
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu terdengar lagi yang membuat riki pun semakin penasaran.
"Tidak mungkin mom, secepat ini ramesh pulang, perkiraan dad paling dalam minggu depan ramesh pulang, baru semalam kita tidak angkat telfon, kan tidak mungkin mom hari ini tiba" balas riki dengan yakin nya sambil melangkah untuk membukakan pintu.
Setelah pintu terbuka, betapa terkejutnya riki melihat yang berdiri didepan pintu??
"Tuan, nyonya ada yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya. mereka sekarang berada di ruang tamu." Ujar safo
Riki semakin penasaran, apalagi dengan kata MEREKA, berarti lebih dari satu orang.
"Baiklah, kamu segera turun. bisakah kamu siapkan minuman untuk tamu? Tanyak riki ke safo
"Bisa tuan, saya akan siapkan, permisi tuan? Balas safo menundukkan badan dengan hormat nya.
"Siapa si dad, tamu daddy ya?" tanya Karin yang mendengar safo berbicara langsung menemui riki
"Dad, hari ini tidak ada janji kok mom" jawab riki dengan yakin nya ,tapi akhirnya "baiklah mom siap-siap saja dulu, biar daddy yang duluan turun" balas riki yang langsung menutup pintu kamar dan turun untuk menemui tamu itu.
Tap... Tap... Tap...
Betapa terkejutnya riki karena yang ada didepan mata nya sekarang adalah putra bandel yang selama ini disuruh untuk pulang tidak mau terus.
Riki mempercepat jalan nya dan langsung menghampiri Ramesh.
Aww...
Aww....
"Sakit dad" ujar lirih ramesh begitu riki didepan ramesh langsung menjewer telinga ramesh yang mulai memerah.
"Masih ingat rumah dan daddy ternyata, bertahun diluar kota baru sekarang pulang nya!?" Gerem riki yang masih setia menjewer telinga Ramesh.
"Ya ampun, ampun dad..., sakit tau dad.
ramesh tidak pulang salah, pulang juga salah, yang bener yang mana si dad?" Kesel ramesh yang masih menahan sakit nya di jewer dengan wajah yang sudah memerah.
Riki yang melihat wajah ramesh memerah, akhirnya melepaskannya jewerannya.
"Harus pulang disaat daddy suruh pulang itu yang bener, bukan sekarang.!" masih dengan nada kesal Riki
"Ya sudah ramesh balik saja lagi lah ya dad, kalau tau pulang akan di jewer begini ramesh mah tidak mau pulang dad." Balas ramesh masih dengan Rajuknya " Oya dad, mommy mana dad.?" Celingak-celinguk Ramesh yang memang daritadi belum melihat Karin.
Mendengar ucapan ramesh menanyakan mommy nya, ada ide usil riki untuk mengerjai anaknya.
"Mommy dirumah sakit, sekarang dalam masa pemulihan" balas riki dengan nada sedih dibuat-buat.
"Apa!?, ramesh bener-bener terkejut, "Kok tidak ada yang kabari Ramesh si dad, dimana? Dirumah sakit mana dad?" Khawatir Ramesh dengan wajah yang sudah pucat.
Riki yang melihatnya pun akhirnya tertawa.
"Hahaha" kekeh Riki yang membuat wajah khawatir rames seketika jadi berubah menjadi tampang kebingungan.
di saat yang bersamaan suara langkah kaki pun terdengar,
Tap...tap...tap...
Ramesh yang Mendengarkan suara langkah kaki yang dari arah tangga pun terkejut.
Dan langsung berlari.
"Mommy, hu...hu.." suara tangisan dari Ramesh, yang langsung memeluk mommy nya dengan erat.
" Eh... anak mommy yang tampan ternyata pulang juga, cup..,cup.., cup,.. jangan nangis dong luntur nanti ganteng nya sayang" bujuk Karin sambil mengusap punggung kekar anaknya.
"Mommy, hu..hu.., mommy jahat... Mommy tidak mau angkat telfon ramesh hu..hu.." masih menangis dengan suara seraknya.
"Itu ulah daddy mu, mommy sebenarnya tidak tega sayang, tapi daddy maksa mommy, maafin mommy ya sayang" bujuk Karin menenangkan ramesh.
