
Hai Manteman...
karena ini waktu istirahat via, via ingin melanjutkan imajinasi via ni, setuju gak ya π€π?? setuju aja deh ππ
jadi hari ini 2 episode dalam sehari ya π
selamat membaca π
________________π__________________
Dalam pembicaraan lanlan, seseorang yang disuruh lanlan untuk datang sudah tiba dan mendengarkan semua perkataan lanlan...
******
seseorang itu adalah lila yang sudah sampai ke tempat yang sudah lanlan suruh untuk datang.
Lila yang masih sempat mendengar lanlan berbicara sungguh kejam dan terdengar dingin membuat nya merinding ketakutan.
"Aku sudah bilang Lin, jangan mencari masalah dengan lanlan karena lanlan itu pemilik perusahaan x4 terbesar di kota xefino ini. Kau sungguh berbeda lina kau bukan seperti lina sahabat ku yang memang jahat tapi bukan berhati iblis." Batin Lila yang sedih bercampur marah mendengar pembicaraan lanlan memang ada rasa ketakutan yang membuat nya gemetar tapi dari maksud perkataan lanlan bahwa lanlan tidak akan bertindak jahat jika tidak ada yang memulai, tapi juga sepenuhnya bukan kesalahan lanlan melailan sahabat nya sendiri.
"Karena kau sudah datang, urus sahabat mu ini." Lanlan tau jika lila sudah sampai tapi Memilih bersembunyi di balik mobil lanlan.
"Kau tau kak lan"
"Hem..., Dan jika kau ingin melaporkanku ke polisi aku siap" lanlan pun melaju kan mobil nya menuju ke resto.
Lila diam dan memandang mobil lanlan yang sudah berjalan jauh, lina pun berjalan mendekat ke arah lina yang sudah sangat berantakan dan menderita. Di tangan lila sudah ada air putih dan satu botol Betadine yang di pesan lanlan sebelumnya ke lila.
"ternyata ini untuk lina, bukan untuk lanlan" batin lila yang sudah mengerti situasi.
"Kenapa kau bisa ada disini lil, dan ini... Kau tau aku akan jatuh? Tanya lina yang penasaran dengan lila yang sepertinya tau ini akan terjadi.
"Aku sudah bilang lin, dari semenjak kemarin jangan berurusan dengan lanlan lagi. Kau tetap kekeh untuk membuatnya menderita.
__ADS_1
Ini bukannya dia yang menderita tapi kau kan...!! Kau sudah seperti mayat hidup sekarang. dan kau sudah berbeda jauh dari lina yang dulu."lirih lila yang membersihkan luka di lutut lina dengan air minum bersih yang dibawa nya. setelah itu lila memberikan Betadine.
Lila terdiam sejenak memperhatikan keadaan Lina, hatinya sungguh teriris, karena bagaimanapun lina sahabatnya. Sahabat kecil nya ada rasa khawatir, sedih yang teramat kacau bagaimana bisa lina bertindak jauh sehingga dia menjadi seperti ini.
Karena lama nya terdiam butiran bening pun keluar dari sudut mata lila, lina yang mengetahui nya pun jadi terkejut.
"Hei Lil, aku tidak apa-apa, kau tenang saja aku tidak akan pernah diam setelah ini sampai dia tidak lagi berada di dunia ini!! Karena setelah itu tidak ada lagi orang yang akan bertindak begini ke kita. Kau tidak usah menangis. Kau tinggal tunggu saja kabar baik dari ku ya" ujar Lina lembut yang masih saja tersimpan dendam yang kuat ke lanlan. lila yang mendengar perkataan lina pun akhirnya tersulut emosi.
"Sampai kapan kau akan sadar Lina!! sampai kapan ha?? Kau tau siapa yang memulai ini duluan. Kau lin... Kau...!! Hanya karena lanlan dekat dengan dartin? seharusnya kau lebih teliti lagi siapa yang duluan mendekati, bukan lanlan Lin... Dartin pria yang kau sukai yang duluan mendekati lanlan. Tapi karena emosi dan rasa cemburumu yang sudah menguasai dirimu dan kau sendiri pun bukan siapa-siapa dartin melukai lanlan yang tidak bersalah, huhu... "Akhirnya tangisan Lila pun pecah dia tidak tau lagi harus berbuat apa harus bertidak apa terhadap sahabatnya ini sudah seperti ini masih juga ingin membalas.
