You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Pindah ke apartemen baru


__ADS_3

Haii Manteman nya Olivia 🤗


terimakasih buat dukungan manteman ya🥰


via sekarang buat 2 episode untuk hari ini😉


selamat membaca manteman❤️


semoga suka dan dukung terus author ya😘


_______________💕_________________


"bagaimana rasanya ya bekerja di luar dari restoran... perayaan ulang tahun lagi. aku sungguh menantikan nya" batin lanlan penuh harap dengan senyuman mendengar kabar bagus yang di nantikan lanlan akhirnya restoran di tempat nya bekerja bisa berpartisipasi juga ke luar. walau sebenarnya memang sering dulunya namun selama lanlan bekerja belum pernah lanlan mendengar itu. jadi bagi dirinya dia harus ikut dan berusaha untuk melakukan yang terbaik.


******


Dirumah Ramesh


"bos silahkan" ujar zanli membukakan pintu untuk ramesh


"ini bukan kantor zan"


"tapi masih berpakaian kantor kan bos?"


"kau ini mau kupotong...."


"kalau ini bukan di kantor tidak ada dong kata potong-potong ram, kau ini sedikit-sedikit kalau marah main potong-potong saja. kalau begitu terus aku tidak bergaji ram. kau memang bos sekaligus sahabat yang keterlaluan ram!"


"siapa suruh pancing"


"kau saja yang pemarah"


"zanli...!!"


"ah ya ya kau baik hati dan tidak sombong"


"bagus"


"maksa lagi" ujar zanli dengan suara pelan sambil cemberut tidak suka menutup pintu mobil dengan kasar.


"aku mendengarnya zan" ujar ramesh memasuki rumahnya.


"ram... lihatlah siapa yang datang" ujar Karin memberitahu ramesh yang baru saja memasuki rumah dan melirik seseorang itu.


"kau lagi, pulang lah kau tidak di undang disini" ujar ramesh ketus dengan nada sombongnya.


"arogan mu tidak juga berkurang"


"diam... dan pulang lah"


"ramesh... tidak baik begitu jika ada tamu yang datang kerumah"


"dia bukan tamu mom"


"ya bukan tamu tapi sahabatmu kan, kok kaya gitu cara bicaramu sama sahabat sendiri"


"tidak apa-apa kok tante, sudah biasa dengan sikapnya yang begini"


"kau... ikut aku ke atas"


"siap arogan"


"jangan berkelahi ya ram, bagaimana pun tarvon lah yang selalu menemani mu kan selama dimehora sana. dia datang jauh-jauh kau tunjukkan sikap baikmu, paham ram!" ujar tegas riki memastikan agar ramesh bisa rukun dengan sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"hem...ya dad"


TARVON BRAMJAYA adalah anak bungsu dari keluarga konglomerat di kota mehora, awal pertemuan mereka adalah saat ramesh tiba untuk pertama kalinya di kota besar mehora namun karena kemalangan kecil tiba-tiba saja dompet nya di rampok oleh anak nakal di jalan, tarvon datang membantu dan menangkap anak itu. di situlah awal pertemuan mereka bukan Karena ramesh tidak mempunyai uang sehingga mengejar anak itu, bukan juga ramesh tidak memiliki mobil sehingga jalan kaki. namun kedatangan ramesh ke kota mehora adalah atas keinginan nya sendiri untuk mandiri. ramesh memberi beberapa lembar uang dan membelikan beberapa pakaian dan makanan untuk anak itu dibawa pulang kerumahnya. barulah ramesh berbincang-bincang dengan tarvon di sebuah cafe. awalnya mereka jarang sekali untuk bertemu, dikarena kan ramesh mulai menjalankan bisnis cabang daddy nya, namun seiring berjalannya waktu lama kelamaan merekapun menjadi akrab dan sering bertemu, ramesh yang memang sudah bawaan lahir mempunyai sifat bertimbal balik dari tarvon tidak asing lagi bagi tarvon. hingga saat di mana tarvon ingin mengajak ramesh untuk bermain basket namun kabar mengejutkan ramesh sudah tidak berada di kota mehora lagi. itulah sebabnya tarvon nekat untuk datang ke kota kelahirannya sahabatnya, walau hingga berbulan-bulan baru bisa dapat izin dari ibu nya yang sama persis seperti mommy nya ramesh yang posesif.


tarvon hanya memiliki dua kakak, dan mereka hanya 3 bersaudara, namun semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing. kedekatan tarvon dengan ramesh membuat tarvon merasa nyaman dan hangat walau sifat ramesh terbilang dari luar buruk, tapi baginya ramesh adalah sosok yang hangat yang cocok di jadikan kakak laki-laki di hatinya karena tarvon sendiri anak bungsu tidak memilih seorang kakak laki-laki, tarvon pun menganggap ramesh menjadi kakak laki-laki di hatinya dan kedekatan mereka sudah diketahui oleh kedua orang tua dan kakak tarvon.