Zanli sungguh sangat terkejut dan menggeleng kepalanya, 6 tahun lama nya zanli bersama Ramesh baru kali ini Ramesh bertingkah layak nya anak kecil yang ditinggalkan. Sungguh sangat berbeda dari Ramesh yang dingin, datar, sombong, dengan suara arogannya.
Setelah ramesh sudah tenang, karin dan riki pun akhirnya menjelaskan semua ide yang dibuat riki agar ramesh pulang. ramesh yang mendengar menatap daddy nya tajam seolah ramesh ingin memarahi daddy nya seperti yang biasa ramesh lakukan jika pegawai nya salah.
Namun ramesh tersadar jika yang didepannya sekarang ini daddy nya , ayah kandung ramesh bukan pegawai nya.
******
"Kenapa kamu tidak buat surat izin, atau menelfon ku mit" ujar lanlan setiba nya di kamar Mita.
Mita sebenarnya tidak bekerja karena demam tinggi, orangtua Mita selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Hanya bibi Rina lah yang selalu menjaga mita dari mita berumur 1 tahun.
Namun bibi rina sampai kelupaan untuk izin ke menager mita karena sibuk nya merawat mita yang demam. Sedangkan mita tidak mau dibawa ke rumah sakit.
"Tidak ada apa-apa kok lan, ini hanya demam biasa saja, bentar lagi juga sudah sembuh kok" balas ramah mita
"Kamu bohong mit, ini saja demam kamu masih tinggi kok. Sudah begini saja biar aku saja merawat mu untuk seharian ini, jadi jangan tolak tawaran ku mit?" Lanlan pun bergegas turun ke garasi mita, mengambil kunci mobil ditempat yang dibilang bibi rina, mengambil mobil dan pergi ke apotik terdekat untuk membeli beberapa obat ke Mita.
Dirumah Lanlan
"Pa, lanlan mana pa" tanya daffa yang dari tadi pagi tidak melihat adik nya.
"Izin ke rumah teman nya, mita kalau tidak salah papa nama teman lanlan" balas Riko
"Tumben papa kasih lanlan keluar rumah, biasanya tidak boleh dengan alasan bla bla bla pa" ledek Daffa
"Kalau mita, papa lihat anaknya tulus mau berteman dengan lanlan, namun sorot mata Mita seperti kurang kasih sayang papa perhatiin" ujar riko
"Jadi karena hal itu papa izinin lanlan kalau
bersama mita ya pa" balas daffa meyakinkan
"Ya begitulah, tapi jika tidak pulang tepat waktu tidak ada lagi keluar rumah dengan alasan apapun" jawab tegas riko
Daffa pun mengangguk kepala tanda mengerti maksud papa nya.
Dirumah Ramesh
Riki kesel dengan ramesh yang masih Beta diamin riki karena ramesh masih kecewa dengan ide usil riki. Sudah satu harian riki di abaikan oleh ramesh.
"Kamu beneran tidak mau bicara sama daddy ni, dosa lo diamin orangtua." Ujar riki terus menggoda anaknya
Diam, ramesh tetap diam. Bukan ramesh tuli hanya saja masih kecewa dengan daddy nya yang membuat ramesh pulang dengan cara yang tidak baik. ramesh sampai terburu-buru untuk datang ke xefino hanya untuk memastikan keadaan orangtuanya.
Tapi yang di dapat ramesh hanyalah sebuah ide usi dari daffy nya.
tapi akhirnya ramesh pun mulai membuka suara dan berbincang-bincang dengan daddy nya lagi.
Drett... Drett... Drett...
Dering telfon lanlan " dartin "
"Hallo, Dar ada apa?" Sapa lanlan
__ADS_1
"Kamu hari kenapa izin tidak masuk lan, kamu tidak sakit kan?" Kwartir dartin
"iya sakit, tapi bukan aku yang sakit dar, mita yang sakit" balas lanlan
"Aku kesana ya sekarang, kirim alamat mita sekarang ya lan" balas dartin.
"Ya, baiklah" telfon pun mati, dan lanlan kirim alamat Mita ke dartin
Sebelum kerumah mita, dartin membeli buah untuk mita, dartin bisa pulang karena tepat waktu untuk berganti shift.
Tiba lah dartin kerumah mita, pintu dibuka oleh bibi rina, dan menuju ke kamar mita.
