
setelah lanlan melakukan aktifitas nya di dalam toilet, saat hendak ingin keluar...
Brugh....
Awww..
Awww..
Rintih lanlan mengelus dahi nya yang kejedut ke dada bidang seseorang.
"Jalan itu dilihat dong, asal main nabrak orang saja sakit tau" kesel lanlan masih mengelus dahi nya yang masih menatap ke bawah tanpa melihat siapa orang yang di tabrak lanlan.
Saat lanlan hendak ingin mengangkat kepala nya...
HUP...
seseorang itu menarik lanlan kedekapan nya, memeluknya erat melepaskan rindu yang memuncak.
"Hem...lepaskan!" Teriak lanlan didada bidang seseorang itu terikan lanlan sama sekali tidak didengar oleh orang yang disekitar.
Namun lanlan bisa mendengar suara detakan jantung yang sangat cepat berdetak tidak karuan.
"Hangat" itu yang lanlan rasakan.
Namun diahlikan oleh lanlan.
"Hai lepaskan aku, dasar mesum main peluk-peluk orang lain saja, lepaskan ak...."
Tiba-tiba pelukan itu pun terlepas, dengan cepatnya lanlan mendongak kepalanya ke atas ingin melihat siapa yang berani memeluknya.
"Kau...!" Teriak kecil lanlan yang terkejut. Ternyata pelukan hangat itu adalah orang yang juga di rindukan lanlan.
"Maaf..." Lirih suara berat seseorang itu dengan wajah sedihnya. Dan langsung meninggalkan lanlan tanpa pamit.
"Aneh... Kenapa aku merasa dia seperti terlihat sedih begitu, dan aku... Aku kenapa merasakan kesedihannya" guman lanlan menatap kepergian ramesh yang sudah menjauh.
"Aduh... Aku dimana lagi ini, jalan mau keluar dimana coba?"frustasi lanlan yang lupa arah jalan keluar dari MallElvra.
Lanlan masih saja celingak-celinguk, mencari jalan keluar Sendiri.
"Masa iya aku tanya lagi, malu nya... " Kesel lanlan yang berbicara sendiri.
"Hai kakak bisa temani aku keluar beli permen untuk adik ku" seorang anak kecil sekitar umur 8 tahun menghampiri lanlan
" Maaf dik kakak saja tidak tau jalan mau keluar, bagaimana mau membantu mu" sedih lanlan
"Kakak ikuti saja aku"
"Kamu tau jalan keluar dari sini"
"Ya aku tau kak, ayok" ajak seseorang anak kecil itu.
lanlan pun mengikuti langkah kecil anak itu "Ya ini jalan yang tadi, jalan aku berpisah dari kak daffa," helaan nafas lega terlihat di wajah lanlan. Namun saat hendak berbalik
"Terim...." Suara lanlan terpotong karena anak kecil itu tiba-tiba saja menghilang sebelum lanlan berterimakasih.
"Ya sudahlah" lanlan berjalan kedepan menuju ke taman permainan untuk menemui kakak nya.
Di sisi lain
"Ini sesuai janjiku" seseorang itu memberikan sepotong kue ulangtahun yang lumayan besar ke anak itu.
Yang tidak lain orang itu adalah ramesh.
Sebenarnya Ramesh tidak bener-bener meninggalkan lanlan, dia hanya berhenti di suatu tempat tidak ingin lanlan tau bahwa dia sedang merasa malu dan bahagia bisa memeluknya walau hanya sebentar. dan melihat lanlan seperti tidak tau arah jalan ketempat semula.
Saat itu pula ada seorang anak kecil ingin membelikan kue ulang tahun ke adiknya, namun uang nya tidak cukup walau pakaian nya seperti anak kalangan atas tapi mau bagaimana lagi jika uangnya tertinggal dan ramesh lah yang mengusulkan untuk membelinya dengan syarat anak itu mau membantu seseorang untuk keluar dari MallElvra.
"kau begitu terburu-buru untuk menemui pria itu, begitu penting nya kah dia di hatimu gadis galak" guman ramesh lirih dengan raut wajah sedih bercampur kesel.
setelah puas memandang punggung lanlan yang sudah menjauh ramesh pun pergi menuju ke atas dimana ramesh meninggalkan keluarganya.
lanlan akhirnya bisa menemui kakaknya
"Kak...!" Panggil lanlan menghampiri kakak nya yang mondar mandir tak karuan.
"Kau ini darimana saja, ke toilet kok kayak mau ke pesta saja lama banget. Kakak khawatir lan"
"Ah... Ya maaf kak... Lanlan kan tidak tau arah tadi, toilet nya pun hilang ditelan bumi kak tidak ketemu lanlan cari."
"Oh ya bener kamu kan baru juga pertama kesini, kakak lupa kakak yang salah. Baiklah asal kamu tidak apa-apa itu sudah bagus"
"Kak ayok main lagi"
"Tidak, kita pulang saja ini sudah hampir larut malam lan"
"Main kak, huhu..." Rengek lanlan dengan suara sedihnya.