"Tapi jika dia tidak menanggapi dartin saat itu masih bisa di pertimbangkan Lila, lihat lah hari ini mungkin hari aku akan dipecat dari restoran x1 yang sudah lama aku impikan itu. Karena pasti pelanggan kita itu membuat laporan aku yang tidak juga mengantar makanan Lil, dan disini ini dia menyiksaku masih aku yang kau bilang jahat masih aku yang kau maksud iblis Lila. Kau sahabatku atau kau sahabat sialan itu ha!!" teriak lantang Lina yang sudah sangat marah dan tidak mau kalah.
Lila terdiam mendengar bentakan lina, hatinya semakin sakit hingga air mata nya terus saja keluar tanpa di minta.
"Kau bukan siapa-siapa dartin Lin, kau bukan siapa-siapa nya, hiks... hiks...hiks... kau bertindak sungguh sangat memalukan lina. Masih mending masalah ini terjadi karena kau mempunyai status dengan dartin dan lanlan lah sebagai pelakor. Tapi disini kau bukan siapa-siapa dartin!! Dan dartin bukan siapa-siapa kau Lina!! Sadar... Kalian hanya teman rekan satu kantor saja. Dan kau harus tau masalah pelanggan yang kau maksud itu LANLAN MENYURUH PEGAWAI LAIN MENGANTARNYA DARI JALUR BERBEDA. Dan hari ini AKU BISA ADA DISINI DI DEPAN MU SEKARANG DAN MEMBAWA KAN KAU MINUMAN DAN OBAT ITU SEMUA KARENA LANLAN. lanlan mungkin sudah mempersiapkan ini dari sejak awal. Ini dilakukan nya SEBAGAI PERINGATAN LINA !!!! KARENA DISINI KAU LAH YANG IBLIS ITU BUKAN LANLAN !!. Karena jika dia bener-bener membalas dendam karena kau membuat nya jatuh sakit akibat air dingin yang sengaja kau tumpahkan itu dia tidak akan menyuruh ku untuk datang dan membantumu untuk mengantarkan makanan, hiks..hiks.. hiks...hiks...!!" Teriak lirih yang amat sedih dan lantang Lila yang sudah kehabisan akal untuk membuat sahabatnya ini sadar.
"...." Lina terkejut dengan semua pembicara Lila ke Lina.
sepengetahuan lila. Dan lebih terkejut lagi
"Tadi bukannya dia bilang kalau makanan itu aku yang antar, dan lila datang karena lanlan" batin Lina yang menerka-nerka kebingungan dan terkejut.
"Dan masalah perkataan mu terakhir Lina kau sahabatku kau tetap sahabatku, hiks..hiks...." Lila menghapus air mata dengan kasar dihadapan lina dengan wajah frustasi dan kecewe serta sedih yang mendalam.
"kau tetap sahabat kecilku... Tapi jika kau masih ingin membalas dendam lagi mulai detik ini juga kau BUKAN SAHABATKU LAGI LINA!! Aku tidak ingin punya sahabat berhati iblis mencari masalah kepada orang yang tidak bersalah. Apalagi itu bukan orang biasa.
Kau belum tau Lina... Lanlan itu bukan tandingan mu... Kau mencari Masalah terhadap orang yang salah... karena LANLAN ADALAH ANAK BUNGSU PEMILIK PERUSAHAAN X4 TERBESAR DI KOTA XEFINO LINA, kau pasti tau perusahaan itu bukan?? PERUSAHAAN DIMANA AYAHMU BEKERJA lin...!! Dan bener apa kata lanlan dia bisa membuat mu lebih menderita bahkan membuat ayahmu bangkrut dalam hitungan detik saja karena PERUSAHAAN TEMPAT AYAH MU BEKERJA ITU MILIK PAPA NYA LANLAN...!!!!
lina menegang tidak percaya mendengar perkataan lila, merasa ini hanya menakutinya saja.