Disitu sudah ada lanlan yang menemani mita.
"Ya ampun mit kamu sakit begini, buat surat izin ke kak tia pun tidak ada, Untung karena lanlan bilang kamu sakit aku sudah beritahu kak tia." Ujar dartin yang tiba kekamar Mita meletakkan buah yang dibeli tadi.
"Maaf ya jadi repotin kalian, terima kasih sudah datang untuk menjenguk ku, rasanya aku seneng sekali." Senyum mengembang di wajah mita terlihat sangat bahagian
Lanlan dan dartin yang melihat pun ikutan tersenyum.
"Ya udah ini waktu nya aku pulang, kalau telat papa tidak akan kasih aku kemana-mana lagi mit, aku pulang ya..., Kamu jaga kesehatan kalau belum pulih tidak usah masuk kerja, oke?" Ujar lanlan ke Mita yang langsung mendapat senyuman dari Mita.
"Barengan aja yok lan, biar cepat sampai nya" ujar dartin menawarkan tumpangan ke lanlan.
"Baiklah, ayok" balas lanlan.
Lanlan dan dartin pun pergi meninggalkan mita dirumah bersama bibi rani,
Suasana dimobil dartin hening. dartin pun buka suara.
"Lan, besok kan hari libur bagaimana kalau kita jogging bareng yok, habis itu kita kerumah mita lagi?" Tawar dartin
"Hem... Aku juga sudah lama tidak jogging, baiklah aku coba izin ke papa ya kalau dibolehin kita pergi" balas lanlan.
"Biar aku aja yang izinin lan,.? Balas dartin
"Baiklah, sampai ketemu besok" ujar lanlan meninggal kan dartin dimobil yang sudah tiba didepan rumah lanlan.
Diruma Lanlan
"Eh.. adik kakak yang cantik, pulang nya tepat waktu juga ya" sapa daffa melihat lanlan yang sudah pulang
"Bagus, begitu baru anak papa" ujar riko juga melihat lanlan yang sudah pulang.
"Pa, besok pagi boleh tidak lanlan jogging dan setelah jogging kerumah mita lagi" ujar lanlan yang sudah duduk disamping papa nya.
"Sama siapa?" Balas riko
"Sama teman kantor lanlan pa joggingnya, dartin namanya" jawab lanlan
" Baiklah, selesai langsung pulang ya sayang" ujar riko mengizinkan.
"Terimakasih pa" sambil mencium pipi Riko
"Sore sama kakak ya, temani kakak ke pesta rekan kerja kakak yang berulang tahun?" Daffa menghampiri lanlan
"Ya kakak, lanlan males banget berhadapan dengan banyak orang, buat sakit mata lanlan aja kak" rengek lanlan yang memang tidak suka keramaian.
"Wah sayang sekali, padahal banyak pangeran yang akan datang di pesta itu" goda daffa yang tau kalau lanlan suka lihat pria tampan
"Bener kak akan ada pengeran?" Balas lanlan dengan senyum mengembang yang langsung di anggukan daffa.
Papa nya hanya menggelengkan kepala melihat kebiasaan lanlan yang tidak berubah kalau sudah berurusan dengan pria tampan.
"Baju pesta kamu sudah ada di sofa kamar kamu ya lan" teriakan kecil daffa yang sudah di dengar lanlan.
******
"Mom, ram keluar sebentar suntuk dirumah." Ujar ramesh memberitahu ingin keluar, dan di jawab Karin "hati-hati ya sayang" balas Karin
"Ya mom" sambil mencari zanli "zanli kamu temani aku keluar ganti pakaian kamu" perintah Ramesh
Zanli yang melihat pakian yang di pakai Ramesh pun mengerti, bawah Ramesh pagi ini ingin jogging.
Huf... Huf...
Nafas tidak beraturan dari lanlan.
"Kita istirahat saja dulu sebentar yok lan" ujar dartin yang melihat lanlan sudah kecapekan.
"Aduh nanggung, masih kurang banyak keringat nya dar" jawab lanlan yang sudah mulai meninggalkan dartin
"Ya pelan-pelan dong lan, kok aku ditinggal si" balas dartin yang mengikuti lanlan yang sudah agak sedikit jauh dari lanlan.
Mendengar dartin yang berbicara pelan, lanlan pun membalik kan badan dan melihat kebelakang namun sambil melangkah kaki mundur.
