You Are My BEST SUN

You Are My BEST SUN
Penuh sandiwara


__ADS_3

maafin author ya jarang banget update๐Ÿ™๐Ÿ™.


apalagi mungkin karya author yang terlihat membosankan ya๐Ÿ˜, maaf tapi inilah author yang masih pemula dan masih banyak salah dalam berimajinasi ๐Ÿ™๐Ÿ˜‚


________________๐Ÿ’•_________________


"Kau lupa posisi dimana kau sekarang?" ujar ramesh masih tetap tidak mau kalah dengan menyebutkan letak posisi atau jabatan di antara mereka yang berbeda.


"Tidak lupa bos ramesh terhormat...!! makan dulu kenapa si, setelah makan kan bisa cerita kau ini sudah seperti emak-emak rempong saja lah." Gerutu lanlan memperlihatkan rasa tidak sukanya menatap tajam ramesh.


"gadis ini!! untung sayang..." batin ramesh berusaha untuk menahan rasa penasaran dan amarah nya untuk sesaat.


******


Karena ramesh memilih mengikuti kata lanlan, makan siang merekapun selesai dengan tenang, ramesh yang daritadi merasa sesak didada nya namun terpaksa harus makan demi mendapatkan hasil dari rasa penasaran nya. Sedangkan lanlan merapikan peralatan makan dengan tenang tanpa ada niatan untuk mengingat perkataan nya disaat makan tadi.


"Sudah selesai makan kan, masih mau apa lagi... Tidak juga kau ingin kasih aku penjelasan, hem...?"


"Si sucam ini... Maksa banget lah dari tadi, aku tau kejadian hari ini pasti ada yang tidak beres tapi aku mau aku sendiri yang menyelidikinya.... Bagaimana ya mengalihkan si sucam ini?" batin lanlan terdiam berusaha menyibukkan diri.


"Lan... sudah bersih itu, bahkan sangat mengkilap lagi. Ayo ceritakan sekarang!?" Ulang ramesh agar lanlan secepatnya cerita.


"ahk...aduuh..." seketika karena desakan dari ramesh lanlan mendapatkan ide untuk mengalikan ramesh dan berharap ini akan berhasil.


"tadi bisa bertindak galak, sekarang tiba-tiba sakit dasar berkepribadian ganda" batin ramesh masih terdiam


"kok dia malah diam si, apa masih kurang akting ku ya" batin lanlan menatap ramesh yang masih terdiam tidak terpengaruh.


"aww... sakit... sakit banget" rengek lanlan memegang perutnya berusaha menampilkan penampilan orang yang kesakitan yang sering di lihat lanlan di drama kesukaannya, ramesh yang mendengar itu pun tiba-tiba mulai merasakan panik dan khawatir.


"Kenapa lan...?"


"Perutku bos..."


"Kenapa, sakit kah? kalau begitu ayok kita kerumah sakit?"


"ya ini anak malah bawa-bawa rumah sakit segala" gerutu lanlan tidak suka.

__ADS_1


"Sakit... Hanya sakit sedikit kok, mungkin saya ingin ke kamar kecil bos. Permisi" ujar lanlan sebisanya mungkin menampakan wajah kesakitan dengan suara rendah seperti menahan sakit. Kepura-puraan lanlan itu sukses membuat ramesh semakin panik dan khawatir tanpa sadar mengizinkan lanlan ke luar dari ruangannya, walau sudah dibujuk untuk kerumah sakit, dibelikan obat, dan disuruh untuk istirahat sebentar diruang ramesh lanlan selalu menolak dengan alasan yang sama hanya ingin ke toilet.


"Yes... Berhasil" ujar lanlan kesenangan terukir indah senyuman manis itu diwajahnya sampai tanpa sadar lanlan tersenyum sepanjang jalan hingga tibalah didepan restoran.


"Wajah... Senyuman itu. dia terlihat bahagia setelah keluar dari ruangan priaku. Sialan kau lan!!" guman vloren merasa tidak suka hingga darahnya sudah mulai mendidih kepanasan wajahnya pun tampak merah menatap lanlan yang tanpa sengaja terlihat pulang dari ruangan ceo dengan senyuman bahagia.


Karena rasa kesel nya yang sudah mulai dirasa akan meledak, vloren segera pergi menjauh menuju keruangan nya.


"Wah kak lan wajahnya ceria banget hari ini ada angin apa ini kak?" Ujar pegawai H


""Ya tidak biasanya kak, biasanya kak lan kan keluar dari ruangan ceo selalu saja kesel" ujar pegawai K


"Oh tidak ke...kenapa-kenapa kok, tadi bukannya saya lihat ada kak vloren ya disini?" Ujar lanlan mengalikan topik pembicaraan.


"Bener barusan saja pergi kak, kak vloren tadi menyampaikan ke kita kalau kak vloren lupa untuk memberitahu kak lanlan keluar atas izin dari nya langsung. Begitu kak" ujar pegawai H


"Kenapa baru sekarang?... Kenapa bukan tadi ya? hem... ya sudahlah lebih baik aku ke ruangan kak vloren saja" batin lanlan ingin memastikan.


"Kenapa-kenapa ini, kok asyik banget nampaknya kepo saya kasitau dong?" Ujar dartin yang tiba-tiba saja sudah berada didekat beberapa pegawai itu dan berdiri tepat di samping lanlan.


"Dasar tukang kepo" ujar pegawai K


"Tidak ada, kalau mau cari tau ya cari tau saja sendiri. Haha...." Ujar pegawai H


"Kak kami diluan saja ya, dartin si peganggu sudah ada disini mending kami pergi saja ya kak?"


" ya...ya kalian duluan saja nikmati waktu istirahat kalian."


