
Di malam yang sama
Drett... Drett... Drett...
Sambung telfon pun akhirnya diangkat
"Apa....!?" Kesel kanny
******
1 jam sebelumnya
Setelah mengganti piyama tidur terdengar bunyi telfon dari hp kanny,
Akhirnya kannya pun mengangkat dengan senang hati.
Drett... Drett... Drett...
Tertera nama putraku tersayang
"Hallo sayang, masih ingat ternyata sama mama?" Canda kanny ditelfon
"Mama apaan si ya jelas dong masih ingat, mama kan wanita pertama yang daffa cintai ma" balas daffa anak sulung atau pertama dari kanny dan riko.
"Memang siapa wanita kedua nya.?" Ledek kanny
"Wanita pertama yang daffta cinta pastinya mama dan yang kedua lanlan dong ma." Balas Daffa lagi.
"Terus wanita ketiga siapa? Sudah ada belum sayang...? Kamu sudah waktunya memiliki wanita ketiga usia kamu bukan muda lagi ya harus ingat...!?" Kata kanny yang selalu mengingat kan putra nya.
"Wanita ketiga si masih belum ada ma, nanti pasti juga ada kok. Mama tenang saja, semua pasti ada waktu dan saatnya ma."
"Oya bagaimana kabar mama, papa, dan lanlan?? Sehat-sehat kan ma??" balas daffa
Daffa sudah 2 tahun menyelesaikan dan membantu segala keperluan dan masalah yang berdatangan di perusahaan cabang ayahnya yang ada di kota VARUEN. Kota yang akan menjadi kota besar karena masih banyak nya melakukan pembangunan besar besaran di kota varuen. Dan pembangunan untuk perusahaan cabang ayah nya daffa baru selesai 2 tahun sebelum daffa datang, hanya saja selalu ada kendala. Yang awalnya Daffa itu Selama usia nya 22 tahun Daffa sudah menjadi direktur di perusahaan riko, hanya saja selama menjabat jadi direktur, perusahaan cabang di varuen menjadi tak terkendali ada saja kendalanya.
Jadi terpaksa daffa turun tangan pergi ke kota varuen. Dan sekarang daffa sudah 2 tahun di varuen, namun sebelum itu mama nya selalu mintak daffa untuk kembali.
Jadi hari ini daffa bisa pastikan bahwa daffa bisa pulang dan itulah alasan daffa langsung telfon mama nya.
"Kami semua baik-baik saja sayang, hanya saja mama sakit, sa..." Gurau kanny yang langsung dipotong oleh lawan bicaranya.
"Mama sakit apa? Kok tidak ada yang kabari daffa si?? Sakit apa ma ??? Kwartir daffa yang sudah mulai menaik.
"Mama, belum juga selesai ngomong main potong-potong saja, dosa tau...!" Balas kanny
Pura pura kesel padahal sebenarnya kanny sangat senang daffa khawatir. "Hehe" kekeh kanny dengan telfon ditutup sebentar habis itu kembali langsung mendengar ucapan daffa lagi.
"Ya, maaf ma daffa hanya khawatir saja sama mama, mama sakit apa? tolong dong daffa di kabari walau hanya buat pesan, jangan karena daffa jauh malah daffa di abaikan begini" rajuk daffa dengan suara yang sudah mulai serak, ya daffa sudah mulai sedih karena mendengar mama tercinta sakit, dan itupun tidak ada yang kasih kabar satu orang pun ke daffa.
"Mama yang minta maaf sayang, mama bercanda sayang.. huhu anak mama yang tampan jangan sedih gitu. Nanti gantengnya luntur memang mau? Jadi kapan daffa bisa pulang kerumah lagi sayang?" Bujuk panjang dari kanny.
"Mama jangan bercanda tentang kesehatan dong, nanti jika beneran bagaimana ma? Jangan lagi ya ma..!" dan Langsung disambung daffa,
"Itulah alasan daffa telfon mama hari ini, maaf ma jika sudah larut begini daffa kabarinya karena daffa pun baru bisa pastikan saat ini pula, itulah sebabnya daffa langsung terlfon mama, daffa akan pulang kurang lebih dalam sebulan ini ma, dan daffa akan pastikan akan lebih cepat tidak lebih dari satu bulan dari sekarang begitu ma." Penjelasan panjang daffa yang akhirnya sudah tidak sedih lagi.