"Ya kamu payah dar, ayok kejar aku dong, bisa gak?" Ledek lanlan
Tanpa lanlan sadari dengan lanlan yang tetap berjalan mundur tanpa melihat ke depan ada jalan yang berlubang. Tepat saat lanlan mulai menginjak lubang itu kaki lanlan kehilangan keseimbangan. Saat tubuh lanlan ingin jatuh seseorang menangkap tubuh ramping lanlan dengan kedua tangan kekar nya, namun lanlan masih tetap menutup mata nya.
Seseorang itu adalah ramesh, saat Ramesh melihat ada wanita yang ingin terjatuh akibat ada lubang didepan dengan sigap nya menangkap tubuh gadis itu karena jarak mereka memang tidak jauh.
"Hem... Gadis resek ini lagi ternyata." Gumas Ramesh saat menangkap tubuh lanlan dan melihat wajah gadis yang ditemuinya di mallTar.
" Masih tetap menutup mata, tidak ingin berdiri" akhrinya ramesh membuka suara karena tidak sanggup untuk melihat wajah cantik dan imut lanlan yang saat ini ada dalam dekapan nya sambil menutup mata.
Lanlan yang merasa ada yang menangkap tubuh nya, dan mendengarkan suara itu pun Langsung berusaha berdiri kembali. Dan melihat ternyata yang menolong nya pria yang membuat nya malu untuk bertemu.
Pipi lanlan pun juga merona menahan malu untuk bertemu lagi, padahal lanlan berharap untuk tidak bertemu lagi.
" Kenapa apa kamu terluka" suara kwartir dari Ramesh yang langsung memegang kedua tangan lanlan secara refleks.
"Ah... Tidak apa-apa kok" jawab lanlan sambil melihat tangan ramesh yang memegang tangan lanlan,
Ramesh yang melihat tatapan lanlan menuju ke tangan nya yang memegang tangan lanlan secara refleks Langung menarik kembali tangannya
"Maaf... Saya tidak sengaja" ujar malu Ramesh
"Lan... Kamu tidak apa-apa kan" ujar dartin menghampiri dan memutar tubuh lanlan melihat ada luka atau tidaknya.
"Sudah tidak apa-apa kok dar, untung ada dia yang menolong ku" balas lanlan sambil mata nya menuju ke ramesh.
"Oh... Kamu ternyata, terimakasih ya sudah menolong lanlan"balas ramah dartin ke Ramesh.
"Oke, lain kali hati-hati" jawab Ramesh lalu meninggalkan dartin dan lanlan.
entah kenapa ada rasa sesak didada ramesh, melihat tangan dartin memegang tubuh lanlan, " ya mungkin itu pacarnya, wajar jika khawatir" guman ramesh
Zanli yang daritadi mencari ramesh pun akhirnya ketemu.
"Bos, ini minuman nya" ujar zanli karena memang tadi ramesh yang menyuruh zanli beli Air minum.
"Diluar kerja jangan panggil saya bos, aku sudah lama menganggap kamu sahabatku.
__ADS_1
Panggil aku Ram saja," balas ramesh.
"Maaf bos saya tidak bisa" jawab zanli yang langsung diberi tatapan tajam oleh ramesh
"Ini perintah, atau kamu mau saya kurangin gaji dan potong uang bonusan kamu" bentak Ramesh yang tidak suka adanya penolakan
"Ba..baik ram" jawab gugup zanli untuk pertama kalinya memanggil bos nya dengan nama.
"Nah gitu dong daritadi, mesti harus di ancam baru nurut." Kesel ramesh melihat tingkah zanli yang menolaknya tadi, "sudah ayok kita sekarang pulang untuk istirahat dan bersiap. Karena nanti sore kita harus menghadiri pesta yang disuruh Daddy untuk kita hadiri" perintah Ramesh yang di anggukan oleh zanli.
Dirumah Mita
"Lan...,?" Panggil mita yang melihat lanlan melamun dan senyum tidak jelas semenjak kedatangan lanlan di rumah Mita.
Dan memanggil kembali lanlan.
"Lan... LANLAN DESPRAPERMATA" suara meninggi Mita yang membuat lanlan terkejut.