"kenapa lagi kau kesini von? kau masih belum pulang apa ke mehora?"


"kau mengusirku"


"bukan... apa kau tidak merindukan kedua orangtuamu?"


"aku baru beberapa bulan disini ram, kau sudah mau mengusirku. bagaimana kau yang bertahun di mehora tidak pulang ke xefino untuk waktu yang cukup sangat lama, hem...?"


"itu berbeda dong, kau disini bermain sedangkan aku disana bekerja"


"ya awalnya memang ingin hanya bermain, tapi setelah aku pertimbangkan aku ingin lebih lama disini. jadi aku sudah bilang ke ayah untuk di pindahkan bekerja disini."


"emang ada cabang perusahaan ayahmu disini"


"ada dong..."


"baguslah kau memilih untuk tinggal di kota ini, kau bisa tinggal disini sampai kau bener-bener sudah terbiasa tinggal di kota xefino"


"siap, lagian ayah sudah siapkan aku assiten juga sama seperti mu. kalau begitu aku pindah kesini saja ya sama assiten ku juga"


"kau pikir rumahku tempat penampungan orang konglomerat apa? jika hanya kau saja masih bisa aku pertimbangkan, tapi kau punya assiten juga. lagian kan kau punya uang banyak tinggal pilih saja apartemen yang kau mau sesukamu"


"kan...kau sungguh tega begitu ke aku ram" ujar tarvon berwajah sedih, yang membuat ramesh menjadi merasa tidak enak.


ramesh terdiam cukup lama berpikir untuk mencari jalan keluarnya. seketika ramesh mendapatkan ide untuk memecahkan masalah itu.


"aku punya apartemen yang baru saja aku beli dan sudah aku renovasi ulang sebulan yang lalu, yaitu apartemen dengan beberapa ruang dan kamar. sebenarnya itu aku ingin jadikan tempat aku untuk istirahat dan karena aku buat banyak kamar jika aku merasa bosan aku bisa pindah kekamar lain. tapi karena kau masih baru dan masih belum kenal lingkungan kita bisa tinggal situ dulu sampai bener-bener kau bisa mengenal kota xefino ini. bagaimana?


"kita...? hanya kita berdua atau bertiga ram?"


"baiklah aku sangat setuju, ram kau memang raja bisnis. karena kita akan tinggal dalam satu apartemen kau bisa ajarin aku juga dong"


"hem... jika aku bisa jika tidak kau juga bisa meminta tolong assiten ku zanli"


"baik siap arogan..."


"tidak bisa kah kau ubah namaku itu"


"memang kenyataannya kok"


"anak ini...!!"


setelah mereka berbincang-bincang, tarvon meninggalkan ramesh di kamarnya untuk mengganti pakaian. sedangakan tarvon kembali menemui orangtua ramesh.


saat lagi asyik-asyiknya nya mengobrol ramesh turun dan langsung menghampiri.


"mom dad ramesh mau pindah"


"apa...!!" ujar Karin yang langsung terkejut dengan perkataan tenang dari anaknya.


"apa maksudmu kau ingin pindah?" ujar riki yang tidak kalah terkejutnya.


"ya ampun arogan bisa tidak bicaranya itu


baik-baik kenapa, tante dan om kan sudah tua juga nanti kalau mereka kenapa-kenapa karena ulah perkataan mu yang langsung main terus terang begitu bagaimana ha?"


"yang anak disini siapa, aku atau kau bisa bisanya kau menceramahi ku disini." ujar ramesh tidak kalah sengit menatap tarvon tajam. tarvon yang ditatap pun jadi ciut nyalinya tidak berani untuk menjawab atau mengeluarkan suaranya lagi.

__ADS_1


"mom dad.... karena kalian menyanyangi tarvon semenjak kedatangan nya, aku mengusulkan untuk pindah ke apartemenku yang baru biar bisa tinggal dengan tarvon dan assiten nya juga, begitu mom... dad..."


"kau punya assiten juga von, kenapa tidak bilang?" ujar riki terkejut karena yang riki tau tarvon sendiri ternyata bersama assiten nya juga.


"maaf om, tarvon lupa...ayah yang suruh untuk menjaga ku kemana saja dan membantu ku di perusahaan cabang ayah om"


"kemana kau ingin meninggalkan mommy ram" ujar Karin yang sudah mulai bernada suara sedih.


"ram hanya tinggal di apartemen yang tidak jauh kok mom dari sini, hanya sampai ini anak sudah paham dan mengenal lingkungan di kota xefino saja. setelah itu aku akan tendang dia dari apartemen ku."


"apa...!! kau sungguh keterlaluan ram menedangku setelah aku sudah mulai terbiasa begitu ha? kalau begitu aku tidak akan mau terbiasa"


"hei kau... kalau kau berani untuk tinggal di kota ini kau harus berani untuk mandiri juga dong. ingat kau tinggal di kota yang bukan tempat kelahiran mu!"