"Apa...!? satu bulan dari sekarang itu masih lama sayang...!" helaan nafas berat kanny
"Hem... Baiklah, mama tidak akan bercanda tentang kesehatan lagi, dan pastikan untuk kabari mama 1 Minggu diwaktu memang kamu akan pulang kerumah ya sayang, biar mama, papa, dan lanlan ada persiapan untuk kedatangan kamu kembali kerumah lagi." Balas kanny.
Walau sebenarnya tidak terima karena putra nya masih lama lagi di varuen, akhirnya pasrah menunggu 1 bulan lagi.
"Ya ma, pasti daffa kabarin mama kok, asal mama harus ingat jaga kesehatan ya ma. Sudah dulu ya ma, masih ada yang harus daffa siapkan untuk tugas besok,
daffa sayang mama." ponsel pun langsung dimatikan daffa setelah mendengar ucapan dari kanny.
"Mama juga sayang daffa, kamu juga jaga kesehatan ya sayang. Dan jangan telat makan" telfon pun berakhir dengan kanny yang langsung tidur di samping suami nya.
direstoran x1
"Kerja itu yang bener dong, ini kan juga masih kotor, gimna si!?.
"Iya bener, ini juga.. gimana si kamu kerjanya??
Ujar kedua pegawai waiter yang sama dengan lanlan,
Ya mereka ada Lina dan Lila dua wanita ini tidak menyukai lanlan semenjak kedatangan lanlan bersama dartin pria yang di sukai Lina dan Lila hanya membantu sebagai sahabat kecil dari Lina.
"Sepertinya tadi sudah saya bersihkan deh, kok bisa kotor lagi. Ini jelas bukan saya dong yang salah? Senggah lanlan
Yang memang menyadari ketidaksukaan lina dan lila terhadap lanlan. Tapi karena lanlan masih baru 1 Minggu kerja lanlan hanya bisa berkata sejujurnya saja walau sebenarnya lanlan bisa saja menuduh balik, karena lanlan yakin mereka lah yang membuat kekotoran dimeja itu.
"Oh, jadi kamu tidak mengaku salah? terus siapa yang buat kotor begini? tidak mungkin kan kotoran ini bisa ada dengan sendiri nya." Balas Lina dengan nada sudah mulai meninggi.
"Memang kamu bos disini..!? ya kalau kotor iya dibersihkan dong, sama-sama pegawai waiter saja kok sombong bener si? Langsung dibalas oleh Mita.
Mita juga pegawai waiter yang sama dengan Lina dan Lila , sama-sama sudah 1 tahun kerja, mita lah yang selalu bantu lanlan jika sudah berhadapan dengan 2 wanita yang selalu menggangu pegawai baru.
"Ehh... Mita kamu itu tidak usah sok ikut campur deh, pergi saja sana. dan disini tidak ada urusannya sama kamu, paham!? Kesel Lila yang selalu aja ikut campur.
"Lanlan teman saya, dan akan menjadi sahabat saya, wajar dong jika saya membantu yang tidak ber..salah!? Penekan kata yang memang sengaja di buat mita.
"Jadi kamu menuduh kami yang sengaja mengotori ini, ha?" tanya lina sambil mengayunkan tangan nya ke pipi mita yang Langung ditahan oleh lanlan
"Jika mau main mulut ya main mulut saja, tidak udah main tangan. Dan ini biar saya saja yang bersihkan tu..an pu..tri ter.. hormat.!" Penekanan yang amat tinggi dibuat lanlan.
Kedua wanita itupun langsung meninggalkan mita dan lanlan yang masih berdiri ditempat dimana kotoran itu berada.
Lanlan pun akhirnya membersihkan sesuai perkataan nya.
"Kamu itu jangan selalu mengalah, itu yang membuat mereka jadi selalu mencari masalah lan sama kamu?"
"Tenang saja kita ini masih di resto jadi bersikap lah sebaik mungkin mit." Balas lanlan dengan senyum manisnya.
Jam pulang pun akhirnya tiba, lanlan langsung bersiap diri untuk pulang. dan sebelumnya lanlan keluar resto lanlan mendengar mita yang memanggil namanya.
"Lan, pulang bareng lagi yok."ujar mita
"Ayok bareng sama saya saja mit" balas lanlan
"Kalau diluar kita jangan terlalu formal lan, bisakan?? harap mita
"Baiklah, bareng aku saja yok mit" balas lanlan yang merasa seneng akhirnya mempunyai teman, apalagi satu perkerjaan dengan lanlan.