"baik kak"


"Apaan si kok aku di kacangan begini" ujar dartin mulai cemberut tidak suka dengan sikap rekan kerjanya.


"Hei... Ingatlah ini masih di tempat kerja bukan rumahmu Darti Suharto" bisik lanlan mengingatkan tepat ditelinga dartin.


Dartin yang secara tiba-tiba dibisikkan oleh lanlan untuk pertama kalinya merasa sedikit gugup dan canggung yang akhirnya menjadi terdiam cukup lama. Setelah mengingat dartin untuk ingat keadaan lanlan pun pergi bergegas meninggalkan dartin yang masih tetap mematung ingin ke ruangan manager nya.


"hem... Masih sempatnya juga menggoda pria lain."batin ramesh mulai merasa kesal "dilihat-lihat dia terlihat baik-baik saja, mungkin masalah berusan itu hanya salah paham ya, hem...mungkin" ujar ramesh merasa sedikit lega, ramesh memang sengaja memandang kearah restoran disaat ramesh hendak keluar perusahaan ingin menemui klien seperti biasanya tugas seorang ceo.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


"Ya masuk" suara anggun berwibawa itu terdengar ramah dan tegas, saat melihat kedatangan seseorang yang memasuki ruangan nya, seketika wajah vloren menjadi berkeringat dingin.


"Kenapa dia datang kesini, apa karena..." batin vloren mulai merasa gugup karena kedatangan lanlan yang mendadak.


"Kak ren saya datang ke sin..."


"Oh itu... terimakasih buat makanan nya ya lan beneran sangat enak. dan mengenai kepergian kamu tadi maafkan saya kalau tadi siang saya kelupaan untuk bilang jika kamu keluar tadi atas izin dari saya. Apakah kamu marah soal itu ke saya lan, saya sungguh beneran lupa, sa.." ujar vloren langsung memotong pembicaraan lanlan dengan cepat dan mengalikan nya, vloren berusaha sebisa mungkin membuat dirinya seakan menjadi seorang yang ceroboh dengan berpura-pura lupa.


"Oh ya...ya tidak apa-apa kok kak, saya justru datang kesini tadi hanya sekedar memastikan saja ternyata kakak beneran lupa, hehe..." Ujar lanlan canggung dan memotong langsung ucapan vloren karena tidak tega jika manager yang dititipkan kak Tiara yang di hormati lanlan harus merasa bermasalah hanya karena masalah yang tidak besar. "Saya sudah dikasitau pegawai yang lain jika kakak lupa untuk memberitahu, jadi saya memaklumi nya kok kak. oya kak jangan di ambil hati ya kak ucapan ceo tadi jika ada perkataan ceo yang menyinggung kakak" sambung lanlan agar manager nya bisa melupakan kejadian tadi, karena bagaimanapun manager nya itu masih baru bekerja jadi masih belum sepenuhnya paham tentang hal begini.


"Oh masalah ceo?, tidak apa-apa... mungkin saya harus lebih belajar lagi memahami cara bekerja di restoran x1 ini. Dan kamu sendiri beneran tidak apa-apa lan?"


"Beneran kak saya tidak apa-apa kok."


"apa ceo tadi marah dengan mu karena saya?"


"oh tadi ceo hanya bertanya saya kemana, namun tadi tiba-tiba perut saya sakit jadi tidak sempat menjelaskan kak"


"itu bagus, sangat bagus" batin vloren merasa lega karena rencana yang disusun nya walau tidak berjalan mulus terhadap ceo nya, setidaknya tidak ada yang mencurigakan bahwa itu semua terjadi atas dasar dari rencana vloren.


"Baguslah, kamu di latih dengan baik oleh kak tia beruntung nya kak tia memiliki assiten bersifat luas berlapang dada seperti kamu" ujar vloren merasa jijik sendiri dengan ucapannya.


"cuih... kubiarkan kau berbesar kepala dulu untuk sekarang tapi tidak lain kali!" batin vloren yang sengaja terdiam sejenak


"Oya lan tadi saya menerima telfon dari pelanggan tetap kita yang ada di perusahan cabang PL group bekerja dibagian staf pemasaran dia ingin merayakan pesta ulang tahun putrinya dalam minggu ini. jadi bapak itu menelfon ke saya dan berniat mengundang Restoran kita ini sebagai pengurus makanan pesta untuk ulang tahun putrinya. dan saya juga sudah menelfon coo untuk memberitahu ceo kita tentang ini namun masih belum ada kabar. Jadi kamu bisakan bicara ini ke pegawai lainnya untuk bersiap-siap saja."


"Wah... Itu sesuatu yang bagus kak selama saya bekerja disini restoran ini belum ada terima undangan begitu, semoga ceo nanti memberikan izin kita untuk berpartisipasi menerima undangan itu agar restoran ini semakin maju dan berkembang pesat."


"Hanya begini saja dia tampak sangat bahagia dasar jalang kampungan ya tetap kampungan!" batin vloren merasa risih dengan tatapan bahagia lanlan yang baginya itu mengusik dan mengganggu matanya.


"Ya semoga saja, baiklah saya masih ada yang ingin saya kerjakan dulu kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu lan"


"Baiklah, saya permisi kak"


"bagaimana rasanya ya bekerja di luar dari restoran... perayaan ulang tahun lagi. aku sungguh menantikan nya" batin lanlan penuh harap dengan senyuman mendengar kabar bagus yang di nantikan lanlan akhirnya restoran di tempat nya bekerja bisa berpartisipasi juga ke luar. walau sebenarnya memang sering dulunya namun selama lanlan bekerja belum pernah lanlan mendengar itu. jadi bagi dirinya dia harus ikut dan berusaha untuk melakukan yang terbaik.

__ADS_1


terimakasih sudah mau mampir ๐Ÿ˜˜


__ADS_2