"sudah...sudahlah ram... kau ini kasar sekali bicaranya, kalau memang sudah menjadi keputusan mu daddy hanya bisa setuju saja. tapi kau jangan sampai lupa dengan mommy mu itu. lihatlah wajahnya itu seperti kehilangan suami saja"


"kau ini dad selalu seperti itu, ramesh anak ku anak satu-satu ku yang aku punya, bagaimana bisa aku jauh dari nya ha. sudah berpisah lama selama bertahun-tahun sekarang harus berpisah lagi, hem...?"


"Tante persis sekali dengan ibuku, sungguh posesif denganku. hehe... jadi teringat ibu disana jika melihat tante yang begini, aku mau Vidio call dengan ibuku dulu ya tan, om, ram aku keluar sebentar" tarvon pun keluar memberi ruang keluarga ramesh untuk berbincang, sedangkan tarvon Langung menelepon ibunya karena rindu posesif ibunya.


"mom, tenanglah ramesh akan sering kok mampir ke rumah. mommy juga bisa mampir ke apartemennya ram jika mommy kangen ram. mommy kan tau jam kantor ram jadi datanglah ke apartemen nya ram saat tidak jam kantor ram mom."


"tapi kan...."


"mommy... mom tau tarvon belum 4 bulan disini, dia masih baru dan masih butuh seseorang untuk memberitahu nya mom, ram lihat mommy akrab dengannya kan? anggap saja ram membantu mommy untuk berperilaku baik pada tamu yang sekaligus sahabat jauh ram".


perkataan ramesh membuat Karin terdiam untuk sesaat, alasan yang dibuat ramesh bener adanya tanpa adanya maksud lain. yang membuat Karin menjadi terpaksa menuruti keputusan putra tersayang nya itu.


"tapi sering untuk mampir melihat mommy ya disini, janji ya ram..."


"baik mom, baik... ram janji sama mommy"


"ya ampun mom, kayak mommy dirumah ini


sendiri saja. kan masih ada bibi, ada sopir dan ada suamimu yang tampan ini disini. masih kurang banyak lagikah mom?"


"hem... kau selalu ingin menang sendiri, tidak mengerti hatiku dad"


"ya sudah mumpung ramesh pergi tidak disini untuk sementara waktu, kita kan bisa buatkan ram adek mom, biar mommy tidak sendiri dan tidak selalu menomor duakan daddy terus"


"apaan si dad, ngomong kaya gitu masih didepan ram. udah putus apa urat malu daddy ha" ujar Karin sambil menjewer telinga riki sampai memerah.


aww....aww...


ramesh yang mendengar perkataan daddynya bukannya tersinggung melainkan merasa seperti orang ketiga.


"daddy dan mommy selalu saja begini, membaut ram iri terus menerus. hem... ada bagusnya juga aku tidak tinggal disini sesak selalu mom dad" ujar ramesh yang sudah tidak tahan lagi melihat kemesraan kedua orangtuanya dan pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke kamar.


"aww...ram kan sudah pergi mom, lepas dong sakit tau mom. bisa putus lah telinga ku itu tidak tampan lagi nanti dad mom"


"yang bilang daddy tampan siapa ha?"


"jika aku tidak tampan tidak mungkin mommy mau sama daddy, dan selalu bilang ram anak yang tampan jika bukan dari daddy yang mewarisinya, hem..."


"kau selalu dan semakin percaya diri sehingga menjadi orang yang sombong, hilang muka dan putus urat malu dad." ujar Karin semakin gerem memperkuat menjewer telinga riki


"ahk...! awww....! sakit mom!! ampun...!! hilang sudah nanti tampanku mom...!!" dengan terpaksa Karin pun melepaskan jewerannya karena dirasa sudah cukup puas membaut riki suaminya merasakan sakit yang dirasa karena akan ditinggal kan oleh anaknya.


"sakit kan... ! tau sekarang bagaimana rasa sakitnya kan dad begitu lah yang aku rasakan sekarang sesak dan sakit saat tau aku mau di tinggalkan oleh putraku sendiri!!"teriak Karin langsung meninggalkan riki yang masih setia mengelus lembut telinga nya yang sudah memerah melebihi merahnya tomat, sambil sekali-sekali mengembuskan nafas ketelapak tangan dan menaruhnya secepat mungkin ketelingannya agar cepat reda rasa panas yang dari tadi masih panas di rasa.


"istriku kau memang singa betina yang ganas!." ujar riki masih dengan mengelus telinga nya


"aku masih dengar ya dad" ujar Karin yang memang masih mendengar perkataan suaminya yang walau terdengar semar-semar karena masih belum jauh meninggalkan suaminya di ruang tamu.

__ADS_1


"tapi aku sayang, dan tetap sayang, untuk selamanya" guman riki berusaha tersenyum di sertai ringisan menahan panas dan ngilu ditelinga nya.


terimakasih sudah mau mampir 😘


__ADS_2