Mita memang sudah berteman dengan lanlan selama lanlan berkerja direstoran x1, dan lanlan juga sempat cerita kalau lanlan pulang tidak diperbolehkan naik bis dulu, jadi mita sudah tau kalau mita dan lanlan pulang naik mobil lanlan, karena ini bukan pertama kali nya mita ikut pulang bareng sama lanlan, hanya saja mita masih belum tau siapa lanlan dan bagaimana keluarga lanlan, karena mita masih penasaran dengan mobil yang sudah kedua kali nya di naiki mita pastilah bukan mobil biasa.
"Bagaimana kalau setiap pulang kerja, ikut bareng aku saja mit, biar aku pun ada teman di perjalanan?? Ujar lanlan menghilangkan keheningan.
__ADS_1
"Bener ini, apa aku tidak merepotkan lan?? Balas mita
"Ya bener dong, malah aku seneng ada teman bicara saat di mobil. mau kan?? Ujar lanlan dengan harapan mita setuju.
"Ya mau banget dong lan, asal memang aku tidak merepotkan saja, hehe" kekeh seneng mita
******
Sudah 1 bulan lanlan bekerja di restoran x1, ya walau lina dan lila masih juga sering mengganggu, dan mencari masalah dengan lanlan tapi selalu ada mita yang akan siap membantu lanlan. Begitulah hari hari yang selalu di lalui selama 1 bulan lanlan bekerja.
Dan waktunya lanlan terima gaji pertamanya,
Didalam mobil lanlan terus memegang amplop yang berisikan gaji lanlan,
Rasa seneng bercampur dengan air mata.
Pertama kali didalam hidup lanlan mempunyai uang sendiri karena bekerja. Selama ini lanlan selalu tidak dibolehi untuk bekerja dengan alasan lanlan masih belum bisa kerja dan alasan papa nya masih bisa biayain keperluan lanlan.
Sampai akhirnya lanlan di perbolehkan papa nya bekerja dan hari ini lanlan sudah menerima upah hasil kerjanya.
Mita yang melihat lanlan pun ikut terharu.
"Sudah tidak usah mewek begitu, bagaimana kalau kita jalan-jalan? atau kamu ada yang ingin dibeli, gimna?? Ujar mita
"Bantu aku membeli sesuatu untuk mama dan papa ya mit? Balas lanlan
"Baiklah, besok pagi jam 10 kita bertemu di mallTar ( tempat berbelanja seperti mall begitu) ya lan."
"Baiklah mit sampai ketemu besok ya." Balas lanlan disaat mita sudah turun dari mobil lanlan.
Di mallTar
"Lan, memang apa yang ingin kamu beli?" Kata mita sesampainya mereka di mallTar
"Hem... Kalau aku mau membelikan papa dasi, cuman kalau mama apa ya kira-kira mit? Bingung lanlan sambil jari telunjuk nya di letakan di dagu nya.
"Mama kamu sukanya apa? Itu aja beli lan?" Balas Mita
"Mama semua suka, ya cewek memang begitu, kecuali di selingkuhi yang tidak disukai, hehe"kekeh lanlan
"Kamu ini malah bercanda, gimna kalau beli tas? Ya walaupun pasti banyak tas mama kamu ya ini kan tas yang kamu beri pasti berbeda dong" balas Mita.
Mita sudah mengetahui lanlan dan keluarga lanlan, awalnya ya pasti terkejut bisa-bisa nya seorang anak yang terpandang mau bekerja menjadi waiter. Dan itu menjadi pandangan yang positif di ambil Mita, tidak semua orang terpandang akan selalu jadi terpandang.
Dan lanlan pasti nya juga sudah tau kalau Mita juga bukan orang biasa namun kalau dibandingkan mita dan lanlan jelas lanlan lah yang lebih terpandang dari mita.
"Baiklah, ayok... Kita cari sekarang, hari ini kita harus bersenang-senang."
"karena sebenarnya aku tidak dikasih papa pergi hari ini tapi karena aku bilang pergi sama kamu dibolehin deh." Senang lanlan yang langsung menggandeng tangan mita, Mita pun ikut aja yang penting sama-sama seneng.
Selesai mereka memilih dan membeli, langkah terakhir yang harus ditemui adalah makanan, setelah berjalan hampir seharian jelas perut mereka sudah meminta diisi.
Tibalah lanlan dan mita di restoran didalam mallTar, saat mereka mau memasuki restoran berpapasan dengan dartin.