" Apaan si mit, aku disini bukan di laut kali mit manggilnya kuat bener" kesel lanlan yang telinga nya sudah mulai sakit akibat teriakan dari Mita.
"Ya kamu si di panggillin dari tadi tidak menjawab, malah asik melamun sambil senyum-senyum segala lagi, kenapa kamu lan.? Ujar mita yang melihat wajah lanlan dengan teliti.
Lanlan sendiri jadi gugup dengan tatapan penuh tanya dari Mita.
"Tidak apa-apa kok mit, beneran deeh...? Jawab lanlan dengan dua jari nya yang melayang ke udara.
"Aku tau lan, kamu bohong ada apa.? Balas Mita yang tidak percaya, dan melanjutkan pembicaraan nya. " Apa kamu ketemu pria tampan ya hari ini" masih dengan nada interogasi dari Mita.
"Ah... Ya... Mungkin, tapi tidak kok tidak tampan hanya baik saja" jawab ragu lanlan dengan senyum canggung nya.
"Jadi yang membuat kamu tidak fokus akibat si pria tampan, pantes kamu melamun sambil senyum-senyum sendiri" goda Mita.
Lanlan pun mau tidak mau menceritakan kejadian lanlan saat di mallTar dan saat di taman tadi. Mita pun akhirnya mengerti.
Di Pesta
Ramesh sebenarnya tidak mau pergi ketempat yang di suruh Daddy nya, namun karena mommy nya juga menyuruh Ramesh pergi dengan alasan biar bisa mengenal dunia bisnis di xefino akhirnya pun terpaksa ikut dengan zanli yang menemani Ramesh.
Ramesh sudah siap dengan setelan jas yang sudah di siapkan mommy nya menambah kegagahan dan ketampanan Ramesh yang terlihat sempurna.
Lanlan dengan gaun berwarna pink dibawah lutut, rambut yang dibiarkan terurai memakai jepit rambut bunga di sebelah kan, menambah kecantikan lanlan. Daffa pun tidak kalah tampan nya memakai setelan jas hitam dengan dasi yang pernah dibeli oleh lanlan.
Setelah tiba di depan pesta lanlan turun dari mobil dengan mengandeng lengan Daffa,
Banyak mata yang melihat mereka seperti sepasang kekasih.
Wanita siapa ya, kok tidak pernah terlihat.
Cantik banget seperti sang peri dengan tubuh mungil nya.
Apa nya yang cantik cewek yang begitu tampil sederhana kamu bilang peri, buta kali mata kamu.
Tidak taukah kalian, yang disebelah cewek yang kalian sebut-sebut tadi itu adalah anak pertama keluarga HOLDESPRAMATA. Pemilik perusahaan X4 terbesar di xefino ini.
Kalau tidak salah nama nya Daffa mungkin saja itu kekasih nya. Jadi jangan asal bicara kalau tidak perusahaan kalian akan bangkut dalam waktu yang cepat.
Percakapan beberapa orang yang ada didalam pesta, yang melihat kedatangan lanlan dan daffa. Ada memuji, menghina, dan banyak lagi percakapan lainnya yang mereka gosip kan terutama lanlan yang tidak pernah tampil didepan banyak orang, jadi banyak orang yang tidak mengetahui identitas lanlan yang sebenernya.
lanlan yang ditatap pun menjadi gugup
"Kak, kok tatapan mereka ke kita lain ya, lanlan jadi takut" rengek manyun lanlan
"Tidak apa-apa sayang, wajar mereka melihat begitu di samping kakak ada seorang peri yang menggandeng pangeran" goda Daffa menenangkan lanlan yang sudah mulai tidak nyaman berada di kerumunan banyak orang.
"Malam pak Daffa, seneng sekali bisa melihat bapak disini, dengar-dengar bapak sudah menggantikan beliau selama sebulan ya di perusahaan X4?" Tanya seseorang perusahaan lain ke Daffa.
Daffa tersenyum, dan Langung berbicara ke lanlan " sayang kakak ada tamu yang mesti kakak selesai kan sebentar, kamu bisa lihat disebelah sana ada beberapa cemilan kamu makan dulu nanti nanti kakak akan datangin kamu, jangan kemana-mana ya sayang, tunggu kakak disitu" ujar lembut Daffa meminta adik nya menunggu Daffa yang harus berhadapan sebentar dengan seseorang yang menyapa daffa.
