah Ramesh dapat terlihat ingin membunuh siapa saja.
"sudah terluka masih saja bisa tersenyum, hu" geram ramesh yang berjalan menghampiri lanlan dan dartin.
dengan sigap nya ramesh menggendong lanlan ala bridal didepan banyak orang.
semua pegawai, Mita, dartin, Lina, dan Tiara yang melihat itu menatap tidak percaya.
CEO Beru seorang anak pemilik perusahaan ini turun tangan hanya karena seorang assiten masih di bawah manager.
Lina yang melihat menahan amarahnya, amarahnya semakin meluap ingin segera membunuh lanlan.
beda hal dengan dartin, ada rasa tidak suka dengan bos besarnya membawa seseorang dengan enak nya. perasaan dartin menjadi kacau dan lesu melihat lanlan di gendong mesra oleh bos besarnya.
"lepaskan !!" teriak keras lanlan
namun tidak di hiraukan ramesh
"zanli, selidiki tentang kejadian hari ini dan laporkan kepadaku secepatnya dan cepat panggilkan jony" perintah ramesh dengan suara keras dan tegas yang bukan hanya di dengarkan oleh zanli namun semua yang ada di restoran itu.
Lina yang tadi amarahnya meluap kini menggigil, ada rasa ketakutan dan khawatir jika sampai Lina ketahuan.
"semoga saja tidak ketahuan" guman geram Lina dengan penuh harapan.
karena ramesh tidak melepaskan lanlan, lanlan pun sudah mulai lemas karena banyak nya darah yang keluar, lanlan pun memberanikan diri menyembunyikan wajah nya didada bidang ramesh karena menahan malu yang teramat malu di gendong didepan banyak nya orang.
"Kau sungguh membuatku murka, namun karena kau menggemaskan saat menutup mata lihat saja apa yang akan aku lakukan karena telah membuat ku murka." guman geram ramesh yang masih teringat senyuman manis lanlan terhadap pria lain.
kriett....
__ADS_1
terimakasih sudah mampir 😘
❤️salam manis dari author ❤️