"Hai, lan, mit mau makan juga ni?, barengan saja yok? Sapa ramah dartin
"Gimana lan," tanya mita ke lanlan.
"Ya sudah ayok, makan bareng." Ajak lanlan
"Dar, kamu disini ngapain? Gak mungkin kan hanya sekedar makan? Tanya mita
"Oh tadi lagi nemani mami belanja, cuman mami masih lama memilih barang yang cocok jadi izin cari makan deh, udah laper juga ,haha" balas dartin
"Kalian sendiri ngapain?, Ada pesta kah kok barangnya banyak gitu?? Lanjut dartin yang melihat belanjaan yang di bawak lanlan dan Mita agak sedikit banyak.
"Ya begitu beli sesuatu untuk orangtuaku dar, dan sekalian beli yang lain nya juga yang sudah habis stock di kamar." Lanlan yang akhirnya buka suara.
"Ya bener, hari ini puas banget lah bisa bebas jalan jalan satu harian." Yang juga dibalas mita.
tidak lama makanan yang di pesan mereka pun tiba, dan mereka masing masing Langung memakan pesanan mereka dengan lahap karena memang mereka bertiga sudah sangat kelaparan.
Dartin yang menunggu mami nya belanja tidak juga siap-siap,
Mita dan lanlan yang kelupaan untuk makan karena asyiknya menikmati waktu bersama.
******
Rumah Ramesh
"Mom, sudah sebulan semenjak daddy telfon ramesh, tapi ramesh belum juga kembali kerumah, bagaiamana ini mom?" Keluh riki yang sudah sangat frustasi melihat anak nya yang sulit untuk di suruh pulang ke xefino.
"Ya sudah coba mommy bujuk lagi ya dad" balas Karin yang langsung menelfon ramesh.
Drett... Drett... Drett...
"Hallo mommy ku sayang, ada apa mom??" Sapa ramah ramesh
"Sayang kamu sayang mommy tidak??" Balas karin
"Ya jelas sayang dong, ramesh sayang banget sama mommy, kenapa mom??"
"Ya kalau kamu sayang mommy ya sudah pulang dong, emang kamu tidak kangen sama mommy kah??"
"Kangen ya pasti dong mom, cuman ramesh masih mau disini Mom, mungkin tahun depan ramesh pulang, janji deh mom."bujuk ramesh.
"Apa...!? Tahun depan kamu bilang. Ya sudah tahun depan kamu datang sudah tidak melihat mommy lagi!. Kesel Karin
"Aduh... Jangan begitu dong mom, jangan ngomong begitu ya mom, ya iya... ramesh usahakan sebelum 1 tahun mungkin beberapa bulan lagi, gimana mom?"balas ramesh
"Pokoknya kalau kamu sayang mommy, pulang lah lebih cepat. Tapi jika tidak sayang sama mommy lagi tidak usah pulang sekalian, disitu saja tanpa ada nya mommy lagi!" Kesal Karin yang langsung mematikan ponsel nya.
Sedangkan ramesh jadi serba kebingungan,
Melihat ramesh yang hampir frustasi ZANLI pun menghampiri dan ingin memberi saran.
Zanli adalah asisten kepercayaan ramesh, zanli sendiri sudah bersama dengan ramesh selama 6 tahun karena ramesh sendiri yang mewawancarai zanli dan akhirnya terpilih menjadi asisten kepercayaan ramesh hingga sekarang atau bisa dibilang tangan kanan ramesh.
"Bos, bagaimana jika kita atur waktu untuk pulang dalam waktu beberapa bulan ini, sudah 6 tahun lamanya bos tidak pulang, ibu mana yang sanggup berjauhan selama itu, mommy bos sudah termasuk ibu yang paling kuat menahan rindu, apalagi bos anak satu-satunya yang dipunya oleh orangtua bos? Saran zanli
Saran dari zanli, langsung mengenai hati nya ramesh, mommy bos sudah termasuk ibu paling kuat menahan rindu, kata kata itulah yang membuat ramesh akhirnya luluh, menyesal, dan tidak tega.
"Baiklah, kita selesaikan tugas disini secepat mungkin, dan urusan yang lain yang tidak terlalu penting nantinya akan ada asisten kepercayaan daddy yang urus" balas ramesh yang langsung di jawab zanli.
"Baik bos, saya laksanakan. Saya permisi bos" sambil menunduk kan badan dan menutup pintu.