"Huf..." Helaan pasrah Daffa, " bailah hanya 15 menit saja ya lan, habis itu kita harus segera pulang, titik" tegas Daffa yang langsung di anggukan oleh lanlan.
__ADS_1
Keesokan harinya
Seperti biasanya lanlan tiba ke resto, melakukan tugasnya, dan lagi ceo mereka tidak meminta makanan untuk diantar. sudah hampir 1 Minggu ramesh mogok makan alias tidak memesan makanan lagi dari restoran di dalam perusahaan nya.
Lanlan semakin curiga, dan rasa penasaran semakin meninggi.
"Ada apa dengan si sucam ya, semalam pas kebetulan ketemu main peluk saja, nah di kantor kok kayak menghindar begitu ya?, Ah... Ya sudah lah" guman lanlan dipenuhi tanda tanya di kepala nya mengenai ramesh yang tampak aneh belakngan ini.
"Yes sudah beres, huf.. aku mau ke toilet dulu deh, mit kalau ada yang cari bilang tunggu sebentar ya aku ke toilet sebentar" ujar lanlan ke Mita yang di sampingnya.
"Ya kak lan" sopan mita karena masih di lingkungan kerja.
Namun saat tiba lanlan ingin keluar dari pintu toilet dan ingin membuka kenop pintu nya,
Byuur....
Ah...
"Haha... Basa ya... Kasihan.. dan...
Byuur...
seseorang itu melempar air es yang berisi di ember ke tubuh lanlan.
"Ini masih tidak seberapa lan, haha" teriak seseorang itu yang tidak lain adalah Lina.
Teriakan lanlan pun didengar oleh Mita, karena jarak toilet dengan posisi Mita berada tidaklah jauh.
Sedangkan Lina sudah pergi keluar dari tempat itu.
"Hem... Tunggu saja" geram lanlan.
"Ada apa lan, ini kok basa kuyup begini si."
"Ya siapa lagi coba kalau bukan si wahator"
"Ha, wah...tor...?" Tanya ulang Mita yang tidak mengerti maksud dari perkataan lanlan
"Wahator mit, wanita hati kotor.", Jelas lanlan
"Ya ampun lan, tidak ada yang mengerti jika kamu suka singkat-singkat kata begitu"
"Ya tapi kamu sekarang sudah mengerti kan,"
"Ya.. ya sudah yok ganti baju dulu nanti kamu bisa demam lan"
Namun saat lanlan membuka laci baju itu sudah tidak ada ditempat hanya ada tas yang di bawah lanlan dari rumah.
"Ini baju ku kemana? Dan ini kok kunci laci ku kayak di bobol ya mit?"
"Ya bener lan, ini pasti dia lagi lan gimana dong bentar lagi jam istirahat kita selesai?"
"Aku cari dulu pasti tidak kemana-mana itu, masa ya bajuku punya kaki"
"Eh... Itu baju kemeja biru langit milik siapa ya lan kok bisa ada di ember kain pel kita?"
Saat lanlan mendekat ke arah ember itu, lanlan sangat terkejut baju nya yang warna biru langit miliknya sudah basa dan bau kotoran air pel.
"Sial...!! Awas saja kau wahator tunggu saja pembalasan ku !!" Maki lanlan terlihat wajah dan mata nya sudah memerah menahan amarah yang ingin meledak.
"Sudahlah... Sudah terjadi lan sebaiknya kau pulang saja izin, oh tidak biarkan aku saja yang telfon kak Tia kau bersiaplah untuk pulang dan aku akan izin untuk antar kamu ke depan" Mita mengambil ponsel nya meninggal kan lanlan untuk menelfon manager nya.
"Haha.... Bagaimana lan!! Haha.... Syukurin itu makanannya jadi anak tidak usah belagu mau lawan ku. Kalau kampungan tidak akan mampu melawan ratu. Paham !!" Teriak lina yang menghampiri lanlan masih dengan baju yang basa wajah lanlan pun sudah berubah mulai pucat karena sudah hampir 1 jam memakai pakaian basa.
Setelah lina berbicara lina Langsung meninggal kan lanlan yang belum sempat membalas perkataan nya.
"Ahk...!!!!" Teriak lanlan dengan frustasi.
Menahan dingin ditubuhnya lanlan pun bergegas ingin pulang, namun bukan lanlan orangnya yang ingin pulang kerumah dengan keadaan yang begini. Lanlan ingin membeli beberapa pakaian di tengah jalan untuk dipakai agar papa nya tidak curiga.
"Lan sudah... Kak Tia sudah izinkan aku aku temani lan"
"Hem..."
"Lan... Wajah mu sudah mulai pucat, ini kok bajumu dingin banget lan?"
"ya disaat kau pergi tadi Lina menghampiri ku dan menyiram air es ke tubuhku" jelas lanlan
"gila memang tu anak... Biar aku saja lah yang izin ke kak tia mau keluar beli pakaian ya didekat sini untuk bisa kau pakai?"
"Tidak usah... Sebentar lagi sudah jam masuk kerja, tolong antar sa..ja aku" lanlan sudah mulai menggigil kedinginan.
"Tapi lan..."