"Tidak....!! Tidak mungkin !! Itu tidak bener...!! Kau pasti bercanda kan Lil, bilang ini hanya bercanda lil!!" Lina masih sangat syok mendengar semua lontaran dari mulut sahabat nya itu. Mendengar itu membuat Lina merasa takut, hingga dada naik turun karena nafas yang sesak membuatnya kesulitan bernapas.
"Aku... Bercanda... Haha..." Lila pun tertawa sinis dengan perkataan Lina yang menganggap nya bercanda. Tangisan nya menjadi tawa sinis bagaimana bisa sahabat ini tidak bisa membandingkan yang mana lila yang bercanda dan serius sungguh konyol persahabatan mereka yang bertahun ini dijalani tidak dengan ke pekaan.
__ADS_1
"Apa pernah aku bercanda jika itu mengnyangkut seseorang untuk kau ketahui Lina. Dan jika kau masih tidak percaya dan masih ingin balas dendam itu terserah mu !!itu hak mu.!! Karena seperti yang aku bilang itu Lin mulai detik ini juga aku bukan sahabatmu dan kau bukan lagi sahabatku aku sungguh kecewa mempunyai sahabat sepertimu lina."lila yang sudah frustasi, kecewa yang teramat dalam, sedih yang tak bisa di katakan. Dengan langkah berat nya Lila menghampiri mobilnya namun terhenti karena Lina memanggil nya.
"Kau akan meninggalkan ku, huhu" ya disini Lina yang menangis walau sebenarnya masih belum bisa mencernah dengan baik semua perkataan Lila namun saat mendengar perkataan terakhir Lila membuat hatinya menciut sedih.
"Kenapa ?? bukannya kau ingin balas dendam lagi. Ya lanjutkan saja sampai kau puas lin aku pergi mungkin aku belum bisa menjadi sahabat terbaik mu..."
"Tidak...!! Tidak Lila!! Kau sahabat terbaik ku. Aku mohon jangan pergi, hiks...hiks..." Tangisan Lina akhir nya pecah terdengar keras hingga ke telinga lanlan.
Ya perdebatan mereka diketahui oleh lanlan.
Lanlan bukan bener-bener pergi dari tempat itu dia hanya memarkir kan mobilnya ke tempat lain yang mungkin akan sulit untuk ditemukan. Dan di pohon besar yang hanya berjarak 20 langkah saja lanlan berada lanlan pun menyaksikan peebedatan yang mengharukan baginya.
"Bagaimana Lila bisa tau aku dan keluargaku ya, sungguh sahabat yang kompak. satu bertidak jahat satu nya mencari informasi target. Hihi sungguh konyol yang paling jahat Lina" batin lanlan
"Sudah Lila pergi saja, kau jahat namun jahat mu masih bisa di kontrol dan kemungkinan besar kau bisa jadi baik. Pergi saja jangan bergabung dengan si Mahator" batin lanlan lagi yang mau nya Lila pergi meninggalkan Lina.
Lila yang mendengar tangisan lina yang histeris pun membalikan badan dan menatap sahabatnya itu dengan intens.
"Sudah kubilang pergi saja malah membalikkan badan pula, kau itu sungguh payah huuf.." batin lanlan yang sudah mulai kesel
Lila pun berjalan mendekat pelan kearah lina untuk menghampiri sahabatnya itu.
"Ya kan tidak seru dong... kalau kau malah balik si lila!! Seharusnya kau tinggalkan saja dia seperti tarik ulur gitu atau seperti lagu yang lagi hits sekarang TARIK SIS SEMONGKO gitu baru seru... lila mah payah" guman lanlan kesel berbicara sendiri.
"Sekarang apa kau masih ingin balas dendam dengan lanlan?" Tanya lila dengan lembut berharap jawaban yang memuaskan dari sahabat nya......
kenapa lila masih mau ya membalikkan badannya yang sebenarnya ingin pergi menuju ke mobilnya??
apakah sesayang itu lila ke lina?? sampai tidak tega meninggalkan lina yang jelas-jelas bersalah...?
masih kepo bukan untuk kelanjutannya? atau manteman tidak peduli dengan imajinasi via π... tapi gpp via ngerti mungkin karena belum menarik yaa π
terimakasih sudah mau mampir π
__ADS_1