******
__ADS_1
Sesampainya lanlan didepan pintu, lanlan langsung mengenal suara yang sedang berbicara suara familiar yang sangat dirindukan lanlan, suara hangat dan bersahabat yang membuat lanlan selalu merasa nyaman.
Tapi karena ragu takutnya hanya halusinasi lanlan perlahan-lahan berjalan selangkah demi selangkah.
Dan betapa terkejutnya lanlan suara itu beneran ada, dan lanlan tidak berhalusinasi. Dengan gerakan cepat sambil sedikit berlari lanlan menghampiri seseorang tersebut.
"Kakak..., Kakak ku tampan.!?" Panggil lanlan dengan Suara yang sedikit kuat hingga telinga kakak nya pun sedikit kesakitan.
Melihat adik nya yang yang sudah sedikit berlari daffa pun berjalan sedikit agar bisa langsung berjumpa dengan adik nya.
"Hati-hati sayang, tidak usah berlari begitu dong" balas daffa
Akhirnya lanlan pun langsung memeluk kakak tampan nya dengan kaki yang sudah naik dan menyatukan kaki nya ke pinggang kakak nya.
"Lanlan, ingat kamu sudah besar kok masih mintak di gendong juga sama daffa, cepat turun!" Perintah kanny yang tidak habis pikir melihat lanlan yang lupa usia dengan kebiasaan nya yang tidak bisa di hilangkan.
Yang di panggil pun tidak menjawab, malah mempererat pelukannya, pertanda tidak peduli dan tidak mau lepas pelukan dari kakak nya.
Dan Daffa sendiri bukannya kesel, ataupun risih. Baginya itu hal yang sudah biasa yang akhirnya daffa sudah terbiasa. Perasaan senang dan rindunya juga sudah mulai memudar. daffa pun mempererat pelukannya bersama adiknya.
Riko dan kanny yang melihat tingkah kedua anaknya yang tidak peduli dengan apa yang barusan saja dibicarakan hanya bisa pasrah dan menggeleng kan kepala.
Tidak lupa juga senyuman dibibir riko dan kanny pun telihat walau awalnya merasa sedikit kesel.
"Kakak, kenapa baru pulang sekarang? Kakak memang tidak sayang lagi ya sama lanlan yang cantik ini. Atau sudah ada yang lebih cantik dibanding lanlan makanya kakak pulang nya lama banget?" Kata lanlan dengan bibir yang sudah dimajukan dan mata sedikit sembab, setelah melepas pelukan nya dari Daffa.
"Aduh,.. duh.., lanlan sayang yang cantik dan yang paling cantik, kakak tidak pulang ya karena masih ada urusan sayang, bukan karena ada yang lebih cantik dari lanlan. Untuk saat ini dan Selamanya lanlan lah adik kakak yang paling cantik di mata kakak" balas Daffa mencubit gemes pipi cabi lanlan dan menghapus sedikit air mata yang sudah membahasi wajah cantik adik nya.
"Jadi apa kakak akan pergi lagi" ujar manyun lanlan.
"Tidak kok sayang kakak akan disini meneruskan perusahaan kita karena papa katanya pengen istirahat jadi ya mau bagaimana lagi kakak yang menggantikan papa di perusahaan kita." Jawab Daffa menjelaskan.
" Awas ya kalau kakak pergi lagi, dan kalau perginya lama-lama lanlan akan benci kakak" balas lanlan yang masih tetap manyun.
"Iya sayang kakak, oya kakak bawain beberapa makanan favorit kamu ini. Pasti kamu suka" balas Daffa
"Asik..., Dimana kak? Ayok tunjukkin ke lanlan" ajak lanlan.
Daffa pun membawa lanlan ke kamar nya dan memberikan beberapa makanan cemilan kesukaan lanlan, lanlan langsung membuka salah satu nya memakan dengan lahap nya.
Daffa dan lanlan pun bercerita tentang selama Daffa di varuen, dan lanlan yang diterima kerja di perusahaan x1.
Disela pembicaraan lanlan dan daffa, lanlan teringat bahwa hari ini lanlan ingin memberi kejutan ke orangtuanya. lanlan pun bergegas keluar dari kamar daffa dengan cemilan yang langsung diletakkan di sofa kamar daffa.
Lanlan turun perlahan dan berlari sedikit ke garasi tempat dimana mobil keluarga berada, dan mobil yang di cari ketemu membuka pintu mobil dan mengambil barang belanjaan dan membawa kerumah.