"Ayok lah mit, kau mau aku mati kedinginan disini di depan matamu sekarang??"
"Ah... Tidak... Ayok sini Ku bantu " Mita langsung saja memapah lanlan.
Saat ingin keluar dari pintu perusahaan x1,
__ADS_1
Lanlan berpapasan dengan ramesh yang ingin keluar menemui klain di kota C.
Awalnya Ramesh tidak melihat yang berjalan beriringan di samping nya, dan memasuki mobil dengan tenangnya.
Namun saat pandangan nya tertuju keluar jendela mobil, ramesh akhirnya melihat lanlan yang sudah basa kuyup menggigil kedinginan di depan pintu masuk.
"Berhenti..!!"
Ramesh langsung membuka sendiri pintu mobilnya secara paksa dan berlari menghampiri lanlan.
"Ini kenapa kok bisa begini" tanya ramesh.
Mita dan lanlan pun melihat seseorang yang bertanya itu, Mita terkejut sedangkan lanlan tidak bisa lagi berekspresi.
"oh ini pak lanlan basah" jawab polos Mita
"ya saya tau basah, tapi kenapa ??"
"oh... Maaf pak ini hanya kecelakaan kecil saja" ujar mita yang sebelumnya sudah di pelototi lanlan untuk tidak jujur ke ramesh.
"Ha... Tidak ada orang waras yang ingin membahasi dirinya hingga pucat dan menggigil begini."
"Ya aku sudah gila tidak waras lagi, jadi menyingkirlah da..ri pan...dang..an ku" lanlan akhirnya membuka suara beratnya yang sudah bergetar
"Kau !!" Tanpa basa-basi lagi ramesh menggedong lanlan ala bridal menuju ke mobilnya di saksikan oleh beberapa orang yang hendak keluar dan pastinya zanli dan Mita salah satu orang itu.
Sedangkan pengawalnya disuruh keluar oleh ramesh karena ramesh ingin menyetir sendiri.
"Kau... Mau mem..bawaku ke..ma..na?"
"Kerumah sakit" jawab enteng ramesh
"Jangan... Jangan kerumah sakit... Jangan"
"Aku yang nyetir jadi ikuti saja duduklah yang baik"
"Jangan... Jangan kerumah sakit... Hiks...hiks..hiks..." Ya lanlan sangat takut kerumah sakit sehingga tanpa disadari lanlan pun menangis karena tidak mau kerumah sakit.
Ramesh melihat kesamping nya sekilas, bener saja air mata gadis disampingnya sudah bercucuran membasahi wajah cantiknya.
"Baiklah akan ku bawa kau ke apartemen ku, bagaimana kau mau??" Tanya ramesh
Namun tidak juga mendengar suara dari lawan bicaranya.
"Lan...lan... Hai bangun..., huuf...Dia pingsan"
ramesh pun akhirnya memutar mobilnya menuju ke apartemen dan menelfon.
"Hallo Jon, datang lah ke apartemen ku sekarang, cepatlah aku tidak butuh waktu lama dalam 20 menit kau sudah sampai." Tut...Tut... ramesh langsung mematikan telfon nya
"Hallo Zan, beli lah beberapa pakaian untuk lanlan aku tidak mau tau dalam waktu 10 menit kau sudah harus sampai dan suruh bibi Kiki untuk segera ke apartemen ku" tut tut... Ramesh mematikan telfonnya lagi.
author ~ enaknya tinggal perintah ya 😂
Ramesh menelfon dokter Jony dan menelfon zanli untuk membeli beberapa pakaian untuk lanlan dan langsung di Bawa ke apartemen ramesh.
Dan bibi Kiki yang bertugas membersikan apartemen ramesh pulang pergi bibi yang di percaya ramesh di ambil dari pekerja yang ada di rumah keluarga ramesh.
"hah..hah.. hah.. ini bos bajunya"
nafas zanli tersengal-sengal karena waktu yang beri ramesh tidaklah banyak.
"bi Ki, tolong ganti pakaian gadis itu sekarang karena sebentar lagi Jony akan tiba, Zan ayok keluar"
" ya baik bos"
"ini minumlah" ramesh memberikan minuman ke zanli.
"dan jangan memanggilku bos lagi, ini bukan di kantor"
ya ini lah yang membuat zanli setia kepada ramesh, walau sudah ada banyak orang menawarkan kerjaan yang lebih dari yang di tawarkan ramesh ke zanli, zanli menolak dengan lantang. karena dia bukan mencari pekerjaan yang derajatnya tinggi namun tidak di hargai.
bekerja itu selain mendapatkan uang hasil jeri payah kita tapi kita juga manusia ingin di hargai dan menghargai.
setidaknya itulah yang diinginkan zanli.
ramesh memang tipe pria kejam, tegas, sombong, datar, dan dingin. namun itu bukan kepada orang terdekat nya.
"inilah yang aku suka dari mu ram, aku akan bekerja dengan baik dan berusaha baik lagi"
guman zanli
"terimakasih bo..ah.. ram"
"Hem..."
seketika datang lah seseorang yang sudah ditunggu-tunggu....
Terimakasih sudah mampir 😘
__ADS_1