"Baik, jangan lama ya kak" jawab mayun lanlan yang meninggal kan Daffa dan pergi kearah yang sudah diberitahu oleh daffa.
Setiba lanlan di meja yang penuh dengan makanan, mulut manyun lanlan berubah menjadi senyum ceria dengan tatapan berbinar nya.
Lanlan berjalan, mengambil beberapa makanan yang disukai lanlan memakan dengan lahap nya, dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah dan mengambil makanan yang lain lagi, sampai tiba-tiba ada yang menghampiri lanlan.
"Segitu lapar nya kah" jawab suara femiliar itu"ujar seseorang itu
Lanlan yang tidak merasa asing dengan suara itu pun mencari asal suara itu, dan langsung tesendak karena bener itu pria yang hari-hari ini sering ditemui nya.
Ramesh secara refleks, memberi minuman ke lanlan sambil mengambil makanan yang dipegang lanlan, lanlan mengambil minuman itu dengam cepat dan meminum nya secara paksa dengan cepat.
"Makan itu pelan-pelan tidak ada yang rebut juga kok" ujar seseorang itu lagi
"Kamu si, asal muncul aja didepan permisi dulu gitu" kesel lanlan
"Buat apa permisi, haha"tawa seseorang itu yang tak lain adalah ramesh merasa lucu dengan ucapan gadis didepan nya " ini kan tempat umum ya kalau mau makan tinggal ambil dan makan haha" masih dengan tawa kecil Ramesh
"Walaupun tempat umum, tapi jangan asal muncul mendadak dong, hu" rengek manyun lanlan dengan tangan dilipat didada dengan wajah yang masih merona akibat tersendak tadi.
Melihat lanlan yang manyun bener-bener membuat ramesh semakin gemas menyukai tingkah gemes wanita didepan nya.
Namun ramesh menyadari jika disudut bibir wanita itu masih menyisakan bekas makanan yang tadi wanita itu makan.
Ramesh pun memberi sapu tangan dan memberikan ke lanlan.
"Pakai ini bersihkan bibir kamu yang masih ada bekas sisa makanan kamu tadi" kata Ramesh memberikan sapu tangannya.
Namun lanlan langsung menolak,
dengan jari mungil nya sendiri membersihkan bagian bibirnya namun tidak tepat malah cream itu semakin menyebar ke wajah lanlan.
Cream kue yang dimakan lanlan yang ada disudut bibir nya. Karena lanlan sangat suka cream yang banyak di kue tersebut.
"Hahaha, kamu jadi semakin lucu" tawa Ramesh yang akhirnya pecah, "ditawarin pakai sapu tangan tidak mau, itu wajah kamu hampir seperti badut, hahaha" tawa kecil Ramesh yang membuat lanlan semakin kesel.
Namun ramesh yang tadi masih memegang sapu tangan nya akhirnya maju dan mendekatkan wajah nya ke wajah lanlan, mengelap wajah lanlan dengan hati-hati dan lembut, lanlan yang di perlakukan dengan lembut pun membatu tidak percaya cowok yang didepan nya ini bisa bersikap lembut.
Karena penasaran Lanlan pun mendongakkan kepala nya ke atas, mata lanlan melihat wajah tampan ramesh yang serius mengelap wajah lanlan, dan akhirnya bola mata coklat lanlan bertemu dengan bola mata biru ramesh. Mereka terdiam cukup lama sambil menikmati suasana yang saling menatap.
drett... drett.. drett...
Bunyi telfon lanlan menyadarkan tatapan mereka. ramesh menarik kembali tangannya dan menyimpan sapu tangan nya ke kantong jas milik ramesh, sedangkan lanlan pun menjadi bingung dan mencari tas yang ditinggalkan tidak jauh dari tempat lanlan berdiri dan melihat layar ponsel nya
'Kakak tampan ku'
"Maaf saya angkat telfon dulu, dan terimakasih buat yang tadi." Lanlan dengan cepat nya meninggal kan ramesh yang masih tersenyum menatap punggung lanlan yang sudah semakin menjauh.
Dan saat lanlan menjauh dari ramesh, tangan lanlan di tarik oleh seseorang.
masih ingin tau kelanjutannya??
ditunggu ya.
terimakasih sudah mampir
__ADS_1
❤️ salam manis dari author ❤️