Riko dan kanny yang melihat lanlan berlari pun mengikuti langka putrinya. Namun sebelum sampai keluar rumah lanlan sudah kembali lebih dulu dengan kedua tangan lanlan di penuhi beberapa platik-plastik kecil.
"Apa yang membuat kamu turun tangga sambil berlari sayang, dan itu apa? Ujar kanny yang kebingungan melihat tingkah lanlan sejak kedatangan daffa.
"Ma, pa lanlan punya hadiah untuk mama dan papa, walau pun hadiah ini pasti sudah banyak dimiliki oleh mama dan papa, lanlan beli memang bukan harga yang mahal tapi ini lanlan beli karena lanlan mau memberi yang tidak seberapa harganya. Ini hasil kerja lanlan hari ini kan lanlan terima upah lanlan kerja pa, ma?" Jelas panjang lanlan.
Yang membuat kedua orangtuanya membeku dan terkejut.
Lanlan pun memberi plastik hitam ke papa nya, dan langsung di buka oleh riko yang berisikan dasi berwarna merah, dengan gambar garis kecil miring berwarna hitam
Gambar dasi riko Seperti ini ya 😂
Dan plastik berwarna biru diberikan lanlan ke mama nya, dan langsung dibuka oleh kanny yang berisikan tas selempang bermerek Chanel berwarna hitam dengan sedikit berwarna emas dibagian ujung pembuka tas
Gambar tas kanny nya seperti ini ya 😂
Tanpa disadari, Riko dan kanny mulai mengeluarkan air mata mereka, merasa terharu dengan anak bungsu nya. Yang masih mengingat orangtua di saat menerima upah pertama nya bekerja.
Riko dan kanny mendekat ke arah lanlan dan memeluk lanlan.
"Sayang terima kasih untuk hadiah ini, ini hadiah yang sangat berharga" bisik kanny
"Papa akan selalu pakai pemberian dari putri papa, terima kasih sayang" bisik riko
Lanlan yang mendengar orangtua nya berbisik dengan suara yang sudah agak serak pun terbaru, ternyata mama dan papa nya menyukai hadiah dari lanlan.
"Sama-sama ma, pa, ini itu tidak seberapa kok. yang lebih berharga dan mungkin tidak terbalas Dari kasih sayang mama dan papa yang sudah merawat lanlan dari kecil. Lanlan seneng jika mama dan papa suka hadiah dari lanlan." Balas lanlan mempererat pelukan mama dan papanya.
"Kok pada pelukan begini, ada apa ini? Ma, pa, lan? daffa yang baru turun pun kebingungan dan Langung berjalan dimana mama, papa, dan adiknya berpelukan.
Akhirnya mereka bertiga melepaskan pelukan mereka karena sudah mendengar daffa yang kebingungan.
"Kakak kesini, lanlan juga punya hadiah buat kakak," sambil memberi plastik berwarna hijau ke Daffa.
Walau sebenarnya daffa masih bingung, tapi tidak di perdulikan daffa dan langsung membuka isi plastik tersebut, yang berisikan dasi yang berwarna biru tua dengan gambar garis sedikit besar berwarna biru muda. Namun daffa masih tetap belum mengerti.
Lanlan yang melihat daffa kebingungan pun akhirnya Menjelaskan.
Gambar dasi daffa seperti ini ya😂
(ketiga gambar di atas hanya imajinasi saja)
"Kakak ku tampan, hari ini tepat lanlan terima upah lanlan selama bekerja di perusahaan x1.walau lanlan tidak tau kapan kakak akan pulang Lanlan tetap membeli nya ke kakak.
Ternyata kakak pulang di waktu yang tepat." Jelas lanlan.
Daffa baru mengerti, dan terharu mendengar ucapan tulus dari sang adik nya.
"Terimakasih adik ku sayang" sambil mencium pipi cabi nya lanlan.
******
di restoran x1
Seperti biasa, lanlan sudah tiba dan masuk ke resto, meletakkan tas dan berganti pakaian. karena memang sudah ada baju khusus waiter di restoran x1 yang sudah disiapkan untuk ukuran sesuai tubuh lanlan.
setelah selesai berganti, lanlan pun langsung mengambil ahli yang menjadi tugas nya.
namun lanlan merasa sedikit ada yang aneh hari ini, seperti ada yang kurang??
mau tau kelanjutannya??
ditunggu yaa??
❤️ salam manis dari author ❤️
__ADS_1